Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
KEDATANGAN CACA


__ADS_3

Hari minggu yang cerah,banyak orang yang berolah raga pagi di taman kota,ada yang duduk di kursi taman sambil menikmati udara segar di taman,ada orang tua yang berlarian mengejar anak mereka,ada yang bercanda riang bersama keluarga,semua menikmati kehangatan kelurga mereka masing-masing,membuat mata yang melihat ikut tentram menikmati kehangatan itu.


"Hah Ran!aku capek nih,kita istrahat dulu yuk!". Caca sudah ngos-ngosan.


"Hah lemah lu Ca,ya udah sini kita istrahat dulu di sana". Rani mengalah.


"Mmm aku gak bisa lama ni Ca,aku mau ke rumah Ronal hari ini,sore nanti kita mau berangkat ke kota xx". Caca memberi tahu Rani.


"Oh gitu yah,lo punya hubungan apa sama Ronal? kalian dekat banget kayaknya sampe mau ngorbanin diri buat lo". Rani sangat ingin tahu semenjak kejadian kemarin.


"Hei kau gila yah,aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya,kau jangan asal menyimpulkan yah!". Caca melotot mendengar pertanyaan Rani.


"Yah kok lo ngegas sih,kan aku hanya nanya". Rani heran melihat jawaban Caca.


"Udah ah,aku mau pulang,bye". Caca pergi meninggalkan Rani,karna rumahnya dekat dengan taman kota membuatnya tidak masalah pulang sendiri.


"Heh kok lo ngambek sih,kan aku cuma nanya". Rani menatap kepergian Caca.


"Sore nanti datang ke rumah,bantu aku siap-siap". Caca menoleh dan meneriaki Rani.


"Gak mau!". Rani memalingkan wajahnya,berharap Caca datang kembali,tapi rupanya Caca pergi dan kali ini sudah sangat jauh."Hah dasar gadis itu,aku balik juga deh".


-----------------------


"Permisi...permisi..permisi". Caca berdiri di depan pintu rumah Ronal.


"Iya,,cari siapa nemg?". Seorang ART membukakan pintu.


"Maaf Bu,Ronalnya ada?saya Caca".Caca sekalian memperkenalkan diri.


"Oh neng Caca,sini nak masuk nak!". Mba ART itu mempersilahkan Caca masuk dengan segera.


"Bu ini neng Caca nya sudah datang!". Mba ART itu memberitahu nyonyanya.


"Oh mana?". Nyonya Bara langsung berdiri begitu mendengar nama Caca di sebutkan.


"Ini saya Nyonya". Caca menunjukan keberadaanya.


"Kenapa memanggilku Nyonya,panggil aku ibu,mama,ah jangan!panggil aku Bunda,tidak-tidak panggil aku Mami,yah mami,ayo coba!". Nyonya Bara begitu cerewet mencari panggilan yang cocok.


"Kalau Caca panggil Tante gimana?".  Caca menawar.


"No No No,kamu harus memanggilku Mami,titik". Nyonya Bara tidak ingin di bantah.


"Ya udah Mamii!". Caca merasa senang dengan Nyonya Bara,sepertinya rasa canggung yang ia khawatirkan tidaklah berguna.


"Caca memang anak pintar,ayo masuk nak,kita makan,mami sudah memasak untukmu,entah apa yang kau sukai,tapi mami masak banyak jenis makanan,mami harap kamu suka yah nak!". Nyonya Bara begitu bahagia dengan kehadiran Caca.

__ADS_1


"Tapi kenapa mami masak banyak-banyak begini?". Caca melotot ketika melihat banyaknya makanan,entah kenapa Caca langsung hilang dari kata canggung di rumah itu,dia begitu nyaman,panggilan mami saja sudah terasa cocok rasanya untuk Nyonya Bara.


"Yah ini untukmu Nak,mami mau kamu cobain semuanya!". Nyonya Bara menarik kursi untuk Caca.


Caca duduk mengikuti perintah maminya dengan sangat terpaku melihat kelezatan makanan di hadapannya.Saat maminya duduk di sebelahnya,Ronal turun dan berjalan menuju meja makan ,saat itu juga Ayah Ronal baru masuk ke dalam rumah dengan tergesa.


"Papa kenapa?kok ngos-ngosan". Ronal heran melihat Papanya.


"Papa capek nak,cepat kita harus menyusul Mama kamu,Papa dapat telpon dari ART yang Papa perintahkan,untuk memberi tahu Papa kalau Caca datang". Tuan Bara memberitahu Ronal.


"Caca,jadi ribut-ribut sejak pagi tadi karna Caca mau datang!". Ronal melotot.


"Iya,mama kamu itu kenapa sih,gila banget sama anak cewe". Tuan Bara berdecak mengingat tingkah istrinya.


"Makanya Papa buatin adik cewe buat Ronal,biar mama ada temennya,aku juga pengen ada ade yang di buat nangis". Ronal menggoda papanya.


"Dasar kau!,ayo cepat ke meja makan". Tuan Bara menjitak Ronal dan mengajaknya ke meja makan.


"Duhh sakit tahu pah!". Ronal mengikuti langkah papanya.


Saat sampai di meja makan,Ronal begitu kagum melihat kecantikan Caca,tapi itu tidak berlangsung lama,semua buyar ketika melihat tingkah Mamanya yang sedang repot mengambil makan untuk Caca,dan terlihat jelas sudah banyak makanan di piring Caca.


"Mama,kenapa banyak sekali makanan di piring Caca,Ronal tahu mama suka makan,tapi itu bukan berarti Caca juga suka!". Ronal merasa sedikit malu-malu melihat Caca ketika berbicara pada mamanya.


"Mmm gak papa kok! Aku juga suka makan!". Caca tersenyum karna kebetulan dia dan maminya itu suka makan.


"Iya sayang,kalian ambil sendiri makannya yah!Mama mau makan dengan Caca!". Nyonya Bara mendelik ketika melihat 2 pria kesayangannya berada di meja makan.Dia merasa mereka akan mengganggu acara makannya dengan Caca.


"Iya mi,maaf yah Om,Ronal!'. Caca tersenyum melihat tingkah maminya yang begitu lucu menurutnya.


"Hah MAMI!". Ronal dan Tuan Bara serentak kaget.


"Kenapa kalian serentak begitu?Bibi tolong sediakan makan untuk Tuan".Nyoya Bara mendelik pada Tuan Bara dan anaknya.


"Caca kenapa manggil mama begitu!". Ronal merasa malu atas tingkah mamanya."Mah apa ini?".


"Apaan sih? Mama kan hanya senang sama Caca,mama gak mau di panggil tante,mama maunya di panggil Mami,kalian kenapa keberatan,Caca aja ngikut kok". Nyonya Bara kesal terhadap Ronal.


"Tapi kan Mah,bisa aja Caca risih dengan panggilan itu". Ronal berusaha membuat mamanya mengerti.


"Gak kok,aku gak keberatan selama kalian juga begitu!". Jawaban Caca membuat Ronal tersipu,karna Ronal mengartikan itu lain,dan Maminya sangat bahagia.


"Ya sudah Nak,ayo makan,pokoknya makanan di sini harus kita habiskan". Mami sangat bersemangat.


"Ayo mi". Caca tersenyum.


    Mereka melangsungkan makan dengan dramatis,karena Mami kadang tersedak tapi masih melanjutkan makannya,kadang terlihat akan muntah sehingga membuat Tuan Bara pusing.

__ADS_1


"Stop dulu!". Mami tiba-tiba menghentikan acara makan mereka.


"Kenapa ma?". Ronal heran.


"Begini,kita akan buat 2 tim,mami sama papa,Ronal sama Caca,gimana? yang kalah akan memasak untuk malam ini!". Mami membuat perlombaan yang sebenarnya dia sengaja membuat Caca dan Ronal akrab karna sangat nampak bahwa Caca tidak menyadari perasaan anaknya.


"Apa lagi ini ma?".Tuan Bara mencoba menghentikan istrinya.


"Diam!". Tuan Bara langsung diam ketika istrinya memelototinya.


"Sebenarnya Caca mau mi,tapi Caca dan Ronal harus berangkat sore ini ke kota xx,apa Ronal belum memberitahu?". Caca menatap Ronal.


"Sudah,aku sudah memberitahu semuanya,mama saja yang tidak ingat".Ronal langsung menjawab tatapan Caca.


"Oh iya mama lupa sayang,Bi tolong siapkan pakaian Ronal untuk berangkat ke kota xx sore ini,siapkan semua kebutuhannya,nanti tanya Ronal apa saja kebutuhannya!". Pinta Nyonya Bara." Caca gimana?".


"Caca udah siapin semuanya dari semalam Mi,jadi nanti Caca tinggal berangkat aja!". Caca berbicara sopan membuat mami semakin menyukainya.


"Ya sudah aman,sekarang kita lanjutkan perlombaannya,nanti yang kalah ikuti perintah yang menang".Mami masih mau melanjutkan perlombaan tersebut.


"Hah mama".Ronal mendesah.


     Perlombaanpun di mulai,Caca mengambil posisi dengan Ronal,mereka makan makanan di nampan besar yang sama ukurannya dengan milik maminya.Rupanya tanpa di sadari Caca dan Ronal,sebenarnya di nampan milik maminya di antara susunan makanan itu,ada yang kosong,sandwich nya sengaja di atur dengan demikian,agar mami yang menang,Tuan Bara tidak mengira istrinya akan seperti ini.


"Ayo kita akan mulai,pasang waktu selama 10 menit,siapa yang bisa menghabiskan sebelum itu maka dialah pemenangnya". Mami menjelaskan peraturannya,dan di sambut anggukan oleh semuanya.


"Oke,1..2...3. mulai".


    Mereka makan dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.Ronal begitu kagum melihat Caca makan,kali ini Ronal benar-benar menyaksikan bagaimana Caca makan,selama ini dia hanya mendengar bahwa Caca suka makan banyak,tapi kali ini dia menyaksikannya.


"Kenafa mentaf ku? ayo makan,nanti kita kalahh ehmm...". Caca menyadarkan Ronal.


"Ah maaf,ayo cepat makan!". Ronal langsung melanjutkan makannya lagi.


Ternyata saat itu,mami melancarkan rencananya,dia berlagak seolah capek makan,ternyata dia hanya membuka bagian yang kosong seolah bagian itu sudah dia makan.


"Ayo pah cepat,ini sisa sedikit lagi!". Papa hanya mengikuti kemauan istrinya.


"Cepat Nal,punya Mami hampir habis". Caca mulai mendesak Ronal yang makannya sangat lambat.


         Saatnya tiba ketika Ronal dan Caca kalah,mami sudah mengangkat nampannya ke atas,menandakan merekalah yang memenangkan lomba ini,dia tertawa riang,sambil menunjukan peluh di dahinya.


"Hah mami menang!". Mami tersenyum bahagia.


"Mami hebat,mami kuat banget makannya.".Caca memuji maminya.


"Oke,kita istrahat dulu sebentar,mami akan memikirkan apa hukuman kalian!". Mami tersenyum penuh makna.

__ADS_1


Caca dan Ronal saling menatap satu sama lain,mereka memikirkan apa hukumannya.Mereka berdua duduk di ruang keluarga,sambil menunggu Tuan dan Nyonya Bara kembali dari kamarnya.


bersambung.......


__ADS_2