Permainan Cinta

Permainan Cinta
New Story: Gadis Nakal Milik CEO Tampan


__ADS_3

Jangan lupa kepoin juga cerita baru Author.


Judul: Gadis Nakal Milik CEO Tampan



Cuplikan Bab 1


"Hei, kalau jalan itu pakai mata!" hardik Jane saat dirinya mabuk berat, tanpa sengaja menabrak tubuh seorang pria. Ia dengan lantang, berani melempar kalimat caci maki terhadap pria yang tampak rapih dengan wibawa yang tinggi di balik pakaian formal yang dikenakannya, saat itu sang pria sedang kebingungan mencari sahabatnya di sebuah Klub Malam yang sangat terkenal di kota Bandung.


Karena tak terima dirinya di bentak begitu saja, lantas pria tersebut langsung mendorong tubuh Jane yang sedang oleng hingga jatuh tersungkur dengan posisi bokong yang menghantam lantai.


"Kamu yang salah, tapi kamu yang berani nyolot!" balas pria yang bernama lengkap Jonathan Tanadi, atau akrab di sapa Joe.


Apes yang di terima, ia malah mendapat perlakuan tak patut dari seorang wanita yang jauh lebih muda darinya.


Jane semakin tersulut emosi karena Joe berani mendorong tubuhnya. Ia bangkit dari posisi, lalu dengan sengaja menginjak punggung kaki Joe sekeras-kerasnya hingga Joe berteriak dengan suara yang sangat kencang, sebanding dengan irama alunan musik DJ yang memekakan telinga di lantai dansa.


Joe semakin geram terhadap perbuatan Jane, dan terjadilah adu mulut yang menegangkan. Sementara, orang-orang berusaha memisahkan keduanya, dan beberapa petugas mencoba membubarkan kerumunan.

__ADS_1


Tak berhenti sampai disitu, Jane meraih gelas tamu yang berada di atas meja, dengan berani ia menyiram pakaian Joe dengan minuman tersebut hingga meninggalkan noda di pakaian Joe.


"Aish!" pekik Joe, dan Jane membalasnya dengan seringai seakan puas atas tindakannya itu.


"Rasain!" Jane hendak berlalu, Joe berusaha meraih lengannya. Namun, Zico, sahabat Joe berusaha meredakan situasi yang terjadi.


"Joe, udah, Joe! Yuk mending kita balik!" Zico menarik lengan Joe keluar dari tempat tersebut, tetapi, amarah Joe masih belum mereda.


"Sialan tuh perempuan!" umpat Joe sambil memperhatikan Jane yang tengah meledeknya dengan menjulurkan lidah kearahnya.


"Awas kau!" Joe menunjuk gadis itu dengan ancaman, Jane semakin gencar melempar guyonan pada Joe. Ia tanpa rasa malu mencondongkan bokongnya dengan sedikit goyangan, terlihat dari kejauhan oleh Joe.


"Joe, udah Joe!!!" Zico berusaha menghentikan amarah Joe kembali, dan akhirnya mereka berdua berhasil keluar dari tempat durjana itu.


"Bangsat tuh perempuan, berani-beraninya ngeledek aku!" Joe masih tampak kesal, dan Zico malah menertawakan saat melihat ekspresi kawannya tersebut.


"Udah lah, perempuan sengklek gak perlu di lawan! dia bukan lawanmu," ujar Zico, Joe menggeleng dengan tatapan dingin menghadap lurus kedepan.


Joe masih berbincang dengan Zico, dan secara random, ia menyandarkan tubuhnya di depan mobil seseorang yang terparkir di halaman. Mereka berdua sedang berdiskusi tentang insiden yang terjadi barusan.

__ADS_1


Sementara itu, Jane, dalam keadaan sempoyongan karena efek mabuk, ia bergegas untuk pulang. Ia berusaha membuka pintu mobilnya, yang terparkir tidak jauh dari tempat Joe berdiri setengah duduk di depan mobil Jane.


Jane tahu bahwa Joe masih berada di sana, dan karena masih penuh emosi, dia sengaja menekan klakson mobilnya dengan keras, membuat Joe kaget pada saat itu.


"Woy, minggir!" teriak Jane dengan nada sumbang, yang langsung menarik perhatian Joe. Ia menoleh ke belakang dan menyadari bahwa wanita sama yang baru saja ia hadapi di dalam klub, sekarang berada di dalam mobil tersebut. Amarahnya pun langsung kembali bangkit.


"Heh, perempuan rese!" hardik Joe dengan suara keras. Ia bangkit lalu melangkah dengan pasti menuju pintu mobil Jane dan menggedornya dengan kasar. "Keluar dari mobil, sekarang! Urusan kita belum selesai!" perintahnya dengan nada tegas.


Namun, Jane, dengan wajah mengejek, hanya mengulangi seruan Joe dengan suara berulang-ulang, seolah meremehkan Joe.


Joe semakin marah, matanya fokus menatap Jane melalui kaca mobil yang terlihat gelap dari luar. Ia merasa seakan-akan dipermainkan oleh wanita ini.


Namun, Jane sama sekali tidak mengindahkan teguran Joe. Dengan enggan, dia memundurkan mobilnya, lalu melaju ke luar dari barisan parkiran dengan kasar, meninggalkan Joe yang masih penuh amarah di tempat tersebut. Konflik antara Joe dan Jane masih jauh dari selesai.


"Awas kamu!" ancam Joe dengan teriakan lantang kearah mobil yang melaju semakin cepat.


Joe terus mengumpat tanpa henti, emosinya sulit dikendalikan setelah insiden tersebut. Dia merasa kesal dan marah karena tidak dapat menyelesaikan konflik dengan Jane.


Sementara itu, Jane tampaknya baik-baik saja. Ia bahkan puas dengan tindakan dan perkataannya itu. Menurutnya, pertemuan dengan Joe hanya merupakan episode pertama dan terakhir yang tidak begitu penting dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2