
Beberapa jam lagi adalah tengah malam, para pasukan telah siap dan sedang menunggu Ling, setelah itu Yugo segera membangunkan Ling "tuan, ini sudah hampir tengah malam." ucap Yugo.
"apa, ini sudah tengah malam, aih, kenapa cepat sekali, aku masih lelah." ucap Ling yang bangun dan bersiap siap.
Lalu Ling pergi untuk menemui para prajurit nya, Ling berjalan menemui pasukan pasukanya "haah, malam ini kita akan merebut kekuasaan si Kazuma Pret itu, ayo kita berangkat." ucap Ling setelah menguap.
Mereka akhirnya berangkat menuju Ibu Kota dan siap menyerang Istana "Luse, carilah high ground, eh maksudku carilah tempat yang tinggi agar kalian mudah untuk menyerang." ucap Ling.
Ling masih menunggu agar Pasukan Pemanah menemukan tempat yang tepat untuk mereka, setelah seluruh Pasukan Pemanah siap, Ling juga siap untuk memberikan aba aba bagi Pasukan Berkuda, dan Pasukan Berpedang untuk menyerang.
"Dewa Matahari, Dewa Bulan, kalian keluarlah." ucap Ling.
"ada perlu apa memanggil kami Ling." ucap Dewa Bulan.
"lihatlah Benteng itu, kalian hancurkanlah tembok itu hingga pasukan pasukanku bisa masuk." ucap Ling.
"hah, kau hanya menyuruh kami untuk melakukan ini." ucap Dewa Matahari.
"dengan jarak sejauh ini, apa dua orang itu benar benar bisa menghancurkan Benteng Istana itu." batin Gentai.
"lakukan saja apa yang aku mau, setelah itu kalian bisa kembali lagi." ucap Ling.
"yah, apa boleh buat, Taiyang, kita lakukan saja." ucap Dewa Bulan.
"tungu tungu, pakai 5% kekuatan kalian saja, jika 50% takutnya seluruh Istana akan hancur tak tersisa." ucap Ling.
"iya iya, kami juga tidak akan membuang energi kami hanya untuk ini. Jurus Bulan Menghantam Bumi." teriak Dewa Bulan dan menembakan Batu Raksasa ke arah Benteng Istana.
"Jurus Matahari Membakar Bumi." teriak Dewa Matahari dan menembakan Bola Api yang sangat besar dan membakar Batu Raksasa untuk membuat kombinasi jurus yang hebat.
__ADS_1
Sfx : duaar
Benteng Istana yang berdiri kokoh di depan mata langsung hancur seketika dengan serangan gabungan Dewa Matahari dan Dewa Bulan.
"dengan jarak sejauh ini mereka bisa menghancurkan Benteng Istana, bahkan hanya dengan 5% kekuatan mereka, tapi yang lebih mengerikan lagi, sebenarnya apa yang mereka lakukan untuk mengahancurkan Benteng Istana itu." batin Gentai yang tercengang.
"oke, kalau begitu kalian silahkan masuk lagi, sekarang giliran Gajah Baja yang keluar." ucap Ling.
"sekarang kita akan melakukan apa tuan?" ucap Gentai.
"kita akan bersiap di sini dan menunggu pasukan musuh datang, sebelum mereka bisa mendekati kita, Pasukan Pemanah akan menembak mereka, saat formasi mereka sudah berantakan kita akan langsung maju dan menyerang." ucap Ling.
Tak lama, pasukan mereka datang untuk melihat keadaan luar Benteng Istana dan mencari tau siapa yang menghancurkanya "lihat kesana, ada pasukan yang menyerang, panggil bala bantuan, kami akan menahan mereka di sini." ucap Jendral Kerajaan Taifeng.
"tuan, mereka sudah datang, kenapa kita tidak langsung menyerang?" ucap Gentai.
Kata kata Ling benar terjadi, Pasukan Kerajaan Jieshi datang menyerang pasukan Ling, dan mereka di tembak oleh pasukan pemanah.
Melihat pasukan di depan terpanah, musuh membagi pasukanya menjadi dua dan menghindari area panah dari pasukan Ling dan mengitarinya, Pasukan musuh terus maju dan menyerang ke tempat Ling.
"ha ha ha, sesuai rencanaku, tapi yang aku tunggu masih belum datang, Gentai suruh Luse beserta pasukanya untuk terus mengejar pasukan musuh dan menghujaninya dengan panah, setelah tanda daru ku hentikan panahnya dan Pasukan Berkuda akan menyerang." ucap Ling.
"baik tuan." ucap Gentai.
Lalu Ling mengeluarkan Gajah Baja dan Obat Biusnya "semua pasukan berkuda lepaskan Zirah kalian terlebih dahulu, dan jangan lupa tutup mata kalian, Gajah Baja semprotkan obat ini kepada mereka." ucap Ling.
Sfx : ccrrss
"karena kalian sudah di basahi oleh obat ini, pakailah Zirah kalian lagi dan bersiap untuk menyerang." ucap Ling.
__ADS_1
"kibarkan benderanya, Pasukan Berkuda Serang." ucap Ling.
"obat apa yang tuan Ling berikan kepada kami? Setelah obat itu di siram ke tubuhku kenapa aku merasa kedinginan? Aku seperti tidak merasakan tubuhku tapi aku masih bisa menggerakanya, bodo amat penting serang." ucap beberapa Pasukan Berkuda yang sudah melaju ke medan perang.
Tak lama pasukan Ling sudah mulai bertarung dengan pasukan musuh, Ling masih menonton dan tidak ikut bertarung, setelah Pasukan Berkuda Ling akhirnya menang melawan Pasukan Berkuda milik musuh.
Lalu, pasukan Kerajaan Jieshi mengeluarkan pasukan inti mereka, dan bala bantuan mereka sudah datang, Ling pun turun tangan sendiri untuk mengahdapi pasukan musuh kalia ini.
Ada sekitar 10 ribu bala bantuan pasukan musuh dari Provinsi sebelah Barat atau Provinsi Xifang yang berjaga di Istana, dan 5 ribu bala Bantuan dari Provinsi Selatan atau Provinsi Nan yang menyerang sayap kanan Pasukan Ling dan 5 ribu pasukan dari Provinsi Utara atau Provinsi Bei yang menyerang sayap Kiri Pasukan Ling.
"ha ha ha, ini yang aku tunggu, Pasukan Berkuda yang masih hidup segera mundur, kalian segera obati pasukan yang terluka, sekarang aku sendiri yang akan menghancurkan pasukan musuh itu, Gajah Baja keluarlah, ayo kita maju." ucap Ling dan mengeluarkan Gajah Baja dari Bola Kristal.
Lalu mereka berdua maju bersama dan menyerang pasukan musuh "ayo apakah hanya ini kekuatan 10 ribu pasukan Kerajaan Taigeng." ucap Ling yang menaiki Gajah Baja yang sedang menginjak injak pasukan musuh.
"sial gajah itu sangat besar bahkan panah tidak bisa menembus kulitnya." ucap Jendral dari Pasukan Provinsi Xifang yang berjaga di Istana dan mencoba untuk mempertahankanya dari serangan demi serangan Ling.
Melijat pertahanan Istana di gempur oleh Ling, bala bantuan dari kedua provinsi itu segera membantu melindungi Istana dan tidak jadi menyerang pasukan Ling di belakang.
"ha ha ha, Gajah Baja langsung tembus Benteng Istana nya, ratakan kalau perlu." ucap Ling sambil tertawa.
"baik boss, tapi bagaimana dengan 10 ribu pasukan yang berada di belakang kita?" ucap Gajah Baja.
"tenang saja, yang belakang biar aku yang urus, kau bereskan saja tugasmu untuk meratakan benteng Istana dan menghabisi penjaga penjaganya, jaga dirimu baik baik, aku turun dulu." ucap Ling.
Ling turun dari Gajah Baja dan mencegat 10 ribu pasukan dari kedua provinsi itu "ho ho ho, kalian ingin mengganggu gajahku ini ya, sebelum itu terjadi langkahi dulu mayatku." teriak Ling dan mengeluarkan Pedang Pembelah Langit.
"hei bocah, ternyata kau yang berani menghadang kami, hari ini kau tidak akan melihat matahari esok, semua pasukan ayo maju bunuh dia." ucap Pemimpin Pasukan dari Provinsi Nan dan Provinsi Bei.
"hah, mau maju ya, kalau begitu aku juga akan maju, Genji." teriak Ling lalu berlari maju menyerang dan bertarung dengan musuh yang berjumlah 10 ribu pasukan sendirian.
__ADS_1