
"na…nak apa hubungan mu dengan dua tetua ini?" ucap Kakek sambil terkejut.
"ah, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka" ucap Ling.
"ke…kenapa ka…kau memiliki kekuatan seperti mereka" ucap kakek yang hampir tidak bisa berbicara.
"ah,itu rahasia dong kek, oh iya, kalau boleh tau sipa nama dua tetua itu?" ucap Ling sambil kembali menjadi manusia.
"aku tidak tau nama dari kedua tetua itu, namun yang ku tau, mereka di juluki dengan nama Dua Naga Kembar" ucap kakek ini.
"apa aku boleh melihat jasad kedua tetua itu?" ucap Ling.
"mungkin kalau orang biasa aku tidak akan mengizinkanya, tapi karena kau memiliki kekuatan yang sama dengan kedua tetua itu, aku mengizinkanmu, silahkan buka" ucap kakek ini.
Ling kemudian membuka kedua peti mati dan menemukan dua botol dari peti mati ini, "kek botol apa ini?" ucap Ling.
"aku tidak tau, kau simpan saja, mungkin itu akan berguna untukmu suatu hari nanti" ucap kakek.
__ADS_1
"baikalah, terima kasih banyak kek, kami pergi dulu" ucap Ling.
"tunggu anak muda, aku punya benda untuk mu, ini adalah Plakat Api dan Plakat Es, mungkin ini juga akan berguna bagimu" ucap Kakek.
"terima kasih kek" ucap Ling sambil berjalan bersama Zilong dan Alu untuk keluar gua.
"ah, akhirnya aku bisa mati dengan tenang, Kak Huo Wang, Kak Bing Wang, aku akan segera menyusul kalian" batin Kakek ini tersenyum sambil bersandar di dinding dan menatap kedua jasad di depanya.
Setelah Ling dan kawan kawan keluar, Ling baru kepikiran untuk membuat sebuah Golem, jadi di langsung pergi ke seorang pemahat batu, sesampainya di sana di memesan beberapa patung untuknya.
"ha ha ha, memangnya kau mau pesan patung seperti apa nak" ucap pematung ini.
"aku menginginkan patung seperti patung yang ada di tebing itu, bagaimana paman, bisa tidak?" ucap Ling.
"ha ha ha, Akantor dan Ukanlos ya, ha ha ha kebetulan patung di tebing itu aku yang buat, tapi bagaimana dengan biaya nya?" ucap pematung ini.
"ha ha ha, paman tenang saja, apa ini semua cukup" ucap Ling sambil mengeluarkan kanting berisi 5 juta koin emas.
__ADS_1
"ha ha ha, saya bisa menerima pesanan anda, dan juga karena tuan terlalu loyal saya akan menyelesaikan kedua patung ini besok" ucap paman pematung ini.
"oklah paman kami pergi dulu" ucap Ling berbalik meninggalkan toko dan berjalan pulang.
Esok hari telah tiba, Ling kembali lagi ke toko ini untuk mengambil pesanan nya, saat sampai di toko, ada dua patung yang di tutup dengan kain merah.
"oi paman, bagaimana dengan pesanan ku, sudah jadi kah?" ucap Ling.
"ha ha ha ha, kemarilah ikuti aku" ucap paman pematung dan berjalan ke arah patung yang di tutup dengan kain mereh tadi, dan langsung membuka kainya.
"wahh, mataku tidak sanggup lagi melihat keindahan seperti ini" "cuma patung kok cahayanya silau sekali" "patung yang sangat indah" ucap beberapa orang yang kebetulan lewat di jalan dan tidak sengaja melihat patung pesanan Ling.
"oklah paman, ini bonus untuk anda, Zilong, Alu, kalian angkat kedua patung itu" ucap Ling sambil mengeluarkan kantong berisi 1 juta emas dari saku nya.
"eh, maksih tuan, anda benar benar loyal" ucap paman pematung ini.
"gila, kedua patung itu sangat berat, bahkan aku butuh 10 orang untuk memindahkan satunya, orang itu sangat loyal bahkan memiliki dua pengawal yang hebat" batin paman pematung ini.
__ADS_1