Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Kedatangan Ayah dan Ibu angkat Caca


__ADS_3

Setelah memastikan Nyonya Selena benar-benar tidur, Tuan Arthur kemudian bangkit dan keluar dari kamar itu. Di depan kamar Denis sudah menunggunya, sebelum pergi Denis kembali mengingatkan anak buahnya untuk tidak lengah.


Denis langsung menyusul Tuan Arthur dan mengantarnya ke tempat orang yang berusaha menukar hasil tes DNAnya.


Setibanya di lokasi, Tuan Arthur masuk di sebuah tempat kosong, ia memasuki ruangan di mana orang tersebut di sekap.


"Katakan! ". Denis.


" Haha haaa, apa yang kalian harapkan dariku, kubur itu dalam-dalam". Dengan keadaan lemah, orang itu berusaha keras menghempaskan cengkraman di lengannya, dan dengan susah payah merogoh kantongnya kemudian menelan kapsul.


"Hentikan dia!! ". Denis berteriak marah.


" Keluarkan, muntahkan".


Tuan Arthur tidak mengatakan apapun, dia hanya diam menyaksikan orang itu mati. Ia kemudian berdiri meninggalkan tempat itu. Denis mengikuti dari belakang setelah menyuruh anak buahnya membereskan mayat orang itu.


"Ada kabar dari orang suruhan kita? ". Tanya Tuan Arthur.


" Belum Tuan, menurut orang-orang kita, keamanan di tempat itu di perketat, hampir semua orang-orang kita tidak bisa melihat keadaan internal mereka, bahkan mereka berkomunikasi satu sama lain pun kesulitan Tuan". Denis menjelaskan.


"Suruh mereka terus berhati-hati, nyawa mereka akan berakhir saat tertangkap". Tuan Arthur.


" Baik Tuan".


Mereka kemudian kembali ke hotel.


***


Pagi di keesokan harinya


Caca keluar kamar,setelah membersihkan diri. Hari ini ia tidak masuk kampus, karena tidak punya jadwal perkuliahan, begitupun Aprilia dan Arsya.


Caca berjalan ke arah dapur, ia melihat ART sedang memasak, Caca mendekat dan mencari sesuatu yang bisa ia lakukan. ART yang melihat itu gugup, ia meminta Caca untuk kembali ke ruang keluarga atau dimana saja, asal jangan membantunya memasak. Caca memaksa untuk memasak, tapi tidak juga di izinkan. Ia kemudian keluar rumah, ia melihat tukang kebun sedang merapikan tanaman, Caca mendekat dan meminta untuk menyiram tanaman. Tukang kebun menolak, karena itu tugasnya. Tetapi Caca bersih keras, dan tidak juga berhasil, akhirnya Caca kembali ke dalam rumah dengan wajah masam.


Ibu Maya turun dari kamarnya, ia melihat Caca masuk dengan wajah masam.


"Ada apa Caca? ". Ibu Maya.


" Bunda, gak kom bunda". Caca.


"Oh gitu yah, Bunda cek Arsya kamu cek Aprilia yah, kita sarapan". Ibu Maya.


Caca mengangguk, dan membawa dirinya ke kamar Aprilia.

__ADS_1


Caca keluar dari kamar Aprilia, saat itu juga ponselnya berdering, rupanya panggilan dari ibunya.


" Halo Bu".


^^^"Halo Ca, ibu sama ayahmu udah di bandara, kamu di mana? ".^^^


" Aku? tunggu, kenapa ibu sama ayah ada di bandara? kenapa gak ngabarin Caca dulu kalau mau datang Bu". Caca bingung sekaligus khawatir. "Adik-adikku bu? ".


" Adik-adikmu ada di rumah paman dan bibimu nak". Ibu Caca.


"Tapi kenapa ayah dan ibu kemari? ". Caca bingung.


" Loh, kan kamu yang minta katanya ada yang mau di urus di kampus, terus harus ada kehadiran kedua orang tua, lah jelas kalau gitu ayah sama ibu harus datang ". Ayah Caca.


Caca kaget mendengar hal itu, ia tidak pernah meminta ayah dan ibunya datang ke kota ini, lantas siapa yang sudah menghubungi mereka, Caca menyuruh ayah dan ibunya menunggu sebentar, ia akan menjemput mereka. Kemudian ia mencari ibu Maya.


" Bunda, Caca boleh pinjam mobil gak? ". Tanya Caca.


" Boleh, emang mau kemana? ". Ibu Maya


" ke bandara, ayah dan ibu ku katanya sudah di bandara, tapi aku bingung, aku tidak pernah menghubungi mereka untuk datang ke pernah siapa yang sudah menghubungi mereka".Caca menjelaskan.


"Ah begitu yah, mereka harus menginap di sini selama di kota ini ". Ibu Maya memerintahkan pelayan untuk memberi tahu sopir menyiapkan mobil, kemudian ia kembali ke kamarnya dan menghubungi Tuan Arthur.


" Arthur, sepertinya ibu dan ayah angkat Caca dalam bahaya, mereka baru saja tiba di bandara, seseorang menghubungi mereka sebagai Caca, Caca tidak tau mengenai hal ini. Kami akan ke bandara".


Mereka pun berangkat ke bandara, Caca memikirkan ada apa ini, kenapa ada yang mengaku-ngaku sebagai dirinya, ia sangat takut ibu dan ayahnya dalam bahaya. Ia memutuskan menelpon ayah dan ibunya.


" Halo ayah, ayah jangan ke mana-mana yah, Caca udah di jalan, jangan mau di jemput sama orang lain, apapun yang ia katakan".


^^^"Iya nak, ayah sama ibu nunggu kamu saja"^^^


"Ya sudah, ayah sama ibu tunggu yah, bentar lagi Caca sampai".


^^^" Iya nak"^^^


Panggilan tertutup


Ibu Maya melihat betapa cemasnya Caca, ia memegang tangan Caca, menguatkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. "Rupanya mereka hampir tahu segalanya soal Caca, kita harus lebih dulu menemuinya daripada orang-orang itu" .


Ibu Maya duduk diam, sambil terus berdoa, agar mereka lebih dulu menemukan Ibu angkat Caca.


Tring……tring…tring. Dering pesan masuk.

__ADS_1


Ibu Maya mengambil Handphonenya dan mengecek pesan dari siapa.


"Mereka selangkah lebih maju dari kita, tolong selama di bandara, jaga Caca baik-baik".


Isi pesan Tuan Arthur yang menyadari hal yang sama dengan pikiran ibu maya,Ibu Maya melirik Caca nampak sangat khawatir.


" Pak, tolong percepat sedikit". pinta ibu maya pada sopir." Kamu tenang saja".


Tidak lama kemudian mobil sampai di bandara, Caca segera keluar dan mencari ayah dan ibunya.


***


Sisi lain di tempat yang sama


Terdapat mobil hitam misterius yang memperhatikan gerak-gerik Caca, saat melihat ibu maya keluar, salah satu dari beberapa orang yang berada dalam mobil itu mengatakan.


"Kita terlambat,segera beritahu prem mengenai hal ini". Kata salah satu dari mereka yang berada dalam mobil.


Kemudian mereka meninggalkan lokasi tersebut.


***


Caca menemukan ayah dan ibunya yang menunggunya. Caca memeluk ibunya erat kemudian mencium tangan ayahnya.


" Ibu, siapa yang minta ibu ke sini? ". Caca dengan wajah khawatir.


Ibu Maya melihat mereka akan saling menanyai satu sama lain, ia segera menengahi pembicaraan itu.


" Ah Caca, akan lebih baik jika kita membahasnya setelah sampai di rumah".Ibu Maya.


"Oh iya,, Ibu ini Bunda… ah maksud aku bunda nya Arsya, kami juga ikut memanggilnya dengan sebutan Bunda". Caca


" Ayo kita ke mobil, akan lebih baik jika kalian segera beristirahat ". Ibu Maya


" Iya benar bu". Ayah Caca.


Ibu dan ayah Caca berjalan terlebih dahulu di tuntun oleh sopir pribadi Ibu Maya.


Ibu Maya menarik Caca agar tetap bersikap tenang. "Jangan buat ayah dan ibu merasa panik". Ibu Maya.


" Iya Bunda, Caca akan mengendalikan nya". Mereka pun masuk ke mobil dan bergerak kembali ke kediaman Ibu Maya.


bersambung…………………………………………………

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2