
"Hey Caca!,Caca caca caca.....". Nama Caca terus-terusan di panggil di depan rumahnya,suara mereka terdengar sangat ramai.
"Iya aku datang".Caca keluar dengan terburu-buru sambil membawa beberapa pewarna yang berbeda-beda warnanya.
"Kamu bawanya banyak banget,kamu gak di marahin ibumu bawa semua itu?". Rani bertanya pada Caca sambil menengok ke arah pintu rumah Caca.
"Gak! ayo jalan!". Caca menyuruh Rani untuk segera berangkat ke sekolah.
---------------------
Sudah 1 jam murid kelas 12 berdiri di lapangan sambil bernyanyi lagu perpisahan,dan memberi beberapa suguhan hiburan untuk guru-guru mereka,sebagai kenangan terakhir mereka di sekolah.Di sela-sela hiburan terdengarlah informasi agar seluruh siswa,orang tua siswa dan guru duduk di kursinya masing-masing.
Tidak lama kemudian Guru senior di sekolah itu memberikan amplop pada kepala sekolah,dan kemudian memanggil satu persatu nama siswa agar maju ke depan di dampingi ibunya untuk mengambil surat hasil ujian dan pernyataan lulus.Setelah semua sudah mendapatkan amplopnya,kemudian guru senior mengumumkan nama yang memperoleh nilai tertinggi.
"Baik semua sudah mendapatkan suratnya,kami melangkah ke acara selanjutnya yaitu pembacaan 5 siswa yang memperoleh nilai tertinggi tahun ini". Sang guru memberikan beberapa amplop lagi pada kepala sekolah dan dia sendiri kembali membacakan nama-nama tersebut.
"Baik saya akan mulai membacanya,1) MARCHA MARCHELLA VIONA,2) RONAL ALVIANO BARA,3)MAHARDIKA, 4) NIA ALSHI, 5) DARA ANDINI.Baik untuk nama-nama tersebut silahkan maju ke depan,beri mereka tepuk tangan!". Sang guru mempersilahkan mereka dengan senyuman bangga pada anak-anaknya itu.
Kini mereka sudah menerima hadiah sesuai dengan posisi mereka,
kemudian mereka
menerima pujian-pujian dari kepala sekolah dan guru lainnya.Kini mereka
turun dari podium dan kembali ke orang tua mereka dengan senyum merekah
di wajah mereka.Caca begitu bahagia dengan hasilnya yang memuaskan
,tapi dia hanya menunjukan rasa bangga bukan sombong.
Seluruh murid pun kembali ke acara hiburan yang mereka siapkan dan
bermain warna yang di coret-coret di seragam mereka.Para orang tua sudah
di perbolehkan untuk kembali.
"Caca! kamu belum mau balik nak?".Ibu bertanya pada Caca saat hendak akan pulang.
"Belum
bu! ibu balik dluan aja nanti Caca pulangnya bareng Rani saja!".Jawab
Caca yang sudah mulai teralihkan perhatiannya pada acara corat coret.
"Ya sudah ibu dan ayah balik dulu yah sayang!". Ibu mengelus bahu Caca dan meninggalkan Caca.
"Hati-hati ya bu!".Caca mengantar ibunya sampai di tempat motor mereka di parkir.
Kemudian Caca bermain warna dengan teman-temannya mereka sangat membuat
hari itu meriah sehingga tidak akan di lupakan.Akan tetapi di balik itu
semua ada seseorang yang tidak senang.
"Kau sangat
menikmati hari ini,senyum mu merekah bagai bunga,kau terlihat tambah
__ADS_1
cantik dengan kebahagiaan itu,tapi aku tidak suka akan hal itu,aku ingin
kau menderita,karena kau Vioku harus pergi dari sekolah ini,karena kau
Ronal juga tidak mendengarkan aku lagi".Agus sangat kesal dengan Caca
yang ada dihadapannya saat ini,dia menunggu saat yang tepat untuk
mencelakai Caca.
Hingga saatnya tiba,Agus mendapatkan
cela ketika teman-teman Caca mulai berpindah tempat dan saat itu Caca
masih tetap berada di tempatnya,tali sepatunya lepas,dia memutuskan
untuk duduk ke bawah patung mengikat tali sepatunya.Karena posisi Agus
yang berada di belakang patung,Agus memutuskan untuk mendorong patung
indah itu agar menimpa Caca.Mati kau Caca.Ucap Agus dengan geram.
"Caca
awas,cacaaaa.....".Semua yang melihat Caca berteriak histeris,membuat
Caca heran dia menoleh ke belakangnya,jarak patung itu tersisa beberapa
jengkal saja,tidak memungkinkan baginya untuk menghindar.
Saat itu juga Agus meninggalkan tempat itu takutnya ada yang melihatnya.
"Bruukkk,,bruk..."
"AAAAAAA....".
tubuhnya di peluk dan terdorong ke tempat lain.
Saat
membuka mata,rupanya Ronal tengah memeluknya erat,mereka memang
terhindar dari timpaan patung,tapi kaki Ronal sebelah menjadi
sasarannya.Kaki Ronal di timpa patung itu,saat itu Caca sangat
kaget,sehingga tanpa sadar air matanya jatuh dan dia memeluk Ronal erat.
"Kau
kenapa melakukannya,kakimu terluka,kenapa kau harus
kemari,hikss,darahnya banyak sekali,hikss".Caca menangis sesegukan
ketika melihat darah yang mengalir dari kaki Ronal.
"Tutup
matamu,maaf yah Ronal,Caca takut darah,dia takut melihat orang yang
terluka di hadapannya langsung". Rani muncul tiba-tiba dan memeluk
Caca,sedangkan yang lainnya membantu Ronal dan membawanya ke mobil
__ADS_1
papanya agar di larikan ke rumah sakit.
"Siapa anak itu pa?".Tanya ibu Ronal pada suaminya.
"Entahlah Bu,beberapa kali aku melihat Ronal selalu membantunya,semenjak saat itu aku juga tidak mendapat pengaduan atau pun laporan mengenai kebiasaan buruk Ronal". Papa Ronal menjelaskan yang terjadi pada istrinya.
" Ya sudah pa,sepertinya aku harus mengecek data gadis itu".Ibu Ronal mulai bersemangat.
"Hahahah sepertinya dialah yang mengubah Ronal Bu". Papa Ronal menyimpulkan seenak hatinya.
"Biarkan mereka berteman dulu,kita lihat bagaimana perkembangannya nanti". Ibu Ronal sepertinya memiliki maksud lain di balik kata-katanya tersebut.
------------------------
"Bagaimana keadaanmu sekarang?".Tanya Caca berbicara dengan seseorang di telpon.
"Aku baik-baik saja,kakiku sudah mendingan,tadi hanya keseleo sedikit,sudah
tidak apa-apa kata dokter,aku hanya perlu beristirahat di rumah". Ucap
Ronal di sebrang telpon,dia tersenyum manis ketika Caca menanyakan
keadaannya,dia tidak merasa menyesal sama sekali setelah menolong Caca
siang tadi.
"Aku mengganggu istrahat mu,maafkan aku
padahal seharusnya kita berangkat bersama besok ke kota XX untuk
menyelesaikan pendaftaran kuliah,kita kan 1 kampus,bagaimana jika kamu
telat?". Caca menghawatirkan segalanya,bagaimana Ronal akan
mengatasinya.
"Kita berangkat bersama kan? kau bisa membantuku dalam segala hal,anggap saja itu rasa terima kasihmu padaku!".Ronal
sangat berharap mendapat jawaban iya dari pernyataannya,dia berpikir
dengan keadaannya sekarang Caca akan selalu di sampingnya walaupun
selalu di dampingi rasa bersalah.
"Ah iya,aku bisa
membantumu dalam segala hal,kita bisa melakukannya bersama,baiklah besok
kita akan berangkat bersama,aku akan datang ke rumahmu untuk meminta
izin,tapi kau harus membicarakannya terlebih dahulu pada orang tuamu,aku
hanya akan datang menunjukan bahwa aku benar-benar serius membantumu".
Caca langsung menyetujui saran Ronal.
"Baiklah,aku akan membicarakan hal ini pada orang tuaku".Ronal.
"Oke telponnya aku tutup yah!,aku ingin berkemas untuk besok.
"Oke,selamat malam!". Ronal kemudian menutup teleponnya.
bersambung....................
__ADS_1