
Sfx : byur
"ah, memang enak berendam dengan air panas di pagi hari, ah ada yang kurang apa ya, hm, oya iya, pelayan ambilkan aku Vodka" ucap Ling.
"ah, kalau gini kan lengkap" ucap Ling sambil minum Vodka.
Setelah mandi Ling pergi keluar untuk cari udara segar, dia berjalan jalan di taman untuk menikmati waktu senggangnya.
"jalan jalan memanglah enak untuk menghabiskan waktu di pagi hari" ucap Ling sambil berjalan jalan dengan suasana hati yang gembira.
Sfx : gruk gruk gruk
"sepertinya aku lapar, ke kedai itu aja untuk makan" ucap Ling berjalan ke arah kedai.
"pelayan, aku pesan Daging Ayam dan Wine, oh iya, kalau ada, aku juga ingin pesan Sup Tulang Singa" ucap Ling.
"hm, makan ayam untuk mengisi perut dan Sup Tulang Singa untuk meningkatkan stamina" batin Ling sambil tersenyum menunghu makanan yang ia pesan.
"ini, tuan silahkan, maaf Sup Tulang Singa nya tidak ada, apakah tuan ingin pesan yang lain" ucap pelayan ini.
"ah, tidak apa apa, oh iya aku ingin bertemu dengan pemilik kedai ini, apa kah dia ada waktu" ucap Ling.
"ah, sebentar tuan, saya akan panghilkan dulu" ucap pelayan ini.
"tuan ada seseprang yang ingin bertemu dengaan anda, ia sedang menunggu anda sembari makan" ucap pelayan.
"siapa dia?" ucap Alva.
"itu tuan, dia yang sedang makan ayam dan minum Wine" ucap pelayan.
"kau ambilkan kotak rokok ku dan ambilkan aku dua botol Beer" ucap Alva yang agak terkejut melihat kedatangan Ling.
"ha ha ha, Tuan Ling, saya sampai kaget melihat anda mendatangi toko ku, ngomong ngomong bagaimana kabar kakak mu" ucap Alva menyapa Ling dan membawa dua botol Beer.
"dia baik baik saja, bagaimana dengan kabar mu" ucap Ling.
"ha ha ha, aku baik baik saja, ngomong ngomong apa kalian benar benar melawan para Ludroth yang akan menyerang kerajaan" ucap Alva sambil menyalakan rokok nya.
"iya itu benar, kami sempat mengalami kendala saat melawan mereka, kelihatanya para monster sekarang sangat aneh, mereka menjadi sangat kuat, ah sudah habis" ucap Ling yang melihat botol wine miliknya.
"ah, tenabg saja Tuan Ling, silahkan minum ini, apa anda juga mau ini" ucap Alva yang memberi Ling sebotol Beer dan menawarkan rokok kepadanya.
__ADS_1
"terima kasih, kau sangat baik sekali" ucap Ling sambil menyelakan rokoknya.
"ha ha ha, tidak masalah Tuan Ling, tidak masalah" ucap Alva sambil tertawa.
"oh iya, apa kau memiliki rumah lelang?" ucap Ling.
"iya Tuan, saya memiliki rumah lelang, memangnya ada masalah apa tuan menanyakan ini?" ucap Alva.
"tidak apa apa, aku hanya ingin menjual senjata kepada mu" ucap Ling.
"lihat, ada orang asing ingin menjual senjata kepada pejabat negara, sepertinya misterius sekali, mungkin itu senjata yang hebat" bisik orang orang di sekitar yang mendengar pembicaraan Ling dengan Alva.
"lebih baik kita bicarakan di dalam saja" ucap Alva yang mendengar orang orang sedang membicarakan tentang mereka.
Mereka berdua masuk dan membicarakan bosnis "memangnya senjata apa yang ingin tuan jual kepada saya" ucap Alva.
"ini adalah satu set perlengkapan bertarung, helm, Baju Zirah, Sarung Tangan, Pinggangan atau Sabuk, Pembalut kaki atau Sepatu, dan juga Pedang" ucap Ling.
"semua ini terbuat Ludroth yang aku kalahkan dengan kakakku kemarin malam, bagiamana apa kau mau, satu set ini masing masing berperingkat Legend" ucap Ling.
"itu mudah tuan, ini akan di lelang di ruamh lelang saya, dan juga saya akan memberikan harga 30 juta untuk satu set, bagaimana?" ucap Alva sambil tersenyum.
"5 juta untuk satu barang, tidak buruk say setuju, baikalah saya pergi dulu" ucap Ling.
"wah, bahkan pemilik toko sangat menghormati anak itu, sepertinya dia orang penting" bisik beberapa orang yang sedang makan di kedai ini.
"tuan, sebenarnya siapa orang tadi, sepertinya anda sangat menghormatinya" ucap pelayan yang melayani Ling tadi.
"aku sangat menghormatinya, dia adalah adik dari Dewa Kaze, dan kekuatanya mungkin sama dengan Dewa Kaze sendiri" ucap Alva saat sudah masuk ke ruangnya lagi.
"wah, tidak aku sangka, ternyata orang ini adalah orang kaya, walaupun pakainya sederhana tapi pangkatnya tidak main main" batin pelayan ini.
Kembali ketempat Ling
"tidak terasa sudah siang, kembali ke Istana dulu dan tidur" ucap Ling sambil berjalan.
Entah dari mana datangnya ada seseorang yang menabrak Ling "hei hati hati" ucap Ling setelah tertabrak orang ini.
"maaf maaf saya tidak sengaja tuan" ucap orang ini yang duduk di tanah akibat terjatuh.
"nah itu orangnya, cepat tangkap dia" ucap seseorang yang entah daru mana datangnya lagi tiba tiba mengejar orang yang menabrak Ling.
__ADS_1
"tuan, tuan, tolong selamtkan saya" ucap orang ini yang tiba tiba bersembunyi di balik Ling.
"hais, tidak ada pilihan lain, tuan tuan berhenti dulu, kita bisa bicarakan baik baik" ucap Ling sambil menenangkan tiga orang yang sedang mengejar orang yang bersembunyi di belakang Ling.
"tenang tanang palamu, rasakan ini" ucap salah satu orang yang mengejar dan menyerang Ling.
"sudah di bilangin tenag malah bikin rusuh, apa boleh buat" ucap Ling dan memenggal kepala orang yang menyerangnya dengan Pedang Pembelah Langit.
Sfx : aarrgghh
"ka…kakak, sudah mati" ucap seorang teman orang yang baru saja di bunuh Ling dan duduk di tanah.
"jangan meratapi kematian kakak dulu, lebih baik menyelamatkan diri" ucap seorang lagi yang menarik orang yang duduk di tanah tadi.
Semua orang terkejut karena ada pembunuhan, dan Ling menjadi pusat perhatian "apa lihat lihat, apa kalian semua ingin aku penggal satu persatu" teriak Ling.
Semua orang tidak berani lagi menatap Ling dan langsung memalingkan pandanganya "sampai kapan kau ingin bersembunyi di belakangku, orang yang mengejarmu sudar mati" ucap Ling.
"terima kasih tuan anda telah menolong saya" ucap orang ini.
"hm, pintar sekali, ternyata aku membunuh seseorang yang salah, dasar pencuri kecil, bisa bisa nya aku di tipu" batin Ling sambil tersenyum.
Orang itu oergi meninggalkan Ling dan berlari, orang itu masuk ke sebuah gang kecil dan membuka jubahnya "ha ha ha, tidak aku sangka, aku untung besar hari ini, sudah selamat dari pengejar tadi, dapat uang dari penyelamatku pula, ha ha ha" ucap orang ini.
"ternyata seorang gadis, heh, tapi pencuri tetap pencuri" batin Ling yang membuntuti gadis ini diam diam setelah mereka berpisah.
"hm, sepertinya aku permainkan dulu ah, ayo golem golem ku, aku punya mainan untuk kalian" ucap Ling sambil melembar bola tanah.
"aduh, siapa itu?, berani sekali kau" ucap gadis ini sambil mengeluar kepalanya sendiri karena menerima lemparan batu dari Ling.
Sfx : krtk krtk krtk
"siapa kau, apa ma…mau mu" ucap gadis itu berbalik dan ketakutan melihat ada golem tanah di belakangnya.
"a…am…ampuni aku" ucap gadis ini ya terjatuh dan duduk di tanah.
"he he he, bagaimab sudah kapok mencuri" ucap Ling dan meloncat ke pundak golem miliknya.
"apa yang kau mau?, kenapa kau melakukan ini kepadaku?, bukankah tadi kau menyelamatkan ku, kenapa kau ingin membunuhku?" ucap gadis ini yang masih duduk ketakutan di tanah.
"he he he, apa yang ku mau?, yang ku mau adalah memenggal kepala mu, kenapa aku melakukan ini kapedamu?, karena kau mencuri uang ku" ucap Ling.
__ADS_1
"sekarang pergilah ke neraka" ucap Ling yang mengeluarkan aura membunuh yang sangat besar bahkan satu kota tiba tiba merasa tidak enak karena aura Ling yang sangat kuat.
Ling meloncat ke arah gadis ini, walaupun Ling tidak berniat menyerang bahkan membunuhnya, tapi gadis ini pingsan karena ketakutan, akhirnya Ling memutuskan untuk membawanya ke Istana Kaminari.