Permainan Cinta

Permainan Cinta
Bab 34. Ujian


__ADS_3

Seminggu ke depan aku ujian, dari mulai teori sampai ke praktikum. Dari semalam aku sudah bilang Fandi untuk tidak menggangguku belajar, dan aku senang Fandi bisa mengerti. 


"Ri, aduh.. Gue deg deggan banget nih. Takut gak bisa ngerjain." Kata Rani yang saat itu sedang berusaha tenang tapi tidak bisa. 


"Santai aja Beb..." Sahut Jessica santai.


Memang diantara aku Rani, Jessica dan Resty. Jessica yang paling santai saat mau ujian, Rani yang paling panik, Resty si tenang dan pintar, aku yang paling fifty - fifity. H-1 ujian biasanya aku masih santai, tapi kalo hari H ujian aku pasti sudah merasakan gangguan kecemasan. Terkadang bisa bolak balik ke toilet untuk pipis atau batuk - batuk dan mual karna panik. 


Hari pertama ujian adalah hari Senin, yaitu ujian Teori. Ada Teori anatomi, fisiologi, biokimia dan masih banyak lagi. Nanti di hari berikutnya hari Selasa adalah praktikumnya, lalu di hari Rabu dan Kamis kami ujian Skill Lab, yaitu ujian seperti layaknya dokter dan pasien, Kita belajar menjadi dokter sehari - hari saat periksa dan mencari gejala pasien sampai akhirnya kita tau penyakit dan pemberian obatnya. Lalu di hari Jum'at biasanya kami ujian Teori kasus. Setelah itu Sabtu kami libur. Dan Senin berikutnya kami masuk lagi ke blok berikutnya. Dan saat angkatanku, di kedokteran tidak ada UAS. Hanya ujian setiap blok selesai. 


"Duh, skill lab gue ngaco banget deh kayaknya. Gue ngeri gak lulus nih." Jawab Rani sambil menggaruk - garuk kepalanya dan membolak - balikkan catatannya.


"Positif aja sih Ran, jangan di pikirin terus. Senin besok kita udah masuk blok baru loh.." Sahutku.


Rani menghela nafas panjang dan tersenyum.


"Udah?" Tanya Jessica sambil menatap Rani.


"Udah lebih better. Yaudah sekarang gue mau pulang, mau nyalon terus bobo cantik. Nikmatin 2 hari libur.." Jawab Rani bersemangat.


"Gue juga mau pulang terus nonton drama korea sepuasnya." Kata Resty.


"Gue mau Shopping sama kakak gue." Sahut Jessica.


"Duh.. gue balik aja deh. Mau bobo..." Jawabku santai.


"Lo gak pergi sama Fandi? Biasanya langsung di jemput acar nih." Ledek Jessica.


"Eh sialan lo hahaha... Gak ah, lagi males jalan sama dia. Pengen langsung pulang aja.." 


"Yaudah kalo gitu gue balik duluan yaa guys, supir gue udah dateng tuh. Daah...." Kata Rani sambil berjalan pergi dan melambaikan tangan kearah kami.


"Hati - hati Rann... " Sahut ak, Jessica dan Resty.


"Gue juga yaa duluan. Dahh guys.." Sahut Jessica yang juga pergi meninggalkan aku dan Resty.


"Lo di jemput atau naik busway Res?" Tanyaku.


"Gue kayaknya naik busway deh Ri. Nyokap masih sore kan baliknya.. Nunggu nyokap kelamaan."

__ADS_1


"Yaudah, barengan yuk ke depannya." Ajakku ke Resty.


Aku dan Resty pun jalan ke depan bersama dan kami berpisah di depan gerbang kampus, aku yang naik angkot dan Resty naik busway. 


Selama di perjalanan aku tidak lupa menghubungi Fandi, "Sayang, aku udah pulang yaa. Mau tidur rasanya.. Dari kemarin kan tidur gak bener karna minggu ujian. Kamu dimana?" 


Ternyata Fandi cepat membalas pesanku, "Gimana ujiannya hari ini sayang? Lancar? Iyaa yaudah hati - hati yaa.. Besok kamu libur atau masuk? Aku masih di kampus ini sama temen - temenku."


"Alhamdulillah lancar, doain lulus yaa Yang.. Iyaa sayang aku besok libur. Kenapa? Oh yaudah nanti pulangnya hati - hati yaa Fan." 


"Gak mau jalan sama aku besok? Iya sayangku.. Aku masih lama deh kayaknya nongkrong di kampus. Gapapa kan?"


"Mau jalan kemana emang? Yaudah gapapa, jangan malem - malem banget tapi yaang."


"Yaa kemana kek, nonton atau makan gitu yaaang? Iyaa sayangku siap..."


"Liat besok deh yaang, takutnya mama sama bapak mau ngajak pergi kan."


"Oh gitu, yaudah deh kabarin aku yaa besok." 


"Iyaa sayang."


"Ini udah mau sampai rumah kok."


"Yaudah nanti pulang langsung istirahat yaa sayang." 


"Iyaa pastinya, kamu udah makan belum?"


"Udah kok sayang, tadi aku makan di warteg. Kamu?"


"Belum hehehehe.. Kamu kan tau aku kalo udah ujian gak nafsu makan. Nanti makan di rumah aja..."


"Ih kamu, gak pusing tuh kepalanya dari pagi gak makan?"


"Kan aku udah minum susu tadi pagi yaang.. Nanti di rumah aku makan yang banyak yaa.."


"Iyaa kamu harus makan banyak loh." 


"Iyaa siap sayang aku. Aku udah turun yaa.. Nanti kalo udah selesai bersih - bersih aku kabarin kamu lagi ya sayang."

__ADS_1


"Okee sayangku." 


***


"Assamualaikum..." Aku sampai rumah dan mengucapkan salam saat di depan pintu yang di kunci mama.


"Walaikumsalam... Eh anak Mama udah pulang. Ssst jangan berisik yaa nak, bapakmu baru pulang jaga. Lagi tidur itu.." Sahut mam yang sambil membuka pintu rumah.


"Iyaa Maa.. Ini aku mau bersih - bersih terus istirahat juga."


"Udah makan kamu?"


"Belum."


"Yaudah makan dulu baru istirahat."


"Nanti aja deh, aku ngemil dulu. Dari tadi perutku kan kosong, jangan langsung makan berat." 


"Yaudah, ada roti tawar tuh kalo mau ngemil yaa.." 


"Iya Ma..."


"Gimana ujiannya nak?"


"Alhamdulillah bisa dan lancar. Doain aja yaa Maa.."


"Pasti mama doain kok nak."


Setelah aku selesai bersih - bersih, aku langsung menghubungi Fandi, "Sayang, aku udah rebahan nih. Tadi aku udah ngemil roti dulu, soalnya kan perut aku udah lama kosong. Jadi gak boleh langsung banyak makan. Nanti malah muntah." 


Aku menunggu balasan Fandi sampai tertidur. Karna dia membalasnya kali ini lumayan lama.


"Yaudah kamu istirahat gih.. Aku masih nongkrong. Yaudahhh nanti kamu makan banyak.."


Karna aku lama sekali membalas chat BBMnya, Fandi membalas lagi, "Kamu kemana? Tidur ya? Yaudah nanti kalo udah bangun kabarin aku yaa sayang. Love You." 


Setelah 2 jam lebih aku tidur, aku terbangun karna di bangunkan oleh Bapak untuk sholat ashar. Dan aku pun segera membalas chat Fandi, setelah itu bergegas sholat.


"Sayang, iya aku ketiduran. Sebentar aku sholat ashar dulu yaa.. Love You Too."

__ADS_1


Aku mulai nyaman karna Fandi akhir - akhir ini sudah mulai pengertian, tidak lagi seemosi dulu. Bahkan dia mau mengerti saat aku sedang minggu ujian ini. Proses hubunganku di bulan kedua ini sangat aman. 


__ADS_2