PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 121


__ADS_3

"kira kira apa yang cocok untuk mereka lawan besok, ah, akhirnya aku punya rencana, he he he, jalian berempat nantikanlah kejutanku." ucap Ling.


Ling tidur dan tak sabar menunggu datangnya matahari, paginya, Ling menemui empat orang itu dan langsung mengajak mereka lesuatu tempat.


"kalian berempat, apa kalian sudah siap melewati ujianku." ucap Ling sambil berjalan.


"tidak perlu khawatir tuan, kami sudah mempersiapkan segalanya dan akan berjuang sebaik mungkin." ucap Hongse.


"percaya diri sekali kau, tapi jangan remehkan ujian yang akan ku berikan pada kalian, nah akhirnya kita sampai." ucap Ling.


"memangnya kita akan melakukan apa disini?" ucap Lanse


Ling duduk dan menyentuh tanah dengan telapak tangannya "siapkan diri kalian, Jurus Golem Tanah."


Sfx : grk grk grk


"ada apa ini tanahnya bergetar." ucap Hongse.


"lihatlah ada sesuatu yang muncul dari tanah." ucap Huangse.


"kakak, awas di di bawahmu." ucap Luse.


Sfx : duar


Lanse terkena serangan golem milik Ling, ia terpental ke atas dan muntah darah "Lanse, bagaimana keadaanmu?" ucap Hongse.


"sial, apa tadi yang menyerangku dari bawah, sangat kuat sekali." ucap Lanse sambil mengelap darah yang tadi ia muntahkan.


"ho ho, segitukah kemampuan kalian, kalau benar lupakan saja untuk jadi murid ku, aku mengeluarkan 4 mahluk yang menyerangmu tadi dari bawah, menghadapi satu saja kuwalahan apalagi empat." ucap Ling sambil duduk di atas batu dan menonton pertarungan.


"tidak, kami tidak akan menyerah, beri kami satu kesempatan lagi." ucap Lanse sambil memberi hormat.


"kalau begitu, cepat selesaikan ini *******, buang buang waktuku saja amjinc." teriak Ling.


Kesempatan untuk empat bersudara ini adalah 15% jika satu lawan satu, tapi jika menggunakan cara lain mungkin musibah bisa berubah menjadi keberuntungan.


"aku ada cara melawan 4 mahluk ini, kita harus bisa bersama untuk mengalahkannya satu persatu, walaupun memakan waktu lama, tapi itu akan lebih mudah dari pada satu lawan satu." ucap Huangse.


"baik." ucap Hongse, Lanse, dan Luse.


mereka berempat meenyerang salah satu golem Ling bersamaan namun kekuatan mereka hanya dapat mengimbanginya saja, walaupun begitu empat orang ini masih saja teguh melewati tantangan di depanya.


"hah, ternyata mereka pintar juga menyatukan kekuatan, namun golemku masih unggul dari pada mereka, dasar bocah bocah ini masih tidak menyerah juga, sebenarnya kalian cukup me galahkan satu juga lulus." batin Ling.


"Hongse bantu aku menangkis serangan mahluk ini dulu, Lanse dan Luse kalian buat di terjatuh." ucap Huangse.


"siap kak, monster tanah, bersiaplah kami akan mengakhirimu." ucap Hongse sambil menangkis serangan demi serangan Golem Ling untuk memberi ruang untuk Lanse dan Luse.


"Luse, ayo potong kaki nya." ucap Lanse.


Sfx : bruak

__ADS_1


"cepat kak, dia sudah terjatuh." teriak Lanse.


Huangse melompat ke atas dan menusukan pedang ke tepat di jantung Golem milik Ling.


"bagus kalian berempat sudah resmi menjadi muridku." ucap Ling sambil tersenyum dan tepuk tangan.


"apa, tapi masih ada 3 Monster Tanah yang belum kami kalahkan." ucap Lanse.


"ya itu benar, tapi 3 mahluk ciptaanku ini hanya untuk menakuti kalian saja, ha ha ha, satu saja sudah kewalahan, masih yakin melawan 3 lagi." ucap Ling.


"tapi kalian harus meningkatkan kewaspadaan kalian, aspek ituini sangat penting sat bertarung." ucap Ling.


"makanya dari tadi 3 Monster Tanah ini tidak menyerang kami dan hanya, dan hanya diam saja, walau tidak menyerang tapi aku sungguh bodoh, sampai sampai melupakan masih ada musuh, kalau di pertarungan yang sevensrnya aku kami benar benar akan mati." batin Huangse.


"terimalah hormat dari kami guru." ucap Hongse, Lanse, Huangse, dan Luse sambil bersujud memberi hormat jepada Ling.


"perlu kalian ingat, di atas langit masih ada langit, dan kalian adlaah murid ku yang paling lemah, aku tidak bermaksut menghina tapi itu kenyataanya." ucap Ling.


Empat orang ini bangun "guru, aku ingin bertanya satu hal padamu, seberapa kuat kakak seperguruan kami yang paling hebat?" ucap Huangse.


"yah, dia bisa melawan 100 mahluk ini sendirian." ucap Ling.


"yang kalian lawan adalah Golem peringkat Warior, tapi kaaku memaklumi kalian karena kalian bukan kultivator, walau aku belum pernah melihat Asta melawan Golem ku yang berperingkat Warior, tapi aku sangat yakin dia bisa mengalahkan 100 Golemku yang berperingkat Epic, siapa dulu dong gurunya, aku gitu lho." batin Ling.


"tak usah di pikirkan, ayo kuta kembali dulu." ucap Ling sambil tersenyum.


"tunggu dulu gur, aku ingin menanyakan satu hal lagi, seberapa kuat anda?" ucap Huangse.


Sfx : duaaar


Tiba tiba terjadi ledakan setelah Ling menggunakan Jurus Jari Turun Dari Langit.


Empat bersaudsra yang baru saja resmi menjadi murid Ling terpental akibat dsya ledak dsri gunung meskipun jaraknya lumayan jauh.


Asap mengepul di gunung itu, setelah asap hilang, walaupun tidak bisa di percaya tapi ini benar nyata, gunung yang tadi berdiri kokoh di sana hilang begitu saja.


"a…apa guru masih manusia." batin Hongse yang terkejut setengah mati melihat gunungnya menghilang.


"guru sangat hebat, apakah dia mengeluarkan seluruh kekuatanya, tapi dia tidak terlihat lelah." batin Lanse.


"kekuatan guru snagat hebat, bahkan bisa menghancurkan Gunung dalam sekejap." batin Luse.


Huangse tidak bisa berkata kata apapun setelah melihat kejadian itu, bahkan ia juga agak takut karena dia mempertanyakan kehebatan dari gurunya sendir.


"nah kurang lebih itu adalah 10% daru kekuatanku, sudah lihatkan, ayo kita pulang." ucap Ling sambil tersenyum dan berjalan pulang.


"dia bilang itu hanya 10% kekuatanya, aku tidak bisa membayangkan seberapa kuat saat ia mengeluarkan 100% kekuatanya." ucap Hongse.


"tak usah di pikirkan lagi, ayo kita kembali saja." ucap Lanse.


"Kak Lanse benar, dan jangan mempertanyakan kehebatan guru, nanti di bisa marah lagi." ucap Luse.

__ADS_1


"kalau guru marah bisa bisa tidak ada gunung lagi di dunia ini." ucap Lanse.


Mereka berlima kembali ke kediaman Ling "karena kalian sudah resmi menjadi muridku, maka kalian akan tinggal di sini, kalian ambillah kamar di dekst kamarku, nanti aku akan memberikan teknik teknik bertarung setiap malam dan esok harinya kalian akan berlatih." ucap Ling.


"baik guru, kami akan mematuhi perintah anda." ucap empat bersaudara ini.


"kalau begitu, nanti kalian ke kamarku, aku akan memberikan sesuatu kepada kalian." ucap Ling.


Lalu Ling kembali ke kamarnya dan membut beberapa pil untuk meningkatkan kekuatan empat murid barunya "aku akan membuat Pil Penyerap Energi untuk mereka berempat, agar mereka bisa menjadi seorang kultivator." batin Ling sambil mengeluarkan beberapa bahan bahan yang ia perlukan.


Tak lama setelah Ling berhasil membuat Pil Penyerap Energi, Hongse, Lanse, Huangse, dan Luse datang ke kamar Ling.


Sfx : dok dok dok


"guru boleh kami masuk." ucap Huangse sambil mengetuk pintu.


"masuklah." ucap Ling sambil duduk.


"karena kalian sudah datang, aku akan memberi kalian obat ini, ambillah masing masing satu." ucap Ling.


"obat apa ini guru? Apa ini dapat meningkatkan kekuatan kami." ucap Lanse dan melihat dengan seksama obat yang Ling berikan.


"itu dapat meningkatkan kekuatan kalian, jadi makanlah, tak perlu khawatir, obst ini tidak memiliki efek samping." ucap Ling.


Mereka berempat memakan obat yang baru saja Ling berikan, mereka merasakan ada perubahan dan peningkatan kekuatan yang sangat cepat di tubuh mereka.


"bagaimana khasiat dari obat ini?" ucap Ling.


"ini hebat guru, obatmu sangat mujarab, aku merasakan kekuatanku seperti meluap luap." ucap Lanse yang senang saat merasakan kekuatanya meningkat dengan cepat.


"jangan senang dulu, tantangan akan segera di mulai sekarang, ayo ikuti aku, aku akan mengajarkan sebuah jurus kepada kalian." ucap Ling lalu bangun dan pergi ke belakang kediamannya.


"kita akan belajar jurus apa guru." ucap Hongse.


"perhatikan baik baik batu yang ada di sana." ucap Ling sambil menu juk sebuah batu yang besarnya 2 kali tubuh manusia dewasa.


Ling berlari ke arah batu itu dan mengaliru tanganya dengan energi miliknya, ini di sebut dengan Jurus Pukulan Energi, lalu dia menghantam batu itu dan membuat batu yang ia hantam pecah menjadi berkeping keping.


"ini, adalah jurus yang akan aku ajarkan pada kalian, sekarang ikuti aku, pusatkan seluruh energi kalian ke tangan, lalu rasakan ada sesuatu yang bergerak di tangan kalian, saat bisa merasakanya, kepalkan tangan dan pukul mustarget." ucap Ling.


Ling mempraktekan Jurus Pukulan Energi dan di ikuti oleh empat bersaudar ini, saat pertama mencoba mereka semua gagal, namun, Huangse sebagai kakak tertua dari empat bersaudara ini berhasil mengeluarkan tenaga dalamnya dan menyelimuti tanganya dengan energi.


Walaupun masih lemah tapi itu adalah lamgkah yang bagus untuk seorang yang bahkan tidak mengenal kultivasi.


"Guru lihatlah aku bisa menggunakan jurus yang baru saja kau ajarkan, eh eh kenapa hilang." ucap Huangse saat menyelimuti tanganya dengan tenaga dalam atau energi, namun itu hanya bertahan sebentar.


"kak Huangse memang hebat." ucap Luse.


"kau sungguh hebat kak, bisa menguasai Jurus yang Guru berikan." ucap Lanse.


"ah, sedikit lagi aku bisa menggunakan jurus yang guru ajarkan." ucap Hongse sambil memukul tanah.

__ADS_1


"ha ha ha, ternyata Hongse juga sudah mulai mengejar Huangse, kalian berdua tadi kurang fokus saat merasakan energi yang mengalir di tangan kalian, dan untuk Lanse, dan Luse kalian berlatihlah dengan giat, kalau tidak kalian akan di tinggal Hongse dan Huangse, lanjutkan latihan samlai kalian benar benar menguasainya, dan satu lagi tidakseorangpun boleh pulang sebelum semuanya menguasai jurus ini, aku akan pergi tidur dulu lanjutkan latihan kalian, hoam." ucap Ling lalu ia berjalan kembali ke rumahnya sambil menguap.


__ADS_2