
Walau pertanyaan Arsya sering kali tidak di jawab oleh Aprilia,Arsya tetap berada dalam percakapan yang brlangsung cukup lama itu.
"Sya lo ngapain sih?". Dewa datang.
"Nggak,ayo masuk".Caca masuk sembari terseyum pada Apriia dan Caca.
"Lo nggak mikir kalau mereka punya maksud?". Aprilia dengan memutar pandangannya ke arah Arsya dan Dewa.
"Kalau menurut aku sih nggak!".Caca.
"Hah naif banget sih,oh iya kita kenal udah berapa lama?". Aprilia.
"Kalau gak salah sih sejam yang lalu ehemp". Caca menahan tawanya,menyadari sikap mereka berdua seolah sudah kenal lama.
"Ahahaha awal yang bagus untuk perkenalan hahahah". Aprilia tergelak.
"Aku gak nyadar lo kalau kita baru kenal".Caca.
"gue juga gak,ayo masuk". Aprilia merangkul lengan Caca.
Rupanya dari dalam ruangan Arsya memperhatikan tingkah mereka berdua,dia tersenyum tapi hatinya timbul rasa ingin menjadi sosok teman di antara mereka berdua,dia ingin teman seperti Caca dan Aprilia,dia bosan dengan teman-teman yang hanya tahu memamerkan kekayaannya saja dan orang-orang yang bersilat lidah di sekitarnya.
-------------
"Pagi...".Sapa seorang dosen.
"Pagi pak".serentak seluruh mahasiswa baru.
"Baik untuk hari ini kita awali perkenalan diri saja terlebih dahulu".Lanjut dosen.
"Baik pak". Sahut mahasiswa serentak.
"Mulai dari kamu,yag di ujung". Pintah dosen.
Semua mehasiswa memperkenalkan diri,dan segera akan membahas pelajaran apa saja yang akan mereka pelajari.Tiba-tiba dari balik pintu muncul seorang gadis dengan penampilan yang terkesan elegan.
"Selamat pagi..." Aqifa berjalan masuk tanpa memperhatikan dosen yang berada di depannya."Sorry gue telat".
"Perkenalkan dirimu". Dosen dengan wajah merasa terinjak karna di lalui begitu saja oleh Qifa,dengn lidah dan mulut yang berat , dosen meminta Aqifa untuk memperkenalkan diri.
"Gak mau,gue yakin tanpa harus memperkenalkan diri,mereka juga udah tahu siapa gue".Qifa dengan santainya.
__ADS_1
Dosen hanya menghela napas,muncullah berbagaipercakapan yang membahas antara Qifa dan Arsya.
AQIFA PRAMESTI BALA
Putri satu-satunya dari keluarga Bala, Ia memiliki 2 orang saudara laki-laki yang begitu sayang padanya, karena terpaut usia yang jauh dengan saudara-saudaranya ,Aqifa selalu di anggap putri kecil di keluarganya, karena hal itu dia memiliki sifat manja dan keras kepala.
Karena merupakan keluarga terpandang di kota XX, tidak pernah ada yang berani melawannya walau ia berperilaku seenaknya.
-----------------------------------------------------------
"Aqifa dan Arsya ada di sini, kita harus mendekati yang mana? "
"Mereka di sini, bagaimana ini"
"Aqifa di sini, tadi aku udah jelekin dia sama Arsya"
"Kita harus ngikut yang mana!? "
Berbagai perbincangan keluar dari mulut mahasiswa tentang Aqifa dan Arsya, membuat kelas menjadi riuh.
Untungnya dosen menggetuk meja menyadarkan para mahasiswa bahwa di hadapan mereka berdiri seseorang yang sepatutnya mereka hargai keberadaannya.
"Haahh,, baik kita mulai pelajarannya! ". Dosen menghela napas, tetapi tetap melanjutkan kewajibannya.
"Sebenarnya mereka ini sedang apa? ". Caca bingung melihat kondisi teman-teman sekelasnya.
" Haah dasar, masa kau tidak tau,! ". Caca menanggapi hanya dengan mengangkat kedua bahunya. " Aqifa juga konglomerat di kota ini, perusahaan keluarga mereka memiliki posisi yang sama-sama ternama".Aprilia menjelaskan
"Ohh jadi begitu yah, baguslah untung ada kau, setidaknya aku bisa mendapat informasi darimu".Caca tersenyum dan berjalan keluar beriringan dengan Aprilia.
--
"Oh jadi dia".Aqifa yang tiba2 berbicara sendiri.
" Apa maksudmu" tanya seseorang yang bahkan Aqifa tidak mau melihat wajahnya.
"Haah minggir, gue mau balik! ". Aqifa berbicara dengan suara yang tajam, membuat orang2 yang mengelilinginya minggir seketika.
" Hah dasar sombong".
"Mentang2 jadi keluarga terpandang"
__ADS_1
"Uhh kalau bukan untuk reputasi, aku malas seperti ini".
Berbagai cacian keluar untuk Aqifa, tentu saja setelah dia sudah benar2 meninggalkan ruangan.
------------------------------------------------------------
Di parkiran
" Caca! ".Tiba-tiba ada suara yang memanggil caca, Caca bingung setaunya yang baru kenal dekat dengan hanya Aprilia.
" Ca! orang itu memanggilmu? " Aprilia dengan mata terbelalak bertanya pada Caca.
"Hmmm ohh Ronal, iya kita 1 SMA, makanya bisa barengan". Caca.
Ronal mendekat dengan mobilnya ke arah Caca.
" Kau udah mau balik kan? " Tanya Ronal.
"Iya,kau mau jemput siapa? ". Tanya Caca dengan polosnya, membuat wajah Ronal muram. Tiba2 saja ada suara yang mengagetkan mereka semua.
" Ronal, gue gak nyangka lo tau gue di sini, lo mau jemput gue kan, duhh Qifa kayaknya kita gak bisa makan bareng, aku udah di jemput". Andini berbicara tanpa henti, dan mendapati Ronal yang mengkerutkan kening nya.
"Kau... " Ronal yang ingin berbicara di potong oleh Caca.
"Humm kau mau menjemputnya, ya udah aku balik dluan yah bareng Aprilia".Caca pun pergi bersama Aprilia.
" Ehh gak bukan gitu... " Ronal mencoba menjelaskan.
"Apaan sih, kau kenapa percaya diri sekali mau aku jemput, aku mau jemput Caca bukan kau,, ihhh" dengab jijik yang brcampur kesal, Ronal mengatai Andini.
Caca menoleh sebentar saat jaraknya dengan mereka sudah cukup jauh,"Humm benar2 perkumpulan orang2 populer, semuanya berasal dari keluarga yang terpandang, banyak mata yang memandang mereka". Caca kemudian melihat pakaiannya. "Humm apa aku cari baju baru yah saat pulang" Caca sibuk berpikir. " Humm rupanya Andini dan Aqifa adalah sahabat".
"Ca! kita pisah di sini yah, Pacarku udah datang". Aprilia pamit
" Yah udah oke!!! " Caca.
Sekali lagi sebelum balik Caca menoleh ke arah Ronal, namun matanya bertatap dengan Andini.
Andini memberi kode untuk segera pergi.
Sebenarnya Caca merasa heran dengan
__ADS_1
sifat Andini yang seperti itu., tapi fia tetap memutuskan untuk tidak mengabaikannya karna sejak tadi pun ia memang berniat untuk kembali pulang.
Bersambung.............