Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Keunikan ibu dan anak


__ADS_3

Hari ini, kediaman ibu maya di penuhi dengan suka cita, tawa riang dari wanita penghuni rumah itu maupun tamu-tamunya. Mereka membuat kue sambil bercerita, terlebih yang di bahas adalah masa saat anak-anak mereka sedang bandel-bandelnya saat kecil, ketika mereka begitu rewel dan cengeng.


"Tante, dulu Caca pas lahir beratnya berapa? Kok badannya sampai sekarang masih kecilan, aku iri". Celetuk Aprilia di sela-sela tawa itu.


Sontak ruangan menjadi diam tenang, tak ada yang mengeluarkan suara, semua memandang Ibunda Caca. Nyonya Selena begitu kaget mendengar celetuk Aprilia, terlebih Ibu Maya yang sudah panik, melihat ibunda Caca yang kelihatan bingung akan menjawab apa, Nyonya Selena langsung segera mengalihkan topik itu.


"Kenapa iri, badan Aprilia kan bagus, lagipula itu tergantung dari asupannya juga kan". Nyonya Selena membawa Aprilia d sampingnya dan membuat adonan bersama.


" Haha iya Tante, akukan hanya bercanda". Semua dapat mengembalikan senyum yang sesaat lalu hilang.


"Oh iya Bu, Ayah mana? ". Tanya Caca yang tidak melihat kehadiran Ayahnya.


" Oh iya, tunggu yah, ibu panggil dulu". Ibunda Caca kemudian masuk ke kamar yang mereka tempati.


"Ayah, kenapa tidak keluar, ayah di tanyaian tau". Ucap Ibunda Caca


Bukannya menjawab Ayah Caca malah berjalan melewati istrinya dan menutup pintu. "Ayah, ada apa? " Ibunda Caca bingung melihat suaminya.


"Bu, Ayah takut keluar".


" Takut kenapa? ". Ibu semakin bingung.


" Memangnya ibu gak sadar apa, wajahnya itu, siapa namnya itu.... ".


" Nyonya Selena". Ibunda Caca langsung memotong perkataan suaminya. "Itu belum tentu, memang wajahnya mirip,tapi belum tentu dia ibu kandungnya". Ibunda Caca juga sebenarnya memikirkan hal tersebut.


" Ibu kandung siapa? ". Tiba-tiba Caca muncul membuat mereka tersentak. " Apa yang ibu dan ayah bicarakan? ".


" Sejak kapan kamu di situ? ". Ibu.


" Baru saja, Bunda menyuruhku memanggil ayah dan ibu". Caca menatap ibunya yang terlihat gugup. "Ada apa bu? ".


" Gak apa- apa nak, ayo keluar mereka udah nungguin". Ibunda Caca membalik badan Caca dan memberi kode pada suaminya untuk segera keluar.


Caca hendak bertanya kembali tapi kedua orang tuanya terus menuntunnya ke dapur. "Mungkin memang gak penting". Caca mendekat pada Nyonya Selena dan membantunya membentuk adonan kue dengan bentuk-bentuk yang unik, hingga saat mereka meletakkan kue yang sudah di bentuk secara bersamaan, Caca tertegun bentuk yang mereka buat sama persis. Ibu Maya melihat hal itu membuatnya tersenyum " Benar-benar ibu dan anak yang unik".


"Wah sama, padahal aku gak liat Tante buat bentuk itu". Caca sangat heran tetapi juga senang dengan kebetulan yang aneh itu.


" Ahahaha, mungkin hanya kebetulan ". Nyonya Selena semakin ingin memeluk gadis di depannya itu.


***


Nyonya Selena dan Tuan Arthur meminta izin untuk pamit pulang, Ibu Maya mengantar mereka berdua keluar. Saat mereka sampai ke depan pintu, salah satu bodyguard yang menjaga kamar menelpon.

__ADS_1


" Ada apa? "


^^^"Tuan, maaf saya mengganggu, tapi ada yang mencurigakan dengan hotel ini".^^^


" Apa maksudmu"


^^^"Sejak tadi banyak karyawan hotel yang berlalu lalang di lantai kamar anda berada Tuan".^^^


" Lalu, apa yang mencurigakan dari itu".


^^^"Tuan, mereka sepertinya mengawasi kamar anda Tuan"^^^


"Baiklah, kalian cukup berhati-hati, kami akan kembali sekarang".


^^^" Baik Tuan"^^^


Tuan Arthur menoleh pada Denis dan memanggilnya.


"Iya Tuan".


" Sepertinya mereka sengaja menampakkan diri mereka". Tuan Arthur.


Denis terlihat bingung dengan yang di katakan Tuannya. Melihat kebingungan Denis, Tuan Arthur segera memerintahkannya untuk kembali ke hotel.


Setibanya di hotel, Tuan Arthur memperhatikan semua pengawal yang berjaga. "Denis ikut saya".


"Seseorang menelpon menggunakan ponsel salah satu bodyguardmu, dan setelah ku perhatikan salah satu anggotamu berkurang di depan.


Sontak mata Denis membelalak, tidak mungkin bodyguardnya di kalahkan, mereka semua adalah anggota yang sudah di uji sendiri oleh Denis dan dari segi kemampuan, mereka tergolong orang-orang yang sulit di kalahkan, selain itu kemampuan strategi mereka juga tidak di ragukan, Denis merasa aneh, ada yang bisa mengalahkan bodyguard nya dengan mudah.


"Bagaimana Tuan yakin, itu bukan bodyguard kita".


" Dia menelpon ku, itu salah satu hal yang aneh, jika ada sesuatu semua bodyguard akan menghubungi mu lebih dulu, bukan diri ku, aku yakin itu bukan dia".


Tidak lama setelahnya terdengar suara berisik di depan kamar, Denis keluar secepat mungkin dengan Tuan Arthur.


Mereka terdiam di depan kamar melihat kondisi salah satu bodyguard yang terluka dan sangat lemas.


"Ada apa ini? kenapa keadaanmu menjadi begini? ". Denis


" Tuan, beberapa pelayan adalah suruhan". Bodyguard yang terluka itu bicara dengan susah payah.


"Jadi tadi kaulah yang benar-benar menelpon? ". Denis.

__ADS_1


" Iya Tuan, saya terpaksa menelpon Tuan Besar, ponsel Tuan tidak dapat di hubungi".


Denis memerintahkan untuk memeriksa data semua pelayan yang bekerja di hotel tersebut. Denis menyimpulkan pengawalnya tertangkap ketika mengetahui hal tersebut, dan mencoba melawan sampai ia terluka seperti itu.


***


Kediaman Ibu Maya


"Ayah, bagaimana jika orang itu benar-benar orang tua kandung Caca? ".


" Tadi siang ibu larang buat mikirin itu, sekarang kok ibu sendiri yang seperti itu". Ayah memandang heran istrinya.


"Tapi melihat Ayah menyadari hal yang sama dengan Ibu, membuat ha tersebut tidak bisa hilang dari pikiran ibu". Ibu memikirkan hal yang terjadi jika kebenaran nya terbongkar. " Bagaimana jika mereka mengambil Caca dari kita ".


" Bu, tenanglah. Bukan berarti kita sudah membesarkan nya, kita akan memisahkannya dari orang tua kandungnya juga". Ayah.


"Apa mungkin orang yang dulu menitipkan nya kembali untuk mengambil nya? ". pikiran Ibu semakin menjadi.


"Benar juga, tapi bagaimana mungkin, dari orang-orang yang berada di sekitar Tuan Arthur dan Nyonya Selena, Ayah tidak melihat ada seseorang yang mirip dengan pria yang menitipkan Caca pada kita". Ayah mengingat- ingat wajah yang ia temui selama ia sampai di kota ini.


" Benar juga, lalu apa mungkin dulu Caca di culik? ". Ibu membuat kesimpulan.


" Tapi kalau benar Caca di culik saat itu, kenapa orang itu meminta kita menjaganya dengan baik, dan dia terlihat menyayanginya saat itu, bahkan ia tak kuasa melepasnya saat itu". Ayah mengingat dengan jelas kejadian itu.


"Dia bahkan meneteskan air mata, itu artinya dia sengaja menjauhkan Caca dari orang tua kandungnya,demi melindunginya". Ibu.


" Ayah berharap kita akan bertemu lagi dengannya". Ayah. "Sudahlah, kita istirahat dulu sekarang, ini sudah larut".


Mereka kemudian memutuskan untuk mengakhiri percakapan dan segera tidur.


Aprilia berdiri dengan wajah terkejut di depan pintu kamar ibu dan ayah Caca sambil memeluk 2 selimut. Ia lebih terkejut saat membalik badannya.


" Haap.. " Aprilia hendak berteriak, tapi mulutnya di tutup oleh Arsya.


"Apapun yang kau dengar, rahasiakan, Caca tidak boleh tau hal ini, paham". Arsya membuat wajah serius, Aprilia mengangguk seketika.


" Kalian sedang apa? ". Ibu Maya menghampiri putrinya dan Aprilia.


" Bunda". Arsya memberi kode pada Ibu Maya yang langsung mengerti maksudnya.


"Ikutlah denganku". Ibu Maya.


bersambung…………………………………………

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2