
Setelah membereskan apartemen nya dan memasak makan malam, Aprilia kembali mengecek handphone nya.
"Loh, pesan ku nggak di read," gumam Aprilia.
Ia memutuskan untuk menelpon Malik. Saat ia sedang menelpon Malik, tiba-tiba bel pintunya berbunyi.
Tidak ada orang lain yang tahu password apartemen nya. Selain "Malik, " pikir Aprilia dan segera menuju ke ruang depan.
Ternyata benar itu Malik, menggunakan kaos dan jeans, serta buket bunga dan bingkisan di lengan kiri dan kanannya.
Setelah basa-basi melepas rindu, Aprilia menyiapkan makan malam.
"Kau rupanya masih sama. Aku suka bunga-bunga, cantik," ucap Aprilia.
Sesekali Malik akan datang tiba-tiba dan membawakannya bunga. Bedanya hari ini Ia membawa bunga yang sedikit berbeda, biasanya Malik akan membawa bunga-bunga indah yang berwarna pink atau biru, serta putih. Aprilia tidak begitu tahu dengan makna bunga, Ia hanya menyukai dari bentuknya saja.
"baguslah, " jawab Malik singkat. " Maaf aku belum bisa mengatakan semuanya."
Makan malam itu berlangsung hening, hanya dentingan piring dan sendok yang terdengar. Ini tidak sesuai dengan yang Aprilia inginkan, Malik memang membawakannya buket dan beberapa cemilan untuknya. Tetapi, dia selalu berbicara singkat, yang membuat Aprilia sungkan untuk berbicara banyak.
"Apa kau mengenal Caca?" tanya nya dengan tenang.
Mendengar hal ini, Malik menoleh pada Aprilia. Ia hanya menatapnya sebentar lalu berkata tidak terlalu.
Hati Aprilia sedikit terusik, saat berbicara sebelumnya, Malik tidak sekalipun menatapnya. Lalu saat ini, saat menyebut nama Caca, Ia bahkan menatap matanya.
"Bagaimana kau mengenalnya?" tanya Aprilia.
__ADS_1
"Kau yang mengenalkannya padaku," ucap Malik.
"Tapi kau seolah sangat mengenalnya, " Aprilia mendesak Malik.
"Kau sering menceritakan dirinya."
"Aku rasa tidak hanya karena itu, kau mulai berubah setelah bertemu dengannya," lanjut Aprilia.
"Aku tidak berubah," singkat Malik.
"Kau berubah, aku sangat terusik dengan reaksi Caca yang selalu menoleh jika aku menyebut namamu," ucap Aprilia dengan kesal.
Mendengar hal ini, Malik menatap Aprilia tidak percaya. "Lalu kenapa menanyakan hal itu padaku, itu reaksi Caca. Bukan diriku," ungkap Malik dengan malas
"Apa benar, kau memang hanya mengenalnya dariku?" tanya Aprilia memastikan kembali.
Aprilia sedikit tenang dengan jawaban Malik. Tetapi Ia masih tidak bisa menyingkirkan pikiran bahwa Malik dan Caca punya hubungan lebih dari sekadar mengenal.
"Jangan-jangan Caca menyukai Malik," Aprilia membuat kesimpulannya.
Melihat situasi saat ini, Aprilia bisa saja bertanya banyak hal. Malik bisa saja keceplosan dan mengatakan yang sebenarnya. "Aku harus pulang sekarang."
"Akhir-akhir ini aku memiliki banyak kerjaan di kantor, jadi kita tidak bisa sering bertemu seperti sebelumnya," ungkap Malik.
Aprilia mengangguk mengerti, mungkin Ia hanya terlalu takut kehilangan Malik. "Maafkan aku karena bertanya seperti itu," sesal Aprilia.
Malik memeluk Aprilia dan mengusap rambutnya. "Aku harus kembali, maafkan aku,"
__ADS_1
Aprilia mengantar Malik hingga ke parkiran mobilnya. Setelah kepergian Malik, Ia kembali ke apartemennya.
Ia hendak masuk ke kamarnya, tetapi Ia tertuju pada bunga yang Malik bawa sebelumnya. Karena sedikit berbeda dari sebelumnya, Aprilia mengeluarkan handphone nya. Ia memotret bunga tersebut dan mencari nama serta arti bunga itu.
Lily Kuning
"Oh ini bunga Lily namanya. Cantik," ucap Aprilia tersenyum. Kemudian Ia kembali membaca artikel mengenai bunga ini.
Maknanya bagus, ada beberapa artikel yang menyatakan bunga lily kuning adalah ungkapan bahagia, ungkapan terima kasih, persahabatan, warnanya yang mengungkapkan keceriaan.
Begitu banyak artikel yang mengungkapkan keindahannya, tetapi semua terpatahkan dengan 1 artikel yang menyatakan.
"Lily kuning terkadang menandakan kepalsuan atau kebohongan," Aprilia membacanya dengan sedikit tidak percaya.
"Apa-apaan artikel ini," Ia meletakkan kembali handphonenya dan menaruh bunganya sembarangan di vas, tidak Ia tata seperti biasanya.
Aprilia merasa tidak senang dengan artikel satu itu, Ia mencoba melupakannya dan menyibukkan diri dengan membereskan bekas makan malamnya tadi.
bersambung………
...****************...
...----------------...
...****************...
__ADS_1