Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 51


__ADS_3

  Dengan luas tanah yang ber hektare hektare Alex membangun basecamp tepat disamping mansion nya dengan Tembok Setinggi hampir 3 meter mengelilingi yang menjadi penghalang antara jalanan luar dan wilayahnya.


Dan ditambah daerahnya yang jauh dari keramaian kota membuat suasananya lebih nyaman, Aman dan tentram.


 Untuk malam ini dita menginap di rumah Alex, di kamar yang sudah di buat khusus untuk dita jika ingin menginap di mansion daddy Alex.


 "Good Night dad,,, Good night Bang Rey... " Ucap dita sebelum Memasuki kamarnya.


 "Good night juga Nak tidur yang nyenyak ya. " sahut daddy Alex.


 "Iya dad... itu sudah pasti. " dita.


 "Good night juga dit... Awas besok Jangan kesiangan. Besok pagi Kalau mau balik ke kantor papa kamu, abang aja yang nganter. " Ucap rey.


 " ok my brother ku. " Cengir dita dan masuk ke dalam kamar nya.


  Kamar dita berada di lantai dua. Tepat di samping kamar reyfan.


Di lantai dua ada empat ruangan Satu ruangan menjadi kamar dita , tepat disamping kamar dita ada Kamar reyfan dan Dua ruangan disamping reyfan satu menjadi tempat kerja jika ia ada di rumah dan satunya lagi menjadi ruang berolahraga pribadi Milik Alex dan Reyfan dengan dilengkapi barang-barangnya yang di dalamnya Hampir setengah dari GYM Umum.


Memang di basecamp pun juga dilengkapi dengan alat-alat untuk berolahraga, tetapi rey lebih suka menyendiri jika sedang berolahraga.




Pagi pun Tiba....



Setelah menyelesaikan sarapan pagi bersama Daddy Alex dan Reyfan, dita pun kembali ke kantor Papanya dengan Reyfan yang menyetir mobil dita. Kebetulan Kantor Daddy Alex yang sekarang di teruskan oleh Reyfan tak begitu jauh dari Kantor ABRA, hanya terkelang beberapa gedung saja.



  Disepanjang perjalanan dita dan Reyfan saling bercerita diselingi tawa dari keduanya, sampai sampai tak terasa lagi kalau mereka hampir sampai di Kantor A'WILSONS .



 “Dah sampe aja... “ Ucap dita.



  Reyfan dan Dita pun sampai didepan gerbang gedung A'WILSONS lebih dulu, dan mereka berdua turun dari mobil.



  “Abang duluan ya dit. Kamu hati-hati. “ Ucap reyfan pada Dita.



  “Iya abang kuh... Tenang aja Gak jauh lagi kok.” Sahut Dita.



 ”Ya sudah sana abang mau masuk dulu, bentar lagi ada rapat. “ Reyfan melihat jam yang melingkar di Pegelangannya.


__ADS_1


 Dita pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya kembali ke Kantor papanya.



 ~~~~~



  Hari berganti hari, kini Dita dan Vani sudah masuk kampus lagi begitu juga dengan andin yang sudah kembali ke London.



  "Akhirnya bisa liat kak Rendi lagi. Aku gak sabar lagi ngeliat wajah tampannya..kangenn..." ucap Vani dengan nada maja-manjanya.



Itulah hal pertama yang terlintas di benak Vani di hari pertama mereka masuk kampus setelah melewati libur panjang.



  Waktu itu setelah Rendi mengantarkannya pulang ke rumahnya selesai dari acara pertunangan sepupunya, mereka tak pernah lagi betemu, jangankan untuk bertemu menyapa lewat ponsel saja tidak pernah.



  Pembawaan Rendi yang sedikit cuek membuat ia enggan untuk bertegur sapa melalui ponsel. Jika tak ada hal yang mendesak ia tak akan membuka Aplikasi yang ada di Ponselnya.



 "Di otak lo itu kak Rendi muluk. Bosen gue. Gak ada yang lain apa selain kak rendi.?" Sahut Dita.




 "Up to you deh... " Dita memutar bola mata melihat kelakuan Vani yang selalu membanggakan ketampanan rendi, padahal masih banyak lelaki yang lebih tampan dari Rendi.



  Sibuk memperdebatkan hal yang terlalu penting sampai mereka tak menyadari kalau dosen mereka sudah berdiri di depan.



 "Dita.. Vani... Sudah selesai bicaranya? " Ucap Buk Linda.



"Hehe Sudah Buk. "



  Sahut Dita dan Vani membenarkan posisi duduknya.



 Jam Mata kuliah pun berakhir.


__ADS_1


Sebelum pulang ke rumah Dita dan Vani menyempatkan Mampir ke Cafe tantenya yang ada di depan gedung kampusnya.



"Mbak yang biasa ya. " ucap Dita pada seorang waitress.



 Dari kejauhan seorang laki-laki memicingkan matanya menajamkan penglihatannya menatap meja paling sudut menghadap ke jendela yang di tempati Dita dan Vani.



 Setelah sangat yakin dengan penglihatannya, lelaki itu menghampiri Vani dan Dita.



 "Arann." panggil laki-laki itu pada Dita.



 "Co... " Ucap spontan Dita ketika melihat kedatangan sepupunya Rico.



 "Hai Van. " Rico duduk di samping Dita.



 "Hai co... Makin ganteng aje lu. " ucap Vani pada Rico.



" Iya dong. Dari orok gue emang udah ganteng jadi jangan kaget. " Rico merapihkan rambutnya yang menutupi keningnya, sudah seperti oppa oppa Korea.



 "Lebay lu... Gantengan lagi masa depan gue. " Sahut Vani.



 "Hmm mulai deh kalian berdua. " Sindir Dita.



 "Co Lo kapan balik ke london? " Tanya Dita pada Rico.



"Lusa gue baru balik. Lo harus ikut nganter gue ke bandara." jawab Rico.



  "iya deh iya. " Dita mengangguk.



  

__ADS_1



<<<<<<**∆**\>\>\>\>\>\>


__ADS_2