
Caca sampai di depan pintu kamarnya, dia berpikir sebentar. "Kenapa Agus bareng Via yah? ". Tiba-tiba pintu terbuka, ada Rani di balik pintu itu.
" Kau kenapa diam di situ? ".Tanya Rani heran.
" Ah iya, aku lagi mikir".Jawab Caca.
"Mikir apa? Ronal? ".Rani.
" Hush kenapa Ronal? ". Caca berlalu memasuki kamar. " Tadi di mall aku ketemu Agus".
"Agus? temannya Ronal? ".Tanya Rani.
" Iya dia".Jawab Caca.
"Terus kenapa? ".Rani.
" Tadi dia bareng Via... ".Caca.
" Haaa".Rani memotong perkataan Caca dengan ekspresi kaget."Kok bisa, emangnya Via di kota ini? ".
" Yah kalau nampak nya di sini, brarti dia tinggal di kota ini".Caca.
"Tapi kenapa dia bareng Agus? ".Rani.
" Gak tahu".Caca juga memiliki pertanyaan yang sama.
"Tapi kamu kenapa bisa ada di mall?".Rani.
" Aku bareng Ronal, tadi kita mampir buat nyari makan, eh malah ketemu duo monkey".Caca.
"Pft duo monkey? maksudmu Aqifa dan Andini? ".Rani.
" Humm, rupanya yang nyuruh cewe di kantin buat nyiram sop itu, suruhannya Aqifa, terus tadi dia numpahin ice coffy di baju aku, jadii Ronal beliin aku baju dan di situlah terjadi pertemuan antara aku, via dan Agus, oke sampe situ aja, jangan banyak tanya, aku mau istrahat".Caca berdiri begitu saja menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
"Humm padahal aku mau nanya banyak hal soal Ronal".Gumam Rani.
***
di apartemen Aprilia.
" Hai sayang! ".Sapa Malik.
" Hai, kenapa gak kasih kabar? ".Tanya Aprilia.
" Biar jadi kejutan, gimana perkuliahannya?". Tanya Malik.
"Umm bagus, aku udah punya teman dekat". Jawab Aprilia, bersiap menceritakan teman barunya. " Namanya Caca, dia baik banget, terus orangnya seru, aku suka banget jalan bareng dia, dia orangnya sederhana, penampilannya biasa aja, tapi orangnya cantik, terus dia pintar lohh".Aprilia menceritakan sosok Caca pada kekasihnya itu.
Malik Endrian
Putra dari keluarga Endrian, dia merupakan anak bungsu tetapi satu-satunya Laki-laki dari 5 bersaudara. Dia menjalin hubungan dengan Aprilia sejak SMA, Malik merasa perasaannya tidak pernah goyah sedikitpun dari Aprilia, meski terkadang banyak dari temannya mengatakan bahwa dia sangat bodoh karna di manfaatkan oleh Aprilia, tapi dia tidak mrnganggap itu.
"Gimana apartemen nya? " Tanya Malik
__ADS_1
"Aku suka banget, kau gak dengerin ceritaku yah".Aprilia manyun.
" Aku dengar, aku datang untuk menghabiskan waktu denganmu, bukan mendengar kan cerita tentang orang lain".Malik.
"Oh ya,, kita mau kemana malam ini".Tanya Aprilia.
"Humm nonton mau gak? ".Tanya Malik.
" Mau, tunggu yah, aku ganti baju dulu".Aprilia.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah berada di bioskop, mereka menonton film romantis, hingga tak terasa filmnya sudah selesai.
"Lapar".Aprlia.
" Ya sudah, ayo cari makan".Malik merangkul pundak Aprilia.
Di sisi lain di tempat yang sama, Aqifa baru saja selesai nonton film horor dengan teman baiknya Derik, mereka memutuskan untuk mencari makan.
"Wah ada apa yah hari ini, siang tadi Caca sekarang gadis bodoh itu". Aqifa.
" Maksud lo siapa? ". Derik bingung dengan pernyataan tiba-tiba dari Aqifa.
" Ingat gak yang gue ceritain soal Caca dia punya teman yang selalu ngekor sama dia, nah itu orangnya".Aqifa menunjuk ke arah Aprilia.
"Ohh, manis sih, tapi gayanya kelihatan maksa".Derik menilai Aprilia.
" Itulah yang gue maksud, nampak banget kalau dia gampang di dekatin, pancing aja pakai ini". Aqifa memainkan jarinya mengibaratkan uang.
"Hahaha gue mau coba".Derik bersiap.
" Gila, bisa-bisanya.".Derik berdecak.
"Tapi gak apa-apa sih, gue jadi punya rencana".Aqifa.
" Apaan? ".Tanya Derik.
" Besok lo datang ke fakultas gue, bakal ada kejadian seru". Aqifa.
"Oke, jadi makan gak? ".Tanya Derik.
" Gak ah, nanti pesan aja makan di apartemen gue aja".Jawab Aqifa.
"Ya sudah, ayo balik".Ajak Derik.
***
Keesokan harinya.
Caca sudah siap ke kampus, betapa terkejutnya dia saat keluar dari gerbang asrama melihat sosok yang ia kenali.
" Fahri! ".Teriak Caca pada pria yang sedang mendorong motornya.
Fahri mendengar ada yang memanggilnya, dia menoleh ke arah suara tersebut, dia begitu bahagia saat melihat Caca berdiri di ujung jalan.
__ADS_1
" Caca, kamu kuliah di sini? ".Fahri tahu dari lambang yang ada di almamater di lengan Caca.
" Ah iya, aku kuliah di sini".Caca.
"Sama dong, aku jurusan Mechanical Engineering, kalau kau? " Tanya Fahri.
"Aku ekonomi, motor kamu kenapa? ".Tanya Caca.
" Ah tadi bannya kempes, mau aku tambal di bengkel itu".Jawab Fahri.
Mereka memutuskan untuk berjalan bersama, Caca menemani Fahri selama di bengkel. Rupanya Aqifa tak sengaja melihat mereka berdua dari dalam mobil sportnya itu.
"Oke, kayaknya aku udah punya target" Aqifa.
"Maksud kamu? ".Tanya Andini.
" Liat aja nanti, pasti akan menyenangkan untukmu". Jawab Aqifa yang kemudian melajukan mobilnya ke area kampus.
Ronal hendak menjemput Caca, ia bertanya pada satpam, ia hanya mendapat jawaban bahwa Caca sudah berangkat sejak tadi. Ronal kemudian melajukan mobilnya, tak sengaja ia melihat Caca dan Fahri sedang di bengkel.
"Itu,itu orang yang aku kerjain dulu yah, mereka masih temenan rupanya".Ronal berbicara pada dirinya sendiri. Dia pun memutuskan untuk menemui Caca saat kembali dari perkuliahan..
" Oke selesai, sini aku anterin".Fahri menawarkan.
"Makasi yah".Jawab Caca yang kemudian duduk di belakang Fahri.
Tak terasa mereka sampai di fakultas Ekonomi, Caca langsung pamit, Fahri menatap punggung Caca yang kian menjauh, saat hendak akan pergi, saat itu Aqifa datang dengan mobilnya lalu menabrak Fahri, Fahri terjatuh.
" Hey, bawa mobil yang benar dong".Fahri meneriaki orang di dalam mobil.
"Maaf yah, aku gak sengaja, aduh motornya lecet parah lagi".Aqifa menunjukan wajah panik.
" Ha seharusnya bawa mobilnya hati-hati".Fahri lagi bertambah marah.
"Mm maaf yah, sekarang aku gak bawa uang tunai buat ganti rugi".Aqifa.
" Terus gimana? ".Jawab Fahri
" Gini aja, sebentar selesai perkuliahan temui aku di lobi fakultasku".Aqifa.
"Ohh jangan kabur yah, kamu jurusan apa, nama kamu siapa? ".Tanya Fahri
" Namaku Aqifa jurusan ekonomi. ".Jawab Aqifa.
" Ohh, aku Fahri dari mechanical engineering ".Fahri memperkenalkan dirinya dimana dia menempuh perkuliahan.
" 1Jurusan dengannya yah ,apa dia mengenal Caca". Pikir Fahri.
"Oke sampai jumpa nanti siang".Aqifa.
Fahri melambaikan tangannya kemudian melajukan motornya ke area fakultas nya.
***
__ADS_1
Caca sedang duduk santai di sudut ruangan sembari membaca buku. pada awalnya tempat itu sangat tenang, akan tetapi kehadiran Arsya mengagetkan Caca. "Ya udah lanjut-lanjut".Arsya mundur perlahan,
bersambung……………