
Setelah itu mereka beristirahat di tenda untuk memulihkan energi nya, Setelah istirahat semalaman penuh, akhirnya energi mereka terisi kembali, mereka kembali melewati jalur seperti saat berangkat, dangan mengitari Wilayah Malaikat agar tidak menarik perhatian mereka.
Akhirnya mereka sampai di desa Elf, dan mereka tidak mampir di desa ini, dan akan langsung melanjutkan perjalanan ke Gua, sebelum itu mereka melihat papan buronan terlebih dahulu.
"hmm, kepalaku sudah di hargai 300 Juta Emas, hebat sekali, apa aku penjahat yang sanagt berbahaya, sehingga di hargai segitu" batin Ling.
"wah, harga kepala ku naik menjadi 200 Juta Emas" batin Zilong dan Alucar sambil tersenyum tipis di dalam jubah mereka.
Setelah itu mereka kembali meneruskan perjalanan, sesampainya di Gua, mereka menceritakan kejadian saat pertarungan mereka dengan Sakte Malaikat, kemudian mereka beristirahat lagi karena energi mereka belum sepenuhnya pulih.
"Asta, kemarilah ikuti aku, kita akan keluar, aku akan mengajarkan Jurus baru padamu" ucap Ling.
"baik Guru, aku datang" ucap Asta dengan gembira, sebab akan memperoleh jurus baru dari Guru nya.
"baiklah, aku akan mengajarkan, Jurus Tsunami pasir padamu, apa kau sudah siap?" ucap Ling tersenyum tipis saat berbicara dengan Asta.
"aku siap guru" ucap Asta dengan semangat.
"Baiklah, akan ku tunjukan cara menggunakan Jurus ini, kau perhatikanlah baik baik" ucap Ling sambil menyentuh Pasir dan membuat pasir itu bergerak maju dan membentuk sebuah Tsunami Pasir.
Asta mulai mencoba Jurus yang di ajar kan Ling, namun ia hanya bisa membentuk TsunamiPasir yang hanya seukuran setengah meter, "a...ahh, maaf kan murid bodoh ini guru, aku akan berlatih lebih giat lagi" ucap Asta sambil menunduk meminta maaf.
__ADS_1
"ha ha ha, tidak apa, Asta, itu adalah awal yang lumayan bagus, kau pelajari Jurus ini dulu jika ada waktu luwang, ayo kita kembali ke gua" ucap Ling.
Setelah itu, Ling mendidik Asta dengan sangat keras, Asta di suruh push up dan di tumpangi batu seberat 20 kilo, dan disuruh berlari membawa keranjang berisi batu seberat 30 kilo, dan yang terakhir Asta di suruh Ling untuk mengangkat Batu seberat 100 kilo selama 1 jam di bawah teriknya sinar matahari.
Asta hanya bisa patuh pada Ling, karena ia tau kalau ini juga demi kepentingan Latihan dan akan menguntungkanya di esok hari, Setelah mengangkat Batu Raksasa selama 1 jam, Asta mulai istirahat sejenak, kemudian Ling datang lagi dan mengajaknya pulang ke gua.
Gua markas Ling ini sudah mereka anggap sebagai rumah mereka sendiri, bahkan sampai hafal betul ke adaan luar dan dalam gua ini, Setelah pulang ke Gua, ternyata Miya, Sakura, dan Freya sudah memasak Daging untuk semuanya, dan mereka makan malam dengan daging malam ini.
"hmm, malam ini, ayo kita minum arak sepuasnya tuan muda" ucap Zilong.
"ayo ayo, kita bersulang" ucap Ling.
"Bersulang" ucap Ling, Zilong, dan Alucard.
Ling sangat terkejut karena melihat Akantor dan Ukanlos sudah bertambah besar dan juga bertambah kuat, dan Juga 9 hewan aneh itu mulai berubah menjadi sebuah tulisan seperti sebuah segel, segel 9 hewan ini mulai menyatu dan langsung menuju ke arah Ling.
Ling yang terkejut dan hanya bisa diam melihat Segel ini terpasang di perutnya, 7 Bola itu juga mulai terbang dan menyatu di Segel 9 Hewan itu, Ling sangat kaget namun hal ini malah membuat dirinya semakin Kuat, Ling juga mulai penasaran dengan Phon yang mengeluarkan buah buah yang menjadi Bola dan Hewan ini.
Ling mengambil Satu Buah dan memakanya, Ling merasakan rasa yang sangat enak sekali setiap gigitanya, tanpa sadar Ling telah menghabiskan seluruh buah di pohon ini, Karena makan terlalu banyak buah Ling merasakan rasa sakit di perutnya.
Ling juga merasakan gejolak energi yang besar sekali, Ling segera keluar dari alam bawah sadarnya dan pergi keluar Gua, Ling berusaha menjauh dari gua dan muncul sebuah petir yang sangat hebat menyambar nyambar di langit.
__ADS_1
Ling langsung duduk bersila dan bersiap untuk menangkis Petir itu "hah, seperti biasanya, cuam satu petir, dan paling banyak juga 4 petir saja, aku bisa menahanya" batin Ling.
50 Petir mulai menyambar ke arah Ling, "telaso, Dafuq, kenapa gak bilang kalau ada 50 petir woy" teriak Ling.
"kalau sudah begini apa boleh buat, Inti Petir Teratai Merah, Inti Petir Teratai Biru" ucap Ling, sambil mengluarkan Inti Petir dari kedua tanganya, untuk menangkis sambaran dari 50 Petir dari Langit itu.
Petir mulai menyambar Ling, Ling langsung menahan nya menggunakan kedua Inti Petir miliknya, meskipun Ling menggunakan dua Inti Petir namun jika sudah melawan 50 Petir hitam maka kekuatanya akan seimbang, karena Ling menyadari akan kehabisan tenaga, dia langsung masuk ke mode Naga dan mengeluarkan Kekuatan Malaikat dan Kekuatan Iblis.
Ling langsung memiliki kekuatan yang tak tertandingi saat masuk ke dalam kedua mode ini, Akhirnya Ling bisa melawan 50 sambaran Petir Hitam, "hah hah hah, feeling Good, ternyata tanpa di sambar petir bisa menerobos ke pringkat selanjutnya, huh, aku baru tahu" ucap Ling ter engah engah dan perlahan kembali ke wujud normal.
Karena teobosan tadi Ling sudah berada di pringkat MYTHIC bintang 55, "sungguh kekuatan yang tak terduga, apa ini keberuntungan ya?, kalau sekarang meratakan Sakte Malaikat dan Sakte Iblis itu akan menjadi lebih mudah" ucap Ling.
Setelah itu Ling pergi mengecek alam bawah sadarnya, dan terjadi perubahan di sana, alam bawah sadar Ling berubah menjadi lebih lebar, Akantor dan Ukanlos sudah berukuran normal seperti saat Ling melawanya.
Ling juga melihat Burung Giok bertambah menjadi kuat dan tampak sangat gembira, Ling juga melihat
Pohon itu mulai bertambah besar dan berubah menjadi sebuah pohon raksasa, dan juga Ling mulai memangil pohon ini dengan sebutan Pohon Suci, Ling juga agak Heran karena, setelah pohon ini membesar Butung Giok mulai membangun sarang di atasnya.
Dan Akar Pohon ini juga membentuk sebuah Ruangan, Seketika Akantor dan Ukanlos bergerak ke arah pohon dan mendiami atau menempati Akar Pohon Suci, Karena Pohon ini sangat besar Bahkan sampai sampai muat di jadikan rumah oleh kedua Naga Raksaaa.
Namun, Ling juga merasa gembira melihat ada perubahan di alam bawah sadarnya yang dapat menguntungkat dirinya, Kemudian Ling mulai bisa mengerti Bahasa untuk menulis Jurus terakhir di dalam Batu Prasasti.
__ADS_1
Jurus itu adalah Jurus Amarah Angin, sebuah Jurus yang dapat menyapu lawan dan benda benda di sekitar seperti pohon rumah bahkan samapi batu bisa ia sapu. akhirnya Ling kembali ke gua, Ling langsubg menemui Zilong dan Alu untuk beraksi lagi walaupun peperangan dangen Iblis dan Malaikat sudah 8 bulan yang lalu, namun mereka bertiga akan mengingatkan pada Kaum Malaikat dan Kaum Iblis, akan kekuatan mereka, yang kini semakin menjadi kuat.