PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 90


__ADS_3


"sepertinya kita akan sulit kali ini, untuk menyerang Negara Hell, istanaya berada di puncak gunung merapi dan di tengah lautan lahar yang panas" ucap Zilong.


"iya, itu membuat wilayah mereka strategis dan merugikan prajurit kita saat menaiki gunung" ucap Kaze.


"santai saja kan ada Akantor, di ini adalah naga Api, bahkan bisanya dia berendam di lahar yang panas" ucap Ling.


"hm, apakah Akantor bisa membawa semua prajurit ke Istana Hell?" ucap Kaze.


"tentu tidak, beberapa jendral akan naik ke Akantor dan menahan musuh, lalu yang lainnya akan melewati jalan yang di buat Ukanlos" ucap Ling.


"apa itu bisa, bukankah jalan yang di buat Ukanlos itu berupa es, di sana itu lahar, dan akan membuat es cair" ucap Kaze.


"kakak tenang saja, es Ukanlos adalah es yang paling hebat bahkan Raja es saja bisa kewalahan jika melawan dengan es" ucap Ling.


"ok, sekarang kita tinggal menyerang Negara Hell, ayo berangkat" ucap Kaze.


Pasukan Ling mulai berangkat menuju Negara Hell dan siap menyerang, semua prajurit langsung menaiki gunung, namun sayang, saat menaiki gunung, sudah terjadi pertumpahan darah karena ada prajurit yang menjaga.

__ADS_1


"hah, sial, kenapa harus ada banyak penjaga di sini" ucap Alu sambil menggelengkan kepalanya.


"kalau tidak ada penjaganya tidak akan seru dong kak" ucap Zilong.


Zilong dan Alu membantu para prajurutnya dan menghabisi prajurit yang berjaga di tangga menuju gunung.


"ternyata benar, Istana Hell di kelilingi oleh danau lahar" ucap Zilong.


"Alu kau serang duluan" ucap Ling.


"okeh siap, Jurus Kelelawar Kelelawar Penghisap Darah" ucap Alu sambil mengeluarkan Kelelawar Raksasa dari pedang beserta segerombolan Kelelawar vampir.


"ayo kita juga maju, Akantor Ukanlos keluarlah" ucap Ling.


"ayo semuanya maju" teriak Kaze.


Kaze langsung melompat ke Istana Hell hanya dengan kedipan mata, Kaze membukakan jalan untuk Ling dan yang lainya sambil menebas musuhnya.


"gila, dia benar benar dewa, bahkan akupun tidak bisa melakukan itu" batin Ling.

__ADS_1


Tak menghiraukan pasukan yang sedang bertempur di sekitarnya, Ling langsung berlari menuju ke Istana, dan dia sudah di hadang oleh Sun.


"ha ha ha, akhirnya aku bertemu denganmu juga Sun" ucap Ling sambil tertawa dan mngeluarkan Pedang Pembelah Langit.


"diam kau, kau sudah berani menyerang kerajaan ku, bahkan kau telah membunuh Sea dan menghancurkan kerajaanya, hari ini kau akan mati" ucap Sun dan menodongkan pedang ke arah Ling.


"hm, sepertinya itu kata kata Sea sebelum dia mati, hais, aku lupa kaliankan hampir mirip" ucap Ling.


"kuy, ayolah maju" teriak Ling yang berlari kearah Sun.


Sun berhasil menghindari serangan Ling dengan melompat ke atas, sayangnya dia sudah masuk ke jebakan Ling.


"he he he, mati lah kau, kau sudah masuk ke jebakanku" batin Ling.


"Jurus Gergaji Api" teriak Ling.


"sialan, heh, memangnya semudah itu menjebakku" batin Sun sambil melompat ke arah tembok.


"ha ha ha, sebenarnya aku hanya memancingmu saja, sekarang kau terpojok, ha ha ha, Jurus Pukulan Api membara" teriak Ling.

__ADS_1


"arghh" teriak Sun yang menerima Pukulan Api Membara secara Langsung.


Sun yang tak berdaya langsung jatuh dan Ling mengakhirinya dengan Jurus Pasir Hisap dan membuat Sun mati perlahan sebelum ia masukan mayatnya ke kotak penyegel.


__ADS_2