Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
Bukan Arsya


__ADS_3

"Maksudnya., aku tidak ingin membocorkan lebih jauh, berhati-hatilah dengannya". Aqifa melirik ke arah Arsya.


" Jangan sembarangan menuduh orang". Caca.


"Terserah! ". Aqifa meninggalakan bangku itu, dan duduk di dekat Lison dan Manda.


" Aneh gak sih? ". Tanya Aprilia.


" Gak usah di pikirin, gak penting". Caca tidak memikirkan perkataan Aqifa, dan kembali membaca bukunya.


***


Di toilet mahasiswi


"Duhh kebelet, untung gak ada orang".Caca masuk tergesa-gesa, kemudian masuk beberapa gadis lagi, rupanya ada Manda dan Rubi.


" Gi mana? kalian udah punya rencana? ".Tanya manda


Caca hanya mendengar suara mereka, tanpa tahu siapa yang sedang berbicara.


" Gue sih masih mikir, emang iya yah, kalau buat masalah gak akan ketahuan? ". Tanya Ruby.


" Yah kan lo tahu gimana posisi dia di kampus ini, jangankan kampus Di kota ini juga dia punya kuasa".Manda.


"Sini aku bisikin! ". Rubi membisikan sesuatu ke Manda, kemudian mereka berdua tertawa licik, dan tos tanda setuju.


" Apa yang mereka maksud, kayaknya gak baik, ".Pikir Caca.


Setelah merasa sudah tidak ada orang, Caca akhirnya keluar, dan bersiap untuk kembali ke asrama.


***


Di jalan pulang..


Tiba-tiba ada yang menyiram Caca dengan lumpur.


" Hah,,siapa? ". Caca kaget, dia tidak bisa melihat pelakunya, karna lumpurnya sampai terkena wajah Caca.


" Mantap, sekarang makin jelas kalau kamu anak petani".Ejek Manda.


"Lo pikir pantas buat temenan sama kita2, gak ada yang mau temenan sama lo, iyakan Sya". Kata Ruby.


..."Apa ?Arsya? Kok dia ngelakuin ini sih".Pikir Caca. ...


Caca tidak bisa berkata-kata, dan tidak bisa membuka matanya.


" Hey, bocah kampung,ingat yah eksekusi ini baru di mulai, ini hanya permulaan saja".Kata Ruby yang kemudian mendorong Caca di tanah, dan melepar sebotol air ke arah Caca.


"Air, itu suara botol air, aku harus meraihnya". Caca kemudian meraba di sekelilingnya untuk mencari air tersebut.


Manda dan Ruby pun meninggalkan Caca.


Tak berselang lama, Ronal melalui jalan tersebut berniat untuk pulang, ia melihat sosok yang ia kenali.


"Itu bukannya Caca? ".Tanya Ronal pada dirinya sendiri.


" Haa Caca! ". Teriak Ronal yang kemudian ia menepikan mobilnya, dan menghampiri Caca.


Mobil yang di tumpangi oleh Manda dan Ruby berhenti saat melihat mobil Ronal, dan betapa kesalnya Andini melihat Ronal menolong Caca.


" Apaan sih, kok dia tolongin cewe kumal itu". Andini kesal.

__ADS_1


"Sabar ndin, kita kan masih punya rencana lain, ingat tujuan kita untuk membuat dia gak nyaman, soal Ronal kita bisa cari cara lain".Aqifa menenangkan Andini, rupanya di mobil tersebut tidak ada Arsya, tetapi Aqifa dan Andini, mereka sengaja menyebut nama Arsya agar Caca menuduh Arsya atas kejadian ini.


Di sisi lain, Ronal sedang membersihkan wajah Caca. Andini yang melihat pun merasa dadanya sudah terbakar.


"Ayo Ca, kita cari pakaian buat kamu dulu! ". Pinta Ronal.


" Gak usah, makasih ya udah nolongin aku, aku balik aja, asramaku udah dekat kok". Caca menolak.


"Ya udah kalau gitu aku antar aja". Ronal menawarkan diri untuk mengantarnya pulang," rupanya kau pindah di dekat sini, pantas saja aku ke rumah pamanmu gak ada kau".pikir Ronal.


"Gak usah Nal, mobil kamu bisa kotor kalau nganterin aku, aku jalan saja, jaraknya juga gak jauh kok, 5 menittan udah nyampe".Tolak Caca


" Gak usah mikirin itu".Kemudian Ronal ke mobilnya dan mengambil handuk untuk Caca. "Pakai ini, sekarang kamu gak bisa nolak lagi, ayo masuk".


" Ya sudah".Caca meraih handuk, dan menutupi tempat yang akan dia duduki, agar tidak kotor.


Mereka pun ke asrama Caca, "Di sini Nal, makasih ya udah antarin aku! ". Caca berterima kasih,.


Saat itu Ronal mendekati Caca berniat membersihkan Lumpur yang hampir masuk di mata Caca.


" Ahh". Caca reflek berteriak, melihat Ronal sedekat itu, ia tiba2 terbayang akan masa lalu. Nafas Caca memburu, dia kembali teringat perilaku Ronal saat SMA.


Melihat Caca yang seperti itu, Ronal kembali merasa bersalah, walau saat itu ia melakukannya karena di bawah pengaruh Agus.


"Maaf, ada lumpur di dekat matamu, kau bisa kelilipan nanti". Ronal berbicara tanpa melihat Caca.


Caca tak menghiraukan itu, ia langsung turun begitu saja, ia masih memikirkan kejadian memalukan itu, yang harus ia tahan demi nama orang tuanya.


Ronal merasa sangat bersalah melihat Caca yang berjalan memasuki asramanya, ia keluar berniat untuk minta maaf


Akan tetapi saat baru sampai di gerbang ia di hadang oleh 2 satpam,


"Stop stop stop, anda laki-laki nak, liat sana".Satpam tersebut menunjuk tanda Warning! bagi laki-laki, peringatan agar laki-laki tidak boleh masuk. " Lihatkan, laki-laki di larang masuk, di larang keras, sangat tidak boleh, paham? ".


"Heyyyy, kami juga memang laki-laki,tapi kami satpam penjaga, untuk memastikan keaman gadis-gadis di sini". satpam terus berceloteh membels diri.


" Iya iya pak, selamat berjaga pak! ". Ronal kemudian pergi setelah memastikan Caca masuk.


***


Sampai di apartemen


" Hai nal, lo baru sampai, gue dari tadi nungguin lo". Andini memasang wajah yang imut.


"Siapa yang menyuruhmu menunggu? ".Ronal berlalu tanpa memperhatikan Caca.


" Ronal! lo pikir gue gak tahu, lo begitu sama caca karna lo ngerasa bersalah kan sama dia".Ronal seketika membeku saat mencerna kalimat Andini"apa dia tahu semuanya".


pikir Ronal.


"Maksud Lo? ".Ronal.


" lo gak mungkin lupakan Nal, kejadian di SMA, di ruangan.. "Kalimat Andini menggantung melihat tatapan tajam Ronal.


" Lo jangan sembarang kalau ngomong, gue bakal bikin perhitungan kalau lo sampai ngomong yang nggak2". Ronal membalikkan badan dan meninggalkan Andini.


"Humm, tenang aja Nal, lo gak akan ketahuan, aku hanya akan menyebut caca, kau akan aman sayang" gumam Andini, yang kemudian meninggalkan tempat itu.


***


di asrama Caca dan Rani

__ADS_1


"Sumpah, orang itu bakal dapat ganjeran karna ngelakuin ini".Rani terus mengumpat.


" Biarin aja". Caca.


"Tapi Ca, emang bener lo gak tahu siapa yang ngelakuin itu".Rani bertanya.


" Gak usah di bahas ah, ayo masak, aku lapar".Caca mengalihkan pembicaraan, ia tidak mau menceritakannya pada Rani, sebelum memastikan saat itu benar-benar Arsya atau bukan.


"Hoh lapar, oke lo tunggu di sini, gue yg masak".Rani beranjak ke dapur kecil mereka, dan mulai memasak.


" oke cheff Rani".Caca.


"sip".Rani mengangkat jempolnya.


***


keesokan harinya, di kampus


Caca pergi ke kampus, dengan gaya berpakaian sederhana, berbeda dengan mahasiswa yang lain, bergaya mengikuti tren yang berlaku.


Saat Caca masuk ke area fakultasnya, dia di dekati oleh Arsya.


" Hai Ca, baru datang yah, bareng yuk masuknya".Arsya mendekati Caca dengan ceria.


"Iya, ayo".Caca menerima ajakan Arsya, dengan sungkan Caca bertanya, " Mmm sya, kemarin kamu ke mana? ".


" Iya? ".Arsya heran dengan pertanyaan Caca.


" Ah gak usah di jawab, kemarin mungkin aku salah liat orang".Caca gugup.


"Ohh kau melihatku di mall Xx yah, bareng Cowokan, gak apa2 banyak kok yang mikir kayak kamu". Arsya berbicara membuat Caca bingung.


" Mikir apa? ". Caca malah bertanya.


" Hahaha lucu yah, kok yang kamu pikirin malah nanya ke aku". Arsya tertawa.


"Aku soalnya gak mikirin apa-apa".Caca mengelak.


Arsya kemudian mengeluarkan handphonenya, membuka gambar dan memperlihatkannya pada Caca, tetapi Caca tidak terlalu memperhatikan fotonya, dia hanya fokus pada keterangan pengambilan gamabr tersebut.


" Ini itu saudara sepupu gue, gue sering jalan bareng mereka, gonta ganti sih,semua cowo karna memang di keluarga besar gue, cuma 1 aja cewe, yah itu gue!, tapi orang-orang yang melihat selalu nganggep kalau gue tuh hamburin duit buat gigolo".Arsya.


"Hah gigolo, gila yah".Caca sontak kaget dengan berita miring tersebut.


" Iya, mereka mikir, kalau gue tuh selain hobi belanja, orang bilang kalau gue sering nyewa gigolo".Arsya.


"Gila apa, mikir apa tuh orang-orang ngomong kayak gitu". Caca ikut kesal.


" Yah biasa lah, selain orang-orang yang segan terhadap keluarga gue, banyak juga orang-orang yang berusaha membuat berita miring buat ngerusak nama gue".Jawab Arsya.


"Tapi kenapa kau menceritkan ini padaku? ". tanya Caca.


" Oh iya, kenapa gue cerita, gak apa-apa aku yakin kamu gak suak ngomongin orang".Arsya.


"Gak usah seyakin itu kali".Caca terkekeh.


" Coba aja kalau gitu".Tatang arsya.


"Hahahaha" Caca malah tertawa.


Mereka pun berjalan ke ruang kuliah.

__ADS_1


"bukan arsya, jelas banget di foto tadi, kalau saat aku di serang, Arsya lagi di mall, berarti ada yang mau ngerusak nama Arsya".Pikir Caca, yang kemudian dia teringat dengan perkataan Aqifa kemarin, yang meminta Caca berhati-hsti dengan Arsya. " apa mungkin Aqifa".


bersambung..........


__ADS_2