
Raja Neraka berfikir sekenak "tapi bagaimana cara kita membunuh dia, jangan lupa kalau dia adalah seorang yang licik."
"tenang saja, aku sudah punya rencana, mula mula kami akan memyerang kerajaan ini dengan monster, otomatis Ye Fan akan ikut melindungi kerajaan di depan warganya mau tidak mau, nanti saat itulah kami berdua akan membunuhnya, tapi kau harus menyiapkan jalan kabur untuk kami, dan berpura pura mengejar kami, kau juga bertugas memperlamban prajurit jika kami hampir tertangkap." ucap Ling.
"yah itu bagus juga, aku akan menyiapkan jalan untuk kalian kabur, tapi kalian harus benar benar mempersiapkan segalanya untuk membunuhnya, dan juga buatlah rencana cadangan ketika kalian gagal membunuhnya." ucap Raja Neraka.
"kalau begitu kami pergi dulu." ucap Ling berdiri dan membuka pintu keluar.
"tunggu dulu, siapa nama kalian berdua?" ucap Raja Neraka.
"sebenarnya kami datang ke sini bukan hanya berdua melainkan bertujuh, panggil saja kami 7 pemburu mosnter, nama ku Ling dan ini kakakku, Dewa Kaze." ucap Ling sambil tersenyum setelah itu ia dan Dewa Kaze keluar dan kembali ke penginapan.
"kami pulang." ucap Ling dan Dewa Kaze sesampainya di penginapan dan masuk kamar.
"apa kalian berhasil?" ucap Bing Wang.
"bukan hanya berhasil kita langsung mendapatkan jackpot, karena Raja Neraka sendiri juga ingin membunuh Ye Fan sialan yang mengganggu ketenangan jiwa dan raga dunia kita." ucap Dewa Kaze.
"bagaimana dengan kalian, apa kalian mendapatkan monster mpnster yang kuat?" ucap Ling sambil tersenyum.
"yah kami mendapatkan beberapa mpnster yang kuat, rata rata peringkatnya di Master, tapi kekuatanya setara dengan pringkat Epic." ucap Bing Wang.
"dimana Asta?, dari tadi dia gak kelihatan." ucap Ling sambil mencari cari Asta.
"dia sedang mengurus monster monster bersama Huo Wang." ucap Bing Wang.
"oh, kalau begitu aku akan menemui mereka." ucap Ling sambil bangun dan keluar lagi.
"oi Asta dimana kau." teriak Ling di hutan.
__ADS_1
"Guru kami di sini." saut Asta dari dalam hutan.
Ling berjalan mendekat dan melihat beberapa hewan iblis yang berhasil di takhlukan Asta "wah wah, dapat tangkapan besar ya kali ini." ucap Ling sambil tersenyum.
"ha ha ha, siapa dulu dong yang menangkap mereka, kami gitu lho, ha ha." ucap Asta sambil tertawa.
"hm, berapa yang berhasil kau tangkap kali ini?" ucap Ling.
"tidak tau guru, kami belum menghitung semuanya, terakhir kali saat kak Bing Wang menghitung ada 67 ekor." ucap Asta.
Ling mengeluarkan sesuatu "ya sudah itu juga sudah cukup, sekarang kau bakarlah dupa ini, dan lepaskan jurus mu itu, sebelum itu pakai ini dulu."
Asta membakar dupa yang Ling berikan Ling dan melepaskan jurusnya "baik guru, Jurus Tanda Monster lepas."
"sekarang kau masukanlah mereka semua ke Bola Kristal ini." ucap Ling sambil memberikan Bola Kristal kepada Asta.
"wah ini terlihat seperti rumah kita dulu Guru" ucap Asta sambio menyentuh Bola Kristal perlahan dengan jari.
"eh, kok bisa mereka tertidur Guru, tadikan mereka kami tangkap dalam keadaan terjaga, bukanya seharusnya mereka tetap terjaga." ucap Asta yang keheranan.
"haih, apa kau tidak tau alasanku memintamu memakai masker, itu karena dupa yang barusan kau bakar itu mengandung obat tidur, sudah cepat masukan monster monster ini ke dalam." terial Ling.
Setelah memasukan monster monster itu kedalam Bola Kristal, mereka kembali ke penginapan untuk membuat rencana selanjutnya.
Esok harinya Alucard dan Zilong pulang "Alu, Zilong, apa kalian membawa informasi baru." ucap Ling.
"yah kami membawa berita baru, sepertinya Ye Fan juga melakukan penyalah gunaan kekuasaan setelah jadi penjaga Raja, dia menganjam beberapa mentri untuk memberikanya barang bagus setiap tahunya." ucap Alucard.
"berarti dia punya banyaksekali harta karun dong, okelah nanti malam kita akan membobol rumahnya." ucap Ling sambil tersenyum jahat.
__ADS_1
"ayo kita siapkan segala sesuatunya, Alu apa kau bisa membuat denah Rumah Ye Fan." ucap Ling.
"aku tidak hanya bisa membuat denah rumahnya, tapi juga sampai detail jebakan yang ada." ucap Alucard.
"bagus kalau begitu, cepat buatlah, Zilong kau bantu Alucard." ucap Ling sambil kembali tersenyum jahat.
"Ling, kalau mau serang itu jangan setengah setengah nanti dia akan ada persiapan sebelum kita melancaran serangan kedua, lebih baik langsung bunuh aja." ucap Dewa Kaze.
"jadi maksutmu kita akan langsung melakukan rencana kita untuk menyerang Ye Fan, dan saat terjadi kekacauan kita akan merampok rumahnya sekaligus membunuh pemilikmya." ucap Ling.
"ha ha ha, kau selalu paham dengan maksutku, lagi pula kita juga sudah siap untuk membunuhnya." ucap Dewa Kaze sambil tertawa.
Mereka bertujuh langsung menyiapkan semuanya tanpa meninggalkan jejak, bahkan Ling dan kawan kawan keluar dulu dari penginapan dan berkemah di luar kota.
Zilong dan Alucard ikut bersama Ling dan Dewa Kaze pergi ke Istana lagi untuk memberitaukan kalau dia dan kawan kawan sudah siap menyerang, Asta, Bing Wang, dan Huo Wang sudah siap melepaskan seluruh monster yang mereka takhlukan tinggal menunggu tanda dari Ling.
Ling, Dewa Kaze, Alucard, dan Zilong menyamar menjadi pengembara dan berjalan ke Istana, Sesampainya di Istana, Ling dan kawan kawan masuk ke Aula Istana dan menemui Raja Neraka "kami sudah siap, tinggal menunggu izin dari anda." ucap Ling.
Raja Neraka berdiri dari singgasananya dan berjalan perlahan ke arah Ling dan berbisik kepadanya "baik aku juga sudah siap di sini, kalian langsung saja melakukan sesuai rencana, tapi ingat hanya untuk membuat kerusuhan seperti menghancurkan bangunan, minimalisirlah korban jiwa."
Raja Neraka berjalan melewati Ling setelah membisikan hal tersebut, Ling yang mendengar ucapan itu langsung tersenyum "ayo kita mulai pestanya." ucap Ling memberikan tanda kepada Dewa Kaze, Zilong dan Alu lalu melesat ke tempat Asta dan yang lainya.
Raja Neraka berdiri di depan Aula Istana dan menatap ke langit malam "ambisi seperti malam yang tiada habisnya, semakin panjang, dan menyelimuti selapis demi selapis, dan membuat orang tidak melihat arah kebenaran."
Sfx : buk buk buk buk
Ling mendarat tepat di belakang Asta dan yang lain sehingga membuat mereka kaget "an…njing." teriak Asta yang reflek menarik pedang dan menodongkanya ke pada Ling.
"dasar murid durhaka." ucap Ling sambil memukul kepala Asta.
__ADS_1
"ampun guru, aku tadi kaget, guru tiba tiba datang dan mendarat di belakangku sih." ucap Asta.
Ling langsung merubah mukanya menjadi serius "ayo kita lakukan penyeranganya, Raja Neraka sudah setuju kalau kita menyerang, tapi usahakan meminimalisir korban jiwa dan hanya untuk memancing Ye Fan keluar, karena untuk memancing dia keluar kita akan melakukan penyerangan di dekat kediaman Ye Fan, kalau perlu langsung terobos ke rumahnya saja."