PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 35


__ADS_3

Setelah samlai di Oasis mereka langsung meminum air dari Oasis ini, dan mandi agar tubuh mereka bersih dan fresh.


Setelah mereka bertiga mandi mereka beristirahat di sana, namun Ling berfikir kalau tempat ini cukup tersembunyi dan jarang ada orang yang kemari.


Akhirnya Ling memutuskan untuk membuat rumah di Oasis ini, untuk tempat persembunyian di waktu terdesak.


Mereka akhirnya menebang pohon dan menanam pohon lagi, untuk membuat rumah kecil yang mungkin dapat menampung sekitar 15 orang di dalamnya.


Setelah rumah berhasil di buat, mereka bertiga beristirahat dan memakan beberapa buah, Ling dan kawan kawan memakan Buah Apel dan bijinya di tanam di sekitar Kolam atau Oasis.


Setelah mendirikan rumah dan menanam pohon di Oasis itu mereka bersiap siap untuk berangkat, sebelum Berangkat mereka menulis nama mereka masing masing di sebuah pohon kelapa di dekat rumah.


Akhirnya mereka mulai meneruskan petualanganya, mereka kembali bertemu dengan Kalajengking Kalajengking Raksasa, namun kali ini mereka memutuskan untuk melawan, karena jumlah mereka hanya puluhan.


Setelah mereka mengalahkan Kalajengking Kalajengking Raksasa, mereka mengambil dagingnya dan beberapa Inti Roh nya untuk di jual.


Sudah dua hari Ling berada di Gurun Pasir, dan Ling mengalami peningkatan yang cukup cepat kini ia berada di pringkat Legend bintang 4 dan Zilong dan Alucard berperingkat Legend bintang 3.

__ADS_1


Mereka bejalan seharian dan akhirnya menemukan sebuah desa kecil yang berada di tengah tengah gurun pasir ini.


Ling dan kawan kawan nya mulai masuk di desa itu, saat mereka berada di dalam desa tampak desa ini desa yang tidak makmur.


Ling langsung mengunjungi sebuah kedai dan membeli beberapa makanan dan minuman, namun emas di sini tidak lah berharga, karena yang paling berharga di sini adalah makanan dan kain.


Karena membawa cukup bahan pangan dan kain Ling makan di kedai dengan senang hati.


"kakak aku mau 3 bubur dan 3 minuman" ucap Ling.


Setelah beberapa lam makanan dan minuman di antar dan mereka bertiga makan bersama, setelah selesai makan Ling berdiri dan mendekati pelayan yang tadi.


"ah, kakak aku sudah selesai makan, berapa semua itu?" ucap Ling.


"hmm, tidak usah di bayar juga tidak apa apa, kami mendirikan kedai di sini juga berniat membantu orang yang kekurangan" ucap Pelayan itu.


"hah, jangan begitu aku akan membayarmu dengan 5 Ikat daging Kalajengking, bagaiman apa ini sudah cukup?" ucap Ling sambil mengeluarkan Daging dan menghela nafas.

__ADS_1


"ahh, ini sangat banyak sekali, ini tidak sebanding dengan 3 bubur dan 3 minuman" ucap Pelayan itu.


"hmm, tidak apa apa, tujuanku kesini juga ingin membantu sebisa ku" ucap Ling sambil menepuk bahu pelayan ini.


"te… terima kasih tuan" ucap pelayan ini.


"kalau boleh tau siapa nama kakak ini?" ucap Ling.


"na… namaku Yuning, tuan" ucap pelayan ini.


"ohhh, Yuning ya, akan ku ingat, sampai bertemu lagi" ucap Ling sambil balik badan dan keluar dari kedai.


Setelah itu Ling menetap di sini beberapa hari dan membeli rumah di sini, Ling membeli Rumah yang lumayan besar, dan akan ia gunakan sebagai tempat pelatihan.


Karena menurut ingatanya, desa ini bernama Desa Shamo dan hanya memiliki 3 petarung atau ahli bela diri setingkat Master saja.


Sehingga sulit bagi mereka untuk berburu Kalajengking Raksasa, setelah Ling membuka tempat pelatihanya ada 3 orang yang langsung datang dan mencari masalah di sini.

__ADS_1


__ADS_2