Permainan Cinta

Permainan Cinta
Bab 33. Drama Sandy dan Christine


__ADS_3

Selama di perjalanan, aku hanya berfikir seperti apa nanti saat aku, Fandi dan Bang Roy melihat drama Sandy dan Christine saat mereka sedang menyelesaikan urusan mereka. Apa baik kita semua ada bersama mereka saat ini?


"Sayang...." Aku memanggil Fandi saat lampu merah.


"Ya kenapa sayang?" Tanya Fandi menoleh ke belakang. 


"Bener gak sih kita ini kesana? Hmm maksud aku kan baiknya mereka berdua aja yang selesaiin urusan mereka. Kita gak usah ikut campur." 


"Yaa aku sebenarnya juga gak mau tapi karna dia temen aku yaang, jadi aku mau bantu."


"Kalo nanti gak bisa di selesaikan dengan kita, biar mereka berdua yang selesaiin yaa sayang." 


"Iyaa sayang.." 


Tak lama, aku dan Fandi sampai di rumah Sandy. Ternyata sampai sana sudah ada Christine dan Bang Roy. Aku dan Fandi masuk ke dalam, sudah ada Bang Roy duduk di ruang tamu.


"Assalamualaikum.." Sapaku dan Fandi saat masuk.


"Walaikumsalam." Jawab Bang Roy.


"Sandy mana Bang?" Tanya Fandi.


"Di dalem. Jangan berisik dulu yaa.. Mereka lagi ngobrol di dalem." Bisik Bang Roy.


"Di kamar? Yahhh sekalian itu mah.." Jawab Fandi meledek.


"Eh sekalian apa?" Tanyaku sambil menyenggol Fandi.


"Emang ye pikiran lo Fan Fan.." Ledek Bang Roy.


"Tau nih.." Kata ku sambil mencubit Fandi.


Fandi hanya tertawa. 

__ADS_1


"Apa kabar lo Ri?" Tanya Bang Roy.


"Alhamdulillah baik Bang, Bang Roy?" Jawab Bang Roy sambil tersenyum.


"Alhamdulillah baik juga.. Aman kan lo berdua? Jangan ada drama korea lagi yaaa..." Ledek Bang Roy.


"Hahaha gak kok Bang... Fandi sama aku mulai membaik sekarang." 


"Syukurlah.." Jawab Bang Roy sambil tersenyum.


"Ya kamu gak bisa egois gitu dong San! Kita tuh udah jelas gak ada tujuannya. Kamu tuh pikirin juga masa depan aku, masa depan kamu!" Suara Christine terdengar sampai depan ruang tamu.


Aku, Fandi dan Bang Roy saling tatap. 


"Udah udah kita diem aja..." Kata Bang Roy sambil memainkan ponselnya.


Tak lama kami mendengar suara tangisan Christine. Aku tidak mendengar Sandy membentak Christine sama sekali walaupun suara Christine tadi sempat terdengan keras sekali. Aku yakin Sandy orang yang lembut dan baik, sehingga dia setulus itu dengan Christine walaupun ujungnya mereka tidak jelas. 


"Ini udah sejam mereka belum kelar?" Tanya Fandi yang sambil senderan di pangkuanku. 


"Sabar sayang.." Jawabku sambil mengelus kepalanya.


"Sama aja kayak hubungan mereka kan... Gak bakal jelas hubungannya... Sama halnya yang mereka diskusiin ini. Gak bakal jelas selesai atau gak." Sahut Bang Roy sambil berleha - leha di sofa tamu.


5 menit kemudian Sandy dan Christine keluar ke depan ruang tamu. Aku, Fandi dan Bang Roy langsung memposisikan duduk tegap.


"Ehhh... Udah kelar nih dramanya?" Ledek Fandi.


Aku menyenggol dan berbisik ke Fandi, "Sayang, bercanda kamu gak tepat ah."


Wajah Sandy dan Christine masih tegang, sepertinya aku merasa kalau urusan mereka belum selesai.


"Aku balik duluan ya guys." Jawab Christine langsung membawa tasnya.

__ADS_1


"Lah Tin. Kok cepet banget sih? Gak mau main dulu disini?" Tanya Fandi.


"Gak, aku ada urusan Fan. Next time ya." Jawab Christine. 


"Eh gue anterin aja Tin." Sahut Bang Roy.


"Gak usah Bang, aku udah di jemput kok sama supirku. Tuh di depan udah dateng.. Duluan yaa semua.. Dahh.." Christine pun pamit dan pergi meninggalkan kami semua yang masih terbengong - bengong. 


Setelah Christine pergi Sandy duduk terdiam di samping Bang Roy.


"Lo mau cerita atau gak?" Tanya Bang Roy ke Sandy.


"Kalo lo mau cerita kita siap dengerin San." Sahut Fandi.


Fandi menghela nafas panjang, "Tahun depan gue pindah kampus." Jawab Sandy pelan.


"Hah? Jadi? Yahhh temen gue berkurang satu deh." Sahut Fandi. 


"Terus apa hubungannya sama Christine?" Tanya Bang Roy heran.


"Yaa ada Bang, gue akhirnya minta maaf sama dia karna memang di awal kan kita gak ada komitmen sama sekali, gak ada rencana buat pacaran juga karna kita taulah ujungya gak akan jelas. Nah, gue merencanakan untuk mempercepat pindah kampus aja." Jawab Fandi dengan jelas. 


"Lo mau pergi dari Christine dengan cara ini San?" Tanya Fandi.


"Yes. Gue udah terlanjur sayang banget sama dia Fan. Dia berhak bahagia, begitupun gue. Kalo gue masih terus di kampus ini dan ketemu dia, gue akan semakin bingung harus gimana. Masalah ini sensitif banget Fan karna agama, kita gak bakal bisa nyatu. Christine gak salah kalo dia deket sama cowok lagi yang seiman."


"Ohhh seiman... Sekarang dia lagi deket sama yang seiman..." Sahut Bang Roy.


"Berarti San, lo harus mulai deket dan buka hati buat cewek lain yang seiman juga." Jawabku.


"Belum bisa Ri, gue sekarang fokus pendidikan dulu. Gue gak mau salah pilih lagi." 


"Setuju sih gue sama lo San. Mending lo fokus aja sama pendidikan, setelah lo selesai cewek bisa lo dapetin nanti kalo lo udah sukses." Jawab Bang Roy sambil menepuk pundak Sandy.

__ADS_1


__ADS_2