PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 126


__ADS_3

"tuan, sebenarnya apa alasan anda untuk menguasai kerajaan ini?" ucap Yugo.


"aku akan menguasai kerajaan ini lalu menahlukan kerajaan tetangga, setelah aku menguasai seluruh kerajaan, maka tidak ada lagi peperangan, dan masyarakat akan hidup damai." ucap Ling.


"tapi kenapa harus menyerang kerajaan jni sendiri lalu menyerang kerajaan lain?" ucap Yugo.


"karena, kita memiliki satu per empat kekuatan militer kerajaan ini, dan kita memerlukan kekuatan militer yang lebih kuat lagi untuk menyerang kerajaan yang memiliki pasukan militer yang sempurna." ucap Ling.


"oh, iya Yugo, tingkatkan pajak petani sekama 5 bulan kedepan, petani harus memberikan 125 % dari pajak biasanya, untuk perbekalan kita selama perang, dan lagi, kabar kita akan menyerang kerajaan ini jangan sampai bocor." ucap Ling.


5 bulan kemudian, kediaman Ling


"bagaimana persiapan kalian, apa semua sudah matang?" ucap Ling sambil duduk.


"keluarga kami sudah membuat persenjataan yang cukup untuk perang." ucap Vermilion sambil berlutut.


"keluarga ku juga sudah membuat obat obatan yang banyak dan cukup untuk meminimalisir korban." ucap Silva.


"bagus kalau begitu, Gentai siapkan seluruh pasukan yang ada di provinssi ini, Pasukan Pemanah akan di pimpin oleh Luse, Pasukan Berpedang akan di bagi menjadi dua di bawah kepemimpinan Hongse, dan Lanse, Pasukan Berkuda akan di pimpin oleh Huangse." ucap Ling.


"eh, tuan apa tidak sebaiknya kita menyuruh jendral yang sudah berpengalaman untuk perang, kalau mereka aku tidak yakin." ucap Gentai.


"kau tidak yakin dengan mereka, aku sendiri yang melatih mereka, apakah kau meragukanku?" ucap Ling tersenyum tipis.


"eh, tidak tuan." ucap Gentai.


"kalau begitu, cepat kau siapkan pasukanya sekarang juga." ucap Ling.


"baik tuan." ucap Gentai lalu ia berdiri dan pergi menyiapkan para prajurit.


"Yugo, bagaimana dengan perbekalan kita kali ini?" ucap Ling.


"perbekalan kali ini sangat banyak, dan ini bisa bertahan sampai 3 bulan untuk memberikan pangan untuk para prajurit yang sedang berperang, dan juga para petani tidak merasa keberatan saat anda menaikan pajaknya, dan setelah saya lihat mereka tidak kelaparan dan berhasil mencukupi pangan seluruh kota." ucap Yugo.


"tentu saja mereka dapat mencukupi pangan seluruh kota, aku juga sudah memperkirakan semuanya." ucap Ling sambil tersenyum.


Setelah beberapa lama Gentai Datang dan berlutut kepada Ling "semua pasukan sudah siap untuk berperang."


"baiklah ayo kita temui mereka." ucap Ling berdiri dan berjalan untuk menemui seluruh pasukan yang siap perang dan akan melakukan pertumpahan darah.


"pasukan ku yang gagah berani, malam nanti kita akan berperang dan merebut kerajaab ini, apa kalian siap untuk menjadi pemenang." teriak Ling.

__ADS_1


Serentak seluruh pasukan berteriak "kami siap, tuan, kami siap untuk menang."


"bagus kalau begitu, siapkan diri kalian, buat diri kalian nyaman terlebih dahulu, karena nanti malam kita akan menyerang dan mempertaruhkan nyawa kita." ucap Ling.


"Ling jika kau menyerang sebuah kerajaan hanya dengan manusia manusia yang lemah ini, apa kau yakin menang?" ucap Pohon Suci.


"tentu saja tidak, padahal aku akan mengunjungimu dan meminta saran padamu." batin Ling untuk berkomunikasi dengan yang ada dalam alam bawah sadarnya.


"dasar bocah ini, kalau kau ingin menang, aku harus memakai racun, walaupun seorang prajurit hanya tergores dengan pedang, tapi jika pedang itu sudah di lumuri racun, itu akan sangat mematikan, bisa di katakan, walaupun prajuritmu kalah jumlah dengan prajurit lawan tapi, jika prajuritmu berhasil menebas, bukan hanya menggoras kulit musuh dengan pedang, itu bisa di bilang satu prajuritmu sudah membunuh sepuluh prajurit musuh." ucap Pohon Suci.


"yah kau benar juga, tapi itu sangat kejam, aku tidak akan memakai caramu itu." batin Ling.


"hm, memangnya itu sangat kejam bahkan lebih kejam dari pada mencopot kepala manusia dari tubuhnya langsung dengan tangan_-." ucap Pohon Suci.


"itu sudah berlalu, tidak perlu di ungkit lagi." batin Ling.


"sudahlah kau mau lakukan itu atau tidak? jika tidak aku akan memberikanmu saran kedua." ucap Pohon Suci.


"lebih baik katakan dulu saranmu yang kedua." batin Ling.


"saranku yang kedua, kenapa kau tidak membuat Boneka Yuan dan mengisinya dengan Inti Roh Hewan Iblis." ucap Pohon Suci.


"wah, gila benar juga aku baru terpikir untuk membuat Boneka Yuan." batin Ling.


"yah, selesaikan masalahmu dengan Burung Giok, aku akan menyelesaikan masalahku dulu di sini." batin Ling.


"Vermilion, Silva, ikut denganku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian." ucap Ling lalu ia berjalan.


Vermilion dan Silva mengikuti Ling dari belakang "apa yang ingin anda bicarakan dengan kami." ucap Vermilion.


"aku ingin membicarakan kunci kemenangan kita." ucap Ling.


"Vermilion, kau buatlah rancangan ini, buat Gajah Baja Raksasa, dan Silva kau harus membuat Obat Bius dengan sekala besar, kalian tidak perlu khawatir, aku akan membantu kalian membuatnya." ucap Ling.


"Keluarga Singa Merah kalian hanya perlu mencetak bagian dari Gajah Baja ini dan merakitnya, aku sendiri yang akan melebur bahanya agar cepat." ucap Ling.


"tapi tuan, bagaimana untuk pembuatan obat bius dengan sekala besar ini, kami bisa membuatnya tapi waktunya akan sangat mepet." ucap Silva.


"kau tenang saja, aku juga akan membantu membuatnya, bahan bahanya sudah aku siapkan, dan kalian hanya perlu untuk meraciknya." ucap Ling.


"ayo kita cepat membuatnya, waktunya sudah tidak banyak lagi, panggil seluruh anggota keluarga kalian masing masing ke gunung belakang rumahku, kita akan membuatnya di sana." ucap Ling.

__ADS_1


3 jam berlalu seluruh orang yang di butuhkan sudah datang semunya dan pembuatan Gajah Baja Raksasa akan di mulai.


"Vermilion, cepat siapkan cetakannya, aku akan melebur bahan bahanya." ucap Ling.


Ling mengeluarkan Jurus Tembok Batu dan melebur Tembok Batu tersebut dengan meminjam Api Akantor, setelah ia semua nya di lebur, lalu di cetak oleh Anggota Keluarga Singa Merah, Ling memincam kekuatan Ukanlos untuk membuat Es, lalu ia mencairkanya dan mendinginkan bahan yang telah di cetak.


"gila, dia bisa mengeluarkan api untuk melebur batu sebesar itu, dia juga dapat mengeluarkan es dan mencairkanya untuk mendinginkan batu yang telah ia lebur, apakah dia itu dewa yang turun dari surga." batin Vermilion yang tercengang sampai tidak bisa berkata apa apa, bahkan semua orang di sana juga ikut tercengang.


"kenapa kalian bengong saja, cepat rakit Gajah Baja Raksasa nya." teriak Ling setelah selesai mendinginkan bahan yang telah di cetak.


Lalu Keluarga Singa Merah mulai berkerja untuk merakit Gajah Baja Raksasa, setelah selesai membantu Keluarga Singa Merah, kemudian Ling membantu Keluarga Rusa Biru untuk membuat Obat Bius.


"Jurus Gelombang Air, kalian cepat masukan bahan bahanya ke dalam air yang aku keluarkan." ucap Ling sambil menahan jurusnya.


Di samping Keluarga Sing Merah yang sedang sibuk merakit Gajah Baja Raksasa, Keluarga Rusa Biru juga sibuk untuk meracik Obat Bius.


Setelah seluruh bahan di masukan, Ling memutar dan menyatukan semua bahanya, 7 Jam berlalu, akhirnya Gajah Baja selesai di buat, dan Obat Bius nya pun selesai di buat, Ling mamasukan Obat Bius itu kedalam Wadah yang telah ia siapkan.


"ha ha ha, bagus, kalian sudah berkerja dengan keras, masih ada beberapa jam sebelum tengah malam, kalian semua boleh pulang dan istirahat, sedangkan Vermilion dan Silva tetap di sini." ucap Ling.


"ada perlu apa lagi yang anda perlukan dari kami tuan?" ucap Silva


"aku hanya ingin kalian melihat aku membuat Gajah Baja Raksasa ini hidup." ucap Ling sambil mengeluarkan 14 Inti Roh Gajah Batu, dan Inti Roh Murni Gajah Batu.


Ling memasukan 2 kedalam masing masing gadingnya, dan 2 kedalam masing masing kakinya, dan 2 lagi kedalam tubuhnya dengan teknik segel senjata, lalu tahap yang paling penting adalah memasukan Inti Roh Murni Gajah Batu kedalam kepala untuk membuatnya hidup.


"ha ha ha, bangkitlah Gajah Baja ku." teriak Ling.


"aku hidup kembali, aku merasa tubuhku semakin kuat." ucap Gajah Baja.


"apa, Gajah yang di buat tadi benar benar hidup." batin Silva dan Vermilion yang sudah tidak bisa berkata kata lagi setelah melihat kemampuan Ling.


"yah, itu benar tubuh yang aku buat untuk mu ini setara dengan 14 Gajah Batu sejenismu, tapi dengan besarmu yang sekarang kau bisa melawan 30 Gajah Batu yang sejenis denganmu." ucap Ling.


"ha ha ha, terima kasih tuan telah menghidupkan ku kembali, aku akan mengabdi pada anda dan menjadi pelayan anda selamanya." ucap Gajah Baja sambil tertawa.


"bagus kalau kau akan melayaniku selamanya, besok aku ada perang jadi kau harus ikut membantuku, kau istirahat dulu di dalam bola kristalku, pasti berat bagimu mati sangat lama sekali, besok saat perang aku akan memanggilmu lagi, ayo kita pulang Vermilion, Silva." ucap Ling dan memasukan Gajah Baja kedalam Bola Kristal lalu berjalan kembali kerumah.


Setelah kembali ke rumah Ling langsung beristirahat dan rebahan santuy di kamar "ah, lelah sekali setelah menyelesaikan semuanya secara langsung, pasti authornya juga lelah saat menulis episode ini, dia menyelesaikan episode ini secara langsung." ucap Ling.


"Yugo, bangunkan aku nanti saat peperangan akan di mulai." teriak Ling lalu ia tidur untuk beristirahat sebentar sebelum perang tiba.

__ADS_1


"baik tuan." ucap Yugo.



__ADS_2