
Sesaat Andini terus menatap kepergian Caca, dia berpikir bagaimana caranya Caca bisa akrab dengan Ronal, bahkan terlihat Ronal yang berusaha mendekati Caca. "Pasti ada sesuatu". Ucapnya.
" Apanya? ".Ucap Aqifa.
" gue mikirkan sesuatu, nanti di apartemen kita bahas". Andini mengakhiri percakapan, dan dia berjalan ke arah mobil Ronal, saat akan menggapai untuk membuka pintu, Ronal malah melajukan mobilnya. "Hey,gue belum masuk! ". Andini sangat kesal dan malu karena beberapa orang yang melihat menertawakan nya.
" Sudahlah, ayo balik". Aqifa menepuk bahu Andini.
***
Saat di perjalanan pulang, Caca berpikir untuk membeli beberapa pakaian baru untuknya.
"Humm aku harus cari yang biasa aja, pokonya aku harus irit,, humm kabar ayah sama ibu gimana yah, aku telpon deh".
Caca memutuskan berbelanja sembari menghubungi orang tuanya.
***
Andini dan Aqifa sudah berada di apartemen Andini, mereka mencari cemilan dan duduk di sofa yang begitu nyaman,dan membicarakan topik yang akan di bahas.
"Bagaimana menurutmu soal Marcha? ". Andini bertanya.
" Sejauh yang gue lihat dia baik, dia berbeda dengan mahasiswa yang lain, yang terus mendekatiku dan Arsya. ".Jawab Aqifa.
" What? Arsya? ". Andini terkejut.
" Iya ternyata kita sejurusan dan gue gak nyangka juga kalau bisa ada dia di sana". Jawab Aqifa.
"Hahh gue mau buat nama Marcha jelek di mata orang2 kampus, dan gue gak mau dia terus dekat sama Ronal, gue gak suka".Andini.
" Terus mau lo gimana? ".Tanya Aqifa.
" Kita harus buat dia gak betah kuliah di kampus,pokonya kita harus buat dia gak nyaman, buat ngerasa dia gak punya teman atau apalah.. ".Andini.
" Gak punya temen, kalau di lihat2 hari ini dia punya 1 teman yang selalu bareng dia, dari gayanya dia paksain stylenya dia, dia kelihatan banget ingin menonjol".Aqifa menjelaskan.
"Huhuhu,, kayaknya kamu udah ngerti apa yang harus di lakuin".Andini tertawa kecil.
***
Ronal di apartemennya
" Kenapa wanita itu muncul sih, kan aku mau ngajak Caca belanja tadi".Ronal kesal sendiri.
"Tapi radi kok Aqifa dan Andini ada di fakultasnya Caca yah, apa Aqifa sejurusan dengannya? ". Ronal bertanya pada dirinya sendiri.
***
" Haah ya ampun aku hampir aja lupa".Caca mengeluarksn handphone dari tasnya dan segera menghubungi Rani.
"Halo Ran!". sapa caca.
^^^" Hah iya,, aku sudah siap,^^^
^^^kita jalan sekarang kan? ".^^^
" Ah iya, tunggu yah, aku segera ke tempat pamanmu! ".
^^^" Oke"^^^
Setelah bertemu Rani dan Caca berkeliling di sekitaran kampus untuk mengecek asrama yang akan mereka tempati.
"Wah tempat nya kelihatan nyaman, fasilitasnya juga oke"..Caca merasa puas dengan asrama tersebut.
" Hap aku di ranjang atas".Rani menunjukkan bahwa itu kepemilikkannya.
"Humm terserah kamu".Caca tidak masalah mau di atas atau di bawah.
" Humm gak asik! " Rani kesal.
"Ya sudah ayok, kita balik, besok kita udah boleh masuk kata ibu asrama, kita ambil kuncinya dulu".Caca.
__ADS_1
" Oke".Rani semangat.
"Ini nak, kuncinya ada 2,masing- masing pegang 1 yah! ". Pinta ibu asrama.
" Iya bu" Caca dan Rani.
"Peraturan di asrama ini kalian sudah tahu kan, jadi demi ketenangan dan kenyamanan bersama, mohon kerja samanya yah! ". ibu asrama dengan suara yang lembut.
" Iya, siap buu".Caca menyahut "kalau begitu, kami pamit yah bu".Caca pamit.
" Iya hati2 yah". Ibu asrama.
Mereka berdua pun kembali, Caca mengantar Rani kembali ke rumah pamannya, dan kemudian ia balik ke rumah pamannya.
Saat di perjalan pulang, Awalnya begitu tenang hingga ada mobil sport yang mewah menghampiri Caca dan mencoba menghimpit jalan Caca, Caca panik dan langsung menepikan motornya.
"Ya ampun siapa tuh! ". Caca merasa heran.
Pertanyaan Caca terjawab setelah melihat seorang gadis mengeluarkan separuh tubuhnya dari jendela mobil.
" Hahahaha kasian, gadis miskin, kamu minjem motor di mana ha?, kamu kan gak punya apa-apa, anak petani sok-sokan kuliah di kampus bergengsi, sadar diri dong itu tuh bukan tempat kamu, jangan ngimpi kamu bisa tahan kuliah di sana, iiiyyyuuu". Andini masuk kembali dalam mobil.
Setelah kepergian mobil Andini, Caca hanya mengelus dadanya untuk sabar.
"Sabar Ca". Kata Caca sambil melajukan kembali motornya kembali ke rumah pamannya.
***
Di malam harinya, setelah makan malam, Caca dan anak kembar paman membereskan dan menyiapkan apa saja yang di perlukan ko Caca untuk di asrama nanti.
" Kak, celengannya di bawa kan? ".Kata Dani.
" Hey, itu punyaku! ". Dina meneriaki Dani.
" Kaka sejak kapan mulai nabung?, jahat banget sih, masa gak ngajak ade juga". Dani kecewa dengan kakak kembarnya itu.
" Hih siapa bilang gak di ajak, kaka udah bilangin duit jajannya simpan separoh, nanti di tabung, ehh ade malah nyahut buat jajan aja, ya sudah". Dina membela diri.
"Tapi kan.... " Dani mencoba bertahan dengan rengekannya.
" Iya Buu". Si kembar yang kompak langsung mengakhiri perdebatan mereka.
Tak terasa mereka sudah selesai meyiapkan apa saja keperluan Caca di asrama, tidka terlalu banyak karena semua perabot yang di butuhkan sebagian di bawa oleh Rani.
"Ya sudah nak, kamu masuk istrahat, besok pagi pamanmu akan mengantarmu ke asrama! ". Pinta Bibi Caca perhatian.
" Iya bu, makasih yah udah bantuin Caca, kembar juga". Caca lembut.
"Iya sama- sama kak,, hooaamm ngantuk, ade sama kaka masuk dluan yah kak, selamat malam". Dina.
" Iya selamat malam juha kembar". Caca sambil tersenyum. "Ya udah, Caca masuk yah bu".
" Iya nak". Bibi.
***
keesokan harinya
Paman mengantarkan Caca sampai di depan asrama, karena peraturan asrama yang melarang pria untuk masuk, Paman Caca hanya mengantarkan barang2 Caca saja kemudian dia pamit pulang.
Rupanya di asrama sudah ada Rani yang tengah mengatur pakaiannya.
"Kamu udah datang, siapa yang antar, Ronal? ". Rani bertanya.
" Hehh kenapa Ronal, Pamanku lah yang mengantarku, kenapa sebut nya Ronal". Caca.
"Yah kali aja kan, hihihi". rani menggoda Caca.
" Hush sudah, ayo kita bereskan cepat,aku ada kuliah sebentar". Caca yang kemudian mulai merapikan barang2 bawaan mereka.
Sampai akhirnya selesai merapikan barang2, mereka berdua pun beristirahat di kursi santai yang merupakan fasilitas asrama sambil berbincang bagaimana hari pertama kuliah mereka kemarin.
__ADS_1
"Duh udah mau jam kuliah nih, aku mandi dulu yah". Caca bergegas untuk bersiap ke kampus.
" Oke". Rani.
****
"Aku pergi yah, bye". Caca berpamitan.
" Bye, hati2 yah! ". Rani membalas.
" Oke". Caca.
Asrama Caca dan Universitas Tempatnya kuliah bersebelahan, terlebih fakultasnya masih bisa terlihat dari asrama Caca. Karena hal itu dia berjalan menuju tempat perkuliahannya tersebut.
Caca berjalan sambil membaca buku, dia hanya sesekali memastikan jalannya benar dan tidak ada apa-apa di depan.
Tiba-tiba........ Pip pip piiiiiiiiiiiiiiiiiip........
Caca terperanjak mendengar klakson mobil tersebut, saat menoleh Caca mengenal mobil tersebut.
"Hai bocah kampung! ". Andini menyapa.
" Hai juga bocah kampung! ". Caca menjawab membuat mata Andini membulat karna di katai bocah kampung.
" Hei, dasar gue gak sama yah kayak lo". Andini meninggikan suaranya.
"Yah gak salah kan, kita kan dari daerah yang sama, kau memanggilku bocah kampung, kampung kita kan sama, jadi gak salah kan? ". Caca menjelaskan.
" Ihhh dasar wanita kempungan, cupu, iiyyuu". Andini berusaha bersikap mengintimidasi.
"Humm terserah deh". Caca berbalik meninggalkan Mobil sport Andini. hmmm bikin rusak mood baca buku aku aja.
***
Di ruangan perkuliahan
Terlihat Arsya juga baru datang, dia memilih tempat yang dia inginkan, rupanya sudah di tempati oleh 2 orang wanita, hanya dengan menatap mereka, kedua wanita itupun menyingkir, seolah paham apa maksud Arsya.
Saat Arsya berbalik untuk duduk, dia berpapasan dengan Caca.
"Kamu belum dapat bangku? ". Tanya Arsya.
" Belum". Caca singkat.
"Di sini aja,masih kosong kok, dewa minggir". Arsya memaksa Dewa untuk bergeser, yang rupanya ada seseorang di sebelahnua, tanpa berani melawan mahasiswa itu pergi dengan sendirinya.
" Gak usah, aku di sebelah Aprilia aja, tadi kita udah janjian mau sebelahan. ". Caca menolak dengan sopan.
" Hmm ya udah oke". Arsya .
"Siapa sih tu anak? ". Tanya Leson pada Manda dan Ruby.
" Itu anak petani yang beruntung masuk di sini". Rubi menyahut.
"Kok Arsya kelihatan pengen dekat sama dia yah, padahal sejak kemaren kita udah deketin dia". Lison.
" Bisa diam gak sih, tu Aqifa udah datang". Manda mengalihkan topik pada Aqifa. "Gila, dia perawatan segitunya".
" Ehhh bilang aja iri, emang anaknya cantikkan". Leson,yang sejak zaman batu menyukai Aqifa.
Aqifa memandangi seisi ruangan, dia tertuju pada bangku di sebelah Caca,diapun ke sana.
"Belum di isikan, aku di sini yah, gak apa2 kakn? ". Tanya Aqifa.
" Iya duduk aja, gak usah izin, bukan aku yang beli". Jawab Caca.
"Heh". Aqifa tertawa sinis.
Aprilia tidak suka dengan keadaan itu, dia menarik caca dan tas miliknya.
" Mau pindah? silahkan tapi aku akan beri info, bahwa sedikit lagi menuju eksekusi". Aqifa menatao sinis Aprilia.
__ADS_1
"Maksudnya eksekusi apa?. jawab Caca.
" Maksudnya.........................