Pertemanan Atau Permusuhan

Pertemanan Atau Permusuhan
APARTEMEN


__ADS_3

Waktu terasa begitu lama berlalu,sebab keheningan yang melanda di antara Caca dan Ronal.Sehingga pohon-pohon di jalan yang menjadi objek utama dari pandangan mereka.


"Kita sudah sampai!".Ronal menyadarkan Caca yang sedang terdiam.


"Benarkah?".Caca menatap Ronal kemudian melihat sekeliling dan kembali menatap Ronal."Kau berniat menurunkanku di sini?Aku tidak melihat ada kamar-kamar kos di sini,ini terlihat seperti kawasan elit,kau tinggal di sini ya?".


"Iya apartemenku di sini,Mama membeli apartemen sebelah untukmu,kita berdekatan jadi kita bisa ke kampus bersama".Ronal menjelaskan.


"Maafkan aku Nal!Aku gak bisa terima ini,maaf yah". Caca menolak kemudian keluar dari mobil dan mengambil kopernya di belakang mobil.


Caca mengambil ponsel dari tasnya dan segera menekan aplikasi untuk memesan kendaraan yang bisa ia gunakan ke tempat tujuannya.


"Lo mau kemana?". Ronal keluar dari mobilnya dan bertanya dengan tergesa.


"Aku akan pergi ke tempat yang sudah di katakan ayahku".Caca menjawab tanpa melihat wajah Ronal.


"Lo nggak perlu pergi di tempat itu,di sini jaraknya cukup dekat kok dengan kampus kita!". Ronal membujuk Caca.


"nggak Nal,Aku harus pergi,Menerima semua ini sama halnya aku membenarkan apa yang di katakan Andini sewaktu di restoran".Caca tetap menolak.


"CA,gue mohon jangan pikirin ocehan Andini". Ronal.


"Tapi Nal,apa yang dia katakan benar kalau aku menerima semua hal ini,lagi pula kenapa memberiku apartemen? Aneh tau nggak sih". Caca sedikit kesal.


"Tapi..".Ronal


"Mas di sini,aku permisi Nal".Caca tidak mendengarkan perkataan Ronal,dia meninggalkan Ronal begitu saja.


------------------------


Andini sudah sampai di apartemennya,yang letaknya juga di kawasan elit dekat Ronal tinggal.


"Wah!!Papa hebat,apartemennya keren banget,interiornya gue banget nih,humm mandi dulu ah".Andini memutuskan untuk mandi.


Saat Andini akan mandi dia memutuskan untuk berdiri di balkon sebentar,dia ingin melihat keadaan di luar.Ternyata ada satu objek yang membuatnya merasa mengenali objek tersebut.


"Loh mobil itu sepertinya pernah aku lihat deh,tapi di mana yah......Hah oh iya bener,itu mobilnya Ronal,itu artinya dia tinggal di kawasan ini juga,yah jelas sih,anak konglomerat gituu".Andini kemudian masuk dan segera mandi,ia memutuskan untuk mendekati Ronal.

__ADS_1


Saat Andini selesai mandi,ia segera bersiap-siap untuk bertemu Ronal.


"Mba makan malamnya sudah siap!".Seorang Art mendekati Andini.


"Simpan aja dulu mba,aku mau keluar bentar". Andini pergi dengan tergesa.


Saat setelah beberapa meter Andini menjauh dari gedung Apartemennya,ia melihat Ronal keluar dari apartemennya dan akan masuk ke dalam mobilnya.


"Hah tidak jangan pergi,Ronaall". Andini memanggil Ronal.


Tapi sayangnya Ronal tak mendengar dan terlanjur masuk ke dalam mobilnya,mobilnya pun berlalu menjauh dari pandangan Andini.


"Ah sial,padahall sdikit lagi gue sampai".Andini menghentakkan kakinya geram.


Dia pun memutuskan untuk kembali ke apartemennya.


--------------------------------


Di tempat paman Caca,Caca sedang berbincang dengan paman dan bibinya.


"Kenapa tidak menetap di sini aja nak,kamu bisa gunakan kendaraan paman untuk ke kampus". Paman menawarkan.


"Kalau begitu jika kamu butuh apa-apa hubungi paman saja yah nak,paman akan berusaha memenuhi kebutuhanmu selama di sini!".Paman mengkhawatirkan Caca.


"Iya paman, makasih yah sudah mengkhawatirkan Caca".Caca.


"Iya nak,sini bibi antar ke kamarmu,malam ini kamu nginap di sini dulu,besok pamanmu yang mengantarmu ke kosan".Bibi menuntun Caca ke kamar tidurnya.


"Iya bi makasih". Caca sambil tersenyum.


--------------------------------


"Kau sudah menghubunginya?".Tanya Ronal pada asisten pribadinya.


"Sudah tuan,tapi Nona tidak merespon".Jawab asisten tersebut.


"Humm apa wanita baik-baik memang seperti itu yah?".Ronal sambil mengagumi Caca dalam khayalannya.

__ADS_1


"Tuan!jadi restoran mana yang akan anda pilih tuan?Kita sudah melewati beberapa restoran sejak tadi!".Asisten Ronal bertanya.


"Ah iya gue lupa kalau mau makan,kita makan di restoran berikut saja".Ronal.


"Baik Tuan".Jawab asisten.


--------------------


"Gue kepo sama Caca,kok bisa sih dia dekat sama Ronal".Andini berpikir.


"Lo kenapa ndin?".Sepupu Andini ,Qifa bertanya.


"Lo tau nggak Ronal yang konglomerat di kota A?".Tanya Andini.


"Taulah,Yang orangtuanya pemilik perusahaan Bara Groupkan?".Qifa memastikan.


"Iya benar itu".Andini.


"Dia kenapa,setau gue  dia itu anak yang bandel,suka banget tuh buat masalah,sama dia seneng banget main cewe padahal umurnya kan masih muda banget,gila gak sih".Qifa.


"Iya,tapi yah kan dia selain bergelimang harta,wajahnya juga lo yang tampan itu,makanya banyak cewe yang nempel sama dia".Andini.


"Yah gue tau itu,maksudnya kenapa lo sampai bahas ini?".Qifa heran.


"Dia udah gak gitu lagi tau Qif".Andini.


"Loh kenapa?".Qifa heran."Tapikan bukannya bagus yah kalau dia berubah".


"Dia gak boleh gitu,lo taukan gue suka sama dia sejak lama,gue gak mau dia sampai berubah karna cewe rendahan itu,gue mikir pasti orang tua mereka bakal bantuin dia sama cewe itu".Andini terlihat gugup.


"Tunggu maksud kamu cewe rendahan siapa?".Qifa bingung.


"Ada cewe yang dekat sama Ronal,saat berangkat ke sini,di bandara kita kan satu pesawat tuh,gue lihat orang tua cewe itu,biasa banget,gak banget deh kalau di sandingin sama keluarga Ronal".Andinii.


"Gue kepo,namanya siapa?".Tanya Qifa.


"Marcha,Marcha Marcella Viona".Jawab Andini.

__ADS_1


"Tunggu,namanya kayak gak asing deh,gue lihat dimana yah?....Hah gue ingat..".


------------------------------------------


__ADS_2