Permainan Cinta

Permainan Cinta
Bab 42. Third Anniversary


__ADS_3

Tak terasa hubunganku di bulan Desember ini sudah masuk bulan ketiga kamu berpacaran. Aku merasa lama sekali dengan Fandi, lebih banyak drama. Dan tepat hari ini, hari 3 bulan aku dan Fandi. Kita akan menonton film kesukaanku yang sudah di rencanakan, Fandi rela menemaniku menonton film vampir walaupun dia tidak mengikuti filmnya dari awal. 


"Sayang, nanti kita mau nonton dimana?" Tanyaku di chat BBM.


"Yang deket aja yaang... Di kalibata kali ya.." Balas Fandi dengan cepat.


"Yaudah nanti selesai kuliah kamu kabarin aku yaa... Aku sebentar lagi selesai ini kayaknya."


"Iya sayang, nanti aku kabarin yaa..."


Aku sibuk melihat jadwal film yang pas untuk aku dan Fandi menonton. 


"Cieelah... Mau nonton sama ayang nih kayaknya.." Sahut Jessica saat aku lagi sibuk buka HP.


"Hahaha ih kepo aja lo yaa Beb." Jawabku malu.


"Itu gue liat lo lagi bolak balik liat jadwal film bioskop itu Beb...." 


"Iyaa hari ni gue sama Fandi udah 3 bulan Beb, terus gue mau nonton sama dia deh." Jawabku sambil tersenyum.


"Idih cieelahhhh, asik banget deh ah berduaan di bioskop pas lagi anniv." 


"Hahahaha gak berduaan dong gue, kan ada yang lain ikut nonton Beb."


"Hahaha iya deh iya... Jadi lo bakal serius gak nih sama si Fandi Beb?" Tanya Jessica.


"Hmmm gue gak tau yaa Jes, gue sih berusaha mau serius aja walaupun gue gak tau bakal jadi atau gak nantinya. Sebenarnya gue udah capek drama sama dia Beb. Bahkan sebenarnya nih ya gue udah gak sanggup deh kayaknya bertahan sama dia Beb." 


"Eh seriussan lo Beb? Yaudah putusin aja... Dari pada lo bertahan tapi udah gak ada rasa." 


"Gak tau deh Beb, gue bingung. Kenapa yaa gue tuh kalo pacaran selalu dilema buat putus atau terus..." Jawabku.


"Dulu sama mantan lo juga gitu Beb?"


"Iyaa.. Padahal gue udah tau dia main api sama sahabat gue, tapi gue masih mau berusaha mempertahankan hubungan. Sama halnya dengan ini... Sejujurnya diawal gue nerima cinta dia tuh karna gue mau coba hubungan yang cepet, dulu gue sama mantan gue pendekatan sampe setahun Beb, nah ini sama si Fandi cuma seminggu doang udah gue acc. Padahal gue belum ada feel sama dia." 


"Kaget banget sih gue Beb, gue baru tau nih lo cerita gini. Terus si Fandi tau?" Jessica langsung menggenggam tanganku dengan erat.

__ADS_1


"Gak, dan gue rasa dia juga pura - pura sama gue. Tapi yahh... udahlah." Jawabku sambil menghela nafas.


"Tapi jujur yaa Beb, gue liat Fandi nih kayak ada yang di sembunyiin sama lo. Kayak gak tulus sama lo.. Tapi yaa gue gak mau ikut campur urusan lo berdua, makanya gue kalo ngomongin lo sama dia kan suka ngasal."


"Yaa gak tau deh Beb, sampai kapan hubungan gue sama Fandi ini bertahan. Kita liat aja nanti yaa Beb." 


***


Selesai kuliah, aku langsung mengabari Fandi. Ternyata Fandi sudah selesai dari siang dan dia menungguku di kantin. 


"Sayang, maaf yaa aku baru selesai kuliah ini. Kamu masih di kantin?" Tanyaku lewat chat BBM.


"Ini aku masih di kantin kok sayang, yaudah aku samperin kamu kesitu yaa..." Balas Fandi dengan cepat.


"Yaudah aku tunggu di depan yaa sayang." 


Fandi pun datang menghampiriku dengan motor maticnya.


"Sayang, mendung lagi ini." Jawabku khawatir.


Fandi pun langsung membawa motornya dengan kencang, di pertengahan perjalanan hujan turun. Walaupun tidak terlalu deras, tapi ini cukup membuat kami jadi basah kuyup. 


"Tuhkan bener feeling aku sayang, kehujanan deh kita. Ini bisa masuk angin kamu..."


"Udah gapapa yaang, gas terus. Kan besok libur ini... "


Setelah 30 menit kami di perjalanan menuju bioskop kalibata dan kami lumayan kena basah karna kehujanan. 


"Aku pake jaket aja nanti di dalem bioskop. Nanti kena AC juga kering kok Yaang.." Jawabku sambil merogoh jaket dari tasku.


"Serius gapapa kamu?" Tanya Fandi seperti khawatir.


"Iyaa sayang gapapa kok. Udah ini aku pake jaket aja..."


"Yaudah yuk masuk, ada kan yaa jam 7 filmnya?" Tanya Fandi sambil menggandeng tanganku. 


"Iyaa sayang, yeayyy kita nonton vampir hahahaha..." 

__ADS_1


"Seneng banget sih kamu hahaha..." Kata Fandi sambil mencubit pipiku. 


Aku dan Fandi pun masuk studio film, dan aku hanya terus fokus dengan filmnya walaupun dalam keadaan baju yang setengah basah.


"Sayang, kamu kedinginan gak?" Tanya Fandi sambil berbisik. 


"Agak...." Jawabku agak bergetar.


"Sini, aku peluk. Aku juga kedinginan." 


Fandi pun memelukku dengan erat sepanjang film berjalan, dia terus saja menciumi pipiku dan memandangku.


"Sayang... Fokus ah sama filmnya. Awas kalo kamu macem - macem yaa..." Bisikku sambil mencubit perut Fandi.


"Aw.. Iyaa gak yaang.. Cium dikit doang aja kok hehehe.." Jawab Fandi dengan wajah yang mulai tidak terkontrol.


"Udah, lepasin. Aku udah gak kedinginan." Jawabku ketus.


"Jangan marah lagi yaa... Kan aku cuma mau peluk sama cium kamu aja Yaang.." Bisik Fandi sambil menggenggam tanganku.


Aku hanya diam tidak menjawab omongannya, setelah itu Fandi hanya terdiam dan ikut fokus nonton film sampai selesai.


Setelah filmnya selesai kurang lebih hampir 2 jam, aku langsung minta pulang.


"Ayo pulang Yaang.." Jawabku sambil menarik tangan Fandi.


"Kamu gak marah kan?" Tanya Fandi seperti ketakutan.


"Gak kok. Yaudah yuk."


"Mau makan dulu gak?"


"Makan indomie enak kali yaaa di warkop 24 jam yaang.." 


"Kamu mau makan mie instan? Okee.. Aku tau warkop deket sini." 


Hari itu benar - benar menyenangkan untukku dan Fandi, tepat bulan ketiga kami jalan berdua nonton bioskop dan makan indomie di warkop. Tapi aku tidak tau bagaimana perasaanku selanjutnya setelah ini, karna kali ini aku punya rencana untuk putus dengan Fandi. 

__ADS_1


__ADS_2