
Jam kuliah usai Aqifa mengirimi pesan pada Arsya untuk menemui nya sekarang, Arsya menyanggupi hal tersebut.
"Kenapa mengajakku bertemu? ". Tanya Arsya.
" Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu, kau pasti akan terkejut dan berterima kasih padaku". Ucap Arsya.
"Kau jangan berbuat aneh-aneh". Arsya sedikit curiga dengan maksud Aqifa.
Aqifa mengeluarkan laptop nya dan flash disk dari sakunya dan terlihat dia sedang mencari-cari sesuatu di laptopnya. Tidak lama terdengar suara yang sepertinya Arsya mengenal pemilik suara itu. Arsya menarik laptop itu, betapa terkejutnya Arsya melihat Caca yang di lecehkan oleh seorang pria, ia menutup laptop itu tak sanggup melihat Caca yang menangis.
"Kau sebaiknya nonton sampai akhir". Pinta Aqifa.
" Kenapa kau memperlihatkan ini padaku". Tanya Arsya.
"Aku berniat baik, aku ingin menjauhkan mu dari orang itu, kau kan benci orang yang berpura-pura baik, kau benci itu". Ucap Aqifa dengan senyum sumringah.
" Kau tidak akan merubah apapun, dia berbeda denganmu". Ucap Arsya yang membuat Aqifa geram.
"Kau tidak akan tenang bila memilki teman lain, aku akan membuat mereka tidak nyaman di dekatmu, kau akan sadar bahwa hanya aku yang tulus berteman dengan mu".Aqifa mulai terusik dengan ucapan Arsya sebelumnya.
__ADS_1
" Kau tidak akan mengerti apa makna dari sebuah pertemanan". Arsya.
Aqifa sangat benci melihat orang yang menentangnya, ia tidak senang bila keinginannya tidak terpenuhi. Ia mengambil laptopnya dari tangan Arsya dan meninggalkannya.
"Ronal".
Arsya kembali ke kelas mencari keberadaan Aprilia, Dewa dan Caca. Ia tidak mendapati mereka di kelas, ia memutuskan untuk mencari mereka di parkiran.
Benar dugaannya, Mereka berada di parkiran,tak lama Aprilian muncul dan meminta tumpangan karena Malik tidak bisa menjemputnya. Arsya sedikit bingung melihat Aprilia, tadi ia yakin saat di kelas sudah tidak ada siapapun. "Kau dari mana? ". Tanya Arsya.
"Toilet tadi". Jawab Aprilia singkat.
Sesekali Arsya dan Caca bercerita, entah kenapa Arsya merasa terusik dengan tatapan Aprilia yang memandang aneh pada Caca.
" Ilia, kenapa akhir-akhir ini Malik tidak menjemputmu? ". Tanya Arsya.
" Oh katanya dia sibuk, di kantor lagi banyak urusan". Jawab Aprilia.
Caca sempat menoleh mendengar penjelasan Aprilia dan dia bertemu pandang dengan Aprilia. Aprilia merasa ada sesuatu antara Caca dan Malik. Setiap membahas atau menyebut nama Malik, Caca pasti akan menoleh dan mendengarkannya padahal itu tidak penting baginya menurut Aprilia.
__ADS_1
"Caca" Aprilia.
"Yah? ".
" Apa kau benar-benar tidak mengenal Malik? ". Tanya Aprilia membuat seisi mobil keheranan.
" Aku kan sudah pernah bilang kalau kami tidak saling kenal" . Ucap Caca.
"Benarkah? " . Aprilia masih belum yakin, ia menatap mata Caca seolah mencari jawaban.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu? ".Arsya bingung dengan tingkah Aprilia sejak di kampus tadi.
" Tidak apa-apa, aku hanya menanyakannya, banyak orang mengatakan bahwa Malik orang yang cukup terkenal, aku merasa aneh kalau dia tidak mengenalnya.
"Aku juga bahkan tidak mengenal keseluruhan dari teman sekelas kita. sebenarnya apa yang kau pikirkan? ". Arsya mendesak Aprilia.
" Kau kenapa terlihat tidak senang? ". Aprilia
Mereka berdua akhirnya diam, walaupun Caca memulai pembicaraan mereka hanya menjawab seadanya.
__ADS_1
" Sepertinya suasananya tidak baik, dan lagi kenapa Aprilia ingin tahu soal aku dan Malik? apa jangan-jangan Malik memberi tahu Aprilia". Caca menerka-nerka apa yang sebenarnya membuat Aprilia bertanya demikian padanya.