Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
PERKENALAN


__ADS_3

"Lo kenal?". Andini heran.


"Gak sih,tapi dia itu 1 fakultas sama gue,jurusannya sama,anaknya pintar kan soalnya nama dia yang teratas lohh saat pengumuman,banyak tuh di sekolahan gue yang ngomongin anak itu,sampai kepoin dia juga gitu,ada yang ngestalk stargram nya dia,tapi yang gue lihat cantik kok". Qifa menjelaskan.


"Ihhh cantikkan juga gue,malas ah ngomongin dia,tidur yuk". Andini menarik selimutnya,benci dengan pujian-pujian Qifa pada Caca,ia memutuskan untuk tidur saja.


"Hmmm gue kepo sama cewe itu,sampai ketemu besok Ca". Gumam Qifa.


------------------------


Keesokkan Harinya.


Caca bangun lebih dulu di banding paman dan bibinya,ia memutuskan untuk memasak,dan bersih-bersih rumah.


"Pa,siapa yang bangun jam segini?". Bibi yang di kamar bingung.


"Gak mungkin Dina kan Bu,Atau mungkin Caca yah?".Paman menyuarakan.


"Hah bisa jadi pa,dasar anak  itu".Bibi bangun mengecek.


"Ya ampun nak,rumah udah bersih,hmmmm baunya harum,kamu masak yah?". Bibi mencium aroma harum.


"Buuu,wanginya,lapar jadinya bu".Dina dan dani keluar dari kamarnya.Anak kembar dari Bibi Caca.


"Dasar....tuh kakakmu yang masak".Bibi .


"Wahhh wanginya kak,Dani makan yah".Dani sudah membalikkan piringnya,bersiap menyerbu makanan.


"Hushh cuci muka dulu".Bibi memelototi anaknya.


"Iya buuu".Dina dan Dani.


"Ayo bi kita makan".Caca menyiapkan masakannya di meja makan.


"Iya ayo makan bareng nak,duh gak nyangka kamu jago masak,hummm pasti enak nih".Bibi bersiap menyicipi masakan Caca.


"Biasa aja kok Bi". Caca dengan ramahnya.


Mereka [un makan dengan tenang,terkadang di selingi dengan celetuk adik kembar Caca.


Tak terasa sudah waktunya bagi Caca untuk ke kampus,ia menggunakan kendaraan milik pamannya.


"Caca berangkat dulu yah!".Caca.


"Iya,hati-hati yah nak!". Paman.


"Iya!". Sahut Caca yang kemudian melajukan motornya ke Universitas xx.


------------------


Hari pertama masuk Universitas..


APRILIA AGUSTIANA HERMAN


"Ini di mana ruangannya?".Aprilia bingung mencari ruang kelasnya.


"Hey cantik!".Beberapa cowok mencoba menggoda Aprilia.


"Hiiih apaan sih!".Aprilia pergi sambil menyunggingkan bibirnya,tapi hal itu malah membuat cowo-cowo itu tertarik.


"Kau justru terlihat Cantik saat memainkan Bibirmu". Salah satunya mendekat.

__ADS_1


"Heyyy..".Caca muncul saat itu.


"Ohhh 1 lagi muncul,junior tahun ini cantik-cantik yah".Rupanya mereka adalah senior.


"Sini ikut aku!". Caca langsung menarik tangan Aprilia.


"Hey kau mau kemana". Suara salah satu senior dengan  lantangnya.Tapi ia tidak mendapat respon dari kedua cewek tersebut.


"Makasih yah!".Aprilia.


"Iya,orang kayak gitu bagusnya di tabok!".Caca.


"Hahaha terus tadi kenapa gak kamu di tabok aja?".Aprilia menanggapi.


"Ehehe gak boleh gitu,walau bagaimanapun mereka itu lebih tua". Caca malu.


"HAahahah bialng aja kamu takut!'. Aprilia tergelak."Kamu lucu,kenalin Aprilia,nama kamu siapa?".


"Marcha,tapi sering di panggil Caca".Caca tersenyum.


"Jurusan apa?".Aplrilia bertanya.


"Jurusan Ekonomi,kamu?'.Caca menjawab.


"Wah kita seruangan dong! hebat,kita barengan yuk cari ruangannya".Aprilia.


"Ya udah ayo".Caca.


Saat menemukan ruangan yang di tentukan dalam grup,rupanya sudah banyak mahasiswa baru yang sudah datang.


"ohh jadi dia yah!". Aprilia.


"Kamu gak kenal cewek itu,dia yang selalu bunyi dan ngatur di grup". Aprilia.


"Gak boleh gitu,lagian kan bagus,jadinya kita bisa teratur".Caca.


"Ciri-ciri orang naif nih,ya udah yuk masuk". Aprilia.


MEILANI ARSYA ZAFIRA


"Kalian bisa minggir gak sih,gue mau lagi make liptint gue nihh,kalian ngalangin cerminnya". Arsya.


"Iyaaa Bunn".Dewa.


DEWA ANGGA WIJAYA,teman satu sekolah Arsya saat di SMA,mereka berdua sama-sama berasal dari SMA bergengsi di kota XX.Mereka berdua selalu di kerumuni oleh teman-teman seruangan mereka,bagaimana tidak,orang tua Arsya dan Dewa adalah orang berpengaruh di kota XX dan termasuk di Universitas XX. Mereka begitu menyadari maksud-maksud orang yang mendekati mereka,hanya mengincar keuntungan dengan menggunakan nama mereka.


"Gila,emangnya dia sekaya apa sih?". Aprilia.


"Kenapa?".Caca bingung.


"Lo liat dong,dari tadi mereka berdua di kerumunin terus,kayak lebah lagi ngerumunin madi aja". Aprilia.


"Yah mungkin dia baik kali,jadi banyak temannya". Caca dengan polosnya.


"Jadi maksud kamu kita berdua jahat gitu".Aprilia.


"Hah?eh eh maksudnya bukan gitu hehehe". Caca menyadari maksud kata-katanya.


"Mereka siapa?".Arsya heran dengan 2 cewe yang tidak mendekatinya.


"Iya siapa yah,cantuik banget". Dewa.

__ADS_1


"Dasar,mata lo gak lama gue colok nih". Arsya mengarahkan eyeliner ke mata Dewa.


"Yah jangan dong,mata gue yang indah".Dewa mengelus matanya.


"Hiihhh,,kita ke sana yuk!'.arsya mengajak Dewa.


"Lo mau kenalan sama mereka?".Dewa heran.


"Iya,gak ada yang seperti mereka di ruangan ini,mereka sepertinya bukan dari kota ini".Arsya menarik tangan Dewa.


"Haahh terserahlah".Dewa mengikut.


"Hai!".Arsya memulai percakapan.


"Hai".Caca membalas,tapi kemudian kembali pada kesibukannya yaitu menonton film dengan Aprilia.


"Kau dari kota mana?".Arsya kembali bertanya.


hening dari kedua gadis itu tidak menjawab pertanyaan Arsya,Arsya semakin menyukai mereka,berbeda dengan Dewa yang kesal karna pertanyaan mereka tidak di jawab.


"Hey kalian gak dengar yah?". Dewa mendorong kursi.


"hAH". Caca dan Aprilia kaget.


"Apa yang kau lakukan?". Aprilia berdiri dengan kesalnya.


"Kenapa mendorong meja,kamu bisa menyapa dengan baik-baik kan". Caca menahan Aprilia yang kesal.


"Kita udah nanya baik-baik tadi,tapi kalian gak ada yang nyahut". Dewa.


"Maaf tapi kami tadi menggunakan headset,jadi tidak mendengarmu". Caca menjelaskan.


"Ahhh alasan". Dewa.


"Ya sudah,kami juga tidak perduli kau mau percaya atau tidak". Caca kesal juga mendengar pria yang di hadapannya itu.


"Kau..".Kalimat Dewa tergantung.


"Ayo Pril kita keluar ke depan". Caca mengajak April.


"Hey..". Arsya menginjak kaki Dewa.


"ahhhhh....kenapa menginjak kakiku?". Dewa meringis.


"Kau membuat kesan jelek di pertemuan pertama ini,dasar bego". Arsya kesal,dia berjalan sendiri menyusul Caca dan Aprilia.


"Hey tunggu!". Arsya mendekat.


"Ada apa?". Tanya April sedikit ketus.


"Maafin teman gue yah,dia memang gitu orangnya". Arsya mencoba memulai pembicaraan.


"Ya sudah gak apa-apa kok". Caca langsung memafkan begitu saja,sebenarnya Aprilia tidak ingin,tapi dia  merasa aneh jika harus marah terus.


"Namaku Meilani ARSYA Zafira,kalian boleh panggil Meilani atau Arsya". Arsya memperkenalkan diri terlebih dulu.


"Aku Marcha,biasa di panggil Caca". Caca ikut memperkenalkan diri,tapi Aprilia tidak,dia diam."Ini APRILIA".Caca memperkenalkan Aprilia.


"Hai salam kenal yah". Arsya sangat ingin menjalin pertemanan dengan mereka berdua.


"Iya,salam kenal juga". Caca,dimana setelahnya mereka bercerita tentang asal usul masing-masing,walau terkadang Aprilia mendiamkan pertanyaan Arsya.

__ADS_1


__ADS_2