
Mereka bertujuh pergi ke ibu kota dan menyelidiki masalah monster ini "Kak, sepertinya disini hampir tidak jauh beda dengan Dunia Manusia."
"ya kata katamu itu benar, bahkan disini juga ada siang dan malam, aku kira di sini hanya ada malam." ucap Dewa Kaze.
"lebih baik kita bermalam di sini dulu, hari sudah mulai gelap." ucap Bing Wang.
"yah, aku setuju pendapatmu, kita akan bermalam di sini, ayo semuanya siap kan tenda masing masing." ucap Dewa Kaze.
Setelah selesai mendirikan tenda, mereka membuat api unggun dan mendiskusikan rencana mereka di sana "kalau di pikir pikir, Ye Fan itu adalah orang yang licik, dia sangat berambisi untuk menguasai Neraka ini, jika dia berhasil, mungkin dunia akan segera menemui kehancuranya." ucap Asta.
"mungkin itu benar, kita harus berhati hati pada orang yang satu ini, apa lagi dia pasti penuh dengan tipu daya." ucap Huo Wang.
"lalu bagaimana kita bisa mengalahkan orang ini?" ucap Asta.
"kita hanya perlu membunuh dia saja untuk menyelesaikan masalah ini bukan, kenapa kalian berfikir sampai seperti itu." ucap Zilong yang tiba tiba masuk ke dalam pembicaraan.
"Zilong, kau ini bagaima, coba sesekali gunakan otakmu, jika Ye Fan sudah membuat kekacauan yang begitu parah seperti ini, pasti Raja Neraka tidak tau tentang apa yang ia lakukan." ucap Alucard.
"akan gawat jika kita malah jadi buronan Raja Neraka kalau membunuh Ye Fan." ucap Alucard.
"Jadi kita harus gimana sekarang, masa kita hanya bisa duduk diam dan melihatnya." ucap Asta.
Ling memukul kepala Asta dari atas "kau ini juga sama, kita akan menjebak Ye Fan terlebih dahulu agar Raja Neraka tau Ye Fan yang sebenarnya, lalu kita bisa membunuhnya tanpa ada masalah di esok hari."
Huo Wang memegang dagunya dan menghadap ke bawah "hm, berarti sebelum menjebak dia, kita harus memikirkan cara untuk mendekati Raja Neraka, dan harus mendapatkan kepercayaan nya." ucap Huo Wang.
__ADS_1
Ling bagun dan mengelap debu di bokongnya "itu benar, ayo kita istirahat lebih dahulu, kita akan pergi le ibu kota Neraka besok, jadi jaga setamina kalian."
Asta ikut bangun dan meregangkan tubuhnya sambil menguap "hoam, aku juga sudah mengantuk, aku tidur dulu, selamat malam."
Mereka bertujuh tidur, namun tidak untuk Ling, Ling belum tertidur dan pergi berlatih "sepertinya semuanya sudah tertidur." ucap Ling yang sedang mengintip dari balik tirai tendanya.
Ling keluar dari tenda dan langsung melesat ke tempat yang sepi tanpa menimbulkan suara "sepertinya in sudah cukup jauh." ucap King daan berhenti melesat.
Ling duduk bersila dan mulai menyerap energi di sekitarnya "huh, energi di Neraka sangatlah besar, aku seperti di penuhi oleh energi." Batin Ling.
Sfx : krsk krsk krsk
Ling membuka matanya "pas sekali ada seekor monster yang datang kemari, aku sedang ingin mencoba Jurus yang Tetua Pohon Suci berikan kepadaku." ucap Ling dan bangun sambil bersiap bertarung.
"roar." teriak Monster Kelabang Kepala Tengkorak.
"ju…jurus yang mengerikan, bahkan monster sebesar itu bisa langsung di lahap." ucap Ling yang terjatuh ke belakang karena kaget melihat jurus yang ia kekuarkan sendiri.
Ling merasa ada kekuatan di sekelilingnya dan menunggu ia serap "kekuatan ini, terasa seperti aura milik monster yang baru saja aku bunuh." ucap Ling sambil menyerap energi yang tiba tiba muncul do sekelilingnya.
Ling bangun, dan berdiri sambil melihat tangannya "ternyata kekuatan Monster ini cukup besar, aku bisa langsung menembus ke Pringkat Laut Emas."
"baiklah, Jurus ini sudah aku kuasai dengan baik, sekarang aku akan kembali dulu dan beristirahat." ucap Ling sambil melesat lagi ke tempat teman temanya.
Ling berjalan pelan pelan tanpa suara "sepertinya tidak ada yang mengetahui kalau aku tadi pergi, langsung masuk tenda biar mereka tidak curiga nanti."
__ADS_1
Pagi harinya mereka semua bangun, dan berangkat melanjutkan perjalananya" tadi malam sepertinya aku melihat ada seseorang yang sedang mengendap ngendap di sekitar tempat kita bermalam." ucap Dewa Kaze sambil berjalan.
"mungkin cuma perasaan mu saja, aku tidak merasakan ada seseorang tadi malam." ucap Ling sambil tersenyum.
"apa semalam itu mimpi ya, tapi kok terasa sanhat nyata" ucap Dewa Kaze.
Di tengah perjalanan, mereka bertujuh melihat danau yang sangat luas dan banyak orang berkumpul di tepi danau "hai bro, danau apa ini?, kenapa kalian berkumpul di sini." ucap Ling menanyai salah satu orang yang berkumpul di tepi danau.
Orang yang di tanya Ling berbalik "iya ada apa tadi." dia memiliki bekas tusukan di perut dan ada sedikit memar di kepala.
"eh, kau tidak apa apa?." ucap Ling yang terkejut melihat orang ini.
"ha ha ha, tenang saja, aku ini sudah mati, ha ha ha, oh iya, kau tadi bertanya tentang danau ini ya?" ucap orang ini.
"iya benar, untuk apa kalian berlumpul di sini, dan di danau ini kok banyak sekali ularnya?" ucap Ling sambil menunjuk ke arah seseorang yang berenang di danau dan di gigit ular.
"danau ini adalah Danau Penghakiman, orang mati seperti kita harus melewati danau ini dulu sebelum di renkarnasi, tapi saat menyebrangi danau ini kita akan memiliki 2 nasib, nasib yang pertama selamat, dan yang ke dua itu di gigit ular." ucap orang ini.
"itu semua tergantung amal perbuatan kita di kehidupan, kalau amal kita baik kita akan selamat, jika buruk kita akan di gigit ular di sini." ucap orang ini.
"ya kalau kita sudah tau amal perbuatan kita semasa hidup buruk, kenapa harus menyebrangi danau ini, di sini juga tidak apa apa bukan." ucap Ling sambil tersenyum.
"itu tidak bisa, jika kita tidak bergerak dari sini, roh kita akan terhapus dan tidak bisa di renkarnasi." ucap orang ini.
"hm, ternyata begitu, bagaimana amal perbuatanmu di dunia ini?" ucap Ling.
__ADS_1
"aku tidak tau, saat aku masuk ke dalam air hanya ada beberapa ular yang menggigitku, beda dengan orang yang itu, lihatlah ada ratusan ular yang menggigitnya." ucap orang ini sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang digigit banyak sekali ular.
"sepertinya aku harus membantu orang ini, dia bilang hanya sedikit ular yang menggigitnya saat masuk ke dalam air, mungkin dia hanya memiliki dosa dosa kecil dan masih bisa di maafkan." batin Ling sambil memegang dagunya dan melohat ke sisi lain danau.