PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 124


__ADS_3

"ayo kita pergi ke tempat mereka, Huangse tunjukan jalanya padaku." ucap Ling dengan semangat.


"baik guru, tapi guru ingin melakukan apa dengan keluarga mereka ?" ucap Huangse.


"cari uang lah tentunya, katanya keluarga kalian kekurangan uang, cepat tunjukan saja jalanya." ucap Ling


Tak lama Ling dan yang lainya sampai di kediaman keluarga milik Yeyun "siapa kalian? Untuk apa datang kemari." ucap penjaga.


"kami hanya ingin menemui tuan muda Yeyun, aku dengar gurunya sedang sakit, sekalian menjenguknya juga." ucap Ling.


"maaf tuan, kalau begitu silahkan masuk." ucap penjaga.


Ling dan yang lainya berjalan masuk ke kediaman keluarga Yeyun atau bisa di sebut Keluarga Paus Ungu.


Keluarga Paus Ungu adalah bagian dari 5 Pilar Provinsi Dong, keluarga ini termasuk keluarga inti, dan keluarga lainya yang mewakili 4 Pilar Provinsi Dong hanyalah keluarga cabang, karena memiliki kekuasaan, Keluarga ini sering menindas keluarga cabang.


Keluarga Banteng Hitam, keluarga milik Huangse dan adik adiknya, keluarga ini dulunya memiliki kekuatan yang melebihi Keluarga Paus Ungu, namun karena peperangan kekuatan keluarga ini melemah, karena takut keluarga ini akan menjadi kuat seperti dulu lagi, Keluarga Paus Ungu yang berkerja sama dengan gubernur sebelumnya langsung memojokkan Keluarga Banteng Hitam, hingga sekarang menjadi keluarga yang paling lemah di antara 5 pilar lainya.


Keluarga Singa Merah, keluarga yang tertutup, dan jarang terlibat dalam masalah keluarga lainya, mayoritas anggota keluarganya menjadi Pandai Besi.


Selain Keluarga Singa Merah yang tertutup dan jarang terlibat dalam masalah keluarga lainya, Keluarga Rusa Biru juga seperti itu, dan kebanyakan anggota keluarganya menjadi Alkimia atau pembuat ramuan dan obat.


Yang terakhir adalah Keluarga Laba Laba Emas, keluarga ini memiliki anggota yang sedikit, namun karena memiliki kekayaan yang melimpah, dan juga pandai dalam berdagang, keluarga ini bisa menyewa prajurit dan menambah kekuatanya.


"hai pelayan, dimana tuan muda Yeyun sekarang, apa dia ada di dalam." ucap Ling.


"benar tuan, di dalam sana sedang ada rapat para tetua dan anggota keluarga lainya." ucap pelayan ini.


"terima kasih kalau begitu." ucap Ling sambil berjalan ke tempat rapat Keluarga Paus Ungu.

__ADS_1


Sfx : duar


"samlekom mamank." ucap Ling setelah menendamg pintu masuk.


"hei bocah beraninya kau buat rusuh di sini, cepat berlutut dan minta maaf lalu pergi." ucap seorang tetua Keluarga Paus Ungu.


"memangnya salah kalau aku buat rusuh di sini, dan juga seharusnya kalian yang berlutut pada ku." ucap Ling.


"prajurit, bunuh dia." ucap tetua yang tadi.


"Huangse, Hongse, Luse, Lanse." tangani prajurit prajurit ini, tunjukan hasil latihan kalian padaku." ucap Ling.


"baik guru." ucap Huangse dan adik adiknya.


"jurus pukulan energi." ucap Huangse dan memukul seorang prajurit.


Pukulan Huangse yang sangat keras membuat prajurit yang terkena pukulanya langsung terpental kearah prajurit yang lain.


"sekarang giliran kami kak." ucap Lanse dan Hongse, yang maju dan menembus pertahanan musuh yang penuh dengan persenjataan hanya dengan tangan kosong.


"aku tidak akan tertinggal jauh dari kalian." batin Luse yang masih melihat pertarungan kakak kakaknya.


Lalu Luse mengeluarkan busurnya dan membantu kakaknya dari belakang "hm, bagus bagus, kemajuannya lumayan cepat, tapi ini masih perlu di latih lagi." ucap Ling sembari mengamati pertarungan muridnya.


"tinggal tidur juga enak kalau begini." ucap Ling lalu ia mengambil kursi dan tidur.


Tanpa Huangse dan adiknya sadari ada seorang prajurit yang berhasil mengecoh mereka dan siap menyerang Ling dengan pedang.


Dan 4 murid Ling ini baru sadar saat prajurit yang lolos dari mereka bersiap menyerang Ling, namun itu sudah terlambat untuk mereka menghadang prajurit yang akan menyerang Ling "guru, awas di belakangmu." teriak Huangse.

__ADS_1


Sfx : crs


Semua terkejut, Tiba tiba kepala prajurit itu sudah terpotong, walaupun terlihat dengan jelas prajurit itu memotong kepala Ling, namun malah kepalanya sendiri yang terpotong.


"bagaimana bisa, tadi aku tidak melihat guru melakukan apapun, tapi kenapa prajurit itu bisa mati." batin Hongse.


"apa aku tidak salah lihat, prwjurit tadi sudah berhasil memotong kepalanya tapi kenapa dia tidak terluka sama sekali, dan malah mati terpenggal." batin tetua yang tadi.


"hah, semut semut seperti kalian itu bisa ku ratakan dengan mudah, tapi karena aku sedang capek, jadi aku menyuruh murid muridku untuk bertarung." batin Ling dan melanjutkan tidurnya.


"******** bahkan di tengah tengah pertarungan ini dia masih saja bisa tertidur dengan nyenyak, panggil seluruh prajurit untuk membunuh mereka." ucap tetua ini.


"hah, apa kalian berempat butuh waktu selama ini untuk membunuh semua prajurit prajurit yang tak berguna ini?" ucap Ling yang terbangun dari tidurnya, ia berdiri dan mengeluarkan Pedang Pembelah Langit dan menebaskanya ke arah prajurit musuh.


Prajurit musuh yang terkena Gelombang dari tebasan pedang Ling langsung terpotong termasuk baju besi yang di kenakanya, tempat ini langsung di banjiri dengan darah prajurit yang terpotong menjadi dua.


Semua anggota Keluarga Paus Ungu yang berada di ruangan itu langsung bersujud kepada Ling di atas darah yang sudah memenuhi seluruh tempat.


"maaf kan kami tuan, kami tidak tau anda adalah orang yang hebat, dan kami juga tidak tau maksud kedatangan anda, kami kira anda adalah musuh, kami hanya ingin mempertahankan diri kami sendiri saja tuan." ucap Kepala Keluarga Paus Ungu.


"aku adalah Gubernur yang baru provinsi ini, aku datang kemari untuk mencabut gelar Keluarga Inti dari Keluarga Paus Ungu, dan akan memindahkan Gelar Keluarga Inti kepada Keluarga Banteng Hitam, bagaimana apa kalian setuju dengan kebijakanku?" ucap Ling.


Catatan : keluarga besar atau 5 pilar provinsi Dong tidak mengetahui kalau gubernur di gantikan, karena saat Ling menjadi gubernur adalah perintah cepat dari Kaisar Kazuma, berita ini belum tersebar dan hanya orang yang hadir saat pelantikan yang tau.


"baik tuan kami setuju." ucap Kepala Keluarga Paus Ungu.


"cih, tua bangka sialan ini, semudah itu menyerahkan Gelar Keluarga Inti kepada Keluarga Banteng Hitam, tapi tunggu dulu sejak kapan gubernur Provinsi Dong di gantikan." batin tetua yang berniat membunuh Ling tadi.


"oke kalau begitu, kalian berempat hubungi keluarga kalian kalau gelar ini aku serahkan kepada Keluarga Banteng Hitam, setelah itu suruh kepala keluarga kalian untuk menyebarkan kalau aku adlah gubernur yang baru, karena banyak sekali orang yang belum tau aku siapa." ucap Ling lalu berjalan pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Paus Ungu.

__ADS_1


"tunggu sebentar tuan, boleh saya tau nama anda?" ucap kepala Keluarga Paus Ungu yang mengejar Ling hanya untuk menanyai namanya.


"ingat baik baik, namaku Ling." ucap Ling lalu melesat kembali kerumahnya.


__ADS_2