
"Caca! ".Teriak Aprilia.
" Ilia, kenapa memanggilku seperti itu, kau seperti ibu tiri".Ejek Caca.
"Hahaha aku akan segera menjadi ibu tirimu". Aprilia masuk di tengah Caca dan Arsya, yang kemudian Arsya tergeser, dan jalan sedikit ke belakang.
" Benar-benar ni anak, asli beda banget sama teman-teman yang lain, mereka bahkan gak hirauin gue". Arsya sebenarnya kesal, tetapi ia semakin menyukai mereka.
"Arsya, kenapa di situ? cepat sini, nanti lo di kunciin di luar sama profesor keni".Caca.
" Hahaha emangnya dia berani ngunciin gue? ". Arsya tertawa.
" Humm iya sih, ya udah kita dluan aja, karna kita bukan Lo".Aprilia menarik Caca untuk ke ruang kuliah.
"Duh salah ngomong".Gumam Arsya, Yang kemudian menyusul Caca dan Aprilia.
***
" Tuan! apa hari ini tuan akan menjemput nona Caca? ".Tanya asisten pribadi Ronal.
" Kayaknya gak, hari ini dia ada kuliah pagi, jamnya udah lewat". Ronal.
"Dari mana Tuan? ".Tanya asistennya.
" Karna aku punya semua tentang Caca".Jawab Ronal.
Mereka pun terdiam, yang kemudian Ronal menerima telpon dari ayahnya.
"Halo pa! ".Sapa Ronal.
^^^" Gimana keadaan di sana nak? ".Tanya tuan bara^^^
" Baik pa".
^^^"Caca gimana? ".^^^
" Apaan sih pa! ".Ronal malu
^^^" Papa hanya nanya kok".^^^
"Kemarin ada yang menjahilinya".
^^^" Jaga dia nak, Papa dengar^^^
^^^Aqifa kuliah di jurusan yang sama dengan Caca".^^^
"Ya udah pa, aku ada kerjaan,
nanti aku telpon lagi"
^^^"Ya sudah"^^^
Ronal teringat Aqifa dan Andini adalah saudara sepupu, Andini memang beda jurusan dengan Caca, tapi ada kemungkinan Aqifa yang membantunya, terlebih Arsya ada di jurusan yang sama juga, sesuai laporan Arsya terus mendekati Caca.
"Apa mungkin mereka ada niat buruk ya sama Caca? ".Ronal bertanya pada dirinya sendiri.
***
Di ruang kuliah
Caca, Aprilia dan Arsya duduk bersama, di mana Caca di tengah, sebab kalau aprilia dan Arsya bersebelahan, Caca akan sibuk mendengar Aprilia yang terus mengomentari Arsya.
__ADS_1
" Oh iya, teman kamu yang cowok di mana? ". Tanya Caca.
" Ada".Jawab Arsya.
Seketika Aprilia dan Caca menyisir pandangan dari sudut ke sudut ruangan, tapi tak melihat Dewa.
"Mana? ". tanya Caca dan Aprilia.
" Di rumahnya ". arsya santai.
hmmm... Aprilia mendengus yang kemudian di sambung oleh Caca.
Mereka melangsungkan perkuliahan dengan tenang, sampai akhirnya waktu kuliah usai.
" Makan bareng yuk! ".Arsya mengajak mereka berdua.
" Ayo! ". Caca dan aprilia menyahut bersamaan.
Saat mereka memasuki kantin dan sudah memilih tempat mereka, rupanya Aqifa dan Andini juga akan memasuki kantin tersebut.
" Ada Caca tuh! ". Kata Aqifa, sontak Andini mengedarkan pandangan nya.
" Ihh selera makan gue hilang ".Andini hendak berbalik, tetapi di tahan oleh Aqifa.
" Tunggu, gue ada ide kecil,".Kemudian Aqifa menahan 2 orang gadis yang akan memasuki kantin, dan membicarakan sesuatu dengan mereka.
"Liat aja". pinta Aqifa pad Andini.
Saat mereka mengambil pesanan mereka masing-masing, ada cewe yang juga baru selesai mengantri makanan, mereka berjalan di mana Caca di depan. Saat akan sampai di dekat mejanya, Caca tiba-tiba tersandung dan cewe yang berada di belakang nya menumpahkan makanan yang ia pegang pada Caca.Sontak Caca teriak karna panas.
"Aaaa panas".Pekik Caca kesakitan.
" Caca".Aprilia dan Arsya segera mendekati Caca.
Betapa kagetnya Ronal melihat Caca tersandung, dia menyaksikan bagaimana cewe di belakangnya dengan sengaja menumpahkan sop panasnya di wajah Caca.
"Hey, kau gila yah! ".Ronal marah, dia mengedarkan pandangan nya memastikan ada kamera cctv di kantin tersebut. " Tahan Ca". Ronal menggendong Caca dan membawanya ke rumah sakit.
***
Di rumah sakit.....
Wajah Caca sudah mendapat perawatan, walau tak menimbulkan luka bakar, tetapi wajahnya memerah dan nampak bengkak.
"Untung aja sopnya gak terlalu panas". Ucap Caca.
" Tapi wajah kamu hampir rusak, mereka gila apa gimana sih? ".Ronal kesal.
" Gak usah kesal kali, kan kata dokternya gak apa-apa, gak ada yang serius". caca.
"Lo kenal sama cewe yang bawa sop itu?" Tanya Ronal.
"Gak". Jawab Caca.
" Terus kenapa dia numpahin sop ke kamu? ". Ronal.
" Aduh Nal, kau taukan dia gak mungkin sengaja, orang tadi saat aku kesandung, mungkin dia reflek karna terlalu dekat denganku, atau aku menyenggolnya saat jatuh". Caca berpikir sambil meneruskan kata2nya. Tapi tadi seolah dia tersenyum pas aku jatuh.
"Kamu yakin? ". Ronal memegang tangan Caca merasa khawatir.
" Iya yakin".Caca menarik tangannya perlahan.
__ADS_1
"Hmm ya sudah". ronal masih tidak percaya dengan hal tersebut.
Ronal memutuskan untuk keluar membayar biaya administrasi Caca. Seperginya Ronal, Caca merebahkan tubuhnya sambil berpikir" Gila kok aku deg degan yah, kalau di pikir-pikir Ronal jadi berubah semenjak kejadian di SMA, gak pernah godain aku lagi, tapi malah sering nawarin bantuan secara wajar, kalau dulu mah beda banget, apa benar semua karna pengaruh Agus? ".Caca bertanya pada dirinya sendiri.
" Aku udah bayar, ayo balik sini aku bantuin". Ronal membantu Caca turun dari ranjang.
"Helo Tuan Ronal, yang sakit itu hanya wajahku saja, kaki dan kedua tanganku baik-baik saja".Caca.
" Ahh mungkin sakitnya akan menyebar". Ronal gelagapan salah tingkah.
"Mana ada kayak gitu".Caca berdecak di hadapan Ronal.
" Ya udah ayok balik". Ronal mengalihkan pembicaraan, dan langsung berlalu ke parkiran.
***
"Aqifa? tadi itu yang lo maksud? ". Tanya Andini sumringah.
" Hmmm". Aqifa mengangguk.
"Ohhh sepupuku sayang, kau paling tahu menyenangkanku, aku akan mentraktirmu malam ini".Andini.
" Ndin, menurut lo wajahnya bakal gimana? ". tanya Aqifa.
" Gak tahu ah,, yang penting dia harus gak nyaman kuliah di sini".Jawab Andini.
"Ya sudah, temenin aku belanja dulu yah".Ajak Aqifa.
" Oke".Andini .
***
Ronal melajukan mobilnya, dia mengingat Caca hari ini belum makan, dia memutuskan untuk membawa caca ke sebuah restoran.
"Loh, ini bukan jalan ke asrama Nal".Caca.
" Iya aku tahu".Jawab Ronal santai.
"Terus kita mau kemana? ".Caca.
" Makan, kau dari siang tadi belum makan".Jawab Ronal.
"Aku gak lapar".Jawab Caca cepat tapi perutnya tak setuju, dan yah kruyuk..... kruyuk perutnya tiba-tiba bergemuruh.
" Hah, sepertinya perutmu gak setuju".Ronal tersenyum menang.
Ronal menepikan mobilnya di sebuah mall besar di kota itu.
"Kau bilang cari makan, kenapa ke sini? ".Tanya Caca.
" Haah ikut aja".Ronal berdecak yang terus-terusan mendengar pertanyaan Caca.
Mereka berdua menuju ke lantai atas, di mana banyak jenis makanan yang tersedia, betapa terkejutnya Caca melihat harga makanan-makanan tersebut.
"Hey, keluar yuk! ".Caca dengan suara lembut mengajak Ronal keluar.
" Ada apa? ".Ronal bingung.
" Hehehe, harganya terlalu mahal".Caca tertunduk.
"Aku yang traktir, aku yang mengajakmu artinya aku yang mentraktirmu".Jawab Ronal.
__ADS_1
Akhirnya Caca mengikuti saja langkah kaki Ronal.
bersambung…………