
Ronal memilih tempat, kemudian dia meninggalkan Caca untuk memesan makanan dan minuman.
Di saat Ronal pergi Caca mengabari Rani untuk makan dahulu,di mana Rani biasanya menunggu Caca makan bersama.
***
Aqifa dan Andini sedang sibuk berbelanja pakaian dan beberapa sepatu, hingga saat perut Andini bergemuruh. Reflek Aqifa menoleh padanya.
"Yahh, aku lapar, cari makan yuk! ". Andini yang langsung menjawab tatapan Aqifa.
" Ya sudah, bayar dulu". Jawab Aqifa.
Setelah membayar mereka memutuskan untuk mencari makan. Saat memasuki area yang terdapat berbagai stand makanan yang lezat,mereka memutuskan untuk membeli ice coffy dahulu, tiba-tiba Andini berhenti.
"Kenapa berhenti? ". Aqifa
" Haah, sana! kenapa dia di sini? ".Andini manyun seketika melihat Caca.
" Ohh Caca".Jawab Aqifa.
"Dia mana punya duit buat makan di sini. Pasti dia bareng orang lain ke sini". Andini.
" Ronal". jawab aqifa.
"Ihhh kok malah Ronal sih, yang lain dong perumpamaan nya".Andini kesal.
" Itu bukan perumpamaan, tapi sana, di sana, itu Ronal kan".Aqifa sembari menunjuk ke arah Ronal berada.
"Ihhh apaan sih, lo belum dapat berita apa-apa soal Caca dan Ronal di SMA? ".Andini.
" Katanya sih hari ini infonya bisa aku dapat".Jawab Aqifa.
"Samperin yuk! ".Andini sambil tersenyum penuh makna.
" Humm ayo".Aqifa seolah paham.
***
Ronal menghampiri Caca.
"Caca". Ronal menyapa Caca, tetapi ada 2 suara lain yang ikut menyapa Caca. " Kalian ngapain di sini? ".
" Sama seperti yang lo lakuin, bedanya kita bayar sendiri bukan morotin".Andini menekan kata-katanya sembari menoleh pada Caca.
"Pindah yuk! ".Ronal menarik tangan Caca. Sontak Andini melepas tangan Caca dan Ronal. " Apaan sih".
"Hmm jangan pergi dong, kita hanya mau makan bareng, kebetulan aja kan liat kalian di sini, kita kan saling kenal, makan bareng gak masalah kali". Andini.
" Aku gak bisa makan kalau kau di sini".Ronal.
"Gak apa-apa biarin aja mereka makan di sini".Caca melerai.
" Tuh kan Caca gak keberatan".Andini.
"Ya sudah nih makan yang ini dulu, yang lain nanti di anterin".Ronal dengan perhatian.
" Makasih yah".Caca.
..."Mau gue apain nih cewek biar malu, males banget liat dia kayak gitu".Batin Andini geram....
Aqifa memperhatikan Ronal dan Caca sesekali menoleh ke Andini, wajahnya bisa di baca oleh Aqifa bahwa dia sedang kesal.
" Ah, gue mau ke toilet dulu, tunggu yah Ndin".Aqifa mengangkat ice coffy miliknya dari meja dan saat berdiri dan hendak berjalan, ia dengan sengaja menabrak meja yang mereka pakai dan menumpahkan minuman yang ia genggam ke wajah Caca. "Auh, sorry sorry gak sengaja! " Aqifa.
__ADS_1
Caca kaget tetapi dia hanya diam di tempat duduknya, beda halnya dengan Ronal yang terlihat sudah terbakar.
Saat Ronal akan berdiri menghadapi Aqifa, Caca menarik tangannya. "Nal, tolong tisunya! ".
Ronal memperhatikan Caca, memberikannya tisu dan air untuk membasuh wajahnya." Baju kamu jadi kotor".
"Gak apa-apa, habis ini kan kita balik, gak ke mana-mana".Caca dengan tenang.
" Siang tadi sop panas, sore ini Ice coffy, kalau nanti malam kalian bertemu lagi, mau kau tumpahin apa ke Caca? ".Ronal meninggikan suaranya.
" Gue kan gak sengaja".Aqifa.
"Kamu pikir aku bodoh, cewe hari ini yang tumpahin sop panas itu kamu kan yang suruh, lagian kamu mau ke toilet buat apa bawa minuman? ".Ronal.
" Lo jangan asal nuduh yah".Aqifa membela diri.
Ronal terlihat mencaru sesuatu di ponselnya dan menunjukan rekaman pada Aqifa dan Andini. "Cewe itu suruhan lo kan".Ronal sudah mendapatkan rekaman cctv kantin kampus.
" Lo kenapa belain dia mulu sih, dia itu hanya manfaatin lo aja, wajahnya aja yang sok baik".Andini kesal.
"Dia gak seperti itu".Ronal hendak ingin berbicara lagi tapi Caca menarik tangannya.
" Balik yuk, bajunya basah gak nyaman rasanya".Caca.
"Dari kedatangan mereka kau juga udah gak nyaman, ayo".Ronal.
Mereka berdua pergi meninggalkan Andini dan Aqifa.
" Hah, Ronal kok gitu amat yah".Andini
"Udah ah, makan aja terus kita balik".Aqifa.
***
" Kenapa ke sini, kan kau bilang balik? ".Caca.
" Beli baju dulu".Ronal.
"Buat? ".Caca.
" Kamu".Ronal.
"Kenapa? ".Caca.
" Haaah kamu bilang gak nyaman kan, jadi aku beliin baju, stop jangan menolak, jangan bertanya".Ronal memasang wajah kesal membuat Caca enggan untuk menjawab.
"Kenapa mukanya kesal begitu".Caca bergumam.
Saat sedang berbelanja, Caca menabrak seorang wanita. " Maaf, anda tidak apa-apa? ".Tanya Caca sambil membantu wanita itu.
Tiba-tiba ada tangan kekar yang mendorong nya. " Minggir, lo gak punya mata yah".Suara tersebut.
"Agus! ".Caca
" Dasar perempuan licik, ngapain kamu di sini, kamu mana punya duit ke sini? ".Agus membentak nya.
" Via".Caca kaget melihat teman akrab lamanya itu."Via kamu di sini? aku udah coba hubungin kamu tapi gak tersambung".Caca bahagia melihat Via lagi.
"Lepas! ".Via melepas tangan Caca dan menatapnya geram.
Caca tiba-tiba mundur, kenangan buruk bersama Via terulang kembali di kepalanya. " Jangan! ".Caca berteriam, sontak seluruh pengunjung mengarah padanya.
" Wah dia numpahin minuman ke wanita itu".
__ADS_1
"Dasar anak jaman sekarang".
" Gak tau tempat yah".
Suara-suara bermunculan mengatai Via, karena Via memegang segelas ice coffy, oranga-orang mengira dia menumpahkannya pada Caca.
"Lo kenapa sih, lo mau bikin malu Via di kota ini juga? ".Agus marah.
" Bukan, maaf! ".Caca gemetar.
" Udah, ayo balik".Via keluar dari tempat itu.
Tidak lama kemudian Ronal datang. "Maaf, lama yah? ".Ronal.
" Kamu dari mana? ".Tanya Caca
" Aku daru toilet, kamu takut aku simpan sendiri? ".Ronal melihat Caca aneh.
" Gak kok ".Caca.
" Terus kenapa gemetar? ".Ronal bingung.
" Aku dingin".Caca menjawab seadanya.
"Yah udah cepat, kita cari baju buat kamu".Ronal melangkah dan memilih beberapa baju di dekatnya. " Nih coba! ".
" Mahal banget".Caca membulatkan matanya melihat nominal harga baju tersebut.
"Iya kalau kamu yang bayar, itukan aku yang bayar".Ronal
" Tapi Nal".Caca berusaha menolak.
"Udah sana".Ronal mendorong Caca kepada para pelayan toko,untuk membantu Caca mengganti pakaiannya.
" Dia kenapa yah".Ronal masih memikir Caca yang gemetaran. Dia kemudian memanggil seorang karyawan toko lainnya.
"Ada apa tuan? ".Tanya karyawan tersebut
" Kamu liat wanita yang bersamaku tadi? ".Ronal.
" Iya tuan".Jawabnya.
"Apa terjadi sesuatu padanya tadi? ".Tanya Ronal lagi.
" Tadi nona itu tidak sengaja menabrak seorang wanita, dan ada seorang pria yang memarahinya, kemudian mereka terlihat berbincang kecil mengenai sesuatu tuan".Jawab karyawan tersebut.
"Ohh iya makasih".Ronal.
" Siapa? kenapa Caca sampai gemetar seperti itu, tidak mungkin hanya karna di bentak". Ronal berpikir.
"Nal? ".Caca menyadarkan Ronal yang sedang melamun.
"Cantik! ".Ronal spontan menggaruk kepalanya.
" Ayo balik".Caca berdebar saat mendengar Ronal mengatakan dirinya cantik.
"Kamu tunggu di sini, aku bayar dulu".Ronal buru-buru pergi.
" Duhh kenapa sih ni jantung".Caca mengelus dadanya. "Tenang dong, nanti kedengaran".
Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pulang, Ronal mengantar Caca ke asramanya dahulu.
bersambung…………………
__ADS_1