Permainan Cinta

Permainan Cinta
Jebakan Jackson


__ADS_3

Malam itu, di tengah keresahan hatinya, Reina menghadiri pertemuan yang sudah di janjikan dengan Qiu Ming di sebuah cafe.


Qiu Ming datang lebih awal, ia begitu bersemangat menyambut kedatangan Reina.


"Selamat malam Mama muda yang cantik," sapa Qiu Ming dengan senyuman ramah pada Reina.


"Malam juga, Dok," balasnya, lalu keduanya duduk berhadap-hadapan, suasana menjadi lebih canggung dari biasanya. Namun, Reina menganggap Qiu Ming seperti seorang sahabat tak lebih dari itu meski bentuk perhatian Qiu Ming terkesan berlebihan.


Reina menunjukan kedua matanya yang sembab karena terlalu lama menangis membuat lelaki tampan itu begitu mengkhawatirkannya.


Setelah memesan minuman dan dessert, Qiu Ming meminta Reina untuk mengutarakan semua permasalahannya.


Reina menghela napas panjang, mencoba untuk rileks.


Qiu Ming terdiam dengan serius sembari memperhatikan wajar Reina saat mencurahkan isi hatinya yang sedang kacau.


"Begitulah, Dok. Padahal sebelumnya dia adalah pria yang baik, dia sangat peduli dan sayang pada saya, bahkan dia rela mengorbankan hati dan perasaanya," papar Reina ia sesaat mengingat kebaikan Richie dimasalalu serta merenungi kesalahan yang telah di perbuat kepada Richie saat masih memilih pria lain, yaitu Melvin. "mungkin ini adalah karma dan hukuman untuk saya, saya menyesal, benar-benar menyesal." lanjutnya, Qiu Ming mengangguk mencoba memahami situasi yang dialami Reina saat ini.


"Bersabarlah, kita tak pernah tahu kedepannya akan seperti apa. Mungkin ini adalah cobaan dari Tuhan, kau musti kuat dan tabah sampai ujian ini berakhir," kata Qiu Ming dengan tutur katanya yang bijak, lalu ia meraih kedua tangan Reina dan menatap kedua matanya yang tengah menangis. "saya akan berusaha membantumu sebisa saya, mungkin suamimu butuh terapi tambahan untuk meningkatkan daya ingatannya yang hilang," sambungnya, Reina tak ingin terlarut, ia segera melepas genggaman tangan lelaki itu.


"Ya, terimakasih sebelumnya karena selama ini Dokter sudah dengan sabar merawat suami saya sampai dia sadar dan sehat kembali seperti semula." Reina mencoba ikhlas menerima semua cobaan ini, ia tersenyum meski hatinya menjerit.


Seusainya, Reina langsung membahas tentang konflik dirinya dengan Selly.


"Dok, tolong bantu saya, saya tidak mau sampai Selly membenci saya." Reina memohon dengan serius, Qiu Ming menganggukan kepala dengan cepat.


"Ya, saya bersedia membantu masalahmu dengan Selly, lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Qiu Ming, kemudian Reina meminta Qiu Ming untuk menghubungi Selly secara pribadi agar Selly datang ke tempat tersebut untuk menyelesaikan masalah.


***


Di lain tempat, Selly dan anggota tim nya sedang mengadakan party atas kemenangan mereka dalam bertanding voly.


Namun, ia tak menyadari jika dirinya sedang dalam bahaya, ia di incar oleh Jackson.


Jackson tak akan menyerah sebelum mendapatkan Selly meski dengan cara kotor.


"Silahkan diminum minumannya Nona-Nona," kata Jackson sambil membawakan minuman syrup untuk menyuguhi para gadis yang merupakan anak didiknya.


Ia menamai gelas-gelas tersebut satu per satu.


"Sell, itu gelasku!" protes Sindy saat Selly salah mengambil yang bukan miliknya.


"Eh, maaf mataku siwer," kata Selly sedikit malu.


"Yeh, mentang-mentang huruf depannya sama!" cetus Sindy sambil meneguk minuman dalam gelas miliknya.


"Sorry Sin." kini giliran Selly yang meneguk minumannya, Jackson diam-diam terus memperhatikan.


"Ayo Selly habiskan minumannya!" batin Jackson dengan seringai lebar.

__ADS_1


Tiba-tiba, Selly merasakan getaran di ponselnya, dengan cepat ia langsung mengecek untuk mengetahui siapa yang menelponnya.


"Qiu Ming," gumamnya ketika membaca nama pria pujaannya di layar ponsel, ia langsung menggeser layarnya keatas.


"Halo," Selly mengangkat panggilan dari Qiu Ming sambil tersenyum karena inilah saat yang dinantikan.


Hingga akhirnya Qiu Ming meminta Selly untuk datang ke cafe tempat Qiu Ming dan Reina berada saat ini.


"Baiklah, saya kesana sekarang," kata Selly di akhir pembicaraan, bahkan Qiu Ming tak mengatakan ia menyuruh atas perintah Reina.


"Gais, gais, aku permisi duluan ya," teriak Selly kepada kawan-kawannya yang tengah asyik bercanda.


"Yah malah pergi, gak seru dong!" keluh Sindy.


"Memangnya kau mau kemana?" tanya Jackson, ia berusaha menahan Selly, tetapi Selly tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan Qiu Ming, hingga terpaksa ia berbohong.


"Maaf, ada urusan keluarga, soalnya penting!" jawab Selly dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Ia bergegas dengan segera mengendarai mobilnya untuk bisa sampai ke tempat tujuan.


Di sepanjang jalan, Selly tak henti-hentinya mengembangkan senyum sambil memutar lagu romantis dan membayangkan Qiu Ming menjadi kekasihnya.


"Mudah-mudahan harapanku menjadi kenyataan," gumam Selly, betapa besar rasa cintanya kepada Qiu Ming.


***


Dengan amarah ia menghampiri keduanya, lalu sorot matanya mengarah tajam pada Reina.


"Apa maksudnya ini?!" tanya Selly dengan bentakan.


"Sell, akhirnya kau datang." Reina bangkit dari duduknya, dan hendak meraih tangan Selly, dengan cepat Selly sedikit menjauh tetapi masih mengawasi.


"Oh, jadi kau mau pamer dan memanas-manasiku, iya?!" tanya Selly dengan nada tinggi, sontak semua orang yang sedang makan di cafe melirik kearah meja no 12 tempat mereka berkumpul saat itu.


"Selly, kau salah paham, sebaiknya kau duduk dulu!" titah Qiu Ming sambil tersenyum hal itu berhasil membuat hati Selly luluh.


Ia duduk diantara Qiu Ming dan Reina, Reina meminta penjelasan dari Selly yang secara tiba-tiba ketus dan membencinya.


Awalnya Selly merasa malu dan ragu untuk berkata jujur, tetapi setelah di desak oleh Qiu Ming ia mau menjelaskannya secara rinci.


"Jadi, begitu..." kata Selly ketika menceritakan kejadian saat Qiu Ming memeluk Reina.


Qiu Ming tak mampu berkomentar banyak tentang itu, ia hanya menjelaskan ke intinya, juga ia mau melakukannya demi Reina, karena ia sebenarnya tak peduli tentang perasaan Selly terhadapnya.


"Selly, semua itu tak seperti yang kau pikirkan. Keadaan Reina sedang hancur, saya memberi pelukan untuk menenangkan perasaanya bukan berarti saya ada hati pada Reina," papar Qiu Ming, setidaknya hal itu bisa membuat hubungan persahabatan Reina dan Selly membaik.


"Oh begitu, maafkan aku ya Reina, aku sudah salah paham," kata Selly, dan akhirnya Reina bisa kembali tersenyum dengan ketenangan di wajahnya.


"Iya Sell, maafkan aku juga sudah membuatmu salah paham," balas Reina, lalu mereka saling merekatkan pelukan.

__ADS_1


Reina bisa merasakan kehangatan hati Selly begitu juga sebaliknya.


Hubungan persahabatan mereka kembali utuh, dan Qiu Ming senang melihat Reina bisa tersenyum kembali.


"Nah, kalian yang akur ya," ujar Qiu Ming sambil menepuk pundak Reina dan Selly yang sedang berpelukan.


Setelah semuanya usai, mereka langsung berpamitan satu sama lain.


"Reina, kau pulang denganku saja," ajak Selly saat mereka berjalan keluar dari cafe tersebut.


"Baiklah." Reina mengangguk, ia sudah tak canggung lagi pada Selly.


Tetapi, saat sampai di parkiran tiba-tiba, Selly merasakan pening yang luar biasa serta sensasi aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya.


Kini Selly melemah, ia hampir terjatuh.


"Sell, apa yang terjadi?" Reina panik, Selly berjongkok ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Rein berlari mengejar langkah Qiu Ming sebelum Qiu Ming pergi meninggalkan parkiran.


"Dok..!" teriak Selly memanggil, Qiu Ming yang sudah berkendara langsung menginjak pedal rem, lalu membuka kaca jendela mobil.


"Ada apa?" tanyanya, Reina langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Selly.


Mendengar hal itu, Qiu Ming beranjak kemudian menghampiri Selly yang semakin terlihat gelisah.


"Sell, apa kau baik-baik saja?" tanya Qiu Ming dengan nada khawatir, Selly menjawabnya dengan isakan.


"Tolong saya! Please tolong saya, Dok!" Selly memohon, kulit wajahnya terlihat sedikit memerah karena sensasi panas yang menyerang tubuhnya.


"Sebaiknya Dokter tangani dia, biar saya pulang pakai taxi online," ujar Selly, Qiu Ming mengangguk setuju karena Selly semakin melemah.


"Ya sudah, kau hati-hati, kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi saya." Qiu Ming memperingatkan, Reina berlalu dari hadapan keduanya, kini tinggalah Selly dan Qiu Ming.


"Ayo, Selly!" Qiu Ming mengajak Selly naik ke dalam mobilnya.


Malam itu sudah hampir pukul 11, Qiu Ming tak mungkin membawa Selly ke klinik rumah sakit karena jaraknya yang terlalu jauh di banding menuju apartemen tempat tinggal sementara miliknya.


"Sell, tak apa kan kalau saya menanganimu di tempat tinggal saya?" tanya Qiu Ming, Selly mengangguk dengan tatapan sayu.


"Tidak apa-apa, bawa saya kemanapun kau suka!" tiba-tiba Selly memeluk lengan Qiu Ming yang sedang menyetir.


"Sell, kau ini apa-apaan?" Qiu Ming mencoba menghindar tetapi kali ini Selly bertingkah aneh.


"Dok, saya semakin tak tahan!" ran-caunya, Qiu Ming menggeleng dan menghela napas, ia ingin segera menangani Selly karena keadaanya sudah tak wajar akibat obat yang di bubuhkan dalam minuman yang di beri oleh guru pelatihnya, Jackson.


...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2