
Mereka mulai mendiskusikan renacana merekadengan matang "kita akan mulai dari mendekati Raja Neraka terlebih dahulu untuk mendspatkan kepercayaanya." ucap Dewa Kaze dengan muka yang serius.
Ling mengelus dagunya "lebih baik kita membagi tugas saja, aku dan kakak, akan mendekati Raja Neraka, Zilong dan Alucard akan menyelidiki gerak gerik Ze Fan, Bing Wang dan Huo Wang Kalian akan menyerang Istana setelah melihat tanda yang aku berikan, dan Asta, kau akan aku ajari sebuah jurus yang dapat mengendalikan monster untuk membuat serangan susulan setelah Bing Wang dan Huo Wang."
"tapi untuk apa kami menyerang Istana Neraka Guru?, bukankah itu akan membuat kami jadi buronan." ucap Asta yang keheranan.
"aku akan memberikan tanda kepada kalian setelah kami berhasil mendekati Raja Neraka, Alu dan Zilong, kalian mulailah tugas ini sekarang dan dapatkan bukti yang kuat untuk menangkap Ye Fan." ucap Ling sambil mengepalkan tangan.
Zilong dan Alucard berangkat tanpa mengucapkan sepatah kata pun "sekarang kita akan melakukan apa Guru?" ucap Asta.
Ling berdiri dan keluar kamar "kita akan bersiap siap dulu sebelum melakukan ini, Asta, ayo kemari aku ajarkan jurusnya padamu."
Asta ikut bangun dan berjalan di belakang Ling" baik Guru."
"sekarang kita akan bagaimana Dewa Kaze?" ucap Bing Wang.
"hm, kita tidak akan melakukan apa apa sebelum aku mendapatkan informasi dari Zilong dan Alucard, dan kalian juga jangan bergerak sebelum Asta menguasai jurus baru yang di berikan Ling." ucap Dewa Kaze.
Di tempat Ling dan Asta
Ling meloncat ke atas pohon di ikuti Asta dan menunjuk seekor monster "lihatlah itu Asta, itu adalah monster yang besar bukan?"
Asta memerhatilan monster yang di tunjuk Ling "iya Guru, monster itu sanagat besar, di lihat dari bentuknya monster ini kuat."
"karena dia kuat maka semakin menguntungkan bagi kita, lihat ini, Jurus Tanda Monster." ucap Ling lalu meloncat ke arah monster dan memasang sebuah tanda di dahi monster itu.
"dengan jurus ini kita bisa mengendalikan monster sesuka kita, perhatikan ini baik baik, Singa Bulu Perak, serang pohon itu" ucap Ling sambil mengontrol Singa Bulu Perak, atau monster yang baru saja ia tahlukan.
"wah, jurus ini sangat hebat Guru, apa aku bisa mempelajarinya juga?" ucap Asta tersenyum kagum melihat jurus yang Ling berikan kepadanya.
__ADS_1
"yah, kau bisa mempelajari dan menggunakan jurus ini, sekarang mulailah berlatih." ucap Ling.
"baik Guru, aku akan melatih jurus ini." ucap Asta.
Ling meloncat ke sebuah dahan pohon dan duduk di sana "carilah beberapa monster kecil untuk mencoba jurus ini."
Asta pergi mencari beberapa monster tingkat rendah, setelah beberapa jam Asta akhirnya kembali sambil berteriak teriak dan bisa menaklukan seekor **** Tanah dan Landak Listrik "Guru, Guru, aku sudah bisa menggunakan jurus yang anda ajarkan."
Ling kaget mendengar teriakan Asta dan bangun dari tidurnya "hah apa apa, kau tadi bisa apa?"
Asta berjalan mendekat "aku sudah bisa menggunakan Jurus yang anda ajar kan Guru, lihat ini aku sudah bisa menaklukan dua Hewan Iblis."
Ling tersenyum tipis dan turun dari pohon "baguslah kalau begitu, biar ku lihat Hewan Iblis apa yang kau taklukan."
"ini Guru, apa dua Hewan Iblis ini kuat Guru?" ucap Asta sambil tersenyum.
"hm, ini Hewan Iblis yang lemah, coba kau lepaskan jurusmu" ucap Ling sambil melihat lihat dua hewan yang berhasil Asta taklukan.
Namun dua Hewan Iblis itu tidak pergi" kenapa kalian tidak pergi?, aku sudah membebaskan kalian." ucap Asta dengan muka yang murung.
Ling tersenyum tipis "hm, Asta, sepertinya aku memiliki rencana yang bagus untuk dua Hewan Iblis ini, ha ha ha."
"untuk apa Guru, Guru bilang mereka berdua ini tidak berguna." ucap Asta sambil murung.
Ling mengeluarkan sejumlah energi yang kuat "ha ha ha, lihat saja, aku akan membuat seorang sampah menjadi emas, Badak Dewa Bumi Keluarlah."
"Badak Dewa Bumi, pinjamkan aku sedikit kekuatanmu." ucap Ling sambil tersenyum melihat ke arah Badak Dewa Bumi.
"**** Tanah, ayo kemari, kau akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya." ucap Ling lalu melepaskan kekuatan yang ia minta dari Badak Dewa Bumi dan memasukanya ke dalam **** Tanah.
__ADS_1
Tak lama **** Tanah mengalami perubahan di tububnya, Taring nya mulai lebih memanjang, Tubuhnya menjadi sekeras batu, dan tumbuh sebuah rumput di bagian kepala yang menyerupai rambut.
Ling juga ingin melakukan hal yang sama seperti apa yang telah ia lakukan pada **** Tanah "Burung Giok, keluarlah, penuhi panggilanku."
Burung Giok mulai keluar di depan Ling " ada apa tuan Ling memanggil saya?"
"berikan aku sedikit kekuatanmu." ucap Ling sambil tersenyum tipis.
Ling mengeluarkan kekuatan yang ia dapat dari Burung Giok dan memasukanya ke dalam Landak Listrik, Landak Listrik yang menerima kekuatan Burung Giok, mengalami perubahan yang besar.
Duri milik Landak Listrik di aliri Listrik yang berwarna Hitam dan kukunya tambah panjang dan tajam, dan muncul taring di mulutnya, bahkan wujudnya menjadi lebih besar 3 kali lipat dari sebelumnya.
"lihatlah kemari Asta, mereka sudah menjadi Hewan Iblis yang setara dengan peringkat Grand Master." ucap Ling sambil tersenyum dan berjalan mendekati Asta.
"bagaimana mungkin guru, kenapa bisa begini?" ucap Asta sambil keheranan melihat **** Tanah dan Landak Listrik mengalami terobosan yang sangat besar.
"Asta, buatlah ikatan dengan mereka, agar kau juga bertambah kuat." ucap Ling sambil tersenyum.
"baik Guru." ucap Asta dengan muka tegang, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"kenapa mukamu sangat tegang?, apa kau ada masalah?" ucap Ling.
"tadikan aku mengusir mereka berdua, apa mereka masih mau membuat ikatan denganku?" ucap Asta sambil menunduk.
"sebenarnya mereka tidak pergi tadi itu karena mereka telah mengakui kau adalah tuanya, jadi mereka akan mau membuat ikatan denganmu, cepatlah sana, jangan basa basi lagi." ucap Ling sambil mendorong Asta mendekat ke tempat **** Tanah dan Landak Listrik.
Asta membentuk sebuah segel dengan darah dan mulai membuat ikatan dengan dua Hewan Iblis ini, semuanya berjalan lancar, dua Hewan Iblis ini telah membuat ikatan dengan Asta, dan Asta dapat juga meminjam kekuatan dari mereka berdua.
Ling bangun untuk meregangkan tubuh smabil menguap "Baikalah ayo kita kembali ke penginapan, aku sudah lapar menunggumu berlatih jurus ini, hoah, aku juga mengantuk."
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya kembali ke penginapan untuk beristirahat terlebih dahulu, sebelum benar benar memulai penyelidikan tentang masalah para monster.