
Setelah sampai di area pemakaman...
Gista berjalan lemas sambil membawa bucket bunga mawar merah yang segar Gista mencari2 tempat peristirahatan terakhir ibu nya...
ijong yang berjalan di belakang Gista hanya mengikuti Gista kemanapun Gista berjalan ijong tidak berani mendekati Gista Karen Gista pasti masih padanya gara2 kejadian di mobil sewaktu di perjalanan menuju makam Farida.
Akhirnya Gista menemukan sebuah gumplukan tanah yang rapih di lapisi rumput hias berwarna hijau terdapat tulisan nama ibu Gista dan Jonathan di nisan pusara tersebut yang hampir usang di makan waktu...
Gista beridiri di sisi pusara ibu nya...Gista terdiam lalu tersungkur dengan posisi setengah tertidur sambil memeluk gumbkukan tanah tersebut...
air mata yang di tahan selama ini oleh Gista yang merindukan ibu nya sudah tidak bisa di bendung lagi....
__ADS_1
semua nya keluar dan jatuh membludak d pipi cantik Gista....gista menangis sejadi2ny di samping pusara ibu nya terlihat dari ekspresi yang gisan Gista betapa Gista merindukan orang yang mengandung dan melahirkan serta menyayangi dirinya ketika dia kecil..
Gista menangis sesenggukan ijong yang menyaksikan adegan Gista ikut bersedih ijong seakan merasakan kesedihanGista yang mendalam terlihat dari mata ijong yang kini mulai berkaca2 tapi masih dia tahan untuk tidak keluar.,,ingin rasanya ijong memegang pundak Gista dan menenangkannya tapi apalah daya ijong berfikir Gista pasti akan menolak nya karena kesalahan yang telah ijong perbuat...
Gista sedikit mengangkat tubuh nya dari pelukannya terhadap pusara ibu nya...Gista menyimpan bunga mawar merah yang masih segar yang ia bawa tadi dan menggantikan bunga mawar layu yang berada di pusara ibu nya....
"Maaaaahhhhh....ini Gigis mah putri mamah....gigis datang mah,,Gigis bawa bunga mawar merah kesukaan mamah..."ucap Gigis sambil tangannya memegang nisan Farida.
Ijong yang mendengar perkataan di yang keluar dari bibir adik nya,,,ijong tidak bisa menahan air mata yang akan segera keluar dari mata nya akhir nya ijong yang berdiri di belakang Gista ikut menangis.
"Maaaahhhh.,,,maaf kan Gigis yang baru menemui mamah sekarang...Gigis sangat merindukan mamah...sudah lama Gigis menunggu saat saat seperti ini"ucap gista
__ADS_1
"Gigis senang mah ketika omah mengijinkan Gigis kembali ke Indonesia dan menetap disini tinggal bersama papah dan ka Jonathan,,,Mamah senang kan gigis pulang...jadi setiap hari Gigis bisa menemui maamh disini..."Ucap Gigis seperti orang yang berbicara pada manusia padahal itu hanya pusar Farida.
Ekspresi Gigis yang tadinya senyum seakan sedang mengobrol dengan mamah nya berubah menjadi tangisan lagi sesenggukan lagi manakala dia mengingat pada hari itu papah nya bersama wanita lain yang bernama Khea....
"Maaaahhhh....Gigis benci sama papah...papah jahat papah telah mengkhianati cinta mamah mana bisa papah kini mencintai wanita lain selain mamah...papah berencana menikahi wanita itu. itu tanda nya dia akan menjadi istri papah dan menggantikan posisi mamah di hati papah..."ucap Gista bersama tangisannya.
"Gigis gak mau mah....Gigis gak mau punya mamah baru apalagi wanita itu seumuran Gigis,,Gigis gak mau ada wanita lain di samping papah selain mamah dan gigis..
Gigis berjanji pada diri gigis...Gigis tidak akan membiarkan wanita itu masuk ke dalam keluarga kita gigis juga yakin wanita itu tidak baik buat papah...pasti wanita itu hanya mengincar harta papah.."ucap Gista
"Gista benci papah mah...Gista benci wanita itu..."ucap Gista sambil memukul2 tanah pusara ibu nya untuk melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
ijong yang melihat aksi adik nya itu langsung berjalan menghampiri Gista memegang pundak Gista dan memeluk Gista dan menyandarkan kan kepala Gista di dadanya...ijong menenangkan gista dengan mengelus elus rambut nya dan mengusap air matanya.
Gista yang mendapat perlakuan itu dari ijong hanya terdiam sambil menangis Gista menikmati pelukan ijong sadar atau tidak Gista seperti melupakan kemarahannya terhadap ijong akibat kesalahan ijong.