Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 34


__ADS_3

Tapp Tapp Tappp


Vani menepuk tangannya.


"Sekarang buka mata" titah Vani.


Dita pun membuka matanya.


"Surprise.... " Ucap Vani dan Andin serentak.


"Andinn" Ucap Dita lansung memeluk erat Andin.


"Kapan lo nyampe sini? " tanya Dita pada Andin.


"Dua hari yang lalu. " jawab Andin.


"Kok elo gak bilang bilang kalau mau balik.. "


"emang kalau gue bilang ke elo gue mau balik,, emang lo mau jemput gue.? " Sahut Andin.


"Yaa enggak juga sihh... " Dita mengaruk lehernya yang tak gatal.


"ya maklum lah... Dita kan sekarang udah jadi orang sibuk. " Vani menyenggol lengan Dita.


"Cieee Calon buk boss. " Andin mencolek lengan Dita.


"Apaan sih... Tapi mau gimana pun emang bener sih... Kalau bukan gue siapa lagi yang nerusin perusahaan papa gue" Sahut Dita.


"Iya iya kami mendukung elo kok... Semangatt buk boss" Andin memberikan semangat.


SJ Company


"Pah ini berkasnya sudah selesai semua." vano menaruh setumpuk berkas-berkas di atas meja kerja sang ayah.


"Van ayo kita makan dulu,, tadi mamah kamu udah nganterin bekal. Katanya ada makanan kesukaan kamu. " Ucap wiharto_sang ayah.


" Mama tadi kesini? " tanya vano.


"iya... " jawab wiharto dengan tatapan masih ke layar laptopnya.


"kok gak nyamperin aku.. " vano mengomel tak Terima jika mamanya hanya mengunjungi ruangan papanya.

__ADS_1


"Katanya buru-buru mau kerumah temennya. Ya sudah ayo kita makan dulu nanti keburu dingin.." Sahut wiharto berjalan menuju sofa sambil membawa bekal yang sudah dibawakan istrinya.


Vano dan papanya pun menikmati makan siangnya.


Vano sudah memiliki ruangan sendiri di kantor ayahnya. Kemampuan Vano dalam berbisnis hampir mengimbangi sang ayah dan Vano pun sudah beberapa kali memenangkan tender besar. Hal itu membuat sang ayah tak ragu lagi memberikan posisinya pada sang anak.


Hanya menunggu beberapa bulan lagi vano akan diresmikan menjadi CEO SJ Company.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Seminggu Berlalu...


Malam ini di kediaman Raharja kedatangan tamu mendadak. Jimmi Raharja adik kandung dari Wisnu Raharja datang berkunjung kerumah sang kakak.


Kini di meja makan sudah berkumpul 2 keluarga. Sudah ada Rendi dan kedua orang tuanya dan juga Jimmi bersama istri beserta putri sulungnya.


"Untungnya saya sudah memasak banyak. " Ucap Risma ibu Rendi.


"Maaf mbak kami datangnya mendadak. " Ucap istri dari jimmi.


Mereka pun menyantap hidangan yang sudah tersedia tanpa ada suara.


~~


"Tumben Tumbenan kalian datang mendadak gini biasanya kalian kalau mau berkunjung pasti di telpon dulu. " Wisnu membuka obrolan.


"iya mas kami kesini ingin mengundang mas dan mbak ke pertunangan Zoya minggu depan. " jawab jimmi memberitahukan maksud kedatangannya yang mendadak.


"Minggu depann?" ulang risma.


"iya mbak.. " sahut jimmi.


" wihh...kamu ini jim sudah mau punya menantu saja. " Wisnu tertawa renyah.


" iya lah mas... namanya juga sudah ketemu jodoh. " sahut jimmi.


"kak Rendi juga harus datang juga ya... Awass kalau enggak. " Ucap Zoya yang duduk di depan Rendi.


"Ya pasti dong,,, kakak pasti akan datang. " Sahut Rendi dengan raut wajah bahagianya walaupun ada rasa aneh yang timbul dihatinya.


"Mah, pah... tante, Om, Rendi pamit ke kamar dulu ya.. " pamit Rendi.

__ADS_1


"Cepet banget ren..? " tanya jimmi.


"iya om aku mau nyelesaiin skripsian dulu. " jawab Rendi.


"Zoyy kakak pamit duluan ya.. " pamit Rendi pada Zoya.


" Yahhh... yaudah deh... " Zoya memasang muka cemberutnya.


"Kamu ini... " Rendi mengacak rambut Zoya.


Sejak masih kecil Zoya selau bersama Rendi sampai mereka Sekolah menengah atas Zoya selalu bersama Rendi sampai orang-orang mengira mereka sepasang kekasih.


Selain kedua sahabatnya Vano dan Aldi, Zoya lah yang selalu ada di sampingnya dan mendukungnya. Hal-hal itu yang memicu Rendi menaruh hati pada sepupunya sendiri.


Beberapa kali Rendi menyangkal perasaannya sendiri. Berulang-ulang kali Rendi gonta-ganti pacar hanya untuk membuang perasaannya pada Zoya, sampai orang-orang menCap nya sebagai Playboy. Namun hal itu hanya sia-sia saja. Perasaannya pada Zoya tak kunjung juga hilang.


Rendi yang awalnya ingin melanjutkan tugas skripsinya yang sempat tertunda, kini sudah tidak fokus lagi dan sekarang ia memilih rebahan.


Tokk tokk tokk


"Kak ini Zoya... " Ucap Zoya dari depan pintu kamar Rendi.


Mendengar suara Zoya, Rendi langsung buru-buru kembali duduk dan mengambil laptopnya di meja dan pura-pura mengerjakan tugas lagi.


"iya masukk... " sahut Rendi dari dalam.


Cklekk


Zoya pun masuk


"Gimana kak sudah selesai? " Tanya Zoya.


"Sedikit lagi. " Jawab Rendi dengan pandangan tetap fokus pada tugas di laptopnya, walaupun fikiran nya ntah kemana.


"kak di acara pertunangan aku nanti,, kakak ipar aku di bawa dong. " ucap Zoya menggoda kakak sepupunya itu.


"Ha... kakak ipar? Nikah aja belum. Kamu ini ada ada saja zoy. " Rendi tertawa terpaksa.


"yaa sekali-kali kalau ada acara pacar kakak di bawa lahh... kan kami juga mau liat... ini gak setiap ada acara sendiri muluk. " Sindir Zoya.


"gak mungkin zoyy... kali ini mau siapa lagi wanita yang aku bawa hanya untuk formalitas saja. " Batin Rendi.

__ADS_1


"Hmm... iya iya insyaallah kakak bawa. " Terpaksa Rendi berbohong lagi.


Dan untuk kesekian kalinya Rendi berbohong lagi tentang perasaannya.


__ADS_2