
Setelah Fandi selesai cemburu dengan Reza, aku jadi jarang membicarakan Reza dengan Fandi untuk menjaga perasaannya. Saat aku sedang asik ngobrol dengan Fandi, Bang Roy dan Sandy datang menghampiri ke kantin.
"Eh.. Udah pada selesai kuliah?" Tanya Fandi saat melihat mereka.
"Gue nunggu Bang Roy keluar dulu tadi, gue udah selesai dari tadi." Jawab Sandy.
"Kalian udah lama disini?" Tanya Bang Roy.
"Udah lumayan sih Bang.." Jawabku.
"Ehh besok Christine ulang tahun, gue mau kasih dia surprise deh." Sahut Sandy.
"Seriussan besok doi ulang tahun? Emang lo masih komunikasi sama Christine?" Tanya ku kaget.
"Yaang.. Dia ini masih keep komunikasi sam si Christine, cuma yaa sekedarnya. Supaya gak makin terbawa perasaan." Sahut Fandi.
"Yaaa namanya cinta tak bisa memiliki gitu deh Ri..." Jawab Bang Roy.
"Ah sialan lo Bang hahaha... Yaudah ah gue mau kasih dia surprise besok. Bantuin gue yaa Ri, Fan, Bang." Kata Sandy sambil tersenyum.
"Ciee.... ada makan - makannya gak nih?" Tanya Fandi meledek.
"Iyaa.. Makan - makan di rumah gue kok.." Jawab Fandi.
"Yang ulang tahun si Christine, yang traktir si Sandy. Emang sih lucu lo San.." Sahut Bang Roy.
Akhirnya kami semua merencanakan untuk surprise Christine, aku harus sibuk membantu.
"Besok lo yang kabar - kabarin Fandi yaa Ri.. Lo harus ikutin Christine kemanapun." Kata Sandy sambil menjelaskan.
"Siap... Nanti gue kabarin Fandi, jadi gue besok pantau si Christine yaa.. takutnya dia pergi sama gengnya San." Jawabku.
"Iiihh ngeri yaa anak kedokteran mainnya geng - gengan..." Ledek Fandi.
"Hahaha yaa kan ada yang temen - temen deket banget. Sahabatlaah.. Aku bilangnya geng." Jawabku.
"Yaaa pokoknya nanti lo kabar - kabarin." Kata Sandy.
"Lo mau beliin kue atau apa San surprisenya?" Tanya Bang Roy.
"Gue kasih kue aja kayaknya Bang.." Jawab Sandy.
"Udah tau mau kasih kue apa? Christine tuh keliatannya anak hits loh, jangan kasih kue murah.." Kata Bang Roy sambil melihat - lihat kue di internet.
"Iyaa Bang, gue tau kok. Makanya gue gak mau sembarangan kasih kue Bang.. Gue mau kasih yang terbaik. Siapa tau ini surprise pertama dan terakhir dari gue buat Christine." Kata Sandy dengan wajah sedih.
"Ih.. Serem banget sih lo ngomongnya San, kayak orang mau pergi selamanya aja.." Kata Bang Roy sambil menepuk pundak Sandy.
"Bukan gitu Bang, kan gue sama Christine gak ada status pacaran.. Cuma saling tau suka sama suka aja.. Dan kemungkinan tahun depan gue pindah kampus. Jadi kan gak mungkin lagi gue kasih surprise di tahun - tahun berikutnya.. Siapa tau tahun depan dia punya cowok baru, gue punya cewek baru. Ya kan?" Jelas Sandy.
"Ohhh.... Yang jelas dong ngomongnya.. Yaudah kita kasih surprise terbaik, buat Chritine gak akan pernah lupain surprise ini yaa.." Kata Bang Roy.
"Okee mulai jalankan misi besok yaaa San..." Kata Fandi yang sambil merogoh - rogoh kunci motor di kantong celananya.
__ADS_1
Sandy hanya mengangguk.
"Yaudah... Gue sama Fandy balik duluan yaa.." Kata ku sambil bersiap - siap.
"Iya ini udah sore, jadi gue balik duluan yaa sama Riri.." Fandi berdiri.
"Yaudah kalian hati - hati ya.." Kata Bang Roy.
"Hati - hati guys.." Sahut Sandy.
Aku pun ikut Fandi sampai depan jalan menuju rumahku, seperti biasanya aku belum siap membawa Fandi ke rumah.
***
Keesokan harinya, kami mulai menjalankan misi surprise untuk Christine.
Dan setelah kegiatan kuliah selesai, aku tetap memantau Christine yang ternyata dia diberi surprise oleh teman - teman dekatnya. Aku langsung mengabari Fandi saat itu karna teman - temannya sudah memberi surprise. Setelah selesai surprise aku menghampiri Christine dan memberikan ucapan selamat ulang tahun dan mencari tau setelah ini dia akan pulang atau pergi dengan teman - temannya.
"Tiiiinnn... Happy Birthday yaa..." Sahutku langsung memeluk Christine.
"Ehhh Makasih Riri...." Jawab Christine dengan senyuman dan membalas pelukkanku.
"Hmmm gimana hubungan kamu sama Sandy Tin?" Tanyaku to the point.
"Hmm masih komunikasi baik sih Ri, emang si Fandi gak ada cerita yaa sama kamu?"
"Gak sih, si Fandi gak pernah cerita soal kalian."
"Udah lama banget gak kumpul sama kalian yaa.... Kumpul lagi yuk.." Kata Christine dengan senang.
"Serius? Tadi si Sandy juga sempet nanyain aku sih hari ini aku pergi atau gak selesai kuliah. Katanya dia mau ngajak ketemuan."
"Ih kebetulan... yaudah sekalian aja yuk Tin."
"Boleh... Ini temen - temen aku juga gak jadi ngajak makan tadi karna pada ada urusan masing - masing. Paling nanti pas weekend kita jalannya."
"Yaudah aku hubungin Fandi dulu yaa... Kamu tunggu sebentar yaa.. Aku sekalian mau ke toilet dulu."
"Okee.. Aku tunggu disini yaa..."
Aku pun meninggalkan Christine dan mencari tempat sepi untuk menelpon Fandi.
"Halo Assalamualaikum sayang.."
"Iyaa Walaikumsalam sayang.. Gimana?" Jawab Fandi dari telpon.
"Aku udah berhasil hasut si Christine nih untuk ke rumah Sandy.... Si Sandy juga udah sempet kontak si Christine tadi pagi katanya, udah buka obrolan mau ngajak ketemuan."
"Okee bagus kalo gitu yaang... Yaudah nanti kamu kabarin yaa kalian nunggu dimananya, ini si Sandy masih ribet banget pilihin kue buat Christine."
"Hahaha yaudah oke deh, jangan lama - lama tapi yaa.."
"Iyaa sayang, yaudah aku tutup telponnya yaa.. Assalamualaikum."
__ADS_1
"Okee.. Walaikumsalam."
Aku pun kembali ke Christine dan memberitahukan bahwa Fandi setuju dan dia masih ada urusan dulu baru nanti ke rumah Sandy.
"Kita nunggu di bawah aja yuk Ri." Kata Christine yang repot membawa kue bekas surprise dari teman - temannya tadi.
"Yuk, mau aku bantu bawain gak Tin?" Tanyaku.
"Boleh Ri.. Makasih yaa.."
Aku dan Christine turun ke bawah dan menunggu Fandi, Sandy dan Bang Roy di lobby gedung FK. Setelah sekitar 1 jam, Fandi menelponku sudah ada di depan untuk menjemput ku dan Christine.
"Tin, si Fandi udah jemput. Sama Bang Roy tuh katanya..." Kata ku sambil bersiap - siap keluar dari gedung.
"Si Sandy?" Tanya Christine.
"Si Sandy katanya udah di rumah. Makanya cuma Fandi dan Bang Roy yang jemput kita Tin."
"Oh gitu.. Yaudah."
Aku dan Christine pun keluar karna Bang Roy dan Fandi sudah di depan dengan motor masing - masing.
Perjalanan dari kampus ke rumah Sandy ternyata cepat saat itu hanya 1 jam kurang, sesampai disana Sandy sudah menyiapkan kue dan saat Christine masuk ke dalam rumah Sandy, Sandy sudah siap dengan kue dan lilin menyala.
"Happy Birthday Christine!!!" Teriak kami semua serempak.
Sontak Christine menutup wajahnya karna terharu.
"Ahhh terimakasih yaa kalian semua udah kasih aku surprise gini. Kaget ihh.."
"Tiup dong lilinnya, keburu habis tuh lilin." Sahut Fandi.
Lalu Christine pun meniup lilinnya dan langsung memeluk Sandy.
"Udah kaliii mesra - mesrahnya jangan di depan kita gini.." Ledek bang Roy.
Kita pun semua tertawa bahagia malam itu, lalu tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Fandi pun mengantarkanku pulang, Sandy juga mengantarkanku pulang. Sedangkan Bang Roy pulang sendiri, tapi kami pulang beriringan. Pertama kami semua mengantarkan Christine dulu, lalu aku. Sesampai di rumah mama langsung keluar pagar dan panik.
"Pulangnya malem banget sih..." Sahut Mama seperti kesal.
"Maaf yaa tante, tadi kita kasih surprise Christine kelamaan." Jawab Sandy sambil tersenyum.
"Dulu yaa pacar Riri pas SMA si Yori gak pernah bawa pacarnya sampai semalam ini." Jawab Mama dengan jengkel.
Aku dan Fandi hanya saling tatap saat Mama mengatakan seperti itu.
"Yaudah maa, ini makanya mereka nganterin aku bareng kesini. Tadi nganter Christine dulu ke rumahnya.. Baru aku..." Jawabku sedikit gugup.
"Yaudah lain kali jangan malem gini yaa pulangnya.." Kata Mama.
"Yaudah tante, kami pamit pulang ya... " Sahut Fandi yang langsung salim tangan Mama.
"Yaudah hati - hati.. Terimakasih yaa Fandi.. Sandy.." Jawabku dan Mama.
__ADS_1
Mereka pun jalan pulang, aku punya perasaan yang tidak enak karna pasti Fandi akan marah setelah dia dengar mama membandingkan Fandi dengan Yori.