Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Kejadian tak terduga


__ADS_3

"Nah siap deh, waktunya berangkat," Caca bergegas beranjak ke skolah.


    Caca seperti biasa berjalan ke tempat angkutan umum lewat, karena lokasi rumahnya yang masuk gang tidak memungkinkan angkot untuk masuk.Tapi ada kejadian tak di sangka, tiba-tiba "aaaaaaaaa apaan nih, ih kotor bau banget," Caca frustasi dengan penampilannya saat ini.


"Emang enak, hahahah aku hanya mau ngasih sedikit hadiah dan mau ngucapin terima kasih karna sifat munafik mu kemarin, idih kamu gak mandi ya bau banget tau, hahah," Via tertawa puas melihat reaksi Caca yang shock.


"Oh ya masih ada satu lagi yang  mau aku kasih ke kamu, nih ambil balik, aku gak butuh ini semua, sampah!" Via melempar barang yang mereka beli bersama dulu. "Aku muak tau liat itu di kamarku. Daripada aku bakar, kayaknya lebih baik aku balikin, dan ternyata memang lebih asyik kayak gini, hahaha".Via kembali tertawa puas.


"Vi, kamu gak harus balikin itu, setidaknya kamu simpan 1 dong Vi, kamu memang gak mikirin pertemanan kita selama ini?" Caca merasa sakit hati karna di perlakukan seperti ini oleh orang yang di anggap sahabatnya.


"Hah gak mau, kamu bersyukur aja karna aku hanya ngelakuin ini. Kalau aku punya banyak waktu, aku akan mengerjai kamu lebih dari ini, bye MARCHA MARCHELLA VIONA, aku berharap bisa mengganggu mu lebih dari ini!" Via langsung pergi begitu saja setelah mendorong tubuh Caca sampai mundur beberapa langkah.


Caca hanya bisa menarik napasnya dalam, dia sungguh merasa kecewa atas perubahan Via. Caca pun kembali ke rumahnya untuk membersihkan badannya dan mencuci pakaiannya kembali. Untung orang tuanya sudah ke kebun tadi jadi tidak melihat kondisinya saat ini.Tadi tidak ada yang melihat kejadian itu,karena memang pada saat jam begini belum ada yang beraktivitas, karena itu Via bisa melancarkan aksi nya.


Caca menunggu pakaiannya di pengering sambil melihat jam yang melingkar di tangannya dengan gelisah. "Duh bagaimana ini, 30 menit lagi apel di mulai, perjalanan ke sekolah cepat sih tapi kalau naik angkot bakal lama nih," Caca bingung harus bagaimana agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu. Saat sedang sibuk dengan pikirannya sendiri dia di kaget kan dengan penanda bahwa bajunya sudah selesai di keringkan. "Oke cepat Ca, 25 menit lagi. Kau harus cepat ca!" Caca menyemangati dirinya sendiri sembari mengenakan seragamnya dengan cepat. Kemudian Caca berlari secepat mungkin, berharap akan menemukan angkot atau ojek di depan gank.


Hampir 5 menit berlalu saat Caca menunggu di depan gank tak ada satupun angkot maupun ojek datang, akhirnya Caca memutuskan untuk berjalan, mungkin di depan sana ada ojek pikirnya.


TIINNNGGG TING TING TIIINNGGG.........


Caca sontak kaget karna klakson mobil di belakangnya seperti berdengung di telinganya. "Ya ampun apaan sih, ini jalan kan luas, lagian gak ada yang halangi tuh, gila apa," Caca mengoceh kesal. "Ehh kau … kenapa turun?"


"Ya apa lagi, ngajak kamu ikut bareng akulah, gak usah takut! Inikan papaku yang minta, dia melihat seragam sekolahmu sama denganku yang artinya kita 1 sekolah, udah sana masuk," Ronal yang membukakan pintu agar Caca bisa masuk dan duduk diam di dalam. Setelah itu mobil melaju dengan cepat ke sekolah.


"Wah wah wah sepertinya dia baik-baik saja walau bertemu Ronal setelah kejadian itu," Via yang ternyata sedari tadi memperhatikan Caca.


dret dret dret dret dret dret....


"Mama kenapa nelpon, kan berangkatnya siang," Via berpikir sembari menerima telpon mamanya."Halo ma."


"Sayang, kamu dimana. Ayo pulang bantu mama beresin barang-barang kamu, ayo pulang, Nak," pinta mama Via di telpon.


"Iya ma, Via pulang," Via menyahut panggilan dari sebrang telpon."Haaah kenapa pulangnya harus sekarang sih, aku masih pengen gangguin Caca. Humm pasti nanti dia bakal kuliah di Universitas XX, okelah sampai berjumpa lagi Marsha," Via berbicara sendiri sambil berjalan pulang ke rumahnya.


--------------------------


Di sekolah


"Caca," teriak anak-anak cewek yang merupakan adik kelas Caca.


"Ada apa?" tanya Caca heran.


"Kamu ngapain dekat-dekat Kak Ronal? ih dasar jangan-jangan kamu pakai cara seperti Via yah buat deketin Kak Ronal?" sarkas gadis itu yang ternyata menyukai Ronal.

__ADS_1


"Kamu kok gak jawab sih? Nantangin aku yah!" Cecar gadis itu lagi meminta jawaban, padahal sebenarnya Caca ingin menjawab tapi dia melihat Ronal di belakang Cewek itu yang meminta Caca untuk diam. "Ih bikin kesal aja sih, rasain ni!".Gadis itu tiba-tiba menjambak rambut Caca dengan emosi.


"Hey lepaskan, kau gila yah. Memangnya kau punya hak apa marah karna dia dekat denganku?" Ronal melerai mereka sambil merasa jijik terhadap gadis itu.


"Dan kalian berdua kenapa diam aja? Kenapa gak di lerai wanita gila ini menjambak rambut Caca," 2 gadis lainnya tertunduk diam.


"Aku gak, aku cuma anu … " gadis itu mencoba membela diri.


"Udah gak usah cari alasan, sekarang minta maaf atau aku laporin ke guru BK, taukan gue siapa?" Ronal menekan mereka menggunakan statusnya.


"Maafin aku Kak! Maaf yah … aku janji gak gangguin kaka lagi," memelas meminta maaf pada Caca yang tadi di panggil namanya sekarang mengganti panggilan dengan lebih sopan.


"Hah, ya udah sana. Lain kali jangan gitu, gak baik tau apalagi hanya karna cowok jelek kayak Ronal, ya udah aku tinggal ya. Makasih Nal," Caca memaafkan mereka serta berterimakasih pada Ronal.


"Yah kok gitu sih," Ronal kesal dengan perkataan Caca yang mengatainya jelek, tapi itu tidak di dengar oleh Caca. "Apa senyum-senyum? Sana balik di kelas kalian, dasar gadis ingusan," Kesal Ronal  pada gadis-gadis itu yang kemudian meninggalkannya.


-------------------------


"Hah gila, inikan masih pagi kok aku di gangguin terus sih, pertama Via sekarang adik kelas juga itu. Emang apa yang mereka liat dari Ronal, idiihhh kenapa aku pikirin sih, mending belajar," Caca melanjutkan aktivitas paginya seperti biasa.


    RONAL ALVIANO BARA biasa di panggil RONAL


    Dia putra tunggal dari keluarga BARA, orang tuanya adalah orang terkaya di kota XX, karena itu banyak wanita yang menginginkan bisa dekat dengannya. Ronal orang yang sangat boros terhadap uang, karena dia selalu memanjakan teman-temannya dengan uang, sehingga tak dapat di bedakan teman yang memang teman atau hanya karna uang. Itu juga merupakan salah satu alasan Caca tidak menyukai Ronal. Sebenarnya Ronal anak yang baik, tapi dia masih tergolong labil pemikirannya, dia selalu berbuat aneh bukan karna kemauannya tapi karna hasutan teman-temannya dan dia selalu menganggap itu tantangan, dia ingin membuktikan bahwa dia adalah pria jantan dan pemberani.


---------------------


"Kau mau balik bareng gak," ajak Rani.


"Hmmm gak deh, kamu balik dluan aja. Hari ini aku piket," tolak Caca lembut.


"Ooo ya udah, aku duluan yah! Bye Caca!" Rani meninggalkan Caca sambil melambaikan tangannya yang di balas lambaian tangan juga dari Caca.


"Waduh, hari ini kelas kotor banget. Oke aku mulai dari belakang aja," Caca mulai membersihkan ruangan besar itu.


    Saat sudah selesai di sapu, Caca beranjak mau mengambil air buat mengepel ruangan. Saat kembali ke kelas dia kaget, sampah yang sudah dia kumpulkan terhambur berserakan di lantai.


"Ya ampun ini kenapa bisa berserakan, perasaan tadi aku udah kumpulin, apa kucing yang buat ya?" Caca bertanya pada dirinya sendiri.


"Bukan! Aku yang melakukannya," sahut seseorang dari balik pintu, yang kemudian menutup pintu kelas rapat rapat.


"Kenapa? Kau kaget melihatku di sini?" Via tergelak sinis melihat ekspresi Caca.


"Via! Kamu ngapain di sini?" tanya Caca heran.

__ADS_1


"Yah gue mampir aja sebelum berangkat, gue mau ngelakuin apa yah?" pikir Via


"Apapun yang akan kau lakukan, terserah. Tapi maaf aku tidak ingin meladeni mu, aku masih punya tugas di sini," Caca mengumpulkan kembali sampah-sampah yang berserakan di lantai.


"Dasar gadis sialan," Via tiba tiba menyiram Caca dengan air yang di ambil Caca untuk mengepel.


"Haaa Via apaan sih, kamu kenapa nyiram aku?" Caca kaget dengan yang di lakukan Via tiba-tiba.


"Aku tuh benci banget sama kamu, benci tau. Sini kamu!" Via menarik Caca ke dinding dan … plak … plak. Via menampar Caca dengan keras.


"AAAA hentikan Via sakit!" Caca menangis karna kesakitan. Dia menghindar saat Via ingin menjambak rambutnya.


"Dasar sialan, sini kamu. Aku belum selesai". Via sangat geram, dia sangat ingin mengganggu Caca lebih dari ini.


"Via kamu gila yah?" Caca terus menghindari apa yang dilakukan Via padanya.


"Kamu pikir kamu bisa lari haa, hahaha?" Via tertawa jahat sambil melihat Caca geram.


Caca terjebak di sudut ruangan, dia sudah tidak bisa menghindari serangan Via kali ini.


Caca membelalakkan matanya, ketika melihat Via mengeluarkan gunting dari saku celananya.


"Via ap-apa yang kamu mau lakukan dengan gunting i-itu?" tanya Caca gemetar melihat gunting yang di pegang Via.


"Yah apalagi kalau bukan untuk kamu, di bagian mana yah bagusnya?" Via sudah seperti kehilangan kendalinya.


 Saat akan melakukan aksinya, tiba-tiba saja ada suara satpam yang berteriak dari luar ruangan. "Siapa di dalam, buka pintunya. Kalau tidak saya dobrak paksa pintunya!"


"Hah pak tua itu ganggu saja, kamu selamat kali ini, pokoknya aku gak akan biarin kamu tenang," Via kesal karna satpam yang muncul mengacaukan rencananya, berbanding terbalik dengan Caca yang sangat lega serta berterima kasih dalam hatinya.


    Via pergi melalui jendela meninggalkan Caca. Caca beranjak membuka pintu, sambil menenangkan dirinya. "Ada apa yah pak?" bertanya pada satpam.


"Kamu kenapa belum balik? Terus kenapa pakaian kamu basah begitu?" tanya satpam.


"Anu pak, hari ini piket saya. Terus ini tadi air yang buat di pake ngepel tumpah pak, makanya saya kebasahan, hehe," Caca mengarang cerita dengan tenangnya.


"Oalah nak, kasian kamu dinginkan? Sini biar bapak bantuin bersihin ruangannya," Satpam menawarkan diri untuk membantu.


"Oh iya boleh pak, makasih sebelumnya pak," Caca membungkukkan badannya sopan kemudian tersenyum ramah pada satpam.


Mereka membersihkan ruangan dengan cepat, sambil berbicara hangat yang membuat Caca tenang.


bersambung.....................

__ADS_1


__ADS_2