
Setelah beberapa hari berlalu kehidupan di Istana Jian atau kota Jian berubah pesat menjadi kota yang maju berkat Ling.
Kota ini sekarang seperti kota kota besar lainya dan sekarang ada sekitar 500 petarung atau Ahli Bela Diri pringkat Waror bintang 3 di Kota Jian, karena perjuangan dari Taiga dan 5 Instruktur Petarung di Kota Jian.
Dan juga sekarang mereka memiliki sekitar 100 Sapi Tanduk Prunggu untuk di ternakan dan diolah menjadi makanan untuk menghidupi Warga Kota Jian, dan juga ada sekitar 128 Kuda Angin yang sudah terlatih dan siap di gunakan untuk tempur.
Ling juga sudah menembus Epic bintang 3 dan juga setelah beberapa hari latihan Irina mulai masuk ke Elit bintang 5 dan dia semakin kuat sekarang.
Pada hari yang telah di tentukan sebuah acara yang di adakan 1 kali dalam 3 tahun akhirnya dimulai, Ling juga sudah banyak bersiap siap.
Sebelum hari itu tiba Ling mengembangkan dan membuat Jurus dari kedua Burung Matahari dan juga Burung Bulan.
Jurus ini di berinam Jurus Dua Gerhana Menutup Bumi. Yaitu suatu Jurus yang membuat Kegelapan di dalam area yang di tentukan hingga menyebabkan orang hanya bisa melihat dalam radius 3 × 3 meter, dan bisa di gunakan untuk mengendalikan Api Air Cahaya dan Kegelapan.
Jurus yang hebat dan juga di tambah dengan gabungan Jurus Lembah Pedang yang di aliri Petir Dari Rusa Tanduk Petir yang bisa membunuh dalam Radius yang cukup besar bahkan tanpa di ketahui oleh orang yang mau di bunuh.
Setelah Persiapan Ling selesai Ling segera beristirahat untuk menghadapi acara besok, esok hari akhirnya datang Libg bangun dan bersiap siap untuk ke Acara Pertarungan 3 Tiga Kota.
Acara ini di ikuti Oleh Kota Jian, Kota Shili dan Kota Fangwei yang di wakili oleh tuan muda dari masing masing kota.
Salah satunya adalah Aulrad dan Aldous dari Kota Shili dan juga Baxia, Trigeal dari Kota Fangwei, mereka memiliki kekuatan yang berbeda beda contohnya Aulrad yang memiliki Essence Tanah dan Aldous juga memiliki Essence Tanah, menurut Rumornya Bahkan Hantaman dari Jurus Mencuri Jiwa milik Aldous yang bisa menghancurkan Gunung dengan sekali pukulan.
Juga Jurus Aulrad yang tidak kalah hebat yaitu Jurus Mengejar Takdir, yaitu Jurus yang dapat merubah pemakai menjadi sebuah Roket dari Batu yang bisa Mengejar musuh yang di tentukan, dan juga akan meledakan Roket Batu itu untuk kembali ke wujud normal dan menimbulkan Ledakan.
Dan juga masih ada Baxia dan Trigeal. Trigeal yang memiliki Essence Api dan juga menggunakan Jurus Gelombang Api yaitu Melepaskan gelombang serangan ke arah yang ia mau.
Juga Baxia memiliki Essence Air dan menggunakan Jurus Gelombang Air yaitu ia akan menaiki gelombang ombak yang cukup kuat yang bisa di gunakan untuk menyerang dan bisa ia arah kan sesuka hati.
Walaupun mereka Kuat namun Ling cukup Yakin untuk mengalahkan mereka karena mereka hanya setingkat Grand Master, sebab di 3 kota ini sumber daya untuk melatih Ilmu Bela Diri sangat langka sekali.
__ADS_1
Ling juga sudah menguasai betul Teknik Lembah Pedang dari perpustakaan Akademi Feng, dan sudah memiliki Jurus 2 Gerhana Menutup Bumi, walau pun Ling masih belum tau rahasia di balik teknik ini, namun Ling sudah cukup menguasainya.
Sebelum mulainya acara ini mereka berlima berbincang bincang sebentar, Namun Ling ingin membuat sebuah kejuta dan menyembunyikan pringkat sekarang dan berpura pura memakai pringkat Master.
Walaupun 4 orang itu tidak tau kalau Ling berperingkat Epic dan yang mereka ketahui Ling masih berperingkat Master, namun mereka masih bersahabat dan bahkan tidak mengejeknya.
"wah, kakak Aulrad sudah berada di pringkat Grand Master bintang 3, kakak Aldous juga sudah berperingkat Grand Master bintang 2, kak Baxia dan kak Trigeal juga sama sama di Pringkat Grand Master bintang 2, aku ternyata ketinggalan jauh sekali" ucap Ling memuji empat tuan muda itu sambil tersenyum ke arah mereka.
"ha ha ha ha, adik Ling terlalu memuji" jawab empat orang itu.
"baiklah pertandingan ini akan segera di mulai harap para peserta bersiap siap" ucap pemandu acara ini.
"ah ayo kita segera kesana, pertandinganya akan di mulai, sebelum pertandingan aku minta kalian jangan menahan diri ya"ucap Aulrad pada Ling dan yang lain.
Setelah berbincang bincang, beberapa lama, akhirnya pertandingan di mulai, dan pertandingan pertama adalah Aldous melawan Baxia.
"mohon kak Aldous jangan menahan diri ya"ucap Baxia.
Pertarungan yang terjadi semakin Sengit dan kelihatanya Baxia memojokan Aldous dengan beberapa Jurus Air miliknya, namun Aldous tidak menyerah dan terus melawan dan melawan dengan berusaha menembus Jrus Gelombang Air milik Baxia dengan seluruh kemamouannya, Setelah beberapa lama akhirnya Baxia memenangkan pertandingan pertama.
Di giliran kedua adalah pertarungan antara Aulrad dan Trigeal, saat memasuki arena mereka tidak berbicara sama sekali, namun hanya saling pandang dan tersenyum tipis.
Setelah pertandingan kedua di mulai Trigeal langsung menghempaskan 5 gelombang Api namun dengan cepat Aulrad langsung menggunakan Jurus Pengejar Takdir dan berhasil menembus pertahanan Trigeal dan berhasil membuat Trigeal terpojok karena Trigeal tidak mengantisipasi kalau Aulrad juga punya Jurus Pencuri Jiwa seperti yang di miliki adik nya Aldous.
Trigeal semakin terpojok bahkan tidak bisa menahan serangan Pukulan Pencuri Jiwa setelah 6 kali pukulan, dan Trugeal di nyatakan kalah.
"kau memang hebat Aulrad bahkan sampai sekarang aku tidak bisa mengalahkan mu" ucap Trigeal sambil menancapkan pedang ke tanah untuk menahan badanya.
"ha ha ha, kau terlalu memuji Trigeal aku juga hebat kok" ucap Aulrad setelah mengalahkan Trigeal dan mengulurkan tangan ke Trigeal.
__ADS_1
Setelah pertandingan kedua selesai, langsung menuju ke pertandingan ketiga, antara Ling dan Baxia.
Mereka berdua Langsung masuk kedalam Arena pertarungan dan setelah pertarungan di mulai baxia langsung melancarkan Jurus Gelombang Air pada Ling, namun karena terlalu percaya diri kalu Gelombang itu sudah mengenai Ling, Baxia melemahkan kewaspadaannya.
Namun Ling berhasil menahan serangan Gelombang Air dari Baxia, bahkan Ling sudah memanggil angin dari delapan penjuru dan sudah menargetkan serangan Ke Baxia, langsung menuju ke gerakan kedua yaitu Pusat Angin, Ling langsung melancarkan serangan dengan gerakan ketiga, Ling langsung menyayat menyayat perisai prisai Air milik Baxia.
Setelah prisai Air jebol Ling langsung menggunakan Teknik Tiupan Penghancur Gunung, yang mengakibatkan Bixia terpental keluar Arena Pertarungan dengan luka di tubuhnya.
"pringkat Master apanya, ini mah pringkat Grand Master" batin Baxia
"hah, kau sudah jadi kuat ya Ling"ucap Baxia sambil tersenyum tipis sebelum ia pingsan.
Dan akhirnya sampai di puncak acara yaitu pertandingan keempat atau pertandingan terakhir, saat yang sudah di nanti akhirnya tiba juga pertarungan Ling dengan Aulrad.
Aulrad dan Ling mulai memasuki Arena dan saling bertatap mukan dan berbincang sejenak sebelum pertarungan di mulai.
"adik Ling sungguh hebat, apa adik Ling sudah berada di Pringkat Grand Master bintang 5" ucap Aulrad sambil tersenyum ke arah Ling.
"ah, kak Aulrad terlalu memuji aku, aku tidak berada pringkat Grand Master bintang 5" jawab Ling sambil membalas senyum yang Aulrad berikan padanya.
Pertarungan akhirnya di mulai, Aulrad yang tadi melihat kekuatan Ling yang membuat Baxia kalah dengan telak, langsung berubah menjadi waspada terhadap Ling.
Aulrad tidak tanggung tangung dan langsung mengeluarkan Jurus Pengejar Takdir, namun Ling menhentukan jurus ini dengan Jurus Tapak Ombak miliknya.
Dan juga Ling langsung mengeluarkan Jurus Cakar Beruang Penghancur Batu ke arah Aulrad yang membuat Aulrad terpental ke atas, Ling langsung menggunakan Jurus Langkah Angin dan melesat ke arah Aulrad dan menggunakan Jurus Tapak Ombak di tangan kiri dan di combo dengan Jurus Tinju Api Membara di tangan kanan untuk mengakhiri pertandingan ini.
"ha ha ha, kau hebat adik Ling, kau bahkan bisa membuat ku kalah" ucap Aulrad setelah jatuh kebawah bersama Ling.
"ha ha, kakak terlau memuji, oh iya sebenarnya pringkatku sudah berada di Tingkat Epic bintang 3 lho" ucap Ling sambil tersenyum ke arah Aulrad dan mengulurkan tagan pada Aulrad.
__ADS_1
Akhirnya pertandingan di menangkat Ling dari Kota Jian, dan Ling mendapatkan Hadiah Emas dan Tanah unutuk dirinya sendiri, Kota Jian juga mendapat Gelar Kota Petarung dari Acara Pertandingan 3 Kota.