Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Bersama Fahri


__ADS_3

Ketika matahari mulai mengintip,Caca keluar kamar untuk menyiapkan sarapan dan bekal adik-adiknya ke sekolah nanti,tapi sebelum itu dia mengecek kamar adik-adiknya terlebih dahulu,takutnya ada yang belum bangun.


Caca mengetuk pintu kemudian ada yang menyahut dari dalam.


"Masuk! pintunya  gak di kunci".


ceklek..


"Loh klian udah siap?". Tanya Caca heran melihat adik-adiknya.


"Iya kak". Jawab ketiga adiknya serentak.


"Duuhhh pintarnya,ya udah sana kalian keluar,kaka siapin sarapannya!". Caca meminta mereka semua keluar sarapan.


Caca berjalan ke dapur dan dengan cepat menyiapkan sarapan adik-adiknya.Tak lama kemudian datanglah adik-adik Caca yang langsung duduk di kursinya masing-masing dengan seragam sd dan smp.


"Kalian sarapan dulu, kaka siapin bekal kalian!".Pinta Caca.


"Iya kak". Menyahut dan segera mereka menyantap sarapannya.


------------------------


Caca berangkat ke sekolah setelah memastikan adik-adiknya yang masih sd sampai di sekolah yang kebetulan lokasinya tak jauh dari rumahnya.


pipp..pip.pip...klakson mobil membuat Caca kaget saat hendak akan memasuki gang kecil.


"Hey kau mau kemana?".Teriak seorang lelaki dari dalam mobil mewah itu.


"Hah Ronal! ya ampun kok dia lagi sih,apa bapaknya lagi nih yang nyuruh aku numpang di mobilnya".Caca bertanya pada dirinya sendiri sambil berjalan ke arah Ronal berada.


"Ayo masuk! kita bareng aja ke sekolahnya!".Ajak Ronal pada Caca kemudian menoleh ke Ayahnya sembari tersenyum.


"Caca!".Fahri menyapa Caca.


"Eh Fahri kamu udah datang,kirain gak bakalan datang tadi,maaf yah Ronal aku udah janjian sama Fahri buat berangkat bareng,sekolah kita kan bersebelahan". Caca menolak ajakan Ronal dengan memanfaatkan kehadiran Fahri,Fahri bingung dengan yang di ucapkan Caca sambil mengedipkan matanya,tapi Fahri mengikutinya saja.


"Oh gitu yah,ya udah deh,jangan sampai telat yah!".Ronal menunjukan raut wajah sedikit kecewa,kemudian masuk kembali di mobilnya.


"Tadi kenapa kamu ngomong gitu?".Tanya Fahri yang ingin mengakhiri keingintahuannya.

__ADS_1


"Eheheheheh tadi aku gak mau bareng dia ke sekolah,hehe".Caca senyum malu-malu.


"Ya udah karna terlanjur ngomong gitu aku anterin aja kamu ke sekolah!".Ajak Fahri.


"Mmmm oke deh,brarti aku gak bohong dong!".Caca memutuskan berangkat dengan Fahri,dan segera naik ke motor Fahri.


"Oke let's go!".Fahri mengucapkan dengan semangat sembari menepuk stir motornya.


----------------------


Sesampainya di sekolah Caca masuk dengan tergesa karna saat meninggalkan motor dia sempat memukul bahu Fahri sampai akhirnya Fahri mengaduh dan melirik Caca gemas.


"Hey kau,urusan kita belum selesai".Teriak Fahri sambil memegangi bahunya.


"Iya nanti kita ketemu lagi pulang sekolah,jemput aku yah!!".Caca berjalan belakang karna sambil melihat Fahri.


Fahri bersemu merah saat mendengar Caca mengatakan akan bertemu lagi sepulang sekolah,karna salah tingkah Fahri hanya menjawab Caca dengan lambaian tangan dan jempot yang di acungkan ke atas,begitupun Caca membalas lambaian Fahri.


-----------------


"Baik anak-anak sebelum kita bubarkan kelas hari ini,ibu mau menyampaikan bahwa besok pengumuman bagi yang mendaftar kuliah jalur bebas tes,siapkan diri kalian untuk melihat hasilnya besok,usaha kalian selama ini semoga terlihat hasilnya besok". Ibu guru menyampaikan berita tersebut dengan senyum sembari memberi semangat pada anak muridnya.


-------------------


"Hey,kamu dari tadi nunggu di sini?.Tanya Caca saat sampai di tempat Fahri memarkirkan motornya.


"Iya,,eh gak!belum lama kok".Jawab Fahri sedikit gugup.


"Ya udah karna kamu bantuin aku pagi tadi,hari ini aku traktir kamu makan ice cream,ayo!".Ajak Caca dengan semangat.


"Emang boleh?".Tanya Fahri yang masih canggung saja,sebab dia salah tingkah karna sikap Caca yang terlihat begitu manis.


"Yaiyalah,ayo!Motornya di tinggal aja,kan deket,tinggal nyebrang aja".Fahri mengikuti perkataan Caca dan segera melangkahkan kakinya beriringan dengan Caca sebab lengannya sudah di tarik-tarik.


Sementara itu dari kejauhan,Ronal dan Agus berdiri di samping mobil Ronal sambil memperhatikan Caca dan Fahri.


"Gadis itu pacaran dengan anak sebelah". Agus menilai seenak hatinya.


"Gak mungkin! setau gue Caca gak pacaran".Jawab Ronal dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Yah mana tau dia tertarik sama cowo itu,kelihatannya sih mereka akrab banget,liat aja tuh tangannya sampai di tarik-tarik gitu,senyuman Caca jauh lebih manis kelihatannya!".Ujar Agus yang ternyata membuat Ronal kesal,bagaimanapun juga Ronal masih menyukai Caca.


"Apaan coba yang bikin Caca tertarik sama cowo itu,dia rela gitu panas-panasan naik motor,mending guekan naik mobil,terus apaan tuh makan di pinggir jalan,idiihh".Ronal menatap mereka yang berada tidak terlalu jauh dari di sebrang jalan dengan kesal.


"Kita kerjain aja cowo itu! gimana?".Agus memberi ide yang tidak di tau sebenarnya apa yang akan dia lakukan.


"Kita mau ngapain?". Ronal bingung dengan yang di katakan Agus.


"Sini ikut aja!".Agus mengajak Ronal.


Mereka sampai di mana motor Fahri di parkir,Agus menjadi eksekutor di sana,sementara Ronal mengawasi Fahri dan Caca.Entah kenapa di sini yang lebih kesal sepertinya Agus dibangingkan Ronal.


"Oke udah,ayo kita liat reaksi mereka saat balik nanti!". Agus langsung menarik Ronal dan masuk ke dalam mobil,keadaan saat itu sepi,jadi memudahkan mereka melancarkan aksinya.


Mereka menunggu di dalam mobil,menunggu bagaimana hasil dari perbuatan mereka.


Tidak lama kemudian Caca dan Fahri terlihat akan menyebrang jalan,saat mereka mendekat ke arah motor di parkir Fahri terlihat terkejut,dan segera berlari ke motornya.


"Loh! kok motor aku jadi gini? ini,siapa yang ginian motor gue". Fahri menatap motonya yang bannya di kempeskan,dan body motornya sudah di pilox hitam dan warna lainnya.Fahri kesal karna saat balik nanti pasti dia akan di marahi oleh ayahnya."Hah gue kesal ni kalau gini,bukan apanya sih tapi ayah gue nanti ya ampunn".


"Iya Bokap kamu kan gak suka kayak gini,tapi sebenarnya lucu loh warnanya,imut ada pinknya!".Caca malah terlihat senang melihat warna motor Fahri.


"Hahaha iya sih,nanti aku jujur aja sama ayah,kalau kamu suka,aku gak akan ganti warnanya,ini juga gak buruk-buruk amat pilox nya,nanti aku rapiin dikit". Sahut Fahri yang sepertinya lupa soal ayahnya.


"Ahahah gitu yah!,ya udah motor kamu kita dorong aja sampai bengkel depan,aku temenin". Caca menawarkan diri untuk menemani Fahri.


"Ya udah ayo! kebetulan jalannya teduh". Fahri jadi sedikit lega,karna membuat Caca harus menemaninya.


"Oke!".Mereka pun berjalan bersama ke bengkel.


Sementara itu yang di mobil merasa semakin kesal karna apa yang mereka lakukan yang niatnya adalah mengerjai malah menyenangkan bagi yang di kerjai. Terlebih Agus sangat kesal atas hal tersebut.


"Harusnya tadi aku hancurin aja motornya!".Ujar Agus dengan wajah kesalnya.


"Ya siapa suruh  kamu warnainnya niat banget,makanya mereka suka,jelas sih kalau warnanya cantik".Ronal menggoda Agus.


hmmm gue gak suka lo dekat sama dia,gue gak akan biarin,lo liat aja,gue pasti bakalan ngelakuin hal yang tidak biasa hhaha. Agus


--=---------------------

__ADS_1


bersambung


__ADS_2