Permainan Cinta

Permainan Cinta
Will You Marry Me?


__ADS_3

Reina mematikan ponselnya, lalu melempar benda itu ke atas tempat tidur. "Eugh, menyebalkan!" pekiknya geram.


Sementara, Ryan masih menangis dalam dekapannya, Reina berusaha untuk menghibur seraya menenangkan anak laki-laki tersebut.


"Cup, Cup, sayang, sayang." Reina menggendong Ryan, lalu membawanya keluar agar bisa menghirup udara segar.


"Nyonya, Ryan kenapa?" tanya Airin dengan nada khawatir, Reina langsung menyerahkan Ryan pada Airin.


"Tadi Ryan takut habis lihat ondel-ondel," kata Reina, Airin mengerutkan keningnya. "ondel-ondel dimana?" tanya Airin heran. Melihat reaksi Airin membuat Reina terkekeh geli.


"Itu loh, Papanya Ryan, tadi dia kasih lihat Ryan ondel-ondel waktu kami sedang video call," papar Reina berusaha menghibur hatinya sendiri.


Airin mengangguk sambil menimang-nimang Ryan yang masih menangis. "Oh, emangnya lagi ada karnaval ondel-ondel, ya?" tanya Airin dengan wajah polos, Reina menanggapinya dengan tawa.


"Ah, udah ah, Mbak kepo!" Reina mengibaskan tangannya. "saya titip Ryan ya, jangan lupa bikinin susu!" titahnya, kemudian ia kembali kedalam kamar.


Saat sampai depan pintu, ia melihat ponselnya menyala diatas tempat tidur, Reina melangkah untuk mengetahui siapa yang menelponnya lagi.


"Astaga, Dokter Qiu," batin Reina, ia merasa tak enak padanya karena sudah membatalkan perjanjian.


Dengan rasa tak tenang, ia mengangkat panggilan darinya.


"Halo Dok, saya minta maaf ya tadi saya tidak datang," ujarnya dengan gugup. Namun, ia malah mendapat jawaban lain dari sang Dokter.


"Iya, tidak apa-apa, Reina," balas Qiu Ming dari sebrang. "saya mau minta tolong," lanjutnya, Reina terdiam mendengarkan ujaran selanjutnya yang akan di utarakan pria tersebut.


Qiu Ming berkata dan menjelaskan jika sepulang bertugas, ia hendak melamar Selly, tetapi ia tak bisa melakukannya.


Mendengar hal itu, Reina tampak sangat antusias karena ini yang ia inginkan.


"Dokter serius?" tanya Reina dengan senyum lebar yang mengembang di bibirnya mengetahui pria tersebut akan melamar sahabatnya, Selly.


"Ya, sore ini kau bisa bantu saya, kan?" pintanya, dan Reina langsung menyetujui untuk bertemu di tempat yang sudah di tentukan.


***


Sampai saatnya tiba, Reina berdandan secantik mungkin, tak lupa ia juga meminta izin pada suaminya lewat pesan singkat.


Ia merasa harus melakukannya, meski ia tahu Richie mungkin tak akan peduli lagi padanya.


Setelah dirasa siap, ia bergegas dan keluar dari dalam kamar sambil menyandang tas kecil di bahunya.


"Nak, kau mau kemana?" tanya Bu Lily penasaran ketika melihat menantunya sudah cantik di balik mini dress yang di kenakannya.


"Aku ada perlu sebentar dengan Selly," jawabnya, dan Bu Lily mengangguk mengizinkan.


"Baiklah. Kalau begitu hati-hati, ya. Jangan pulang terlalu malam!" pesannya dengan tegas, Reina menganggukan kepala.


"Iya, Ma. Aku titip Ryan ya, Ma." Reina mencium lengan sang Mama mertua, lalu ia melangkah menuju garasi untuk mengendarai motor maticnya.


"Mau pergi lagi, Nyonya?" tanya Betran seorang Security penjaga pintu gerbang utama mansion, Reina sesaat membuka kaca helmnya.

__ADS_1


"Ya Pak," jawabnya dengan santun, Betran langsung membukakan pintu untuknya.


Dalam perjalanan, ia berpikir tentang rencana lamaran yang akan diatur oleh Dokter Qiu Ming. Ia merasa senang dan bersedia membantu sahabatnya bahagia.


Setelah beberapa saat, Reina tiba di lokasi pertemuan yang telah diatur, mereka bertemu di sebuah restoran pinggir pantai yang berkonsep kapal pesiar.


Ia melihat Qiu Ming sudah menunggunya.


"Halo, Dok," sapa Reina dengan senyuman kecil.


Pria itu berdiri, kedua matanya berbinar saat menatap Reina yang berjalan semakin mendekat kearahnya.


"Selamat sore, Mama muda yang cantik." Qiu Ming dan Reina berjabatan tangan.


Tak bisa di pungkiri, getaran cinta di hati Qiu Ming masih ada untuk Reina. Namun, ia segera menepisnya, karena ia musti segera meresmikan hubungan dengan Selly setelah apa yang ia perbuat padanya pada malam itu.


Qiu Ming memilih tempat duduk di salah satu meja di tepi jendela, menikmati pemandangan biru laut yang memukau.


Reina menyambutnya dengan senyuman cerah saat ia mendekati meja di hadapannya.


"Silahkan duduk!" titah Qiu Ming, Reina mengangguk kemudian mendaratkan bokongnya di atas tempat duduk.


Mereka berbincang santai sambil menikmati minuman.


Reina melihat bucket bunga yang begitu cantik, berikut kotak cincin berbentuk hati dan berwarna merah.


"Saya benar-benar gugup, Reina. Karena ini adalah yang pertama bagi saya," ujarnya, Reina senantiasa memberi arahan dan mengajarkan.


"Anggap saya ini Selly." Reina berdiri dari posisinya, lalu Qiu Ming meraih kedua tangan Reina dengan gemetar.


Qiu Ming yang gugup di hadapan Reina, ia menghela napas sambil merekatkan gigi dan tepi bibirnya.


Qiu Ming menatap tajam kedua mata Reina, dengan ini perasaanya terhadap Reina semakin mendalam.


Reflek ia menyunggingkan sudut bibirnya ketika menikmati keindahan wajah gadis di hadapannya. Tetapi, sayang, targetnya bukanlah Reina.


Reina hanya sebagai peraga saja, hingga lamunannya buyar seketika saat membayangkan hal yang indah dan romantis bersama Reina.


"Ehem," Reina berupaya memecah keheningan.


"Eh, Maaf." Qiu Ming yang gugup langsung menegakan tubuhnya kembali.


"Santai, dong. Ini hanya latihan," ucap Reina dengan nada lembut, berusaha memberikan semangat pada Qiu Ming. "Pikirkan ini sebagai kesempatan untuk berlatih."


Qiu Ming mengangguk dan mencoba merilekskan diri. "Baiklah, saya akan mencobanya lagi. Semoga semuanya berjalan lancar."


Reina menjalani peran sebagai Selly dengan baik. Ia mendengarkan dengan penuh perhatian saat Qiu Ming mulai berbicara tentang perasaannya. Meskipun ini hanya latihan, Reina merasa tersentuh oleh kata-kata dari Qiu Ming.


Setelah beberapa latihan, Qiu Ming semakin percaya diri. Ia merasa semakin siap untuk melaksanakan rencananya dengan Selly.


"Horee!" Reina bertepuk tangan saat berhasil mengajari Qiu Ming.

__ADS_1


Kini saatnya mereka untuk menatikan Selly.


"Rileks saja, Dok," kata Reina, Qiu Ming mengangguk dengan mantap.


Tak beberapa lama, orang yang mereka nantikan telah hadir. Selly terlihat sangat anggun di balik dress berwarna krem, dan juga rambut panjang yang menjadi andalannya tergerai dengan indah, dan sedikit curly di bagian ujungnya.


Reina menyambut sahabatnya dengan pelukan, "Selly." Reina tersenyum melihat sahabatnya akan di lamar.


Selly juga tak henti-hentinya mengembangkan senyuman, apa lagi disaat bertemu dengan pria pujaanya.


Reina memberi gestur supaya Qiu Ming segera melancarkan aksinya.


Dengan gugup dan deg-degan, lelaki itu berlutut di hadapan Selly dan di hadapan banyak orang yang berada di tempat tersebut.


"Selly," kata Qiu Ming dengan penuh perasaan, matanya menatap dalam ke mata wanita yang dicintainya.


"Tak ada kata yang mampu menggambarkan perasaanku saat ini," lanjutnya dengan penuh rasa cinta. "Di hadapan sahabat baikmu dan semua orang yang ada disini, aku ingin memberanikan diri untuk menyatakan segenap isi hatiku." Dengan perasaan gemetar, Qiu Ming membuka kotak cincin berlian yang berkilauan, dan ia mengarahkannya kepada Selly yang sedang berdiri di depannya.


Dengan tatapan penuh cinta, dia berkata, "Selly, maukah kau menikah denganku? Apakah kau bersedia menjadi pasanganku? Will you marry me?"


Selly terkejut, namun dengan senyuman yang begitu indah, dia menjawab, "Ya, Qiu Ming, aku mau! Aku mau menjadi istrimu."


Reina langsung memberikan sorakan riang sambil memeluk Selly. Mereka merayakan momen indah ini bersama, sambil tawa dan air mata kebahagiaan mengalir. Dalam saat mengharukan ini, Selly dan Qiu Ming telah memulai perjalanan mereka menuju kebahagian yang tak terbatas menanti di depan mata.


Kejutan lainnya masih menanti, secara diam-diam Reina menyuruh orang-orang yang berada di tempat itu berkumpul.


Tiba-tiba, mereka mulai membentangkan spanduk yang berwarna cerah dan bertuliskan "Will You Marry Me?" dengan huruf-huruf yang besar dan mencolok.


Mereka bertepuk tangan dan serentak menyanyikan sebuah lagu romantis yang berjudul "Can't Help Falling in Love" yang di nyanyikan dalam versi Mandarin.


Selly melebur dalam kebahagiaan yang tak terkira pada malam ini, orang-orang tersebut sengaja di pilih oleh Qiu Ming dan Reina sebelum acara lamaran di lakukan.


Reina mengabadikan momen bahagia ini seakan tak ini terlewatkan sedikitpun.


"Selamat ya kalian," ucap Reina sambil memeluk Selly.


"Terimakasih, beib," balasnya.


Di tengah-tengah haru dan bahagia, Selly teringat pada putranya, sehingga ia memutuskan untuk segera pulang setelah berpamitan pada Selly dan Qiu Ming yang tengah bersuka cita.


"Maaf ya, aku musti pulang sebelum semakin larut," pamitnya.


"Re, kau hati-hati ya," kata Selly memperingatkan.


Reina berjalan menuju parkiran, lalu ia memacu sepeda motornya.


Di tengah perjalanan, ia tak henti-hentinya mengembangkan senyum membayangkan acara yang baru saja berlangsung.


Reina berharap, Selly dan Qiu Ming akan menjadi pasangan yang bahagia, karena kebahagiaan Selly sangat berharga baginya, meski ia sendiri memilki problem dalam kehidupan penikahannya bersama Richie.


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2