
Saat Caca dan Ronal sedang menunggu Tuan dan Nyonya Bara tiba-tiba Caca harus balik karna ibunya sudah marah-marah di telpon memimntanya pulang.
"Duh gimana dong Nal,Ibuku menyuruhku pulang". Caca berbicara dengan Ronal tapi pandangannya ke arah tangga berharap maminya turun saat itu."Mana mami belum turun".
"Kamu balik aja gih,nanti aku sampaikan kalau kamu di suruh balik sama ibumu!". Ronal menyarankan.
"Gak! Kita harus dengar dulu hukuman dari mamimu!". Caca tidak ingin lari dari hukumannya.
"Nah tuh mama sama papa!". Ronal melihat papa dan mamanya turun.
"Maaf lama yah?". Mami menyeringai.
"Ma cepetan apa hukumannya,Ibunya Caca sudah nelpon marah-marah tadi". Ronal mendelik pada mamanya.
"Hah benarkah! Ya ampun hukumannya makan waktu ini,padahal mama pengen dandanin kalian". Mami mengerucutkan bibirnya.
"Oh maaf ma tapi Caca harus balik cepat". Ronal mulai gelagapan ketika mendengar mamanya akan mendandani mereka.
"Yah maaf ya tante". Caca merasa bersalah.
" Mami ganti hukumannya,selama kalian di kota xx, caca kamu harus di dekatnya Ronal terus,kamu laporin kegiatannya sama mami,dia ini anak yang nakal". mami berusaha agar mereka terus bersama.
"Kalau dia macam-macam gimana mi?". Caca merasa akan ada alasan baik untuk membantu Ronal melanjutkan pendaftarannya walaupun terkesan seperti pengawal.
"Ma.kok malah Caca yang jagain Ronal sih,harusnya kan ke balik". Papa Ronal heran.
"Kalau begitu kalian saling menjaga saja!". Mami malah bingung dengan kemauannya."Ah terserah kalian deh,yang penting kalian aman di sana".
"Ahahah mama gimana dengan hukumannya?". Ronal merasa lucu dengan mamanya.
"Huumm lupain aja,!". Nyonya Bara .
"Ya udah mami,Om, Caca balik dulu yah!". Caca meminta izin.
"Iya kamu di antarin Ronal yah!". Tuan Bara menawarkan.
"Iya benar,sana kamu anterin dia". Nyonya Bara.
"Mmmm gak apa-apa kok,caca bisa sendiri". Caca mencoba menolak.
"Gak! kamu ikut kata mami!". Mami tidak mau di bantah.
"Mmm ya udah deh mi!". Caca mengalah.
"Ya sudah,ayo aku anterin!". Ronal jalan keluar dahulu.
"Caca balik ya!misi om, mami!". Caca kemudian mengekor di belakang Ronal.
"Hati-hati yah!". Tuan dan Nyonya Bara.
"Iya!". Ronal dan Caca.
------------
di dalam mobil
"Lo gak keberatan sama permintaan mamaku". Ronal bertanya pada Caca.
"Gak sih,aku liat-liat kakimu juga udah baikan,jadi kayaknya aku gak akan kerepotan gimana gitu". Caca dengan santai menjawab.
"Berarti kau mau apa?". Ronal mencoba memperjelas.
"Aku hanya akan mengawasimu,aku lebih senang itu,aku akan mengadukan mu pada mami jika berbuat aneh,huhu pasti kamu bakalan di marahin tuuu". Caca rupanya bahagia dengan tugas dari maminya.
"Kau,rupanya kau punya maksud". Ronal
"Iya! Emang kenapa?". Caca.
"Caca maafkan aku,atas perbuatanku sebelumnya". Ronal
"Sudah kukatakan,simpan semuanya,aku tidak ingin mengungkit itu." Caca tiba-tiba muram dan hanya menatap jalan sampai di rumahnya.
"Maaf aku berjanji tidak akan membicarakan itu lagi". Ronal merasa bersalah.
"Sudahlah,makasih sudah mengantarku". Caca langsung keluar dari mobil,dia tidak begitu membenci Ronal,karna dia merasa bahwa itu bukan kemauannya,itu ada campur tangan orang lain.
--------------------------
"Hah kau baru pulang? kalian habis jalan dimana?". Rani berada di teras rumah Caca sambil mengemil cemilan yang di beri ibu Caca.
"Aku baru dari rumahnya,mamanya menahanku tadi,untung ibuku menelpon". Caca meraih cemilan di tangan Rani.
"Terus aku mau bantuin apa,kok kamu nyuruh aku datang?". Rani meraih kembali toples cemilan di tangan Caca.
"Aku mau kamu nemenin aku ke bandara! tapi sebelum itu bantuin aku cicipin cemilan yang aku buat semalam". Caca tiba-tiba di tarik oleh Rani ke dalam rumahnya.
"Ayo cepetan!berapa banyak yang kamu bikin?aku juga kebagiankan?". Rani tidak sabar.
"Huumm iya ada buatmu". Caca langsung mendahului Rani ke dapur.
"Waaah banyak banget Ca,kamu tidur jam berapa semalam,banyak banget kuenya". Rani mulai mengambil bermacam macam kue dan di masukkan ke mulutnya."Huuumm memang gak ada yang bisa ngalahin deh,tangan kamu ini dari apa sih,kok bisa aja bikin makanan selezat ini". Rani terus memuji Caca tapi juga terus memasukan kue ke mulutnya.
__ADS_1
"Hah puji aja trus,nih buat kamu,kamu pilih aja mana yang kamu mau!". Caca memberi Rani toples untuk menaruh kue yang di inginkan Rani.
"Ummmuach". Rani mencium Caca,Caca spontan langsung mencuci pipinya,dan saat itu Rani memberi tatapan kesal,mereka pun tertawa.
"Ayo cepat isi kuenya.aku mau siap-siap! sejam lagi aku berangkat nih". Caca kemudian berjalan menuju kamarnya."Aku tunggu di kamarnya,aku mau mandi dulu".
"Okhe,hy tante!". Rani melanjutkan memilih kue yang saat itu,ibunya Caca masuk dari pintu dapur.
"Kamu suka sekali ya! nih tante tambahin setoples lagi buatmu". Ibu memberi setoples kue yang berisi kue salju.
"Haaah kue salju,tante makasih banyak,ini favorit Rani". Rani mendekap toples kue itu dengan penuh cinta.
"Hahaha sudah sana kamu ketemu Caca,tante mau bungkusin yang mau di bawa Caca". Ibu mulai mengambil pembungkus yang kira-kira cukup banyak tapi muat di tas caca.
"Aku bantuin yah!". Rani menawarkan diri.
"Ya sudah terserah kamu saja nak!''.Ibu mengelengkan kepalanya.
-----------------------
"Ibuu". Caca.
"Iya nak,ibu di dapur!". Ibu menyahut dari arah dapur.
"Cemilan Caca udah di bungkus?". Caca.
"Udah! nih semua yang di bungkus buat kamu bawa". Ibu.
"Kau pasti sibuk makan kan?". Caca melirik Rani.
"Apaan sih". Rani mendelik.
-------------------
Piiip...pip.pip.pip...
"Mobil siapa tuh?''. Rani .
"Kayaknya itu Ronal,bantuin aku keluarin kopernya". Caca meminta tolong pada rani.
"Iya". Rani langsung bangkit dari duduknya,dan menuju ke kamar Caca.
"Om,Cacanya ada?". Ronal bertanya pada ayah Caca.
"Aku di sini". Caca yang menjawab.
"Masuk dulu nak!kamu anaknya Pak Bara kan?". Ayah Caca mencoba menebak.
"Makan dulu cemilannya Nak! sambil nunggu Caca siap". Ayah Caca menawarkan.
"Aku sudah siap ayah,kita juga gak bisa santai-santai,sekitar 30 menit lagi kita udah harus di bandara". Caca berbicara sambil merapikan rambutnya.
"Kan bandaranya dekat,bisalah dia cobain dulu cemilannya,cemilannya buatan Caca loh". Ayah mengecilkan suaranya ketik mengatakan itu buatan Caca.
"Aku nunggu kamu keluarin kopernya atau mau aku bantu angkat!". Ronal menawarkan diri.
"Gak perlu!ada Rani yang keluarin". Caca menolak.
"Enak om". Ronal memuji cemilan.
"Iya kan enak,makan lagi".Ayah Caca menawarkan lagi.
"Jangan makan banyak-banyak,itukan mentega,nanti perut kamu sakit lagi". Caca melarang.
"Kalau gitu aku bungkus,boleh yah". Ronal sepertinya sangat suka.
"Gak perlu,aku uda bungkus,nanti aku bagi ke kamu". Caca.
"Nih Ca kopernya". Rani datang dengan tentengan koper Caca.
"Sini aku masukin di mobil". Ronal meraih koper tersebut.
"Ya sudah kalian jalannya hati-hati yah,nanti ayah sama ibu nyusul". Ayah masuk mengganti pakaiannya.
"Iya ya udah kita barengan aja jalannya". Ronal menawarkan.
"Ibu sudah siap yah! ayah kenapa lama sekali sih". Ibu mengomel.
"Apaan sih bu,Ayah cuma ngambil jaket aja kok di bilang lama". Ayah mmbalas ibu.
"Sudah-sudah,ayo jalan". Caca melerai.
"Ayah ambil motor dulu di belakang".Ayah .
--------------------------------------
di bandara...
'' Nak di sini!". Nyonya Bara menyapa rombongan Caca.
"Hi mami". Caca menyalami .
__ADS_1
"uhh cantiknya,sini kopernya,biar Ronal yang bawa". Mami sibuk dengan Caca sehingga tidak menyadari keberadaan orang tua Caca.
"Mmm mi,ini ayah dan ibu Caca,ini Rani". Caca memperkenalkan orang tuanya.
"Ah maaf saya gak merhatiin,maaf yah pak bu!". Mami langsung menyalami kedua orang tua Caca.
"Senang bertemu dengan anda Bu".Ibu Caca.
Perbincangan antara orang tuapun terjadi,Tuan Bara bersama Ayah Caca,Nyonya Bara bersama Ibu Caca.Dari 2 pasang sangat nampak perbedaan dari mana mereka berasal,di liat dari pakaian sederhana orang tua Caca orang sudah bisa menebak bahwa mereka hanya orang biasa.Sedangkan dari pakaian orang tua Ronal yang begitu berkelas,menimbulkan perbedaan itu mudah sekali di lihat.
"Pak Bara!". Tiba-tiba seseorang datang dari belakang dan menyapa Tuan Bara.
"Oh Pak Satyo". Tuan Bara menyapa balik.
"Iya! wah anaknya juga mau berangkat yah,sama dong dengan Andini,sini nak,salim sama Pak Bara!". Pak Satyo memperkenalkan putrinya.
"Hi om,Ronalnya mana Om". Andini .
"Dia sama Caca!". Tuan Bara merasa tidak nyaman dengan kehadiran dua orang itu."Ibu Satyo tidak datang?".
Oh dia disana". Pak Satyo menuju di lingkaran Ibu satyo,Ibu Caca dan Nyonya Bara.
"Hmm sudah kuduga". Tuan Bara mendelik.
"Bagaimana putri saya pak,cantikkan,dia juga masuk universitas xx sama dengan Ronal,saya harap mereka bisa berteman dengan baik,lebih pun boleh pak". Pak Satyo .
"Ahahah itu biar anak-anak yang atur mana nyamannya mereka,lagipula Ronal terlihat akrab dengan Caca,benarkan pak". Tuan Bara mencoba menyadarkan keberadaaan ayah Caca.
"Ah iya maaf saya juga tidak tahu mereka akrab atau tidak,biar mereka jalani sendiri selagi mereka tahu batasan pak,saya ayahnya Caca". Ayah Caca memperkenalkan diri pada Pak Satyo.
"Bapak dari mana,kenapa berpakaian seperti dari kebun". Pak Satyo mengomentari.
"Oh saya tadi memang dari kebun,karna Caca udah mau berangkat,saya gantiannya pakaian yang bisa saya raih cepat dari jemuran". Ayah Caca tidak memungkiri bahwa dirinya hanya seorang pekebun.
"Hah ternyata benar berkebun". Pak Satyo menertawakan Ayah Caca.
"Maaf Pak Satyo saya dan Ayah Caca harus ke sana". Tuan Bara merasa semakin tidak nyaman.
"Oh barengan saja". Pak Satyo mencoba jalan bersama tetapi kedua orang itu sudah berlalu.
"Hah pak! maaf yah tolong jangan di ambil hati perkataan orang tadi!". Tuan Bara merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa pak!lagian kan memang benar kalau saya pekebun pak hahaha". Ayah Caca tersenyum ramah.
"haha bapak ini memang ramah sekali,kalau untuk saya pak,sejak tadi sudah saya tabok itu orang". Tuan Bara dan Ayah Caca tertawa.
"Hah dasar,wanita penjilat,tahu malu sedikit kenapa sih,hah gak sadar apa orang risih kalau sama dia". Nyonya Bara kesal.
"Sabar Bu,yang dia bilangkan memang benar!". Ibu Caca mengelus pundak Nyonya Bara.
"Dia mulutnya gak bisa di kontrol apa,hah aku ingin sekali menamparnya tadi". Nyonya Bara.
"Gak apa-apa bu,saya baik-baik saja kok dengan yang dia katakan". Ibu Caca menunjukan ketegarannya.
"Hah kalian sekeluarga memang ramahnya,baik,pantas aja Caca baik begitu,cantik dari dalam dan luar,orang yang didik baik juga kok". Nyonya Bara .
"Hahah ibu bisa saja,saya jadi malu!". Ibu Caca tersenyum malu.
"Mama sama papa kenapa?".Ronal heran melihat orang tuanya yang terlihat kesal,tapi kemudian terjawab ketika melihat keluarga Satyo muncul dari balik pundak papanya." Oh karna itu".
"Hai Ronal!". Andini langsung menggandeng tangan Ronal.
"Apaan sih,hah lepas". Ronal langsung menepis tangan Andini.
"Kalian masuk sana,kita pisah di sini,Ronal jagain Caca yah!". Tuan Bara.
"Andini juga". Pak Satyo ikut nimbrung.
"Ya sudah,bye pa,om,tante!". Mereka berjalan menjauh dari rombongannya.
"Oke pak Satyo dan ibu,kita pisah di sini yah!". Nyonya Bara.
"Kita makan bareng dulu mau gak? di restoran xx,di situ enak-enak loh,cocok buat orang berkelas seperti kita". Ibu Satyo.
"Hmm gak perlu bu! Kami udah janji mau makan bareng orang tuanya Caca,hasil masakan sendiri,kita mau masak,masakan ibunya caca mantap,kalah deh sama masakan koki di restoran manapun". Nyonya Bara mendelik.
"Iya,kita permisi yah!". Tuan Bara melalui mereka berdua,di ikuti oleh orang tua caca yang tangannya di gandeng oleh Tuan Bara dan Nyonya Bara.Ibu Caca begitu bingung tapi dia juga merasa bahagia,bisa mengenal orang baik di hadapannya ini yang peduli pada mereka dan tidak memandang mereka dari keluaraga mana.
"Masakan saya biasa aja loh bu". Ibu Caca berbicara sambil tersenyum ramah.
"Hahaha biarin,biar dia gak ngerendahin orang melulu yah harus di gituin". Nyonya Bara.
"Hahaha ya sudah Bu,kita pisah di sini yah!". Ibu Caca menyadarkan bahwa mereka sudah sampai di parkiran bandara.
" Hah iya yah,lain kali kita jalan bareng yah bu,belanja,masak atau apalah.yah bu?". Nyonya Bara sangat bersemangat.
"Iya bu,nanti kita cari waktu". Ibu Caca yang kemudian pergi ke arah ayah Caca.
"Hati-hati yah Bu!". Nyonya Bara.
'' Iya ibu juga". Ibu Caca,mereka pun berpisah.
__ADS_1
bersambung.....