
"Tuan Ling anda sudah pulang, siapa gadis yang anda bawa ini?" ucap pelayan Istana.
"dia adalah pencuri yang mencuri uangku, aku sengaja membawanya kemari" ucap Ling.
Ling berjalan menuju penjara dan memasukan gadis yang mencuri uangnya ke dalam, Ling memilihkan tempat yang kosong, karena dia adalah perempuan, dan takut nanti terjadi apa apa dengan nya saat ia masukan ke tempat tahanan yang lain.
Ling berjalan menuju ruang latihan untuk berlatih lagi, karena dia menyadari kekuatanya kurang untuk melindungi Istana Kaminari, bahkan melawan Royale Ludroth saja dia kuwalahan.
"pertama tama, cari Jurus Baru dulu untuk di pelajari, hm, ini tidak bagus, ini mungkin cocok untuk ku tapi terlalu lemah, tidak ada jurus yang bagus di sini " ucap Ling yang sedang memilih buku di ruang latihan.
"lebih baik langsung berlatih saja, dan masuk ke alam bawah sadarku sendiri untuk menyerap Energi Alam" ucap Ling dan masuk ke alam bawah sadarnya.
"Ling, apa kau mencari Jurus baru?" ucap Pohon Suci.
"iya, saya sedang mencari jurus baru untuk meningkatkan kemampuan saya, apa Tetua Pohon Suci memiliki beberapa Jurus untuk saya?" ucap Ling duduk di lantai dan menggaruk kepalanya sambil tersenyum.
"aku ada sebuah jurus, tapi tidak tau kau bisa mempelajarinya atau tidak, ini kuberikan kepadamu, Jurus Pelahap Monster, kau bisa mengeluarkan seekor monster yang memiliki mulut yang sangat besar di area yang kau ingin kan" ucap Pohon Suci.
"selain untuk membunuh monster, jurus ini juga bisa menyerap kekuatan monster yang terkena jurus ini, aku memberikan ini untukmu karena kau sedang menghadapi serangan serangan monster bukan" ucap Pohon Suci.
"ha ha ha, terima kasih Tetua Pohon Suci, anda sangat mengerti keadaan saya" ucap Ling tertawa sambil menggaruk kepalanya.
"jika kau ingin menyelidiki kemunculan kemunculan monster yang tak terkontrol ini, lebih baik kau datang ke Neraka saja, mungkin kau akan menemukan jawaban dari semua ini di sana" ucap Pohon Suci.
"ah, terima kasih atas petunjuk yang anda berikan, kalau begitu saya akan pergi dulu" ucap Ling sambil berdiri dan keluar dari alam bawah sadarnya.
"pelayan tolong panggilkan Kakakku, Zilong, Alucard, Huo Wang, Bing Wang, Asta, kesini" ucap Ling sambil menunggu kedatangan enam orang ini.
"ada masalah apa Ling sampai memanggil kami bersamaan" ucap Dewa Kaze.
"aku ingin mengajak kalaian ke Neraka untuk menyelidiki masalah monster ini, aku baru saja mendapatkan petunjuk untuk pergi ke sana" ucap Ling.
"Dewa saja kita lawan, pergi ke Neraka juga bisa pastinya, ya ha ha, hayuk" ucap Ling sambip tertawa.
"kita pergi ke Neraka untuk menyelidiki masalah ini, dan juga ini demi kepentingan semua orang, jadi tunggu apa lagi" ucap Dewa Kaze.
__ADS_1
"kalau semua setuju, kita akan berangkat nanti, kalian siap siap dulu" ucap Ling.
Mereka kembali kekamar mereka masing masing untuk bersiap siap sebelum pergi ke Neraka, "Ling apa kau ingin pergi lagi?" ucap Miyuki.
"benar, aku akan pergi lagi menyelidiki masalah penyerangan monster ini, kau jagalah dirimu baik baik di sini" ucap Ling sambil tersenyum.
Setelah beberapa lama, mereka berkumpul lagi di Aula Istana "apa semua sudah siap?" ucap Zilong.
"kami siap kapan saja, tunggu apa lagi hayuk kita berangkat" ucap Bing Wang.
"ayo kita segera pergi, aku akan membuka portalnya di sini, jangan menunda nunda lagi saat aku sudah membuka portalnya, karena portalnya akan segera tertutup" ucap Dewa Kaze sambil mengeluarkan kekuatan.
"Shen kemari" teriak Dewa Kaze memanggil Shen.
"kau jagalah tempat ini dengan ketat aku akan pergi ke Neraka, jangan biarkan ada orang yang masuk ke ruangan ini, apa lagi masuk ke dalam portal" ucap Dewa Kaze.
"baik Yang Mulia, hamba akan melaksanakan tugas sebaik mungkin" ucap Shen sambil memberi hormat kepada Dewa Kaze.
Mereka bertujuh masuk ke dalam portal, mereka masuk ke arus ruang dimensi dan tak lama mereka sampai di Neraka.
"apa kita sudah sampai di Neraka" ucap Alucard.
"ya kalian ada di Neraka sekarang" ucap seseorang yang tak di kenal.
"siapa kau?" teriak mereka bertujuh secara sepontan karena kaget, karena mereka berada di Neraka, mereka sangat waspada pada siapapun, dan langsung menodongkan pedang ke orang ini.
"eh, slow boss, slow, namaku Sapar, aku juga berasal dari Dunia Manusia seperti kalian kok" ucap Sapar sambil tersenyum.
"kau berasal dari Dunia Manusia, tidak mungkin manusia biasa bisa pergi ke Neraka" ucap Alucard yang masih menodongkan pedang kepada Sapar.
"turunkan dulu pedangmu, aku ini sebenarnya sudah mati, dan aku bertugas di Neraka untuk menjaga wilayah ini" ucap Sapar menepis pedang Alu dengan perlahan.
"kau, sudah mati, tapi orang mati seharusnya di renkarnasi di sini, bukan jadi penjaga tempat ini" ucap Asta.
__ADS_1
"aku tidak tau kenapa aku di tugaskan menjaga wilayah ini, tapi yang ku tau, aku ini benar benar sudah mati, mungkin sekitar 5 tahun yang lalu, aku juga tidak ingat kapan aku mati" ucap Sapar.
"kau ini kawan atau lawan" ucap Ling sambil memegang pedang dan bersiap mengeluarkan nya dari sarungnya.
"aku tidak tau harus menyebut kalian teman atau lawan, tapi kalian orang pertama yang datang kewilayahku, jadi aku juga bertugas untuk mengantar kalian di Renkarnasi " ucap Sapar.
"Renkarnasi pala mu, kami ini masih belum mati" ucap Ling.
"apa, kalian masih hidup, kenapa bisa datang ke sini?" ucap Sapar yang terkejut dan penuh muka keheranan.
"kami ini sedang menyelidiki masalah monster di dunia, didunia ini sekarang para monster jadi tidak terkontrol" ucap Huo Wang.
"huh, bukan hanya di dunia kalian saja, di sini para monster juga tidak terkontrol, bahkan menjadi lebih kuat, aku setiap harinya selalu membereskan monster yang ingin masuk ke sini" ucap Sapar.
"awalnya aku ingin menyelidiki masalah ini, tapi aku masih ada tugas untuk menjaga tempat ini, jadi aku tidak bisa meningalkanya" ucap Sapar.
"apa kau tau siapa dalang di balik ini semua" ucap Huo Wang.
"aku tidak tau pasti, tapi aku menebak adalah Pengawal Raja Neraka sendiri yang bernama Ye Fan, dia sangat ber ambisi untuk menguasai Neraka, karena dia tidak ada harapan, mungkin dia membuat semua kekacauan ini" ucap Sapar dengan muka murung.
"tenang saja, biar kami yang selidiki masalah ini, kau hanya perlu menjaga wilayah ini" ucap Asta.
"sst, kita kedatangan tamu guys, ayo kita bereskan" ucap Ling.
"ha ha ha, kalau di sini, biar aku yang bereskan, aku ini bertugas untuk menjaga wilayah ini, jadi aku yang bertanggung jawab menjaga keamanan kalian saat ada di sini" ucap Sapar mengeluarkan pedangnya.
"dasar monster monster biadap, aku akan membunuh kalian jika berani datang ke tempat ini, tapi kalian malah berani datang ke sini lagi, Jurus Tebasan Tanpa Bayangan" ucap Sapar dan membunuh sekitar 500 monster langsung yang masuk dalam wilayah yang ia jaga.
"sepertinya orang ini kuat, pantas Raja Neraka menjadikanya penjaga wilayah ini" batin Ling sambil mengeluas dagunya dan tersenyum tipis.
"sudah selasai di sana, oh iya, apa aku tau kediaman Ye Fan ada diman?" ucap Ling.
"kalian tinggal berjalan saja ke arah utara dsri sini, nanti kalain akan menemukan ibu kota, dan Istana yang besar, setahuku dia tinggal di Istana" ucap Sapar memasukan pedangnya ke dalam sarungnya.
"oke, kami pergi dulu ya, kami akan menyelidiki masalah kami ini" ucap Ling berjalan ke arah Utara bersama teman temannya sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
"selidiki masalah ini baik baik ya, kalau ada waktu kapan kapan mampir ke sini lagi ya" ucap Sapar sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"huh, dasar monster yang bandel masih saja ada yang datang ke sini" ucap Sapar sambil menyerang para monster yang masuk ke wilayah nya.