
Setelah sampai di depan gerbang kampus , dita pun turun dari angkot dan langsung menuju ke gedung jurusannya .
Setelah setengah perjalanan dita melihat ada banyak teman-teman kampusnya yang berkumpul dan saling desak-desakkan di depan mading yang tergantung di dinding di tengah lorong menuju kelasnya .
Merasa Penasaran dita pun menghampirinya dan kebetulan ia melihat vani yang juga ikut berdiri disitu .
"Van..." panggil dita.
"eh...baru nyampek lo dit..?" Tanya Vani.
"he’mm" Dita mengangguk. "btw..tu ada apaan ya... kok sampek segitunya mereka mau ngeliat?" Tanya dita yang penasaran.
"Oohh itu...katanya sih Pengumuman pemenang lomba menggambar kemarin...tapi pemenangnya sih gue belom tau...Nanti kita liat deh kalau udah gak rame lagi.." jawab Vani.
"Oke...kita ke kantin bentar yuk...laper gue" Ajak dita .
"Kuy lahh..." Vani.
Setelah dita dan vani selesai menghabiskan makanannya , mereka pun kembali ke Ruangannya.
"Van...tuh madingnya udah gak terlalu rame lagi. , kesana dulu yuk..." Menarik tangan vani.
"Wihh...gak nyangka gue,,, juara satunya elo... dan gue dapet juara tiga..."Vani menggelengkan kepalanya.
"iya...gue jugak gak nyangka..ehh..tapi hadiahnya apaan ya..penasan gue" Dita dan Vani Terus melihat ke mading dan membayangkan hadiah yang akan diberikan.
"iya..ya..gue jugak penasaran..."Vani mengetuk ngetuk jari telunjuknya di dagu "yaudah deh kita liat aja nanti kalau udah dikasih"lanjut vani menaik turunkan alisnya.
"Yaudah...Yuk..." Dita menarik tangan vani menuju ruangan mereka.
Vani dan dita pun kembali kedalam ruangan mereka setelah melihat pengumuman di mading .
"Dita..vani...nihh undangan buat kalian dari panitia lomba kemarin..." Seorang teman sejurusan dita memberikan sebuah undangan.
"ehh..iya...Makasih ya..." Ucap dita dan vani serempak setelah kertas undangan itu beralih ke tangan mereka .
Semua Selembaran undangan telah selesai dibagikan oleh seorang anggota panitia . Selembaran undangan tersebut berisikan Undangan untuk datang ke acara makan malam keakraban kampus di hotel starlight milik S.J COMPANY . Dita pun membaca selembaran undangan tersebut dan betapa terkejutnya ia setelah membaca di bagian akhir dari inti kata-kata turut mengundang yang bertuliskan bahwa Sebagai hadiah lomba ia akan diberikan bingkisan dan Dinner Romantis khusus untuk pemenang , bersama Ardinata Giovano Sabagai pasangannya .
"Astagaa...yang bener aja...pasangan makan malam gue cowok nyebelin itu." Dita tepok jidat.
"Emang siapa dit??" Tanya vani.
"Siapa lagi cowok yang nyebelin kalau bukan kahk Ardinata Giovano..." Jawab dita.
"Maksud lo kak Vano...??" Tanya vani lagi.
__ADS_1
"Ya iya lah..." Ketus dita.
"Kalau lo sama siapa van?" tanya dita.
"Disini sih tertulis kalau gue sama Kak Rendi.." Jawab vani dengan Antusiasnya.
"Gue seneng banget bisa makan malem bareng babang Tamfannzz" Lanjut vani dengan nada suara Lebay nya dan dengan memejamkan matanya sambil tersenyum-senyum tak jelas membayangkan wajah tampan Rendi.
"ihh...Jyjykk gue liat loe... biasa aja kali van..."Dita menyunggingkan sebelah bibir bagian atasnya.
"Kalau gue tau hadiahnya cuma kayak beginian... gak bakalan gue mau ikutan . udah capek capek mikir truss kesana kemari untuk minta tanda tangan..doangg" Ucap Dita menyesali .
"Ntarr malem gue gak bakalan dateng...males banget gue harus makan malem bareng tu cowok nyebelin..." Lanjut dita.
"Lah...truss kalau lo gak dateng gue gimana... Nanti gue bingung harus ngobrol sama siapa kalau kak Rendi belom dateng...Loe gak kasian liat gue dit..." menunjukkan raut wajah memelas.
"iya deh... iya...gue dateng..." dita memutar bola mata malas . merasa tidak tega dengan vani , dita pun mengiyakan perkataan vani agar tetap datang ke acara itu.
Mata kuliah pun selesai vani dan dita pun keluar dari kelasnya dan langsung menuju parkiran .
"Anterin gue kerumah dulu ya van..." Ucap dita pada vani.
"Kebiasaan loe... gk pernah bawak mobil ke kampus..." Jawab vani.
"Heheh...Maless gue..." ucap dita Menunjukkan deretan gigi putihnya.
Dita kelabakan mencari apa saja yang ada di dalam tasnya.
"Kak..." Sapa vani pada kelvin.
"ehh iya..." Sahut kelvin dan tersenyum.
"Saya vani kak...yang kemarin minta tanda tangan kakak.." ucap vani yang melihat raut wajah kelvin yang tampak berfikir.
"oohh..iya saya baru inget..." Kelvin mengangguk anggukkan kepalanya.
"Oh iya kak... kenalin ini sahabat aku..." ucap vani sambil menarik tangan dita.
"mm...haii kak...aku dita" Ucap dita dengan suara pelan.
"Haii... saya kelvin ..." balas kelvin.
"Kamu lagi sakit ya...atau kamu takut hitam..." ucap kelvin bertanya keheranan melihat dita yang menggunakan topi , masker , dan kaca mata hitamnya .
"Hmm..."Dita hanya berdehem dan terus menunduk tanpa melihat ke arah kelvin .
__ADS_1
"hahaha... Aku cuma bercanda kok... jangan dimasukin ke hati..." Kelvin tertawa melihat dita yang tampak malu-malu.
"Kalau gitu kami duluan ya kak..." Pamit vani.
"iya...hati-hati ya..." jawab kelvin.
Kelvin terus menatap mobil yang di kendarai vani sampai jauh dan tak terlihat lagi , ia masih saja berfikir dan merasa aneh jika melihat dita sahabat dari vani itu.
Sampai suara klakson mobil membuyarkan segala yang di fikirkan oleh kelvin.
"ngapain sih lu... ngagetin gue aja..." Omel kelvin pada reza sahabat nya.
"ya lagian... lo nya aja...ngapain cobak berdiri diem aja disitu..." Reza masih tertawa karena melihat ekspresi wajah kelvin yang menurutnya lucu.
"Ketawain aja teruss.... ntar lagi gue lempar sepatu..lu..." kelvin.
"Suka-suka gue.....wleee" Reza menjulurkan lidah nya.
"Kampreettt loe..." Ucap kelvin yang dibuat kesal reza .
Ditempat lain.
"Thanks ya..."ucap dita pada vani.
"iya...ntar malem lo gue jemput...lo dandan yang cantik.." Jawab vani dan kembali melajukan mobilnya.
Sesampainya dita di kamar dan langsung membuka lemari nya...
"Gue pake baju yang mana ya..." Sambil terus mengeluarkan baju-baju yang masih menggantung dan melemparkannya begitu saja di atas kasur.
Sudah merasa lelah setelah mencoba segala jenis baju yang ia punya , dita merebahkan tubuhnya di atas tumpukan baju yang tergeletak di atas kasur . Sampai akhirnya lama-kelamaan ia tertidur dan melupakan segala percakapannya dengan vani ketika masih berada di dalam mobil tadi .
Tidur terlalu nyenyak nya , sampai suara ponselnya membuatnya terkaget dan terbangun .
"Halo...dit.." ucap vani di seberang sana.
"Hmm..." Hanya di balas deheman oleh dita.
"Dita...Lo ketiduran ya...?" Tanya vani dengan nada tinggi.
"hmm..." Dita kembali berdehem.
"Ditttaaa.....Lo gak liat ini udah jam berapa.." Teriakk vani... dan suara cempreng vani sukses membuat dita yang masih setengah tertidur langsung membuka matanya dan langsung berdiri setelah melihat jam dinding dan berlari ke kamar mandi meninggal kan ponselnya yang sambungan telfonnya masih tersambung dengan vani di seberang sana.
"Halo..Halo dit...Woii dita... lo denger gak sih.." teriak vani tetapi tidak ada sahutan lagi dari dita.
__ADS_1
"Kebiasaan banget ni anak... Hp nya bukannya di mati'in dulu... ini maen tinggal tinggal aja..." Omel vani diseberang sana yang sambungan telfon nya di tinggalkan tanpa mematikan sambungan nya dan pamit terlebih dahulu.
.Bersambung.....