
"hm, apapun yang ku minta bukan, memangnya kau bisa memberi apa kepadaku?" ucap Ling.
"aku…aku memiliki harta yang banyak, dan juga wilayah yang luas, kau bisa memiliki seperempat wilayahku jika kau mau, aku juga akan memberikan seperempat pajak tahunan untuk mu jika kau membiarkan ku hidup." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.
"baiklah aku akan mengampuni nyawamu dengan syarat memberiku setengah kekuasaanmu, siapa namamu?" ucap Ling.
"na…namaku, Kazuma." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.
"akan ku ingat namamu, jika kau berani ingkar janji, lihatlah bukan hanya kau yang kena akibatnya, tapi seluruh keluargamu." ucap Ling.
"aku tidak akan mengngingkari janjiku, aku bisa memberikan wilayah itu sekarang juga." ucap Kazuma.
"kalau begitu cepat serahkan padaku, aku mau hari ini." ucap Ling.
"ba…baik tuan, mari ikuti saya." ucap Kazuma.
Lalu Mereka melakukan perjalan menuju wilayah Kekaisaran Taifeng sebelah Timur, yaitu wilayah yang akan di pimpin oleh Ling sendiri.
Sesampainya di sana mereka bersiap siap untuk melantik Ling sebagai pemimpin wilayah ini.
"rakyat rakyat ku sekalian, mulai hari ini aku akan menobatkan Pendekar Ling sebagai pemimpin Provinsi Dong." ucap Kazuma.
"Pendekar Ling, aku menyerahkan Provinsi Dong untuk kau pimpin, mohon untuk jadi pemimpin yang baik, terimalah mahkota ini sebagai tanda sebagai gubernur provinsi." ucap Kazuma sambil memberikan Ling mahkota.
Ling berlutut dan di beri mahkota oleh Kaisar Kazuma, sekarang Ling menjadi gubernur dari provinsi ini.
"nanti malam aku mengundang mu untuk pertemuan seluruh Gubernur yang ada di kekaisaranku." ucap Kazuma dan berjalan pergi kembali ke istana nya.
Ling menguap sambil berjalan "yah, aku akan datang jika tidak ada urusan, kau pergi saja aku sangat mengantuk."
"baik baik, aku akan pergi, pengawal kau antarkan Gubernur Ling ke rumahnya." ucap Kazuma.
__ADS_1
"semoga Gubernur kali ini orang yang baik, apakah nasib kita akan berubah, dia terlihat seperti orang yang baik tapi kita juga tidak tau sifat aslinya, kita berdoa saja semoga dia tidak seperti gubernur yang dulu." bisik para penduduk.
"kelihatanya tempat ini sulit pangan, apa lagi melihat penduduk yang kelaparam dan memakai baju kumuh, itu sangat meyakinkan kalau tempat ini adalah tempat yang gersang." ucap Ling sambil berjalan.
Tak lama, Ling sampai di rumah yang di berikan Kekaisaran untuk Gubernur "hm, rumah ini sangat mewah, negri ini terjajah oleh bangsa sendiri, dasar pemimpin pemimpin yang mandi di dalam bak emas di atas penderitaan rakyat." batin Ling.
Ling masuk dan sampai di aula, dia duduk dan agak bersantai sebentar "kau, siapa namamu?" ucap Ling sambil menunjuk orang yang berdiri di sampingnya.
"hamba tuan, nama saya adalah Yugo Pendragon, anda bisa memanggil saya Yugo." ucap Yugo.
"apa kedudukanmu di sini?" ucap Ling sambil duduk.
"WTF, para gubernur gubernur ini biasanya orang yang kejam, dia mau apa ya?, semoga dia tidak mempersulitku." batin Yugo.
"saya bertugas sebagai penasehat anda, memangnya ada masalah apa tuan?" ucap Yugo sambil berkeringat dingin.
"tidak ada masalah apa apa, aku hanya igin bertanya saja, siapa yang bertugas untuk keamanan di sini?" ucap Ling.
"kau hanya perlu menjawab, tidak usah bertanya, cepat panggil dia kemari." teriak Ling sambil menghantam meja.
"ba…baik tuan." ucap Yugo yang sepontan karena kaget.
Setelah Ling menunggu beberapa menit akhirnya Yugo dan Gentai datang menemui nya di kediaman Gubernur Provinsi Dong.
"ada apa tuan memanggil hamba kemari, apakah anda tidak senang dengan cara kerja saya." ucap Gentai sambil berlutut dan memberi hormat kepada Ling.
"kamarilah minum dan berbincang bincang dulu dengan ku." ucap Ling.
"memang apa yang ingin anda bicarakan dengan saya tuan?" ucap Gentai.
"mengeni itu, aku ingin tau seberspa banyak pasukan yang kita punya?" ucap Ling.
__ADS_1
"kita memiliki 1000 pasukan berpedang, 1000 pasukan berkuda, dan 2000 pemanah." ucap Gentai.
"hm, kumpulkan seluruh pasukan yang ada di sini, aku ingin melihat kemampuan mereka." ucap Ling.
Gentai berdiri "baik tuan, akan segera saya laksanakan." lalu ia pegi dsn mengumpulkan seluruh pasukan di Provinsi Dong.
Sfx : semua pasukan bersiap berihormat
Seluruh pasukan langsung memberi hormat kepada Ling sesampainya ia di sana "kalian tau kenapa aku mengumpulkan kalian di sini?" ucap Ling yang berdiri di depan 4000 pasukan.
Semua orang terdiam mendengar ucapan Ling "aku mengumpulkan kalian di sini untuk melihat kemampuan bertempur kalian, aku akan melakukan sebuah pertandingan, dimana seluruh pasukan akan bersaing di bidang masing masing." ucap Ling.
"pasukan berkuda akan bertanding dengan cara pacuan kuda untuk melihat keahlian kalian dalam berkuda, pasuakan berpedang akan bertanding dengan adu pedang, ingat jangan sampai ada yang meninggal, dan pemanah akan bertanding dengan cara panahan." ucap Ling.
"sekarang mulailah, tunjukan keahlian kalian kepada ku." ucap Ling dan duduk sembari melihat para prajurit bersaing satu sama lain.
"sebenarnya apa rencana anda tuan, sampai sampai mengadakan acara seperti ini?" ucap Yugo yang berdiri di samping Ling.
"aku hanya ingin menguji semangat para prajurit untuk meraih kemenangan, dan juga ini dapat meningkatkan kemajuan mereka dengan cara persaingan." ucap Ling yang masih melihat para prajurit bertanding.
Pertandingan berlangsung dengan sengit, sampai sampai berakhir saat hari sudah mulai gelap, Ling berdiri dan berjalan ke arah pasukan pasukan yang telah memenangkan pertandingan "ha ha ha, bagi yang menang kalian akan mendapatkan hadiah langsung dari ku, dan bagi yang kalah tetaplah berjuang untuk mencapai kemenangan, terima kasih untuk kalian karena sudah berusaha keras untuk meraih kemenangan." ucap Ling lalu berjalan pergi.
Ling pun pergi meningggalkan tempat itu dan kembali ke kediamanya "Yugo, kumpulkan siapa saja yang menang untuk menemuiku tengah malam nanti."
"bagi kalian yang sudah memenangkan pertandingan ini, kalian diminta untuk berkumpul lagi di sini tengah malam nanti." teriak Yugo.
Ling berjalan dan menghela nafas sejenak "hah, sekarang di sini sudah oke, sekarang tinggal pergi ke tempat Kaisar Pengecut itu, ternyata hari hari ku ini sangat sibuk." batin Ling lalu melanjutkan jalanya lagi.
Setelah Ling sampai di kediamanya ia rebahan dan berfikur sejenak "hah kamfret buat apa datang kepertemuan Gubernur itu, itu juga tidsk penting bagi ku, lebih baik mandi lalu tidur lebih enak." ucap Ling yang bangun dan berjalan ke kamar mandi.
Ling berendam dengan air dn bersantai santai, tapi ia malah ketiduran, tak lama sebelum tengah malam, sekitar jam 10 ia Ling terbangun "Dafuq, aku lupa kalau malam ini aku akan memberikan sesuatu untuk para pasukan yang telah memenangkan pertandingan." ucap Ling.
__ADS_1