Permainan Cinta

Permainan Cinta
Bab 36. Pergi dengan Fandi


__ADS_3

Pelantikan Drumband masih berlangsung, tapi aku sudah tidak bisa lama ikut pelantikan karna aku mau pergi dengan Fandi. Aku langsung meminta izin dengan Ka Beno, Ka Fero dan senior lainnya saat itu.


"ka... Aku ke ruang drumband duluan yaa.. Mau ambil tas." Bisikku ke Ka Fero.


"Lo udah mau balik Ri?" Tanya Ka Fero. 


"Iyaa Ka, udah janji mau pergi soalnya sama pacar gue. Maaf yaa.." Jawabku sambil tersenyum malu.


"Ohhhh mau malam minggu. Iya iya...."Ledek Ka Fero.


Tiba - tiba telponku berdering. Fandi menelponku. 


"Halo Assalamualaikum sayang, aku udah di depan ya.." Sapa Fandi dari telpon. 


"Iyaa Walaikumsalam sayang, okee sebentar aku ke depan ya.." Jawabku tergesa - gesa dan langsung menutup telponnya.


"Ka, Ka.. Gue balik duluan yaa.. Mau pergi nih. Cowok gue udah jemput di depan." 


"Idihhh, mana...mana cowok lo? Kenalin lah sama kita - kita.. Anak mana Ri?" Ledek Ka Titi.


"Ihhh malu dia Ka... Dia temen kampus gue ka, anak teknik mesin."


"Idih ngeri banget loh anak teknik. Gondrong nih pasti." Ledek Ka Fero.


"Beda banget dia mah kayak anak teknik biasanya. Rapih banget dia Ka, wangi lagi hahaha..."


"Cieelahhh.. Masih pasangan baru mah di sanjung - sanjung yaa..." Ledek Ka Titi.


"Udah ah, duluan yaa semua..." Sahutku lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Lalu aku berjalan ke depan gerbang menghampiri Fandi yang sudah menunggu.


"Sayang.." Sahutku yang langsung memeluk Fandi.


"Sayang... Ih malu nanti diliatin temen - temen kamu tuh." Jawab Fandi malu.


"Hahaha biarin." Sejujurnya saat itu aku ingin Yori dan Lani melihat bahwa aku sudah punya pacar dan mesrah di depan mereka. 


"Yuk Yaang, ini helmnya." Kata Fandi langsung memasangkan helm kepadaku.

__ADS_1


"Makasih sayang aku.. Yuk, aku laper nih.." 


"Sama... Mau makan dimana yaang?"


"Cari bakso yuk sayang."


"Boleh.. Kamu tau bakso enak dimana?"


"Aku tau bakso enak dan murah, yuk berangkat sayang." 


Aku dan Fandi pun jalan, untuk awal kencan kita hari ini adalah membeli bakso. 


"Enak kan sayang?" Tanyaku sambil mengunyah bakso.


"Enak sayang, kenyang banget aku ini." Jawab Fandi sambil mengelus perutnya. 


"Alhamdulillah... Aku seneng kalo kamu kenyang."


"Kita mau nonton atau mau jalan - jalan aja yaang hari ini?" Tanya Fandi sambil memegang tanganku.


"Jalan - jalan aja deh, aku lagi gak pengen nonton. Lagian lagi gak ada film yang mau aku tonton yaang.." 


"Yaudah kita mau jalan kemana?" 


"Bolehh, yaudah yuk. Kamu udah selesai kan ini makannya?" 


"Udah sayang."


"Sebentar, ini berapa harganya?"


"Dua Belas Ribu Rupiah sayang."


"Yaudah nih punya aku yaa duitnya." Fandi langsung meletakkan uangnya di atas meja.


Jangan heran untuk masalah ini ya... Karna selama berpacaran dengan Fandi jika jalan bersama pasti kita bayar sendiri - sendiri. 


"Udah sayang?" Tanya Fandi yang sudah siap duduk di motor maticnya.


"Udah." Jawabku singkat dan langsung naik motornya.

__ADS_1


"Okee.. Kita jalan yaa..."


Selama di perjalanan Fandi terus menatapku dari kaca spion motornya dan dia selalu tersenyum.


***


"Kita mau liat apa dulu nih Yaang?" Tanya Fandi.


"Ke tempat aksesoris dulu yuk Sayang. Hehehe.." Jawabku sambil manja.


"Iyaa sayang.. Aku ikutin kamu aja maunya kemana.." 


"Makasi acar aku sayang, yuk.." Jawabku sambil menarik tangan Fandi.


"Ada yang mau kamu cari emang?" 


"Yaa kalo ada yang cocok aku beli sayang." 


"Yaudah, aku temenin aja yaa. Nunggu di depan toko aja nanti.


"Iyaa sayang." 


Aku melihat - lihat di dalam toko aksesoris lumayan agak lama dan untungnya Fandi sabar menunggu di depan toko. 


"Sayaaanggg.." Sahutku yang sudah selesai lihat - lihat dan belanja di toko aksesoris.


"Udah?" Tanya Fandi dengan wajah agak bete.


"Kamu bete ya sayang?" Tanyaku sambil menatap matanya.


"Lumayan. Kamu lama banget sih lagian. Aku udah kayak orang bener nunggu disini sampe berapa jam ini." Jawab Fandi sambil melihat jam di tangannya.


"Maaf sayang, tadi kamu santai - santai aja. Sekarang jadi marah gini." 


"Yaudah pulang aja lah, aku capek." Jawab Fandi dengan kesal.


Fandi pun berjalan sendiri di depanku tanpa menggandeng tanganku. Dia memang cepat sekali bete. Sepanjang jalan di dalam mall dia hanya mendiamiku saja, aku benar - benar bingung harus bilang apa.


"Hmm Fan, kayak biasa yaa.. Aku di turunin di ujung aja. Aku mau naik angkot aja pulangnya." 

__ADS_1


"Gak usah di bilangin juga aku udah tau." Jawab Fandi ketus.


Aku tidak lagi menjawab saat dia sudah ketus seperti itu. Jalan - jalanku bersama Fandi hari ini sangat buruk.


__ADS_2