Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
DIA


__ADS_3

Di perjalanan kembali ke apartemen nya, Ronal terus berpikir haruskah ia memberi tahu Malik mengenai perasaannya pada Caca.


"Haah bisa-bisa dia marah". Ronal


Bima melihat Ronal dari pantulan kaca spion, " Ada apa tuan? ". Tanyanya.


" Tidak apa-apa". Ronal.


***


Malam hari di rumah Arsya


Ibu Maya mengantar Tuan Arthur dan istrinya ke depan rumah berhubung mereka akan pulang, Caca menelpon ayah dan ibunya, Aprilia sibuk dengan handphonenya.


"Kenapa gak di angkat? ". Aprilia bertanya pada dirinya sendiri.


" Ilia! ". Arsya.


" Hum". Aprilia hanya menengok sebentar kemudian kembali pada layar handphonenya.


"Kamu bersihin diri dulu sana, aku sudah siapkan piyama, kuletakkan di depan meja rias". Arsya.


" Hooh oke". Aprilia bangkit dan pergi ke kamar yang ia gunakan.


Aprilia dan Caca menggunakan kamar yang berbeda, di rumah itu ada 3 kamar kosong dan 1 kamar tamu.


Arsya menunggu Caca sampai selesai melakukan panggilan telepon.


"Ada apa? ". Tanya Caca setelah menutup panggilan.


" Kamu bersih-bersih dulu sana". Arsya.


"Oh ya sudah". Caca kemudian masuk kamar yang ia gunakan.


Melihat Caca dan Aprilia sudah masuk ke kamar mereka, Arsya beralih mencari bundanya.


" Bunda! ". Arsya.


" Ya". Ibu Maya.


"Bunda, gimana hasil tes DNA nya? ". Tanya Arsya ingin tahu.


" Besok baru keluar, tapi tanpa itu pun sudah bisa di pastikan bahwa Arsya memang Diandra". Jawab Ibu Maya.


"Yakin banget, tau dari mana? ". Arsya.


" kamu tahukan kalau Bunda hanya membuat alasan ke rumah nenekmu". Ibu Maya.


"Iya tahu, emangnya kenapa bunda? ". Arsya.


" Sepertinya ada yang mengancam keberadaan Caca, pagi ini Tuan Arthur menerima paket yang berisi foto Caca dan pesan yang mengancam keberadaan Caca". Ibu Maya.


"Pengirimnya? ". Arsya.


" Bunda juga gak tahu, yang intinya sekarang kamu harus jaga Caca dari orang misterius, kalau kamu melihat orang mencurigakan segera beritahu Bunda dan Bodyguard yang mama siapkan". Ibu Maya.


"Baik Bunda". Arsya.


Kemudian Arsya masuk ke kamarnya dan membersihkan diri.


***


Tuan Arthur sedang berada dalam perjalanan kembali ke hotel tempat mereka menginap. Tiba-tiba ponselnya berdering.


" siapa pa? ".Tanya Nyonya Selena.


" Gak tahu, nomor baru ma". Tuan Arthur kemudian mengangkat panggilan daru nomor tersebut.

__ADS_1


"Halo! ".


^^^" Halo Tuan Arthur"^^^


"Ya? ".


^^^" Ini saya Dewa Tuan, saya punya sesuatu untuk di sampaikan"^^^


"Oh ya silahkan".


^^^" Ini mengenai Caca Tuan".^^^


"Caca, ada apa dengannya? " .


^^^"Kemarin saat ke kampus, saya melihat ada seseorang yang mencurigakan, ia memotret ke arah Caca, jadi saya hanya ingin memastikan apakah itu orang anda Tuan? ".^^^


" Sialan, aku tidak mengirim siapapun untuk memata-matai putriku sebelumnya, tapi kali ini ia harus terus berada dalam pengawasan ku" .


^^^"Apa yang akan anda lakukan Tuan? ".^^^


" Oh iya, kamu sejurusan dengannya kan? ".


^^^" Ya Tuan".^^^


"Tolong jaga Caca, kalau ada hal aneh di dekatnya, tolong segera beri tahu saya".


^^^" Baik Tuan".^^^


"Baiklah".


Panggilan di tutup


" Siapa pa? kenapa nyebut nama Caca tadi". Nyonya Selena


"Itu Dewa, temannya Arsya sejurusan kuliah nya sama Caca". Tuan Arthur


" Tidak, dia hanya menawarkan diri untuk menjaga Caca". Jawab Tuan Arthur, ia tidak ingin membuat istrinya panik dengan mengetahui hal yang sebenarnya.


"Oh syukurlah, setidaknya kita bisa mengetahui apa yang terjadi melalui anak itu". Nyonya Selena.


Keduanya kembali diam, Tuan Arthur sibuk dengan pikirannya, ia terus memikirkan siapa yang mengikuti putrinya, dan untuk apa hal itu di lakukan. " Apa mungkin musuh-musuh ku tahu soal Cacax". Tuan Arthur kemudian seolah memutar rekaman di kepalanya, ia memilah-milah siapa kira-kira yang bisa melakukan hal ini. Ia kemudian tiba-tiba teringat seseorang. "Apa mungkin dia". Tuan Arthur melirik ke arah spion mobil dan bertatapan dengan Denis, Denis seolah langsung paham apa yang di minta oleh Tuannya itu.


Denis mempercepat laju mobil hingga saat mereka sampai di hotel.


" Mama masuk duluan saja, saya akan mengurus beberapa urusan perusahaan dengan Denis". Pinta Tuan Arthur.


"Iya pa, cepat yah". Nyonya Selena kemudian masuk mengikuti pinta suaminya.


" Ikut saya". Pinta Tuan Arthur pada Denis


Setelah memberi perintah pada anak buahnya, Denis masuk ke mobil mengikuti Tuannya.


"Ada apa Tuan". Denis melihat wajah Tuan Arthur yang serius.


"Selidiki Dia". Tuan Arthur.


Denis berpikir sejenak, siapa yang di maksud dengan Dia. Ia kemudian mengingat orang yang bahkan tidak sudi di sebut namanya oleh Tuan Arthur.


" Baik Tuan". Jawab Denis.


"Kemudian, siapkan beberapa bodyguard Penyamar untuk melindungi Diandra". Pinta Tuan Arthur lagi.


" Baik tuan".Denis memikirkan bahwa ada kemungkinan Dia yang di maksud oleh Tuannya memulai pergerakan. "Tuan Maaf, sebelumnya saya sempat meminta orang untuk mengikuti Caca tanpa seizin Tuan".


Tuan Arthur menoleh pada Denis dengan mata yang hampir lepas dari tempatnya.


Denis buru-buru mengeluarkan beberapa lembar foto.

__ADS_1


" Ini foto yang di dapatkan oleh orang suruhan saya, ada orang lain yang mengikuti Caca". Denis.


Tuan Arthur bertambah kesal, ia pikir orang yang di maksud Dewa adalah orang suruhan Denis, rupa-rupanya ada orang lain lagi.


"Lantas, dia melepasnya begitu saja? ". Tuan Arthur.


" Tidak tuan, kami menyekap di suatu tempat, dia belum mau membuka mulut ". Jawab Denis.


" Ayo ke sana". Tuan Arthur nampak wajahnya memerah karena marah. "Berdoalah, semoga pria itu tidak menyebut namamu".


Dalam perjalanan ke tempat dimana pria itu di sekap, Tuan Arthur menerima panggilan dari Nyonya Selena.


" Halo ma! ".


^^^" Papa kenapa ngirim bunga, tadi di bawah gak ngomong apa-apa tuh".^^^


"Bunga? ".


^^^" Iya, tapi bunganya aneh pa".^^^


"Aneh kenapa? ".


^^^" Ini buket bunga Hortensia tapi ada satu tangkai bunga yang berbeda, mama tidak mengerti soal tanaman". ^^^


"Coba kirim foto tanamannya".


^^^" Iya pa".^^^


panggilan pun berakhir.


Tuan Arthur membuka pesan dari Nyonya Selena, ia terdiam melihat buket bunga Hortensia, tetapi ada satu tangkai bunga krisan di tengah buketnya.


"Jadi ini bermaksud teror". Pikir Tuan Arthur.


Bunga Hortensia melambangkan ucapan terima kasih tetapi bunga Krisan melambangkan kesedihan dan biasanya di temukan di pemakaman.


" Denis, perketat penjagaan untuk Nyonya dan Diandra". Pinta Tuan Arthur.


"Baik Tuan". Denis kemudian melajukan mobilnya lebih cepat ke tempat penyekapan.


Sesampainya di tempat penyekapan Tuan Arthur langsung duduk di hadapan orang yang sebelumnya sudah menguntit Caca.


" Lepas penutup mulutnya". Tuan Arthur.


Bodyguard melepas tutup mulut orang itu.


"Haaa haaaa". orang itu bernapas susah payah. " Kau tidak akan mendapatkan jawaban apapun dariku".


"Aku akan membunuhmu jika tidak memberiku jawaban yang jelas". Tuan Arthur.


" Hahaha kau pikir aku takut, cuih". Orang tersebut meludah tepat di sebelah sepatu Tuan Arthur, saat itu juga kepalanya mendarat di tanah.


"Siapa yang menyuruh mu? ". Tanya Tuan Arthur setenang mungkin.


" Aku tidak akan menghianati penyelamatku". Jawabnya.


"Aku tidak suka mengulang perkataanku". Tuan Arthur.


" Aku tidak peduli hahaha". Orang itu justru menertawakan nya.


"Baiklah, siksa dia sampai mau membuka mulut". Tuan Arthur kemudian pergi begitu saja.


" Hahaha aku tidak takut, aku tidak takut, bedebah, kau menyakiti penyelematku". orang itu terus-terus berteriak tanpa peduli itu akab di dengar atau tidak.


bersambung…………


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2