
Empat sudara ini berlatih sangat keras dan butuh 3 bulan baru bisa menguasai Jurus Pukulan Energi dengan sempurna.
"kalian sudah bisa mengunakan Jurus Pukulan Energi yang aku ajarkan nanti kalian akan menerima jurus baru dari ku, coba kalian tunjukan Jurus yang aku ajarkan pada kalian." ucap Ling.
"baik guru." ucap Huangse dan yang lainya.
Mereka menununjukan Jurus Pukulan Energi yang telah mereka pelajari dari Ling dan menghancurkan batu yang cukup besar.
"bagus bagus, kalian telah mempelajari jurus ini dengan baik." ucap Ling.
"terima kasih guru, tapi kami masih jauh dari kata kuat sekarang guru." ucap Huangse sambil memberikan hormat.
"tidak perlu khawatir, kalian akan menjadi orang yang kuat nantinya, selama kalian menjadi muridku aku pastikan kalian akan menjadi orang yang hebat kelak." ucap Ling.
"satuitu hanyalah teknik dasar saja, kalian harus belajar menggunakan senjata mulai sekarang, pilihlah senjata yang ingin kalian gunakan." ucap Ling sambil mengeluarkan senjata senjata dari cincin penyimpanannya.
"aku ingin menggunakan panah saja, karena aku tidak suka bertarung." ucap Luse sambil mengambil busur dan anak panah.
"kalau aku akan menggunakan pedang saja." ucap Hongse sambil mengambil pedang.
"ah, aku juga ingin menggunakan pedang, sama seperti kak Hongse." ucap Lanse.
"dasar tukang ikut ikutan." teriak Hongse sambil menunjuk Lanse.
"tenang dulu dong kak, bertemlur bersama itu akan lebih seru di banding bertempur sendiri" ucap Lanse.
"Huangse, sekarang tinggal kau, mereja bertiga sudah memilih senjata masing masing." ucap Ling.
"aku sebenarnya ingin menggunakan senjata berat seperti Palu Raksasa, Kapak Raksasa, atau Pedang besar, tapi mungkin aku tidak memiliki kekuatan untuk menggunakanya." ucap Huangse.
"kalau begitu pakai senjata ini saja." ucap Ling sambil mengambil sebuah Palu Kecil dan melemparkanya kepada Huangse.
Huangse menangkap palu kecil yang di lempar kan Ling ke arahnya "apa kau bercanda guru, apa yang bisa di lakukan palu kecil ini saat bertarung." ucap Huangse sambil melihat Palu Kecil di tanganya.
__ADS_1
"pengetahuanmu itu masih minim, coba alirkan tenagamu ke palu itu." ucap Ling.
Lalu Huangse mengalirkan tenaganya ke dalam palu kecil yang ia pegang, dan tiba tiba Palu Kecil itu berubah menjadi Palu Raksasa "apa, palu ini berubah menjadi besar." ucap Huangse.
"Huangse, apa yang kau takutkan saat menggunakan senjata berat?" ucap Ling.
"yang aku takutkan adlaah, aku tidak bisa mengangkat senjata itu karena kekuatanku masih lemah, dan karena beratnya itu mungkin akan memperlambat gerakanku." ucap Huangse.
"makanya aku memilihkanmu senjata itu, karena senjata itu bisa berubah menjadi Palu yang besar, dan palu itu akan ringan saat di angkat oleh pemakainya, tapi jika menimpa musuh beratnya juga seperti Palu Raksasa pada umumnya." ucap Ling.
"trima kasih guru." ucap Huangse.
"oh iya, senjata itu juga sangat praktis dan tidak menghabiskan banyak, karena kau bisa mengubahnya menjadi palu kecil lagi." ucap Ling.
Ling memasukan kembali senjata kedalam cincin penyimpanan selain eenjata yang telah murid muridnya pilih "berikan senjata yang sudah kalian pilih, aku akan sedikit memodifikasinya agar menjadi lebih kuat." ucap Ling.
Mereka memberikan senjata yang ada di tanganya kepada Ling, Ling mengambil senjata senjata itu dan kembali kerumah "aku ada sebuah permainan untuk kalian sembari menungguku, tangkap ini." ucap Ling sambil melempar sebuah lonceng.
Huangse menangkap lonceng yang Ling lempar "cara mainya adalah, siapa yang tidak membawa lonceng saat aku kembali akan di hukum, jadi yang tidak membawa lonceng harus mengejar dan mengambil lonceng dari orang yang membawanya, dalam huitungan ketiga permainan akan di mulai, 1…2…3 mulai, aku pergi dulu." ucap Ling sambil melesat kerumah.
Huangse berlari dan melompat ke dahan pohon dan di keraj oleh Hongse, Lanse dan Luse "maaf kakak, tapi aku tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan guru berikan." ucap Hongse dan menendang Huangse sampai jatuh ke tanah.
Sfx : brak
Hongse mengambil lonceng dari Huangse "kalau kak Hongse bermain seperti itu aku juga ikutan, maaf ya kak." ucap Lanse dan menyerang Honse.
"ets, tidak semudah itu ferguso." ucap Hongse sambil menghindar dan mengangkis serangan Lanse.
"kamfret, aku tadi lengas, sekarang terima balasanku." ucap Huangse dan menyerang Hongse.
Huangse mengunci Hongse dengan ketat "ampun kak, ah, ampun." teriak Hongse.
"masih berani menyerang kakak mu ha." ucap Huangse.
__ADS_1
"ampun kak, ampun, ah." teriak Hongse.
Lanse mengambil laonceng yang ada pada Hongse "kakak kakak sekalian aku pergi dulu ya." ucap Lanse sambil meledek Hongse dan Huangse.
"hai kembali kau." terial Hongse sambil menunjuk Lanse.
"ayo kejar dia." ucap Huangse dan melepaskan kuncinya lalu mengejar Lanse.
Hongse meloncat dan berhasil menangkap kaki Lanse, lalu ia menjatuhkan Lanse ketanah "cepat serahkan lonceng itu padaku." ucap Honse.
"tidak akan, *******." ucap Lanse.
"tidak mau ya, akan kupukul kamu, rasakan ini." ucap Hongse sambil memukuli Lanse.
"ah, aku tidak akan menyerahkanya, ja…jangan di muka anying, ah." teriak Lanse.
Sfx : aaaarrrrrgggghhhh
"kalau mau mukulaku tidak apa, tapi jangan pukul adik kecilku dong, hu hu, ini snagat menyakitkan." ucap Lanse sambil memegang adik kecilnya dan merangkak di tanah.
"Hongse apa kau benar benar memukul otongnya Lanse?" ucap Huangse.
"itu, tidak di sengaja:v " ucap Hongse.
"anunya kak Lanse di pukul kak Hongse, apa masadepan kak Lanse akan hancur." ucap Luse yang melihat dari jauh dengan muka memerah sambil menutup matanya dengan tanagan.
Catatan : Luse menutup matanya dengsn tangan, namun tidak rapat sehingga dia masih bisa melihat dengan jelas kejadian di sana dari sela jarinya
Ketempat Ling berada
"aku akan memasukan Insti Roh Hewan Iblis untuk senjata senjata mereka, aku akan memilih Insti Roh Rathian untuk Panah Luse, Inti Roh Royal Ludroth untuk Pedang Lanse, Inti Roh Agnaktor untuk Pedang Hongse, dan Inti Roh Duramboros untuk Palu Huangse." ucap Ling.
"ini akan meningkatkan kekuatan dari senjata senjata mereka, sudahlah gak usah basa basi lagi, langsung saja kuy." ucap Ling dan memulai menggunakan teknik Segel Senjata.
__ADS_1
Karena Ling ingin mencoba kekuatan Fatalis jadi dia menggunakan Inti Petri Fatalis agar hasilnya lebih hebat, tak lam setelah menyelesaikan pekerjaanya, Ling bisa meraskaan ada kekuatan hebat dari senjata yang telah ia modifikasi, tapi ia agak ragu murid muridnya bisa menggunakan senjata ini atau tidak.
Catatan : Ling mendapatkan begitu banyak Inti Roh Hewan Iblis saat di gua, waktu ketemu sakura pertama kali, walau dia tidak ingin mengambil banyak Inti Roh Hewan Iblis, tapi Guru Shinno memasukan banyak Inti Roh Hewan Iblis karena dia tau barang barang ini akan berguna untuk Ling nanti