Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Ada sesuatu


__ADS_3

"Kau mau kemana? ".Tanya Caca.


" Menjauh, ku pikir kau sedang tidak ingin diganggu ". Jawab Arsya.


" Cara bicaranya berubah. ". Pikir Caca. " Sini! aku hanya kaget, aku tidak mengusir mu".


"Ohh kirain, kau baca buku apa? ". Tanya Arsya.


" Buku dari prof. michel".Jawab Caca.


"Kau sibuk gak hari ini? ". Tanya Arsya.


" Kenapa? ". Caca.


" Main ke rumahku yuk, Bunda mau ketemu".Arsya.


"Ketemu? ketemu siapa? ".Tanya Caca bingung.


" Kamu".Jawab Arsya.


"Kok bisa". Caca bingung ada apa ibunya Arsya ingin menemuinya.


" Yah mungkin karena kamu baik". Jawab Arsya membuat Caca tersenyum ramah.


"Ya sudah nanti aku mampir, aku senggang kok". Caca menerima tawaran Arsya.


" Kemana? ". Tiba-tiba suara muncul di tengah- mereka.


" Aprilia, aku seperti mendapatkan bisikan makhluk halus".Caca.


"Kalian mau kemana? ".Tanya Aprilia menyelidik.


" Ke rumah Arsya". Jawab Caca.


"Aku? ".Tanyanya lagi.


" Kamu ikut juga, tadi ku pikir kau bersama Caca, karena itu aku berniat mencari mu juga". Jawab Arsya.


"Hoohh,minggir dikit".Aprilia langsung masuk di tengah antara Caca dan Arsya.


Caca hanya tertawa melihat tingkah Aprilia,mereka berdua mulai mengomentari satu sama lain, terkadang Aprilia hanya ingin mengomentari tetapi tidak ingin di komentari.


" Caca panggil aku Ilia".Aprilia.


"Kenapa?".Tanya Caca.


" Panggilan itu hanya di gunakan oleh teman dekatku saja,kau juga. ".Jawab Aprilia.


" Baiklah".Arsya dan Caca serentak, mereka hanya diam tetapi sesekali tersenyum.


Perkuliahan pun di mulai, semua serius mengikuti mata kuliah ini, hingga tanpa di sadari waktunya selesai.


"Makan Yuk! ".Ajak Arsya


" Ayo".Aprilia dan Caca.


Mereka berjalan berderetan, Aqifa terus memperhatikan mereka sejak masuk ruangan, dia begitu risih melihat 3 orang itu akrab.


"Aprilia! ".Aqifa memanggil Aprilia.


" Ada apa? ".Aprilia bingung.

__ADS_1


" Ikut aku sebentar boleh kan".Aqifa.


"Kenapa? ".Tanyanya lagi


" Udah ikut aja, bentar kok".Aqifa


Aprilia memutuskan untuk mengikuti Aqifa sebentar dan meminta Caca dan Arsya untuk pergi lebih dulu.


"Aku mau ke sana sebentar, kau tunggu di sini yah".Pinta Aqifa.


" Kok sepi yah, apa karena jam perkuliahan ".Aprilia bingung dengan lobi fakultas yang sepi.


Saat sedang berdiri, tiba-tiba ada seorang pria yang mendekati Aprilia, dia merangkul tangan Aprilia, berusaha menyentuhnya, Aprilia takut dengan keadaan ini, saat itu Fahri muncul, dia membanti Aprilia, mengamankan Aprilia di balik punggung nya.


Pria itu melihat Malik akan memasuki Loby, dia langsung mengangkat ponselnya dan mengatakan" Beritahu bos Malik, saya gagal membawanya".ucap pria kekar itu.


Aprilia membulatkan matanya mendengar hal itu. "Apa? Malik, kenapa Malik menyuruh orang untuk membawaku, ada apa ini? ". Aprilia bingung..


" Hey,hey".Fahri menyadarkan Aprilia, dia memegang kedua pundak Aprilia karena Aprilia hampir terjatuh. "Kau duduklah, mungkin kau sedang syok karena kejadian barusan". Fahri merangkul Aprilia, membantunya berjalan, Aprilia seolah tidak punya tenaga untuk berjalan, dia terus bertanya soal Malik.


" Apa kau mengenal Malik? ".Tanya Aprilia.


" Malik Endrian? ". Fahri.


" Iya".Jawab Aprilia.


"Hihh, pria mengerikan itu, siapa yang tidak mengenal nya, dia memang tampan, tapi sifat kerasnya sungguh tidak bisa di bayangkan, entah kenapa bisa ada orang seperti itu".Fahri.


" Kau". Rupanya Malik sudah berada di belakang mereka, dengan wajah penuh amarah. "Lepaskan tanganmu darinya". Malik menghempaskan tangan Fahri, dan melayangkan pukulan di wajah Fahri.


" Berani sekali kau menjelekkan diriku".Malik semakin marah, apalagi saat terbayang tangan Fahri yang memegang bahu Aprilia.


Saat akan menginjak tangan Fahri, Caca datang dengan sekuat tenaga mendorong Malik hingga terjatuh. "Fahri, ayo bangun".Caca membantu Fahri.


" Kau tidak apa-apa".Tanya Caca.


Malik terdiam melihat Caca di depannya, dia tidak menoleh sedikitpun darinya, hal itu membuat Aprilia dan Aqifa bingung.


"Kenapa menatap Caca seperti itu". Pikir Aprilia


" Sepertinya ada sesuatu". Pikir Aqifa.


"Duduk di sini, aku akan mencari kotak p3k, dan kau, jangan berani-berani menyentuhnya lagi".Caca menunjukkan wajah penuh kekecewaan.


Malik terus terdiam, hingga akhirnya Aprilia menyadarkannya. " Malik! ".


" Ah iya, ada apa? ".Tanya Malik.


" Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau hanya terdiam sejak kedatangan Caca".Aprilia.


"Ah tidak usah di bahas,nanti pulang aku jemput yah".Malik berlalu meninggalkan tempat itu.


Aprilia mengeluarkan sapu tangan dari tasnya, dan membasahinya dengan air yang dan membersihkan darah di wajah Fahri. " Maaf yah, tadi itu pacarku, aku tidak tahu kalau dia se sensitive itu".Aprilia membersihkan wajah Fahri.


"Pacar? Malik pacarmu? ".Tanya Fahri tak percaya.


" Iya, kami pacaran sejak SMA".Aprilia.


Rupanya sedari tadi Caca berada di dekat mereka, mendengar perkataan Aprilia, Caca terlihat sangat kecewa.


"Ca! ".Fahri memanggilnya.

__ADS_1


" Iya, maaf yah lama, makasih yah Ilia, karna sudah membersihkan lukanya".Caca kemudian meraih obat merah dan memberikan nya pada Fahri perlahan.


***


Di jalanan yang lengang akan kendaraan, Malik melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia menuju ke villa nya, dia terus menaikkan kecepatan, dia merasa hatinya sakit saat melihat Caca di hadapannya, terlebih saat mengingat wajah penuh kekecewaan Caca.


"Dasar bodoh, kenapa kau melakukannya lagi, kau sudah janji tidak akan seperti itu, dasar bodoh, kau malah melakukannya lagi di hadapannya ".Malik terus memaki dirinya sendiri.


Saat sampai di Villa dia meminta semua pelayan untuk meninggalkan nya sendiri.


" Haaa sudah lama tidak melihatnya, tidak bertemu dengannya, tapi kenapa harus bertemu seperti tadi sih, haa".Malik terus meremas rambutnya.


Tidak lama kemudian, ponselnya tiba-tiba berdering, tertulis panggilan dari Aprilia sayang. Dengan malas Malik mengangkat telponnya. "Ada apa? ".Tanya Malik.


" Aku hanya mau nanya, apa kau baik-baik saja? ".Tanya Aprilia.


" Aku baik-baik saja, aku ingin sendiri dulu, maaf karna aku batal menjemputmu pulang hari ini". Malik.


"Ah baiklah, aku mengerti".Aprilia kemudian mematikan panggilannya.


" Bagaimana? ".Tanya Caca.


" Dia hanya bilang ingin sendiri, dan katanya dia baik-baik saja".Aprilia bingung kenapa Caca memintanya untuk menanyakan keadaan Malik. " kau mengenal Malik? ".


" Aku hanya berpikir dia mungkin juga terluka karna meninju Fahri dengan keras, tadi kau bilang dia kekasihmu kan? ".Tanya Caca.


" Iya".Jawab Aprilia.


"Malik mungkin tidak terima Fahri merangkul mu, mungkin dia cemburu".Caca berbicara dengan nada menggoda.


" Hahaha mungkin aja".Aprilia bersemu merah.


***


"Ini yang lo maksud pagi tadi? ".Tanya Andini


" Iya". Jawab Aqifa.


"Kenapa Aprilia? ".Tanyanya lagi.


"Aku hanya ingin orang terdekat Caca tidak tenang, aku ingin membuat orang-orang menjauh darinya".Aqifa.


" Bukannya Yang harus seperti itu Andini". Derik menyela.


"Aku juga membecinya".Jawab Aqifa.


" Kenapa".Tanya Derik dan Andini serentak tapi Aqifa tidak merespon pertanyaan itu dan berlalu meninggalkan mereka.


"Dia kenapa? ".Tanya Andini.


" Gak tahu". Jawab Derik.


Derik masih Bertanya-tanya mengapa Aqifa ikut membenci Caca.


"Aku balik yah, masih ada 1 perkuliahan lagi, udah mau mulai".Derik.


" Ya udah keluar bareng, kelasku searah".Tawar Andini.


Saat melalui depan ruang perkuliahan ekonomi 2,tidak sengaja Derik melihat Arsya duduk bersama Caca dan Aprilia.


"Ohh jadi karna ini".Derik.

__ADS_1


" Apanya". Tanya andini.


"Gak, kita jalan aja ".Derik


__ADS_2