
Kesal tidak mendapat jawaban dari orang itu mengenai siapa yang menyuruhnya,Tuan Arthur memutuskan untuk kembali ke hotel,kini ia benar-benar khawatir mengenai keselamatan 2 wanita di hidupnya itu.
Sebelum meninggalkan tempat itu,Denis meminta pada anak buahnya,untuk tidak memberi makan ataupun minum pada orang itu sebelum menyebut nama orang yang ia sebut sebagai penyelamat.
Di perjalanan kembali ke hotel,Tuan Arthur terus memikirkan Diandra, di sisi lain ia juga memikirkan istrinya.
Denis melihat tuannya yang terlihat sangat memikirkan sesuatu,ia khawatir apa yang di pikirkannya benar adanya.Tidak lama kemudian handphonenya berdering,ia menerima telpon itu ,ia menepikan mobilnya dan berbicara pada Tuan Arthur setelah menutup telpon.
"Tuan,Dokter Milan meminta bertemu". Denis.
"Apa itu soal tes DNA nya?". Tuan Arthur .
"Iya Tuan,tapi ada hal lain yang harus ia sampaikan". Denis.
"Kita ke sana sekarang". Tuan Arthur.
"Baik".
Denis melajukan mobilnya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua langsung ke ruangan Dokter Milan. Dokter Milan mempersilahkan Tuan Arthur duduk,kemudian ia menyalakan salinan rekaman cctv di laptonya dan memberikannya pada Tuan Arthur.
"Apa ini?". Tuan Arthur bingung melihat orang yang berada di dalam rekaman. "Dan siapa dia?".
"Orang itu berusaha menukar hasil tes DNAnya,tetapi karena terlihat mencurigakan , petugas keamanan memeriksanya, dan benar saja karena melihat petugas keamanan mendekat ia melarikan diri,dan tanpa sengaja menjatuhkan file ini". Dokter Milan memberikan file pada Tuan Arthur.
Tuan Arthur membuka file itu,rupanya hasil tes DNA, dan tertera bahwa Caca bukannlah anak Tuan Arthur. Tuan Arthur melirik Dokter Milan.
"Tenang saja,itu bukan file asli,yang asli ada di brangkasku,aku yakin hasil itu penting jadi aku terus menunggu sampai hasilnya keuar,aku tidak meninggalkannya". Dokter Milan menjawab tatapan Tuan Arthur.
Dokter Milan kemudian membuka brangkas kecil miliknya,dan mengeluarkan berkas kemudian memberikannya pada Tuan Arthur.
Denis menghela napas lega melihat hasilnya,Tuan Arthur menoleh.
"Kau mengintip?". Tuan Arthur.
"Maaf Tuan". Denis kemudian mundur beberapa langkah dari Tuan Arthur.
Tuan Arthur memaklumi hal itu,ia menganggap Denis bukan hanya sebagai asisten pribadinya,tangan kanannya,orang kepercayaannya,tetapi sebagai anggota keluarganya.
__ADS_1
Tuan Arthur tersenyum bahagia, kemudian ia meminta untuk mengecek seluruh cctv di dalam maupun di luar rumah sakit,ia ingin menangkap orang tersebut.
"Sepertinya keberadaan putriku benar-benar terancam". Dari senyuman,wajah Tuan Arthur berubah seketika,wajah dingin yang seolah ingin mencabik mangsanya .
"Baik Tuan". Denis kemudian melaksanakan tugasnya.
Tuan Arthur melanjutkan perbincangannya dengan Dokter Milan mengenai beberapa hal seputar kesehatan.
Denis kembali masuk ke ruangan Dokter Milan kemudian membisikkan sesuatu pada Tuan Arthur. Tuan Arthur memutuskan untuk kembali ke hotel tak lupa ia mengucapkan terimakasih atas bantuan Dokter Milan.
Sesampainya di mobil,Tuan Arthur memerintahkan Denis untuk menyuruh beberapa pencari orang miliknya untuk mencari keberadaan orang yang berusaha menukar hasil tes DNAnya. Kemudian mereka berdua kembali ke hotel.
***
Di hotel Nyonya Selena terus menunggu pesan suaminya mengenai bunga yang ia terima.Nyonya Selena berpikir mengapa bunga ini di rangkai seperti ini,aneh pikirnya. Ia memutuskan untuk mencari tahu arti bunga itu.Ia memotret bunganya dan mencari maknanya di internet,ia melihat bunga yang sama dengan miliknya namanya bunga Krisan,ia terkejut dengan maknanya.
" Kenapa bisa bunga duka ini di berikan padaku,ini jelas bukan bunga dari Arthur,aku harus mengecek siapa pengirimnya".
Nyonya Selena keluar dari kamarnya,di balik pintu ia di hadang oleh para bodyguardnya.
"Maaf Nyonya,Tuan melarang Nyonya keluar".
Nyonya Selena tetap ingin keluar,para bodyguardnya bingung harus bagaimana,mereka tidak bisa membiarkan Nyonya Selena pergi,tapi saat di tanya mengapa oleh Nyonya Selene mereka hanya diam,hal itu membuat Nyonya Selena kesal.
"Apa yang kalian lakukan,aku hanya akan keluar sebentar,kalian boleh mengikutiku,kenapa menahanku". Nyonya Selena.
" Papa melarang mereka membiarkanmu keluar apapun alasannya". Tuan Arthur muncul tiba-tiba.
"Tapi kenapa pa?". Nyonya Selena.
"Ayo masuk ma,istirahatlah". Tuan Arthur berusaha membawa Nyonya Selena masuk.
"Tidak,Mama mau tahu alasannya". Nyonya berdiri seperti batu di depan pintu kamar presidential suite itu.
" Istirahatlah,Maya mengatakan akan membuat kue bersama Caca besok,tidakkah kau ingin ikut". Tuan Arthur.
Nyonya Selena diam sejenak,mendengar nama Caca ia tidak memikirkan hal lain lagi,ia hanya memikirkan Caca,ia kemudian masuk ke kamarnya bersama Tuan Arthur.Di dalam kamar Tuan Arthur memberikan Nyonya Selena berkas,Nyonya Selena kemudian membuka dan membacanya,ia tersenyum.
"Tanpa inipun aku sudah yakin bahwa dia memang putriku Pa". Nyonya Selena.
__ADS_1
" Istirahatlah". Tuan Arthur.
"Pa,tolong cek pengirim bunga itu". Tuan Arthur melihat bunga itu,ia kemudian mengambilnya dan keluar.
Nyonya Selena menunggu suaminya kembali,ia melihat posel suaminya berdering pesan masuk.Saat akan mengambil ponsel itu, Tuan Arthur datang.
"Kenapa Ma?". Tuan Arthur.
" Ah,Handphonemu berdering,aku berniat mengeceknya". Nyonya Selena.
"Mama istirahat saja,itu mungkin Arfa,ia masih menanyakan beberapa urusan perusahaan padaku". Tuan Arthur.
"Baiklah,beri tahu padanya aku menyayanginya". Nyonya Selena.
Tuan Arthur beralih ke handphonenya dan mengecek siapa yang mengirim pesan. Rupanya Denis mengirim pesan bahwa orang yang berusaha menukar berkas itu sudah di temukan.Tuan Arthur membalas pesannya bahwa ia akan datang setelah memastikan Nyonya Selena benar-benar sudah tidur.
Ia kemudian membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan piyama. Kemudian menyusul istrinya.
Nyonya Selena memeluk suaminya dan menutup matanya. Tuan Arthur memberikan lengannya sebagai bantal untuk istrinya,ia memandangi wajah istrinya dan tersenyum. "Aku hanya berharap keluarga kita selalu bahagia,aku tidak masalah mengalami kesulitan apapun,tapi aku tidak akan membiarkan Kau,Diandra dan Arfa dalam masalah,aku akan menghancurkan seluruh tembok yang menghalangi kebahagian kalian".
Tuan Arthur kemudian mengambil handphonenya, dan mengirim pesan pada putranya.
"Bagaimana keadaan di sana?".
"Baik-baik saja Pa".
"Segera beri tahu papa atau Denis jika ada hal mencurigakan".
"Tenang saja pa,papa urus Diandra baik-baik,jika bukan karena papa melarangku aku juga ingin segera bertemu dengannya pa,aku sangat merindukannya".
"Tenang saja,papa akan urus semua".
"Arfa percaya Papa,aku menyayangi kalian pa".
"Kami juga menyayangimu,beristrahatlah".
"Baiklah,selamat malam Pa".
"Selamat malam".
__ADS_1
bersambung.......................................................................................................................................................