
Waktu terasa begitu cepat,Caca,Ronal dan Andini sudah sampai di kota XX.Saat keluar bandara mereka memutuskan untuk mengisi perut di restoran terdekat.
"Kita makan di sini aja! dapat info kalau di sini mantap lah rasanya". Andini dengan mata berbinar menjelaskan.
"Ya sudah,kita makan di sini aja,lagian di sini memang enak kok,Lo mau kan Ca?". Ronal memastikan Caca bersedia.
"Aku ngikut aja!". Caca tidak ingin merusak mood Andini.
Merekapun berjalan masuk restoran,petugas keamanan restoran dengan sigap mengamankan barang bawaan mereka. Saat sudah menentukan meja mereka, Ronal dengan sigap menarik kursi untuk di pakai duduk oleh Caca,tanpa menolak Caca duduk di bangku tersebut.Terlihat Andini juga sedang menunggu Ronal melakukan hal yang sama padanya,tapi sayang seribu sayang,berkali-kali sayang,Ronal tak kunjung melakukannya.
"Kau akan makan sambil berdiri? Di sini banyak bangku yang nyaman,Lo gak perlu khawatir soal kenyamanannya".Ronal menggelengkan kepalanya.
"Hah!Hiiss".Andini merasa kesal sambil meluncurkan tatapan kesalnya pada Caca.
Mereka memesan makanan yang mereka inginkan.
"Loh kok cuma ini aja Ca?". Ronal heran melihat pesanan Caca.
"Yah gak apa-apa,aku harus irit,makanannya mahal-mahal,hihi". Caca berbicara sambil tersenyum.
"Hah! Lo baru nyampe sini udah bilang ngirit,penghasilan orang tua lo berapa sih?". Andini.
"Yah karna itulah,uang saku aku dari orangtuaku,jadi aku harus mikir baik-baik soal pengeluaran".Caca mencoba menjelaskan pada Andini.
"Segitu miskinnya keluarga Lo,gak nyangka kok Lo bisa sih dekat sama kita,apa lo mau morotin kita?biar hidup lo kejamin gitu di sini". Andini semakin menyimpulkan seenaknya.
"Andini!".Ronal meneriaki Andini dan membuat seisi restoran menoleh padanya.
"Apa? Aku hanya ngomong apa adanya kok".Andini tanpa menyesali perkataannya.
"Sudah sudah,gak apa-apa Nal,kita duduk tenang aja nungguin makanannya datang". Caca menghentikan Ronal.
"Apaan sih? sok banget deh Lo". Andini mendelik melihat Caca.
"Bisa diam gak Lo!". Ronal menekan kata-katanya.
__ADS_1
"Sudah sudah,biarin aja". Caca memilih untuk tidak menjawab perkataan Andini.
"Hah kenapa kita bareng Lo sih,gue nyesel tadi gak batalin penerbangan bareng Lo ndin!". Ronal terus terang.
"Misi". Suara pelayan yang hendak menyajikan makanan menyadarkan mereka bahwa sekarang mereka sedang berada di restoran.
"Makasi!".Caca berterima kasih ketika makanannya sudah di sajikan.
"Hah bikin malu aja". Ronal dengan kesalnya.
"Suruh siapa bawa gadis yang malu-maluin".Andini.
"Lo gadis yang gak tau malu yah!".Ronal meletakkan sendoknya.
"Tolong kalian diam! kita dari tadi di perhatiin,kenapa kalian gak nyadar sih,Ndin oke aku gadis rendahan malu-maluin,puas! sekarang kita bisa makan dengan tenang kan!".Caca dengan tegar membenarkan perkataan Andini.
"Akhirnya Lo sadar juga yah". Andini tersenyum puas,berbeda halnya dengan Ronal yang menampakkan tatapan kesalnya.
Mereka makan dengan tenang,tanpa menatap satu sama lain,kecuali Ronal yang menatap sendu Caca.Kok bisa sih ada gadis seperti ini!baik banget,bedaaa banget sama cewe yang pernah gue kenal selama ini,gue nyesel banget nginget gue hampir ngelecehin Lo Ca!Maafin Gue. Pikir Ronal.
Mereka selesai makan,Ronal hendak membayar makanan mereka.
"Loh aku bisa bayar sendiri kok!".Caca hendak menolak,tapi Ronal tetap membayarnya.
"Ayo balik!".Ronal mengajak Caca.
Saat itu Andini juga keluar barengan dengan mereka berdua,tapi dia di hentikan olehh satpam.
"Maaf mba,makanannya belum di bayar". Satpam.
"Loh tadi udah di bayarin sama cowok itu!". Andini menunjuk Ronal.
"Hah gila yah!Malas banget gue keluarin duit buat Lo". Ronal pergi meninggalkan Andini.
"Kamu gak kasian gitu sama Andini? Pasti dia malu tuh". Caca sebenarnya ingin menunggu Andini tapi tangannya sudah di tarik oleh Ronal.
__ADS_1
Andini terpaksa kembali ke kasir dan membayar biaya makanannya.
"Nih!
Hah dasar cewe sialan". Andini semakin kesal dengan Caca.
-----------------------
"Ayo masuk!".Ronal membuka pintu mobil untuk Caca.
"Loh ini mobil siapa?tadikan kita pakai taxi".Caca heran melihat mobil mewah di hadapannya.
"Papa beli baru kemarin,mobilnya ada di apartemen aku tadinya,daripada harus mesan Taxi lagi,aku minta aja sama pengawal di rumah bawain mobil ke sini". Ronal menjelaskan sambil memasukan koper mereka di dalam mobil terkecuali koper milik Andini.
"Wah mobil itu kan keluaran terbaru,gila itu mobilnya Ronal! Gue harus cepat jangan sampai dia nunggu lama". Andini berjalan cepat menuju mobil,saat jaraknya beberapa langkah lagi,mobil Ronal berlalu menjauh dari pandangan Andini."Wait wait! Heyyy Ronal gue ketinggalan".
"Nal kenapa Andini di tinggal,kita kan barengan".Caca khawatir dengan Andini.
"Gak apa-apa aku udah ngasih duit buat bayar taxi,aku titipin tadi di petugas keamanannya".Ronal tersenyum.
"Yah tetap aja kan,kok kamu tega sih".Caca kesal meliha senyum Ronal.
"Orang kayak gitu gak bisa di kasih hati,nanti ngelunjak". Ronal.
"Ngaca dulu sebelum ngomong". Caca sepintas melihat bayang-bayang kejadian kelamnya bersama Ronal,hingga membuatnya diam dan hanya memandangi jalan dari jendela mobil.
"Maaf!". Ronal terdiam ketika mendengar perkataan Caca,membuatnya tertusuk dengan ingatan mengenai kelakuan bodohnya.
Karena hal itu,mereka melewati perjalanan dengan kebisuan tanpa ada yang berniat membuka pembicaraan.
---
"Hah kok gue di tinggal sih!". Andini sangat kesal di depan restoran.
"Mba ini koper sama ini ada titipan dari Tuan Ronal!". Petugas keamanan memberikan titipan Ronal dan berlalu dari hadapan Andini.
__ADS_1
"Hah ahhh Ronal apa sih yang lo liat dari cewe miskin itu!". Andini kesal sambil menatap uang yang di titipkan Ronal.
bersambung...............