
Selang sehari setelah aku bercerita dengan Rani, Jessica dan Resty aku di hubungi Bang Roy kalau Fandi mulai lagi mendekati cewek dan itu teman seangkaanku di FK, namanya Indri. Aku terkejut karna baru beberapa hari kita putus tapi dia sekarang mulai mencari cewek baru. Aku pun mendengarnya langsung dari orangnya, dia menghubungiku lewat BBM.
"Ri... Si Fandi ini mantan lo bukan?" Tanya Indri.
Aku sama sekali tidak dekat dengannya, karna dia termasuk di dalam geng yang hits. Teman - temannya yang cantik - cantik dan badai semua gayanya dan terlihat semua barang dan baju yang di pakainya branded semua.
"Iya Ndri. Kenapa?" Balasku.
"Ini dia ngechat gue ngajak kenalan." Balas Indri.
"Ohhh yaa gue ingetin lo aja yaaa, hati - hati sama dia. Anaknya suka tebar pesona." Jawabku seperti mengompori agar Indri membatasi komunikasi dengan Fandi.
"Oh gitu yaa.. Oke deh Ri, thanks ya."
"Oke sama - sama Ndri."
Setelah beberapa jam kemudian ada pesan masuk dari Fandi. Ya.. Setelah kejadian putus aku mengunblock BBM Fandi. Jadi Fandi bisa mengirimkan pesan lagi untukku.
"Maksud lo apa ya Ri jelek - jelekkin gue ke Indri?" Chat Fandi seperti marah.
"Jelek - jelekkin gimana ya Fan?" Balasku cepat.
"Udah deh lo gak usah sok gaktau, gue tau kok dari Indri. Lo masih belum bisa lupain gue? Hahaha..."
Fandi benar - benar sombong dan percaya diri yaa.... Bahkan aku pun sudah malas dengan dia.
"Pede sekali anda yaa.... Jangan sok ganteng deh Lo Fan, gue ngomong yang sejujurnya kok sama Indri supaya dia hati - hati sama lo." Balasku dengan kesal.
__ADS_1
"Udah deh lo gak usah ikut campur urusan gue. Mending lo urusin aja hidup lo dan pacar khayalan lo tuh Reza."
Berdebat saja dia masih membahas Reza yang jelas - jelas itu hanya idolaku. Benar - benar kekanak - kanakkan sekali Fandi.
"Ih males juga ikut campur sama urusan lo ya, itu karna Indri nanya aja sama gue makanya gue kasih tau. Bye deh lo..."
"Hahaha kasian lo.."
Setelah itu aku tidak lagi membalas pesan Fandi, karna menurutku dengan terus membalas pesannya aku akan semakin emosi dan kesal. Sangat menyebalkan laki - laki seperti itu sikapnya.
***
Hari ini aku hampir telat masuk kelas karna kesiangan, aku pun segera berlari dan masuk ke dalam lift. Ternyata di lift aku bertemu Indri, tampak dari wajahnya dia sinis sekali denganku. Aku hanya diam dan tidak sedikit pun ingin menyapanya, jelas sekali pasti Fandi sudah menghasut Indri yang buruk - buruk tentang aku. Apalagi mereka sekarang sedang pendekatan.
Tak terasa lift berhenti di lantai 5 tempat ruang kuliah besar, aku pun keluar duluan dari lift tanpa mau melihat wajah Indri yang sok cantik.
"Hmm iya.." Jawabku singkat.
"Eh kenapa lo?" Tanya Rani.
"Asli gue kesel banget sih sama Indri, sok cantik banget. Yaelah.."
"Kenapa dia? Hahahaha emang sih mukanya aneh gitu. Mana badannya kurus banget kayak cacingan hahahaha..." Jawab Rani sambil terkekeh dan meledek.
"Ehhh ssst.. Jangan sembarangan ngomongnya lo, kalo temen - temennya dengen gimana?" Kata ku sambil menutup mulut Rani dengan tanganku.
"Ihhh.. Biarin aja, emang sok cantik sih dia Beb, lo liat aja dari semua temen - temen deketnya nih se-geng dia doang yang paling gak cantik, dia tuh kayak cuma di manfaatin doang tau sama temennya. Lo perhatiin deh."
__ADS_1
"Hahaha iya ya? Ih Fandi kok bisa deketin cewek kayak gitu yaa.."
"Hah? Fandi mantan lo? Dia deketin Indri? Cepet banget Beb asli. Kaget banget loh gue Beb. Pantes lo ngomel - ngomel dari tadi, lo cemburu yaa? Cieelahhh move on Beb." Rani terus saja mengoceh tanpa henti.
"Ih sembarangan lo kalo ngomong, ya gaklaah... Masa iya gue cemburu sama cewek modelan kayak gitu sih Beb. Gak laah, gue gak suka aja yaa.. Gue mau bantuin dia supaya gak di modusin sama si Fandi ini, eh dia malah lebih pro ke Fandi terus si Fandi malah ngata - ngatain gue lagi kemarin di chat BBM. Sialan banget tuh cowok, duuuuh..."
"Hahaha duhh lagi si Fandi matanya kenapa sih? Harus cek ke dokter mata deh dia, masa dari lo ke Indri, ngaco banget emang."
"Iyaa emang... Eh ini Jessica sama Resty kemana ya?" Tanyaku sambil mencari - cari.
"Gaktau." Jawab Rani singkat.
"Dih, kok lo kayak bete gitu sih gue tanya mereka? Ada apa nih? Ada yang gue gaktau ya?"
"Gak deh Beb, gue lagi males sama Jessica."
"Ya ada apa emangnya? Kok gak cerita sih?"
"Gak usah deh, udah Beb. Gue lagi males sama Jessica."
"Ih masa gitu sih, oh itu dia Jessica duduk berdua sama Resty. Gue suruh duduk sini ya.."
"Gak usah deh ah, males. Biarin aja duduk disana sama si Resty."
"Loh... Kenapa sih ini? Nanti gue tanya Jessica ya.."
"Yaa lo tanya aja deh sama dia, gue males bahasnya."
__ADS_1
Tiba - tiba saja raut wajah Rani berubah drastis menjadi kesal. Aku melihat Jessica duduk berdua dengan Resty dan juga duduk di sebelah temanku yang lainnya bernama Mily dan Sera.